• 5 Januari 2012



    INGIN horor yang aman tanpa darah dan seks? Tonton saja Frozen, film keluaran tahun 2010, dari sutradara film Hatchet, Adam Green. Sebenarnya saya males nonton pelem kek ginian. Ngingetin saya sama konsep A Drift, thriller tentang sekelompok anak muda yang kejebak di tengah laut gara-gara mereka nggak bisa naek ke kapal lagi.

    Tolol, sih. Tapi manusia mana coba yang enggak pernah berbuat tolol dalam hidupnya. Ketololan ini juga dialami tiga tokoh dalam Frozen, ketika ketiganya mau main ski lagi sementara tempat udah mau tutup selepas magrib. Dari sinopsisnya aja udah jelas, kalau mereka terjebak di chairlift dan enggak ada seorang pun yang menolong. Yang bikin penasaran, ya, tentang bagaimana cara mereka menyelamatkan diri. 


    Sebenarnya saya enggak mau masang ekspektasi tinggi sama film yang datangnya dari studio 'kecil' ini. Saya juga enggak terpengaruh sama rating IMDB yang biasanya nggak perlu dipercaya terutama kalau orang-orang di sono nilai pelem horor. Pelem horor yang ratingnya tinggi biasanya punya kualitas yang 'buruk' lantaran si pe-rating banyak yang ogah lihat bunuh-bunuh dan darah-darahan kayak Human Centipede 2.

    Yang bikin saya nuntun pelem ini adalah performa pertama Emma Bell. Yeah, sebelumnya saya cuma lihat dia di Final Destination 5. Wajahnya yang melankolis dan cantik mampu bikin film itu semakin hidup. Maksudnya si innocent lawan kematian, sapa yang enggak tertarik coba? Nah, hal yang sama terjadi di film Frozen. 

    Ekspresi innocent penuh tawa di awal berubah jadi mimik momok menakutkan (frasa yang aneh =-=).  Dan inilah review saya kali ini.

    Plot

    Dan (Kevin Zegers) dan Parker (Emma Bell) adalah dua sejoli yang menikmati liburan dengan bermain ski di atas bukit. Mereka ditemani Joe (Shawan Ashmore) yang merupakan sahabat Dan dari kecil. Setelah puas bermain ski di siang hari, Dan dan Parker berencana main lagi pada sore. Awalnya rencana itu hanya mereka berdua yang melakukan, namun Dan mengajak  Parker, dan ketiganya pun bersiap mendaki gunung lewat chairlift.



    Sialnya, cuma mereka yang jadi penumpang chairlift saat itu. Meski petugas udah nolak, tapi mereka keukeuh mau ski-ski-an. Akhirnya, petugas pun mengabulkan. Kemudian, setelah alat chairlift difungsikan, ketiga anak muda itu menikmati perjalanannya. Sementara petugas malah kepingin pipis dan meninggalkan pekerjaannya setelah tukar shift dengan pekerja lain. Sial (lagi), karena miss comunication, petugas yang baru malah menonaktifkan mesin. Alhasil, Dan, Parker juga  Joe, terjebak di ketinggian.

    Awalnya mereka berpikir kalau mesin sedang mengalami gangguan, namun berjam-jam kemudian semua mendadak panik. Dan kemudian memutuskan untuk meloncat. Sial, kakinya sebelah kanannya patah. Peter berusaha memanjat tali, namun urung setelah mengetahui serigala yang datang. Di bawah, Dan  mendapat serangan dari sekawanan serigala. Dan pun tewas dimakan binatang itu.

    Parker dan Joe sempat menyalahkan namun keduanya harus terus berjuang sampai siang menjelang. Sementara tempat memang tutup selama seminggu sehingga tak ada seorang pun yang datang ke gunung.

    Kemudian, Joe kembali menggunakan tali sebagai usahanya ke chairlift lain. Setelah berusaha ekstra keras, ia sampai dan turun ke tanah. Namun, sial. Darah yang ada ditangannya diendus serigala, namun dia berhasil menghindar meski binatang-binatang itu mengejarnya.

    Sementara Parker menunggu di chairlift yang rusak. Sekrup tempat duduk itu terlepas hingga akhirnya dia jatuh. Beruntung dia masih dalam keadaan hidup dan merangkak menyelamatkan diri. Selama merangkak, dia menemukan bangkai Joe dan sekumpulan serigala yang mengelilingi.

    Karena Parker tak berdarah, dia pun dicuekin itu makhluk-makhluk. Akhirnya dia terus merangkak di tepi jalan dan mobil pun datang. Dia selamat. Suara almarhum kekasihnya terngiang di telinga, Dan berkata 'kau akan baik-baik saja'. Selesai. =-=

    Frozen:

    Dari beberapa review yang saya lebok, lumayan banyak yang kecewa dengan ending 'sepihak' itu. Namun, Parker udah selamat. Mau diapain lagi, coba? Sebab konsep  film thriller melawan maut yang bukan psikopat, monster, atau setan (baca: alam), wajib memosisikan tokoh utamanya dalam keadaan selamat. 


    Meski demikian, jajaran aktornya lumayan bikin terhibur. Emma Bell sudah baguslah. Kemudian, Kevin Zeggers, yang akhirnya muncul lagi. Yeah, mantan bintang cilik ini saya tahu ketika dia membintangi film Komodo. Dan  dalam frozen, dia tampil lebih tua.

    Kemudian, jangan berharap menemukan scene mengerikan eksplisit di sini. Adegan patah tulang dan proses dimakan serigalanya Dan, tidak diperlihatkan jelas. Hanya suara dan ekspresi Parker dan Joe yang membuat kita memvisualisasikan sendiri apa yang terjadi pada Dan. Mengecewakan, sih. Apalagi adegan Joe yang dikejar-kejar ama serigala enggak diliatin. Tahu-tahu udah jadi jenazah aja itu orang.

    Hal yang mengganggu lainnya adalah enggak adanya uap dari mulut dan hidung dari tokoh-tokohnya sebagai efek kedinginan. Setahu saya, orang kedinginan itu kerap mengembuskan uap panas berwara putih baik dari mulut atau hidung. Tapi kita lumayan bisa dapat pemandangan pegunungan bersalju yang indah di sini.

    Meski demikian, film ini patut diapresiasi baik karena kesan natural, ketegangan yang pas, sehingga aman dikonsumsi.  Dan paling tidak  nonton film ini menjawab rasa penasaran saya terhadap akting Emma Bell dan penyutradraan Adam Green.


    Dan sedikit keluar dari topik, judul keren ini (Frozen) punya enam film dengan judul yang sama, lho. Mulai tahun 1995, 2005, 2007, dua film di tahun 2010 (satu film ini dan satunya film Hongkong), dan entaran tahun 2013 bakal ada film yang judulnya Frozen juga.

    *

    Sutradara: Adam Green Pemain: Emma Bell, Kevi Zeggers, Shaw Ashmore. Durasi: 93 menit. Rilis: 24 September 2010.  Cerita: 7 Teknis: 7 Akting: 8 Score: 8/10

    *

    6 Komentar

    Muhammad Firmansyah mengatakan...

    Udah nonton! beberapa bulan lalu di HBO.
    paling ingat adegan kencing dicelana.. 8-)

    Riu is me mengatakan...

    :kikik: ternyata ada juga horor yg gak pakai darah-darah dan obral kesadisan. kayaknya mau dunlut nih....
    thanks meme udah baik hati rekomendasiin film yg aman buat dikonsumsi. :)

    Asop mengatakan...

    Oh yeah, saya udah nonton film ini sejak dulu.

    Dan saya meringis ngeri melihat nasib seorang yang jatuh ke bawah, kakinya patah, dimakan serigala pula. :(

    dian andriyana lutter mengatakan...

    yea...udah nonton en expresi saya cuma bilang...lho koq udahan >.<
    tpi akting pemaennya baguslah, dan kevin dah tua an skr (ya,tau nya pas di komodo juga)

    Anonim mengatakan...

    8-)

    topan boim mengatakan...

    geus nonton baraha kali .... :D

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan