• 25 Januari 2012

    ORANG miskin bisa mati karena kelaparan, namun orang kaya bisa jadi tewas karena kekayaannya sendiri. Inilah barangkali 'pesan moral' ketika saya usai menonton film Spanyol: Kidnapped (Secuestrados). Ide cerita yang klise, dipermewah dengan konsep sekuen/scene yang diambil secara satu kali pengambilan gambar (one take). Belum lagi editing 'half scene' ketika sat layar diisi oleh dua scene yang berbeda. Ini membuat saya berpikir kalau Kidnapped adalah film yang keren.


    Plot

    Opening scene dibuka dengan lumayan menyesakkan, ketika kita melihat sosok lelaki dengan kepala yang dikeresek/dikantung plastik, pula dalam keadaan lengan yang terikat. Dia siuman dari pingsan lalu berjalan tak tentu arah sampai menapaki jalan raya dan ditabrak mobil. Di situlah pengemudi menolong membukakan keresek. Si korban pun meminta pengemudi mengeluarkan handphone untuk menghubungi rumah. Dari dialog, kita tahu kalau pembunuhan telah berlangsung di rumah yang bersangkutan.


    Kemudian, kita disuguhi kegiatan pindah rumah yang dilakukan satu keluarga kaya. Adalah Jaime sang suami, lelaki paruh baya yang beristrikan Marta. Keduanya memiliki puteri semata wayang beernama Isa. Di siang yang cerah, para tukang sibuk memindah-mindahkan barang ke rumah mewah itu.  Di sana, kita akan melihat  percekcokan ibu dan anak. Isa ingin keluar pada malam hari bersama pacarnya menghadiri pesta. Sementara Marta ingin malam itu diisi dengan makan malam bersama.


    Di sekuen selanjutnya, kita akan melihat persiapan Isa berangkat ke pesta, begitu pula Marta yang usai menyiapkan makan malam dan Jaime usai mandi. Namun, sebelum keduanya beranjak ke meja makan, jendela dhancurkan seseorang. Lelaki bertopeng kaus itu mencederai keduanya. Isa datang dan ia hendak kabur lewat pintu depan, namun dua penjahat lain ada di sana.

    Mimpi buruk pun dimulai. Ketiga penjahat itu usai memutuskan saluran telepon rumah dan memaksa ketiganya menyerahkan kartu ATM sekaligus nomor pin, dan handphone.


    Usai itu, dua penjahat lain menjaga Isa dan Marta, sementara satu penjahat membawa Jaime ke luar dengan mobil semata untuk mengambil uang di ATM. Sesampainya di ATM, Jaime harus segera mengambil uang di bawah intimidasi. Sebab si penjahat akan selalu memerintahkan dua anak buahnya di rumah sandera.

    Selagi Isa dan Marta disiksa, pacar Isa datang. Dia pun dijadikan sandera. Isa dan Marta pun berusaha kabur, namun pacar Isa dicederai dengan senjata api. Kedua anak dan ibu pun kembali tertangkap. Sementara Jaime dan si perampok dalam mobil mencari ATM lain untuk mengambil uang.


    Di rumah,  salah seorang perampok tampak tak bisa menguasai birahinya saat melihat Isa. Terlebih setelah dia memakai heroin di ruang tamu. Lengkap dengan dua sandera yang mengapitnya. 


    Bagusnya, bel rumah berdering lagi. Kali ini ada polisi patroli yang datang. Si penjahat horny pun berlagak jadi suami Marta. Namun si polisi curiga, dan bernasib nahas setelah si penjahat menewaskannya.


    Efek heroin membuat si penjahat ini horny parah. Dia berniat memperkosa Isa. Marta yang tahu hal ini berusaha menghalangi dengan menyerahkan diri untuk disetubuhi. Tapi jika ada yang muda, kenapa harus yang tua? Karena Marta menghalangi, si penjahat pun mematahkan lengannya. Lalu memperkosa Isa di kamar.

    Sementara satu penjahat yang berhati menolong Marta. Si penjahat berhati itu pun menolong Isa yang tengah diperkosa. Isa pun lepas, dia kabur dan mengunci dirinya di dalam kamar.


    Di tempat lain, Jaime sengaja menabrakkan mobilnya sampai si perampok pingsan.

    Isa yang didera depresi akut, harus keluar dari tempat persembunyian. Bagusnya, dia berhasil membunuh pemerkosa dengan cara yang menyakitkan. Dia membenturkan piala berat dan tumpul ke wajah si pemerkosa sampai wajah tak berbentuk lagi.


    Kemudian Isa dan Jaime bertemu. Marta dan pacar Isa pun masih hidup. DI ruang tengah, Jaime sempat bersitegang dengan penjahat berhati. Namun, si penjahat malah kabur.


    Jaime pun keluar dari ruangan untuk menelepon polisi. Maklum di rumah itu enggak ada sinyal hape. Tau-tauk, perampok utama membunuhnya dengan menghantam benda keras ke kepala Jaime. Marta yang memegang pistol pun menembak. Namun peluru hanya satu. Marta pun tewas setelah si perampok menyerangnya.


    Isa dan pacarnya muncul. Namun pemuda yang bersama Isa berusaha lari menuju pintu. Sial, kepalanya terbentur keras lalu tak sadarkan diri. Sementara Isa melihat kedua orangtuanya tewas dengan mata nanar. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi sampai si perampok menusuk perutnya berkali-kali dengan brutal.

    End.

    Kidnapped: Aksi Brutal Merampok Keluarga Kaya

    Jauh sebelum Kidnapped, teknik pengambilan one shoot ini dipakai pada film Perancis Irreversible (lihat review-nya di sini). Ketika satu sekuen dipaparkan tanpa editing. Dalam proses syuting, tentu pengulangan akan dilakukan jika terjadi kesalahan baik dari segi teknis maupun akting. Meski demikian, konsep tata kamera seperti ini bukan berarti tanpa cela. Sebab menuju ending, kita akan melihat hal yang serba 'kecolongan', ketika bayangan kamera numplek di punggung Jaime. Memang perlu mata awas untuk memperhatikan.


    Di jajaran akting, semua telah bermain sempurna. Terutama aktris yang memerankan Marta. Sisanya terbilang baik meski tidak terlalu istimewa. Tampang ketakutan Isa justru terlihat berlebih, kurang pas bin kurang natural. Air mata pun tidak tampak terlihat di wajahnya kecuali rona mengerut dan sejenisnya -yang siapapun bisa. Sementara setting diambil di sebuah rumah super mewah dan besar. Ini sengaja agar kamera leluasa bergerak ke sana ke mari juga dengan puluhan kru yang tentu saja berada di situ sewaktu shooting.

    Sementara untuk adegan kekerasan, film ini cukup aman ditonton pecinta horor konvensional. Yah, kecuali bagian Isa memukul pemerkosa itu. Tapi sisanya cukup aman, kok. Yang jelas, nonton film ini seperti lihat perampokan beneran, lengkap dengan tiga penjahat yang harus melancarkan rencana dengan mengurangi risiko tertangkap polisi. Semua berbuat secara reaktif, impulsif, spontan, dan mengimbangi aksi korban yang bisa saja menyerang balik dan kabur. Sebab dua kubu ini tentu punya kepentingan masing-masing. Yang satu korban dan yang satu penindas.

    *





    Kidnapped  (Secuerstrados). Sutradara: Miguel Angel Vivas. Pemain Manuela Velles, Drittan Biba, Ana Waganer. Produksi: La Fabrique Vica Films Rilis: 25 September 2010. Negara/bahasa: Spanyol. Cerita: 7 Akting: 7 Teknis: Ending: 8

      Score: 7,5/10


    7 Komentar

    gita mengatakan...

    ah...saya sebel kalo villain yang 'menang' di film.*cemberut*
    Efek kebanyakan nonton film disney:berharap semua berakhir bahagia dan protagonis menang.haha...

    Riu is me mengatakan...

    yakin filmnya aman nih.....
    kalo beneran aman, mau dong nontonnya, secara udah lama banget gak nonton berdua dgn cerita horror nih.... :)

    Ca Ya mengatakan...

    akhir-akhir ini review horror nih :D
    seperti biasa, saya cukup membacanya tanpa perlu menontonnya :)

    Unknown mengatakan...

    pengen nonton :D

    Stevanus mengatakan...

    Dari sekian review film horor yg om buat, akhirnya ada juga postingan yang aman untuk dilihat. :kikik:

    Endingnya agak sendu. u_u

    Dilihat dari review om, kayanya film ini agak aman untuk dilihat. Cari dvdnya ah :D

    dian andriyana lutter mengatakan...

    hmmm....makin kesini,,makin susah nyari pilemn nya...>.<

    Republican Wasp mengatakan...

    Film Spanyol ya? Kayaknya bakal susah nih nyarinya, tapi bakal saya coba deh. Soalnya filmnya kayaknya tegang nih

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan