• 19 Desember 2011

    SEJUJURNYA saya lumayan mual dengan penonton yang mencak-mencak kalau film jenis slasher atau sejenisnya adalah film bejad bin tidak bermoral. Apalagi sampai menyangka si penikmat pelem bacok-bacokan punya bakat psikopat atau berjiwa bejad. Yeah, kita atau mereka yang awam emang wajarnya ngeluarin komentar apa aja. Tapi seorang seniman menggunakan karyanya untuk mengkritik lingkungan.


    Emang, pelem darah-darah gitu apa ada kritik sosialnya, Bung Saman? Bukannya itu murni horor yang ditujuin buat nakut-nakutin orang (yang mau nonton)? Bener juga, sih. Tapi dengan lihat-lihat pelem kek begini, bisa jadi kita (terlebih yang awam), bisa mengetahui ada bagian-bagian di dunia ini yang terkutuk (OMG. Tentu saja). Ketika kamu mengetahui kabar kriminal ayah kandung memperkosa anaknya, saya bisa jamin kamu enggak akan kaget lagi denger berita itu. Sebagian yang kita dengar adalah kabar buruk yang awalnya mengejutkan namun seiring berjalannya waktu akan menjadi terdengar biasa layaknya mendengar kecelakaan lalu lintas di jalan raya tiap hari.

    Begitulah yang ingin disampaikan beberapa film horor yang dikatakan super mengganggu dan menyakiti rasa moral di diri kita. Adalah A Serbian Films salah satunya. Dan mungkin menjadi film dengan perolehan cercaan paling banyak yang dilontarkan penonton non-slasher lover. 

    Disutradarai olehSrdjan Spasojević
    Diproduksi olehDragoljub Vojnov
    Srdjan Spasojević
    Ditulis olehAleksandar Radivojević
    Srdjan Spasojević
    DibintangiSergej Trifunović
    Srdjan Todorovic
    Musik olehSky Wikluh
    Pembuatan filmNemanja Jovanov
    Editing olehDarko Simic
    StudioKontra Film
    Didistribusikan olehInvincible Gambar
    Rilis tanggal (s)11 Juni 2010
    Waktu berjalan104 menit unrated
    99 menit  Editing
    NegaraSerbia



    Asal tahu saja kalau film ini  dilarang di beberapa negara seperti Spanyol, Jerman, Norwegia dan Brazil. Saking parahnya, ini adalah pertama kalinya bagi Brazil dalam melarang sebuah  film sejak 1988. Sementara Australia juga melarang film ini sampai mereka menyetujui pendistribusian film versi edit. 

    Tapi film ini memosisikan anak-anak sebagai korban secara eksplisit. Ketika anak di bawah umur bahkan bayi mendapatkan pengalaman pemerkosaan yang brutal. OMG (oncom madu gehu), apakah ada pembaca yang kaget di sini? Sebab ketahuilah bahwa di dunia realita, kejadian seperti ini juga terjadi. Masih ingat kabar beberapa bulan lalu ketika bayi diperkosa ayah kandungnya sendiri? Atau anak-anak di bawah umur yang disodomi lelaki dewasa? Lalu, apa pentingnya mengatai film yang boleh jadi refleksi dari dunia nyata ini dengan sebutan film yang bejad? Buka mata hati dan ketahuilah kalau seni memakai caranya sendiri untuk membuat perubahan ke arah yang lebih positif.

    Tapi sebentar, Bung Saman. Mau dikemanakan adegan seks yang sangat mengganggu itu? Jangan lupa darah dimana-mana. Ah, bukankah itu eksploitasi ekstrim pornografi dan kekerasan?  Yang jelas film ini ditujukan bagi siapapun penonton yang mau menontonnya. Dan jangan khawatir karena film ini juga dilarang pemutarannya di beberapa negara, dilarang dipertontonkan di ajang festival, bahkan mengalami kasus hukum lantaran scene ekstrim yang memosisikan anak-anak. Tapi orang luar memang masih waras untuk menganggap film ini sebagai bagian dari karya seni. Makanya langkah yang lebih waras adalah mengizinkan pemutaran film setelah film diedit. Yeah, akhirnya dari durasi asli 102 menit, yang dilemparkan ke pasar adalah film dengan durasi 98 menit. Dan, sialnya saya mengunduh yang bagian 98 menit itu. Ya, ampun. Betapa nakal.


    Plot

    Film dibuka dengan setting artistik yang ternyata latar dari pembuatan video porno yang dibintangi Milos. Di sana Milos sedang berhubungan seks dengan lawan mainnya. Sialnya, gambar yang kita tonton adalah video yang diputar anak lelaki sembilan tahunan bernama Petar, yang tak lain adalah anak Milos. Milos adalah lelaki sekira 38 tahunan, mantan bintang porno di Serbia yang memiliki istri cantik bernama Marija. Mengetahui anaknya menonton blue film di ruang tamu, kedua orangtuanya malah dengan santai menjelaskan pada si anak kalau apa yang dilakukan sang ayah hanyalah perkata 'main-main biasa'. Milos bahkan berkata 'tidak perlu jadi masalah. Aku pun menonton film porno ketika seusia Petar'. OMG =-=



    Selanjutnya Milos yang kekurangan uang itu ditawari pekerja film genre blue film yang akan mengontraknya menjadi bintang utama. Perlu diketahui bahwa Milos dikenal sebagai 'dewa seks' karena kemampuan bermainnya yang 'tahan lama' dan 'kuat' (sungguh penjelasan untuk orang dewasa =3=). Adik Malos, Marko bertemu untuk mengakomodir bisnis itu. Akhirnya setelah dipikir-pikir, ia pun mengambil tawaran itu.


    Dalam satu ruangan dia berbicara dengan sang sutradara Vukmir, yang mengatakan kalau projek film porno yang digarapnya kali ini akan menjadi sesuatu yang artistik. Milos pun menandatangi kontrak dan ia pun mulai menjalani hari-hari syutingnya yang membingungkan.


    Hari pertama, dia tak melakukan adegan seks dan bertemu dengan seorang perawat. Dengan tata kamera yang menurutnya tidak lazim, dia mendatangi sebuah panti asuhan ketika seorang anak perempuan belia bernama Jeca, ditampar keras oleh ibunya yang menampar keras. Perempuan itu digambarkan ditinggal mati sang suami dalam peperangan dan melacurkan diri untuk mempertahankan hidup. Kemudian, Milos diajak ke sebuah ruangan gelap dan perawat itu pun melakukan fellatio dengan video di dinding bergambar Jena sedang bermake up dan makan es krim.


    Di malam lain, Malos di-fellatio oleh ibu Jena yang telah disiksa sebelumnya. Selama melakukan adegan itu, Milos terkejut karena Jena ditempatkan di ruangan yang sama. Batang Milos pun digigit keras sementara seorang kameramen menguncinya dari belakang. Perempuan itu ditampar Milos dengan keras sampai Milos orgasme dengan cairan yang memercik tepat ke muka si perempuan.

    Di hari lain Milos berdiskusi dengan Vukmir. Milos pun diberikan video seorang ibu yang melahirkan. Seorang lelaki datang dan membantu bersalin. Sialnya, bayi yang baru dilahirkan itu diperkosa sang lelaki dan sang ibu malah tertawa. Yeah, jangan khawatir, scene dalam adegan ini disensor.


    Karena tahu Milos akan hengkang dari projeknya, sebelumnya Vukmir memberi sesuatu dalam bir yang diminum Milos. Milos diberikan viagra yang membuatnya selalu bernafsu. Dalam perjalanannya dengan mengenakan mobil, dia berhenti di sebuah lampu merah. Tak lama seorang perawat berpakaian seksi datang dan menggoda. Di dalam mobil itulah mereka bercumbu. Si perawat melakukan hand job sementara Milos mencumbu dada lawan. Sialnya, mereka melakukan hal itu ketika mobil dikemudikan.

    Dan di sinilah, plot kilas balik dimulai. Yaitu ketika secara tiba-tiba, Milos ada di tempat tidurnya sendiri dengan wajah yang terluka. Dia pun menyadari istri dan anaknya hilang. Maka, dia kembali ke lokasi syuting dan di sanalah ia mulai ingat akan peristiwa-peristiwa mengerikan yang sebelumnya terjadi.

    Ternyata setelah adegan dalam mobil, Milos yang masih 'sange' itu dihadapkan di sebuah ruangan yang berisi perempuan (ibu Jena) yang dirantai. Akhirnya Milos memperkosa dengan gaya anjing lalu membunuh perempuan itu setelah diperintahkan sutradara lewat pengeras suara yang menempel di sebelah kupingnya. 


    Setelah itu, Milos kabur dengan membawa kaset-kaset dan handycam. Dia pun mengetahui kalau selama pingsan, dia selalu disuntikan cairan oleh sang perawat. Selain itu, dia juga sempat disodomi oleh seorang kameramen.

    Dia kemudian melihat dalam video, teman perempuannya sesama bintang porno tampak perang mulut dengan Vukmir. Selanjutnya perempuan itu disiksa dengan gigi yang sudah dirontokkan. Tak lama seorang pria dengan topeng datang dan memasuksa melakukan fellatio sampai perempuan itu tewas.

    Selanjutnya Milos ingat kalau dia akan melakukan adegan seks dengan Jena setelah adegan berskrip dengan nenek Jena di ruang tamu. Namun Milos menolak dan mengancam akan memotong penisnya pada Vukmir. Akhirnya Milos kabur lewat jendela.

    Selanjutnya dia kembali mengemudi sampai berada di sudut kota pada malam hari. Dia pun ingat bagaimana dia melihat seorang gadis yang digoda dua pemuda. Milos pun langsung melakukan onani sampai dua pemuda itu menyiksanya. Namun, pegawai Vukmir datang dan mematahkan leher kedua pemuda, lalu memasukkan Milos ke dalam mobil. Mereka membawa Milos ke lokasi syuting.


    Selama di lokasi syuting, Milos kembali ditempatkan dalam ruangan bersama suster yang akan menyuntiknya. Namun Milos menyerang si suster dengan suntikann hingga suster itu pingsan. 

    Selanjutnya dia tiba di ruangan lain dan disuruh memperkosa satu persatu dua orang yang ditutupi kain. Kedua orang itu dalam posisi tengkurap dan Milos mulai memperkosa orang yang lebih besar. Setelah itu, dia memperkosa yang lebih kecil dengan cara menyodomi. 

    Saat dia menyodomi sosok yang lebih kecil, seorang lelaki bertopeng ikut memperkosa sosok yang lebih besar. Keduanya pun berdampingan dan melakukan adegan seks yang direkam kamera. Vukmir pun membuka topeng lelaki, Milos pun terkejut karena lelaki itu ternyata adiknya sendiri, Marko. Lebih terkejut lagi saat  Vukmir membuka topeng sosok yang diperkosa. Ternyata, Milos baru saja memperkosa istri dan anaknya.




    Keadaan bertambah tegang saat sang suster datang dalam keadaan sekarat untuk kemudian pingsan. Hal ini membuat sebagian lengah dan membuat Milos menyerang Vukmir. Dihantamkannya kepala Vukmir berkali-kali ke lantai. Sementara Marija menyerang lelaki yang sudah mempekosanya dengan cara menggigit dan kemudian menghantamkan patung ke kepala lelaki sampai tewas.


    Milos yang diserang dua kameramen bertarung kuat sampai Milos mengambil pistol yang tergeletak lalu menembaki keduanya. Dia kemudian menyerang algojo berkepala plontos lalu memasukkan penisnya yang masih tegak ke mata si algojo sampai tewas. Marija dan Milos pun berhadapan sampai akhirnya Milos menampar Marija hingga tewas.

    Kemudian, Milos yang membawa istri dan anaknya dengan mobil, sampai ke rumah. Ditaruhnya istri dan anaknya yang pingsan itu dalam sebuah ruangan yang ia kunci. Di ruangan lain, dia pun pingsan dan mulai pencarian.

    Selanjutnya, keluarga bernasib nahas itu masih beraktivitas seperti biasa. Namun pada suatu malam mereka bersepakat bunuh diri bersama-sama ketika hendak tidur.


    Pagi harinya, seorang berkepala botak yang sempat dijumpai Milos di scene awal, tampak merekam kamar tidur yang diisi dengan tiga mayat (Milos, Marija dan Petar). Dia diapit dua kameramen, disuruhnya salah satu kameramennya untuk melakukan hubungan seks dengan mayat. Katanya "dimulai dengan yang kecil dulu."

    Ketidakmunafikan dalam A Serbian Film

    MEMBACA plot yang kata penyuka review bilang dengan spoiler itu mungkin membuat kalian yang awam bergidik ngeri. Tapi memang susah menarik benang merah film ini kalau hanya dilihat dari unsur seksualitas dan kekerasannya saja. Nyatanya film ini memiliki tata teknis yang luar biasa bagus. Cinematografi, tata suara, tata artistik, dan jajaran aktor, sama-sama kuat. Barangkali cuma musik latarnya saja yang sedikit mengganggu karena terlalu menghentak dan rock.


    Namun tahukah kalau film ini sebenarnya kritik dari penulis sekaligus sutradara,  Srdjan Spasojević dan Aleksandar Radivojevic. Berawal dari judul asli film ini, Srpski Film yang dibuat sebagai sindiran bagi industri film lokal di sana yang dinilai memiliki kualitas buruk. Film-film dibuat dengan nuansa khotbah lengkap dengan kisah yang mengurai air mata penonton demi pencitraan kuat negara tersebut. Dalam film-film seperti itu, korban adalah pahlawan dan memanipulasi penonton demi sebuah empati. Adanya film A Sebian Film menohok kalangan sineas di sana dan barangkali dunia perfilman akan 'fenomena' film-film berbau moralitas yang lebih diterima dan dipuji habis-habisan.

    Sebab apakah itu moral? Sesuatu yang mengetuk hati nurani atau sekedar perkakas semata agar seseorang bisa dikatakan mulia dibanding manusia lainnya?

    *

    Score: 8/10. A Serbian Film bisa mendapatkan nilai 9 kalau saya menonton versi unrated atau menonton tanpa pernah membaca review film ini sebelumnya.



    6 Komentar

    Unknown mengatakan...

    Samandayu akhir-akhir ini penuh cerita horor kayanya :)
    entahlah, saya cenderung gak suka nonton film atau baca ttg yang sedih-sedih atau jahat, atau kejam, betapapun dalam dan besarnya pesan yang mau disampaikan. buat saya, hidup ini udah cukup keras. kesedihan ada dimana-mana. bisa gila saya klo masih harus menontonnya di film atau baca di buku. seperti menonton keputusasaan yang diawetkan.
    tar bukannya jd terhibur dan kembali fresh, tp malah mimpi buruk saya nambah deh :-W
    paling asik sih emang menikmati sebuah karya yg bisa menggerakkan hati. gapapa sedih, atau terlalu lucu, asal terasa menggerakkan hati utk tetap semangat menjalani hidup :oya:

    Dave Peter mengatakan...

    Hmmmmm...............Pengen Nonton, heu

    gita mengatakan...

    Masalah pemilihan genre film bagi saya sih masalah selera.jelas film banyak adegan vulgarnya walau dirimu bilang seni,saya sih ga bakal nonton walau sebagus apapun pesan moral dibaliknya.
    Lebih aman baca review-mu ajalah trus langsung tau pesan moral tanpa liat naked body.wkwwwkkwk....*apalagi spoiler terus!i like it...* :-D
    Ngomong2 inti ceritanya apa sih?saya baca bolak balik tetep ga ngerti.apa krn ini film satir?

    Thahir Zone mengatakan...

    wowww....

    dian andriyana lutter mengatakan...

    whoa....film yang menakutkan. ga tega ah nntonnya....
    tpi kejujuran dalam membuat film sebenarnya hal penting dalam pembuatannya. tanpa itu, sudah pasti film akan terasa hambar....
    spoilernya juga membantu saya untuk memilih mana yang mau saya tnton ato tidak saya tonton....
    good post

    Asop mengatakan...

    Hey, saya udah menonton film ini sejak akhir 2010!

    Saya dapet info film ini dari temen blogger penggemar film gore yang penuh dengan siksaan (semacam Martyr dan Human Centipede). Langsung saya cari torrent-nya di thepiratebay.org, dan saya unduh. :)

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan