• 1 Februari 2012

    KITA mungkin mengira kalau Hugo adalah sejenis film anak-anak seperti The Golden Compas atau film franchise seperti Harry Potter atau Narnia. Namun, Hugo membawa elemen dewasa terutama saat menguak asal mula pembuatan film di Perancis. Selain itu, Hugo menjadi film dengan peraih nominasi Oscar terbanyak (11 nominasi termasuk film terbaik) dan tentu paling epic dengan segala tata teknis yang mumpuni.


    Plot

    Dengan konsep 3D, film ini akan membuatmu jatuh cinta hanya karena opening scene yang memukau. Dalam hitungan detik, kita akan menyaksikan latar stasiun kereta api di Paris pada tahun 1930-an. Kemudian, seorang bocah lelaki bernama Hugo, terlihat mengintip dibalik jam dinding raksasa yang terletak di stasiun. Sepeninggal ayahnya, Hugo ikut sang paman dan tinggal dalam bangunan jam raksasa. Sayang, sang paman pergi sehingga membuatnya hidup sendirian. 


    Hugo melakukan aktivitasnya dengan menjauhi penjaga stasiun berkaki pincang yang selalu membawa anjing. Penjaga itu kerap mengirimkan anak-anak pencuri ke panti asuhan dengan sepihak. Hugo juga harus mendapatkan makanan dengan mencuri. Namun yang lebih sering dilakukannya adalah mencuri perkakas di toko perbaikan mainan yang dikelola, George Melies, seorang lelaki paruh baya, yang kemudian memergoki Hugo mencuri. Buku berharga peninggalan almarhum ayah Hugo pun diambil. Ini membuat Hugo meminta kembali bukunya meski hasilnya nihil.

    Hugo juga mengingat kembali masa lalunya dengan sang ayah, pengurus museum. Keduanya sering menghabiskan waktu berdua termasuk menonton film bisu. Hugo juga mendapati sebuah robot penggambar sketsa yang rusak, dan dia berjanji untuk memperbaikinya. Sayang, ayah Hugo tewas saat kebakaran terjadi di museum.

    Kemudian, Hugo berkenalan dengan Isabelle, cucu dari George. Hugo dan Isabelle pun berteman dan memecahkan misteri demi misteri yang mengiringi petualangan mereka. Sampai akhirnya keduanya tahu kalau George Melies adalah sutradara terkenal di masa lalu yang menghasilkan ratusan film. Sayang, George membakar film-filmnya akibat rasa frustasi yang dalam akibat konflik yang terjadi di Perancis pada waktu itu. Makanya, George membuat robot yang mampu membuat gambar sketsa film-filmnya. Dan hal inilah yang membuat kehidupan hambar antara Hugo dan George mendadak berwarna.

    Hugo dan Kans di Oscar 2012

    Hugo disutradarai peraih Oscar, Martin Scorsese (meraih Sutradara Terbaik  dan Film Terbaik dalam The Departed di Oscar 2007). Dia juga diganjar predikat Best Director untuk Hugo di Golden Globedan menjadi Sutradara dan Film Terbaik di National Board of Review 12.


    Hogo mendapatkan 11 nominasi, untuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Tata Artistik Terbaik, Editing Terbaik, Tata Suara Terbaik, Tata Musik Terbaik, Naskah Adaptasi Terbaik, Mixing Suara Terbaik,  Visual Efek Terbaik, Kostum Terbaik, dan Sinematografi Terbaik. Besar kemungkinan, Hugo mendapatkan Oscar untuk kategori teknis seperti Sinematografi, Visual Efek atau Tata Artistik. Itu pun harus bersaing ketat dengan nominator lain yang juga kuat dari segi teknis. Namun dari segi visual efek, Hugo menonjol karena detil perkakas jam dan suasana Paris yang kental di era  30-an. Sementara visual efek untuk Transformer 3 yang menjadi pesaing kuat, cenderung tipikal sehingga menjadi tidak istimewa.

    Hugo juga kuat menang di Sinematografi karena penonton bisa leluasa menyaksikan setting Kota Paris juga tokoh dengan leluasa. Penggambaran stasiun juga bangunan dibalik jam raksasa diperlihatkan secara detil. Ini didukung oleh tata artistik dan kostum yang epic.

    Sementara kans untuk meraih film terbaik rasanya terbilang minim. The Artist merupakan pesaing kuat meski keduanya memiliki banyak persamaan, yaitu berbicara di era 1920-1930-an, dan sama-sama mengenai film. Sehingga dari keterlihatan luar, Hugo setipikal dengan film anak-anak epic lainnya. 

    Meski demikian film hasil adaptasi dari novel karya  Brian Selznick berjudl The Invention of Hugo Cabret ini layak ditonton anak-anak maupun dewasa karena pesan moral yang tersampaikan secara mengalir. Bagaimana seorang anak yatim piatu berusaha memperbaiki sesuatu yang akhirnya membuat hidupnya berarti. Begitu pula George Meiles yang semangatnya kembali berada di tangan setelah mengetahui orang-orang yang mengapresiasi karyanya. Takdirlah yang mempertemukan kedua orang yang berada dalam stasiun kereta yang sama itu.

    Nice to Know:

    George Melies adalah tokoh nyata, lahir pada 8 Desember 1861 dan meninggal pada 21 Januari 1938. Awalnya ia adalah seorang pesulap, setelah terinspirasi dua orang pembuat film di kotanya Lumiere Brother, dia membuat film dengan tata teknis yang berbeda. Yaitu membuat teknis manusia menghilang atau sejenisnya dengan proses penyuntingan film. Kalian mungkin familiar dengan gambar bulan yang sebelah matanya ditusuk roket. Yah, itu adalah scene dalam film terkenalnya berjudul Perjalanan ke Bulan atau dans Le Voyage la lune pada 1920.

    1. George diperankan Chloe Moretz  2. Perjalanan ke Bulan   3. Sosok George yang asli.

    Sutradara: Martin Scorsese Penulis: John Logan Pemain: Ben Kingsley, Sacha Baron Cohen, Asa Butterfield, Chloe Moretz Rahmat Produksi: GK Film, Infinitum Nihil, Paramount Pictures Rilis: 23 November 2011 Durasi: 128 menit Negara: Amerika Serikat Bahasa: Inggris

    Penyutradaraan: 9 Pemain: 7 Sinematografi: 9,5 Musik: 7 Editing: 9 Artistik: 9.5 Suara: 9 Visual Efek: 8

    Best Quote: Saat Hugo  berkata pada istri George yang hendak mengusirnya: "Aku dan ayahku telah memperbaiki robot itu. Hanya itu yang dia tinggalkan kepadaku. Aku perlu tahu apa makna dibalik ini semua." Best Scene: Adegan mimpi di atas mimpi Hugo. Ketika kereta api yang hendak menabraknya, banting setir dan merusak stasiun, juga ketika Hugo ternyata seorang robot.


    Score: 9/10

    10 Komentar

    Miawruu mengatakan...

    wuuiiiiiiihhh,,, score nya tinggi banget. jadi penasaran ma filmnya :O

    Riu is me mengatakan...

    Aku nonton film ini sehabis subuh, saat temen kamarku tidur lagi. Sambil rebahan, nonton sendirian.
    Kalo dibanding The Artist, mennurutku Hugo lebih kuat dalam segala hal. Aku yakin, ini nantinya yang bakal menang. Tapi tahu sendirilah, Oscar selalu banyak kejutan. Meski prediksinya banyak yg mendukung film ini, tp who knows?!
    Oh ya, asal tahu aja, aku beberapa kali menitikkan air mata saat nonton film ini. Sifat terlalu sensitiv kadang bikin susah, untungnya nontonnya sendirian, jadi gak ketahuan kalo ampe nangis. :D

    gita mengatakan...

    hadoooh....ini film selera saya buangedh...>,<
    Sepertinya bakal saya masukin list 'wajib nonton'.download dimana filmnya?heuheu....

    krismorgana mengatakan...

    wajib tonton.....
    besok nyari dipidinya ah....
    martin scorsese salah satu sutradara langganan oscar sie,,jadi ya ga heran klo filmnya bagus....

    HendraPanic mengatakan...

    tumben reviewnya ga terlalu menceritakan jalan cerita film nya..

    rana musika mengatakan...

    sangat suka reviewnya. terutama tantang ceritanya yang dalam dan detail jam dan setting Eropa tahun 1930an. Pasti seru. worth to watch nih :woot:

    bebas mengatakan...

    mau nontoon, udah ada bajakannya belum yaaaa hehehe

    Humor Miring mengatakan...

    Kalau tidak salah, film Hugo ini bakal rilis di bioskop tanah air kita tercinta mulai 15 Februari 2012...

    Anonim mengatakan...

    wah asik dong tanggal 15 udah masuk 21 :-0

    Diabolus_Bonus mengatakan...

    :music:

    bingung, yg bagus yg apa yah...

    hehehe

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan