• 30 Januari 2012

    SECARA garis besar, film ini berbicara mengenai perceraian. Bagaimana konflik orangtua begitu memberatkan posisi anak. Namun di luar itu, film ini berbicara banyak ketimbang permasalahan rumah tangga. Yaitu isu agama, hukum, patriarki, terwakili dalam karakter-karakter kuat yang mengalir di sepanjang film dengan latar budaya lokal yang kental. A Separation adalah film Iran yang punya kesempatan besar memenangkan Film Asing Terbaik Oscar tahun ini.


    Plot

    Film dibuka dengan pengemukaan pendapat sepasang suami istri, Nader dan Simin di muka hakim. Simin (Leila Hatami), seorang istri yang menginginkan pindah ke luar negeri karena tempat yang ditempatinya dirasa  tidak cocok untuk perkembangan Tarmeh (Sarina Fahardi), anaknya yang berumur 11 tahun. Namun Nader (Peyman Moaadi) tidak setuju karena harus merawat ayahnya yang sudah tua dan mengidap penyakit alzheimer. Karena Nader tidak menyetujui usul pindah ke luar negeri, Simin pun meminta cerai. Namun Nader tak memberikan talak. Sehingga perceraian yang diinginkan Simin tidak dikabulkan hakim.



    Akhirnya, Simin memutuskan untuk meninggalkan apartemen yang suami dan anaknya tempati. Dia memilih tinggal di rumah orangtuanya. Atas sarannya, Nader menyewa jasa Razieh, seorang perempuan taat yang sedang hamil dan memiliki seorang putri berusia 5 tahun. Razieh bekerja pada pagi sampai sore untuk mengurus ayah Nader. Namun, dia memiliki halangan karena jarak dari rumah menuju apartemen terbilang jauh. Terlebih saat dia mengetahui kalau pekerjaannya cenderung berat lantaran harus bersentuhan dengan lelaki. Ini terjadi saat ayah Nader buang air kecil di celana, dan setelah konsultasi ke ahli agama lewat telepon, Razieh akhirnya mengganti pakaian orang tua itu.

    Suatu hari Razieh meninggalkan apartemen untuk sementara bersama anaknya. Nader dan Tarmeh pulang lebih awal dan mendapati rumah kosong. Keduanya terkejut saat mengetahui ayah Nader jatuh dari tempat tidur. Hal ini membuat Nader murka. Terlebih saat mengetahui uang di lacinya hilang. Razieh dan anaknya pun kembali. Nader yang marah mengusir Razieh. Razie yang tidak terima dianggap pencuri berusaha meyakinkan majikannya. Namun Nader mendorong Razieh sampai ke luar apartemen sampai Razier  jatuh dari tangga.

    Dari sinilah permasalahan hukum bermula. Kandungan Razier keguguran, hal ini membuat suaminya, Houjat, seorang pengangguran banyak hutang, naik pitam. Di sinilah kita di hadapkan pada ketegangan yang luar biasa. Ketika kita menemukan tokoh yang mungkin menjadi tersangka, namun tidak melupakan tokoh lain yang menyembunyikan sesuatu.


    Yang jelas, semua perseteruan ini hanya akan membuat Tarmeh, sebagai anak, berada dalam posisi yang sulit. Untuk kemudian dihadapkan pada pilihan: antara ikut ayah atau ibunya selepas kedua orangtuanya bercerai.

    A Separation: Film Sederhana yang Sarat Makna

    Jujur saja, ketika melihat sisi sinematografi film ini, ekspektasi saya tidak saya taruh lebih tinggi. Dengan konsep pergerakan kamera yang dinamis, film tetap berjalan baik karena faktor cerita dan kemampuan akting lebih menonjol. Pun mengenai scoring, kita tidak akan mendengarkan musik latar di sepanjang film, kecuali di ending film. Ketika musik menyayat hati mengiringi ending menggantung kisah ini.

    A Separation dengan judul asli Jodái-e Náder az Siminmencuri perhatian karena konten cerdas yang berani mengatakan banyak hal dengan ide cerita sederhana tanpa tersimak tendensius. Karakter dalam film ini mewakili stereotype tertentu di Iran. Seperti Simin, seorang perempuan muslim modern, yang berani  berinisiatif dalam rumah tangganya. Semisal dengan menggagaskan kepindahan ke luar negeri atau inisiatifnya pisah ranjang dengan sang suami. Simin adalah representasi dari perempuan feminis yang mandiri, kuat, namun tetap digambarkan rapuh. Ketika dalam sebuah scene, sesungguhnya dia ingin sang suami melarang kepergian dan memintanya untuk tidak bercerai.



    Namun kita memang berhadapan dengan tokoh lelaki introvert, cerdas, dan memegang teguh harga diri seperti Nader. Seorang ayah yang lembut dalam mendidik anak perempuan dan merawat ayahnya. Karena sedikit tertutup, dia juga merupakan bom waktu, yang diperlihatkan saat mengusir Razieh karena dituduh lalai dan mencuri uang. Penonton juga akan antipati terhadap tokoh ini karena usahanya infantilnya keluar dari jeratan hukum.



    Sementara satu keluarga muda lainnya: Razieh dan Houjat, adalah contoh keluarga miskin yang memegang teguh agama. Meski demikian, bukan berarti tanpa cela. Houjat punya temperamen keras lantaran lebih sering mengalami penindasan sosial dari lingkungannya. Sementara Razieh adalah tipikal perempuan yang ingin membantu perekonomian keluarga namun menyembunyikan aktivitas pekerjaan dari pengetahuan suami. Razieh adalah tokoh yang mendapatkan simpati di awal sampai pertengahan film, sampai akhirnya dia mengakui sesuatu yang membuat kita tercengang.



    Sementara Tarmeh, adalah anak 11 tahun, duduk di kelas 6 SD yang tidak 'buta'. Dia sengaja tinggal dengan ayahnya agar perceraian orangtuanya tidak terjadi. Karena rasa sayangnya yang begitu kuat terhadap sang ayah, dia pun rela berbohong di hadapan penyidik saat BAP. Sampai akhirnya kita tahu siapalah yang paling menderita dalam  film ini. Adalah korban perselisihan orangtua: Tarmeh, yang harus berada di posisi sulit, antara memilih tinggal dengan sang ayah, atau tinggal bersama sang ibu.


    Sementara Somayeh adalah tokoh jenaka di sepanjang film. Penonton akan bersimpati pada sosok anak kecil dengan tampang polos itu. Apalagi saat dia memainkan tabung oksigen ayah Nader. Somayeh menjadi representasi anak-anak yang melihat dengan telanjang, bahwa betapa keras dunia yang dihadapinya.


    Namun lebih dari itu, para tokoh ini digambarkan seimbang dan manusiawi. Para tokoh melakukan kekeliruan karena keadaan yang beralasan, tanpa niat jahat, demi kepentingan tertentu, dan di sanalah penonton dengan sendirinya akan menilai dengan bijak, dan tidak memihak. Selain itu penggambaran kompleksitas para tokoh ini digambarkan sedemikian runtun dan rapi sehingga kita menyesal jika melewatkan satu dialog saja. Maklum, setiap dialog dalam film ini begitu berarti.

    Yang jelas, film ini saya rekomendasikan untuk teman-teman penyuka drama. Dan yang lebih menarik film ini dibuat secara Islami. Yaitu contohnya, dengan tidak menunjukkan persentuhan kulit antara pemain film berlawanan jenis dalam satu scene (kecuali adegan Razier bertengkat dengan suaminya di dapur).

    Kans di Oscar 2012

    Film ini mendapatkan banyak penghargaan internasional untuk kategori Film Asing Terbaik. Saya sampai terbelalak hebat melihat sebegitu diapresiasinya film ini di kacamata penganugerahan film dunia. Dan asal tahu saja, film ini menjadi film pertama yang memenangkan Film Asing Terbaik di Golden Globe dan masuk menjadi film Iran pertama yang masuk nominasi di British Academy of Film and Television Arts Awards/BAFTA Awards).

    Ini tidak mengherankan karena A Separation berhasil menggambarkan kehidupan keluarga muslim di tengah carut marut keadaan politik. Di satu sisi bisa dinikmati penonton awam, di sisi lain punya daya 'magis' yang kuat karena sebenarnya sedang mengkritisi problematika sosial di Iran dengan sederhana namun sarat makna. A Separation sepertinya akan mendapatkan Oscar karena Academy Awards biasanya memilih film kategori Film Asing Terbaik yang memiliki unsur etnis/kultural yang pekat. Dugaan saya semakin kuat karena A Separation juga memperoleh nominasi Naskah Asli Terbaik.

    Berikut penghargaan Film Terbaik yang diraih A Separation

    2011


    Berlin International Film Festival 
    Durban International Film Festival
    Fajr Film Festival
    Festival Film Sydney
    Yerevan Festival Film Internasional
    World Cinema Festival Amsterdam 
    Melbourne International Film Festival
    Petersburg International Film Cinema
    Iran Film Festival 
    San Sebastian International Film Festival 
    Fukuoka International Film Festiva
    Riga International Film Festival
     Penghargaan Film Independen Inggris
    sia Pacific Screen Awards 
    New York Film Critics Lingkaran
    Dewan Nasional Tinjaua
    Festival Film Internasional India
    Boston Society of Film Critics
    Dallas-Fort Film Critics Association Awards Senilai 
    Chicago Film Critics Association Awards
    Broadcast Film Critics Association Awards 
    Film Critics Association TenggaraLondon Film Critics 'Circle
    Utah Film Critics AssociationOnline Film Critics Masyarakat
    Dublin Film Critics LingkaranVancouver Film Critics Lingkaran
    Denver Film Critics Masyarakat
    Texas Utara Film Critics Association [
    Kansas City Film Critics Lingkaran 
    Aliansi Jurnalis Perempuan Film
    Golden Globe Award 


    2012

    Penghargaan Guldbagge




    A Separation (Perpisahan) Sutradara/penulis: Asghar Farhadi Pemain: Leila Hatami, Peyman Moaadi, Shahab Hosseini, Sareh Bayat, Sarina Farhadi, Meila Zarei, Kimia Hosseini Produksi/distribusi: FilmIran, Sony Pictures Classics, Memento Film Rilis: 1 Februari 2011 Durasi: 123 menit Negara: Iran Bahasa: Persia


    Penyutradaraan: 8 Sinematografi: 7 Musik: 6 Akting: 9 Cerita: 9 Editing: 8 Best Quote: Houjat yang diancam dimasukkan penjara 3 hari lantaran dianggap tidak sopan, berkata pada penyidik: Saya sudah kehilangan segalanya. Anda kira saya takut dipenjara. Takutlah kepada Allah! Best Scene: Saat Nader berbicara dengan Tarmeh di ruang tengah. Ibuku tidak mencuri, kata Tarmeh. Iya, aku tahu, kata Nader.



    Score: 9/10



    9 Komentar

    krismorgana mengatakan...

    wow...banyaknya penghargaannya....
    bs jadi sie dpt oscar...tapi hrus liat dulu filmnya...ama nominasi laen... (sayang ga nemu)....

    saman mengatakan...

    eaa begitulah +_+

    Lia Enders mengatakan...

    Baca ceritanya saja sudah buat saya cukup merinding.
    Bagus dan sudah barang pasti menyentuh..
    Terima kasih atas artikelnya, Kang..

    Unknown mengatakan...

    harus nonton...
    recomended banget :-)

    Jefry De la Podka mengatakan...

    Intinya salut dah ma sutradara iran..ditengah sensor abis''an oleh pemerintahnya mereka justru mampu membuat karya yg bagus tapi bermakna..hollywood mah lewaaaaatt..andai pelem macam spidermen ga pake teknik gambar yg bagus..yakin tu pelem ga ada isi nya alias kosong..salut wat the reader,american beauty yg eksis mengangkat kehidupan sosial

    gita mengatakan...

    aaah...saya penggemar film2 iran.>,< dimulai dari jatuh cinta film children of heaven,baran tentang kisah cinta cowo iran sama pengungsi afghanistan yg nyamar jd cowo,trus film tentang cewe2 yg maksa nyamar jd cowo supaya bs nonton bola iran vs qatar di stadion(lupa judulnya).wah,yg ini jg wajib ditonton nih.thanks for your recommend.

    Saya jg heran,film iran tuh 'sepi' ga ada musik.tata kamera jg biasa aja.tp kekuatan akting,skenario,karakter,sama tema ceritanya yg bkin filmnya bgus.

    HendraPanic mengatakan...

    film recomended bgt kayaknya..
    saya selalu senang film yang mengangkat perjuangan feminis melawan budaya patriarki walau perlawanannya terlihat secara alami.

    bebas mengatakan...

    gila banyak banget penghargaannya, merinding baca reviewnya doang juga pasti susah deh cari dvd nya :(

    Murodi Shamad mengatakan...

    pengeen nontonn ..
    waaaaah susah deh keknya dapet dvdnya ..

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan