- Home>
- Film Horor >
- Hatchet 1 & 2: Kutukan Monster Berkapak
17 Desember 2011
PADA pertengahan 2000-an, genre film horor Amerika sempat disesaki film-film adaptasi dari film horor Jepang. Sebut saja setan-setan Asia penunggu sumur, penghuni loteng, zombie di internet, atau semacamnya. Saya kurang suka film-film jenis itu dan merasa kurang menawarkan ketakutan ekstrim. Bagusnya demam film kek gitu udah lewat. Makin ke sini film bergenre horor makin sinting dalam artian berani mengumbar eksploitasi kekerasaan di luar batas wajar.
Hatchet (kapak) adalah film horor bertema klasik yang komedis dan tentu saja tontonan menarik penggemar film slasher/penjagalan. Hatchet yang disutradarai Adam Green yang merupakan debutnya ini berhasil membikin film dengan unsur-unsur yang wajib dimiliki tipikal horor Amerika: kekerasan, seks, dan sumpah serapah. Yang jelas, Hatchet (baik yang pertama maupun sekuelnya) cocok dinikmati bersama teman-teman, bersama pacar, karena kamu akan tertawa sekaligus berteriak ketakutan di waktu yang sama. Dan, ya, ampun. Tentu saja ini tontonan untuk orang-orang yang sudah dewasa.
Plot Hatchet (2009)
| Jim dan Shanoon. Pasangan romantis di masa tua. |
| Markus dan Jeni. |
Adalah Misty, tipikal cewek berambut pirang yang bodoh. Dan Jenna, cewek berambut hitam yang mengaku mahasiswa New York University yang sedang cari tambahan duit dengan membintangi film porno. Dalam perjalanan itu, ada pula sepasang suami istri yang sama-sama bertubuh gendut bernama Jim Permatteo dan istrinya Shanoon Permatteo. Kemudian, seorang cewek misterius bernama Marybeth, yang masuk ke dalam traveling dengan menggunakan perahu boat itu untuk tujuan tertentu, yaitu mencari ayah dan kakaknya yang hilang.
Perjalanan malam hari itu dipimpin oleh seorang keturunan Tionghoa Amerika bernama Shawan. Dia adalah tour guide dari toko yang menjadi sopir boat sekaligus wajib mengeluarkan cerita omong kosongnya untuk menakut-nakuti penumpang.
Perjalanan pun berjalan aman sampai perahu mereka tersangkut karang di bawah permukaan air. Sialnya, hujan deras pun turun tiba-tiba hingga kapal rentan tenggelam. Akhirnya para penumpang pun menuju daratan dengan menjadikan dahan di atas permukaan air sebagai jembatan. Sial, tiba-tiba Jim jatuh dan kakinya diserang sesuatu dari dalam air.
Akhirnya mereka tiba di daratan dengan Jim yang terluka. Ini membuat Shanoon khawatir. Mereka berjalan sampai akhirnya menemukan sebuah kabin. Marybeth memperingatkan keduanya untuk tidak masuk ke kabin itu, tapi mereka terus melangkah untuk meminta bantuan. Karenanya, monster itu pun moncul. Sosok mengerikan dengan tubuh cacat dan wajah mengerikan. Dia datang membawa kapak lalu dengan cepat menyeret Jim dan menlukai bahu Jim dengan kapak sampai tewas. Sementara Shanoon juga tertangkap dan tewas setelah Victor merusak rahang korbannya sampai terbuka lebar.
Dengan perlahan tapi pasti, Victor membunuh satu persatu tamu tak diundang itu. Setelah pasangan suami istri itu tewas, Doug juga tewas setelah kepalanya dipelintir sampai ke belakang oleh Victor. Jenna sekarat setelah mesin pemotong rumput melukai mulutnya. Spawn yang berusaha menyelamatkan dengan mengambil tombak, malah harus kehilangan kakinya. Victor pun memutus kepala Spawn dengan pacul, pacul ditancapkan ke tanah sehingga berdiri tegak. Selanjutnya Jenna yang sekarat diangkat lalu dihunuskan ke atas tombak tersebut sampai menyatu dengan mayat Spawn.
Marybeth harus berjuang menyelamatkan diri dan berupaya membakar Victor. Marybeth dan Marcus berada di depan kabin Victor berusaha membuat Victor datang. Sementara Misty ngumpet di pepohonan juga mengawasi kedatangan Victor. Sedang Ben sibuk mengambil bensin di kabin Victor.
Ketika ia sibuk mencari, satu kepala menyerang tubuhnya. Ternyata kepala Misty dilempar sebelum Victor melempar tubuh korbannya yang lain. Ben pun menyirami Victor dengan bensin dan memantikkan korek gas. Victor pun terbakar.
Sialnya, hujan turun sehingga api padam. Marybeth, Marcus, dan Ben terus berlari. Sayang di pemakaman, Marcus harus tewas setelah kedua tangannya dilepas dan tubuhnya dilemparkan ke tembok oleh Victor.
Victor mengambil besi pagar pemakaman lalu melemparkan bagai lempar lembing dan mengenai telapak kaki Ben. Ben menjerit, Marybeth berada di belakang Ben. Victor pun menyerang dari depan. Tombak yang menempel di kaki Ben pun dijorokkan ke depan agar melukai Victor. Dan akhirnya, tombak itu menghunus jantung Victor sampai tewas.
Marybeth dan Ben akhirnya mask ke dalam perahu. Sayang, di sana mereka harus kembali diserang oleh Victor yang ternyata belum tewas. Ben sekarat, selanjutnya Marybeth harus berjuang keluar dari cengekeraman Victor.
Ending menggantung. Selesai.
Plot Hatchet 2 (2010)
Melanjutkan scene dari ending film sebelumnya, Marybeth akhirnya lolos dari serangan Victor. Dia kemudian ditolong oleh Cracker Jack dan diajak ke kabin Jack. Masih di malam yang sama, Mary menceritakan kisahnya pada Jack. Namun Jack malah mengusir Mary setelah mengetahui kalau Mary adalah anak dari Simpson. Setelah Mary pergi, Jack asyik dengan ‘tangkapannya’ berupa kamera Doug yang dia ambil di hutan.
Dia pun asyik melihat gambar porno dari kamera tangan itu, sampai kemudian Victor datang dan menewaskannya. Jack harus mati konyol setelah dicekik oleh ususnya sendiri.
Akhirnya perjalanan pun dimulai, dan dipandu oleh saudara kembar Spawn yang bernama Justin. Dan calon korban itu masih setipikal dengan karakter-karakter lama. Meski ada perbedaan mencolok terutama dalam hubungan emosional antara mantan dengan mantan.
Ada juga lelaki bernama Chad yang kemudian akrab dengan sosok lelaki bernama Cleatus yang hobby memancing. Ada pula pemuda kulit hitam yang menyebalkan bernama Vernon dan lelaki bisu bernama John.
Orang-orang itu sampai setelah memakai dua perahu yang berbeda di daratan pada malam hari. Mereka tidak tahu kalau Victor Crowley bukanlah sebuah legenda, melainkan monster yang nyata. Dan, pembunuhan pun dimulai. Rev memerintahkan mereka berpencar untuk menemukan sosok monster.
Chad dan Cleatus nongkrong di tepi danau dan tewas dalam waktu yang nyaris sama. Chad diserang Victor secepat kilat. Mulutnya dipukul bertubi-tubi dengan kapak sehingga rahangnya hancur. Cleatus mencoba lari dan menaiki kapal. Dia pun menstarter boat tersebut namun Victor menangkapnya. Cleatus pun dimasukkan ke dalam air dan wajahnya didekatkan pada mesin kincir perahu. Wajah Cleatus pun hancur.
Selanjutnya dua mantan berada di tempat yang berbeda. Setelah mengadakan pembicaraan yang cukup lama, keduanya terlibat hubungan emosi masa lalu. Akibatnya, keduanya berhubungan seks di tengah hutan dengan gaya anjing. Avery menungging dan Layton sibuk ‘memompa’ di belakang. Beberapa detik kemudian, Victor muncul diam-diam di belakang lalu menebas kepala Layton dengan kapak. Seketika tubuh Layton mengalami kontraksi yang hebat sehingga ‘pompaan cinta’nya begitu kuat menghentak. Avery yang tak menyadari mantannya dikapak mengira pasangan koitusnya menggila. Setelah dia menengok ke belakang, terkejutlah ia saat menemukan monster dan Layton yang sudah tak berkepala lagi. Avery menghindar namun Victor keburu membelah selangkangan Avery. Tak cukup sampai disitu, Avery yang lumpuh harus menerima sabitan kapak di dadanya.
Sementara Vernon dan Chad harus menjadi korban selanjutnya. Victor datang membawa gergaji mesin ‘berlidah’ panjang. Gergaji itu dihunuskan di bawah selangkangan kedua pria itu. Terangkatlah mereka lalu terbelahlah keduanya menjadi dua.
Kini, tinggal kelima orang lagi yang harus mengalami hal nahas yang sama. Rev dan keempat yang lain masuk ke kabin Victor. Justin dan Maribeth disuruh berlindung di tempat aman sebelum Victor datang. Selama ngumpet, Justin dan Marybeth terlibat pembicaraan sampai Marybeth tahu kalau Rev memperalatnya. Rev berusaha menghentikan kutukan dengan mengurbankan paman Marybeth. Menurut Rev, monster itu akan hilang kalau yang membunuhnya di masa lalu sudah terbunuh. Dan yang menjadi penyebab kecelakaan Victor adalah ayah dan paman Beth itu sendiri.
| Nasib terakhir Trent. |
Victor datang ke ruang tengah dan melawan Trent. Sementara Marybeth malah dibawa Rev dan membiarkan Bob di dalam ruangan dalam keadaan terkunci. Marybeth berusaha keras menolong pamannya, namun cengkeraman Rev terlalu kuat.
Sementara Trent dan Victor berkelahi hebat di ruangan lain. Trent yang kuat mampu mengimbangi kesangaran Victor. Meski sayang, Trent harus tewas dalam keadaan kepala yang terbelah. Sementara Bob juga tewas dalam keadaan yang mengerikan.
Rev menyangka semuanya berakhir. Victor Crawley menghilang dan rawa itu akan menjadi miliknya untuk dijadikan tempat wisata. Sayang, Marybeth mengaku kalau Bob ternyata bukanlah paman kandungnya. Paman kandungnya telah meninggal di usia sebelas karena leukemia. Berarti teori Rev keliru.
Tak lama Victor muncul lagi dan menyiksa Rev. Tubuh Rev terbelah di bagian pinggang setelah Victor mambacok dengan kapak. Tak cukup sampai di situ, Victor mencabut tulang Rev sehingga kulit Rev terlepas. Seperti biasanya, bagian tubuh itu pun dilempar keras ke pepohonan.
Selagi Victor lengah, Maribeth menyerang dengan kapak yang Victor yang tergeletak di tanah. Dengan ganas, Marybeth menghancurkan kepala Victor dengan kapak sampai koyak. Tak cukup sampai di situ, kepala Victor pun diserang dengan hentakan peluru dari senapan.
Selesai.
Hatchet 1 dan 2: Kutukan Monster Berkapak
DAHULU, ada seorang lelaki bernama Thomas, seorang tukang kayu yang memiliki istri bernama Shyann yang menderita kanker perut. Mereka tak punya anak karena keterbatasan yang dimiliki sang istri. Mereka pun mendatangkan suster khusus bernama Lena, seorang perempuan kulit hitam. Kemudian, Thomas berselingkuh diam-diam dengan Lena. Sampai akhirnya Shyann meninggal dan keduanya berciuman usai itu. Namun ternyata Shyann melihat hal itu dan dia belum sepenuhnya mati.
| Lena usai melahirkan. |
| Victor di masa ABG. |
Shyann yang dikhianati itu pun mengutuk Lena dengan menyentuh bagian perut Lena yang sedang mengandung. Setelah member kutukan, Shyann pun tewas. Beberapa bulan kemudian, Lena melahirkan seorang bayi laki-laki yang berwujud menyeramkan. Lena tewas sesaat setelah melihat anaknya. Mulai saat itulah Thomas merawat anak laki-lakinya, victor, seorang diri.
Karena memiliki fisik yang aneh, Victor kerap diledek teman-teman sebayanya. Suatu malam di malam Halloween, tiga orang anak lelaki iseng melemparkan kembang api ke kabin Victor. Saat itu, rumah memang dalam keadaan terkunci karena Thomas memang terbiasa mengunci anaknya dalam rumah. Rumah pun terbakar, Victor terjebak.
Thomas datang setelah tiga anak lelaki itu pergi. Dia pun mengambil kapak untuk mengoyak pintu. Sial, saat kapak ditancapkan, Victor secara kebetulan berada dibalik pintu. Kepala Victor pun terkena kapak. Victor pun dinyatakan meninggal dan Thomas akhirnya tewas karena depresi.
Namun setelah itu, kutukan masih terus berlanjut. Victor hidup dan mulai membunuh warga yang berkunjung ke rawa pada malam dengan cara yang mengenaskan. Ada pemancing yang kepalanya terbelah setelah dikapak, penangkap buaya yang rahagnya dilepas, dan dua pemancing yang wajahnyaterbelah dan kepalanya ditombak. Sialnya, dua di antara pemuda yang mengisengi kabin Victor itu adalah ayah dan paman Marybeth. Untuk itulah kenapa Victor balas dendam terutama pada Marybeth.
Boleh dibilang Hatchet dan sekuelnya adalah film yang nggak jaim, nyantai, cuek, nggak neko-neko dan tidak perlu ada ‘kehati-hatian’ di dalamnya. Departemen make up sudah menunjukkan kinerja terbaiknya. Meski di H1 adegan kepala Spawn yang terpenggal sempat terlihat layaknya boneka. Sisanya disiasati dengan proses editing yang apik. Scoring atau tata musiknya setipikal dengan genre film sejenis. Namun di H1 ada latar lagu nakal yang Cuma berisi sumpah serapah dari Marilyn Manson berjudul That Is The New Shit. Lagu ini mendukung tema film yang brutal dan tak berperasaan.
| Tamara Feldman, Marybeth di Hatchet 1. |
| Danielle Haris, Marybeth di Hatchet 2. |
Di jajaran akting, baik H1 maupun H2 punya kualitas aktor yang bagus. Semuanya terlihat konsisten dalam memerankan karakter. Meski ada pergantian tokoh pemain utama, hal itu tidak membuat film sekuelnya terganggu. Karena tokoh Marybeth yang kini diperankan Danniele Haris lebih bagus ketimbang pendahulunya, Tamara Feldman. Meski Tamara lebih good looking namun dia tidak mampu mengeluarkan tetes air mata di kala ketakutan sehingga ekspresi pun terlihat kurang maksimal. Berbeda dengan Danielle yang lebih menjiwai dan lebih punya sisi ke-innocent-an dalam dirinya.
Yang lebih menarik, film ini dibintangi oleh dua aktor yang identik dengan film horor. Siapa yang nggak kenal Tonny Todd, yang terkenal dalam film Candyman-nya (dan seri franchise Final Destination). Ekspresinya yang dingin dan ngaleyeud ditambah dengan intonasi suaranya yang juga khas, membuat film ini lebih horor. Selain itu ada pemeran Freddy bernama Robert Englund. Meski muncul hanya di opening scene dalam beberapa detik namun keberadaan Robert 'Freddy' Englund membuat penonton seperti diberi wanti-wanti kalau Hatchet bukanlah film kelas B yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
Pokoknya, saya merekomendasikan film ini. Dan tidak perlu menonton seri pertamanya jika kalian belum menonton keduanya. Karena keduanya masih bisa dinikmati sebagai tontonan lepas. Yang jelas, saya menantikan film ketiganya. Semoga tidak mengecewakan seperti trilogi The Grudge atau Hostel.
Bonus:
Dialog kocak Jenni dan Misty dalam Hatchet 2.
| Misty dan Jeni selagi hidup. |
Doug: Baik, kalau kubilang 'action', kalian lepaskan handuknya dan...saling memandikan.
Jenni:Yeah, tidak.
Doug: Ayo, cewek-cewek. Lepaskan handuknya.
Jenni: Ayolah, aku tidak akan mandi dengan orang hepatitis di sebelahku. Aku tak ikut.
Misty: Paling tidak aku bukan hermaphrodite.
Jenni: Hermaphrodite, kata yang luar biasa. Apa arti hermaphrodite, sayang?
Misty: Kenapa harus kukatakan lagi? Tentu saja aku tahu artinya.
Jenni: Mungkin kau tidak tahu artinya. Kenapa tidak kau jelaskan saja?
Misty: Kenapa tidak kujelaskan?
Jenni: Mungkin kau malah tidak tahu apa itu. Boleh kita hitung sampai tiga dan kita ucapkan sama-sama?
Jenni: Baik.
Jenni dan Misty: Satu, dua, tiga.Orang yang mempunyai penis dan vagina.
Misty: Iuuw ..
CREDIT HATCHET 1
| Directed by | Adam Green |
|---|---|
| Produced by | Adam Green |
| Written by | Adam Green |
| Starring | Joel Moore Tamara Feldman Deon Richmond Mercedes McNab Parry Shen Joel Murray Joleigh Fioreavanti Richard Riehle Patrika Darbo Joshua Leonard Tony Todd Robert Englund Kane Hodder |
| Music by | Andy Garfield Theme: Marilyn Manson |
| Cinematography | Will Barratt |
| Editing by | Christopher Roth |
| Studio | ArieScope Pictures Radioaktive Film High Seas Entertainment |
| Distributed by | Anchor Bay Entertainment |
| Release date(s) | April 27, 2006 (Tribeca) September 7, 2007 (US) |
| Running time | 83 minutes |
| Country | United States |
| Language | English |
| Box office | $208,550[1][2] |
CREDIT HATCHET 2
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


9 Komentar
Merinding... x_x
kyaaaaa.... :-O serem ding. belum nonton film ini. berani gak ya nontonnya :dies:
komennya cepet amat?? jangan2 g dibaca lagi =-=
wow :woot:. bonusnya kereeeeen :woot:. Dari plot-nya, kayanya nih film wajib ditonton. Penuh dengan darah, goroked, dan bacoked :D.
-Faiz-
asik ya, reviewnya bocorin jalan cerita, jadi ga perlu nonton ya .-.
oh ya btw font di blog ini kekecilan kayaknya
heu foto bonusnya bikin males tidur ajah...
ngeri ah filmya...dulu sie suka nonton kek ginian,,, tpi skr jantungnya ga kuat....
Sadis filmnya. Ga pernah tertarik nonton film jenis ini tapi seru aja baca reviewnya Wana. Hehehe...
Jujur ya,saya jauh lebih suka baca review-nya daripada nonton filmnya.wkwwkkkw...abisnya plot film slasher nyaris seragam sih:sekelompok orang datang ke suatu tempat,trus dibantai satu2 pake cara yg super sadis.texas chainsaw massacre,wrong turn,hostel,rumah dara,etc.
Ada sih film horor thailand(apa jepang ya?lupa)yg entah termsk slasher apa bkn,jd ada cewe tkg mie ayam yg stres bnyk utang,someday ada org yg nyasar k tmpat dia n mati.tiba2 dia pnya ide bkin mie ayam pake daging org yg mati itu.laris deh mie orang nya.trus mule deh dia bunuhin org buat dibkin bahan mie-nya.
serem om, bisa susah makan kalo abis nonton film kek gini. tapi kapan ya horor lokal bisa kerren kek gini. 8-|
Posting Komentar