• 24 Desember 2011


    BAGAIMANA sebuah film dapat dikatakan mengecewakan? Salah satunya adalah ketika kita ngumung pas film usai: "hah, segitu duang." Yeah, inilah akibat menonton film dengan ekspektasi tinggi. Dan inilah tigafilm genre horor yang akan saya bahas kali ini. Yang dua di antaranya saya nikmati secara loncat-loncat. Tapi film-film di bawah ini punya keistimewaan karena akting yang memikat dari aktor-aktor perempuan/aktris.



    A TALE OF TWO SISTER - 2003


    Nyari-nyari ini film lantaran dapat posisi satu di sebuah situs internasional dalam jajaran 50 horor film Asia terbaik. Pintu Terlarang dapat peringkat 10, lho. Heu. Okey, saya pun menikmati film horor dari Korea itu. Dan, tebak, saya pun cuma mingkem gaje. Tipikal horornya sama kayak film-film di horor Jepang yang bisanya cuma ngagetin doang. Saya pun bilang ke tembok. Mana nih, adegan bocor-bocoran kepalanya?! Yah,  ternyata enggak ada. Mungkin karena standar kehororan saya tinggi, makanya pas lihat film 'cemen' kayak gini, saya nonton tanpa 'dapet apa-apa'. Yeah, inilah salah satu flm yang saya nikmati dengan 'loncar-loncat' alias ngeklik sana sini untuk mili scene-scene yang seru.


    A Tale of Two Sister (ATOTS) tentu bukan horor kacangan. Ini adalah horor psikologis ala Pintu Terlarang atau Hide and Seek (meski ATOTS keluar lebih dulu terlebih karena berdasar sebuah dongeng di Korea berjudul Janghwa Hongreyon-jon. Semua kengerian itu ternyata cuma hidup dalam salah satu tokoh. Sementara alur lambatm memang menjadi ciri khas film Korsel. Singkatnya, kalau saya nonton pas tahun itu (2003) ketika saya masih polos dan bukan penikmat film gore sejati, mungkin saya akan angkat lima jempol buat tu film. Tapi kali ini saya sama sekali endak merasa ditakut-takuti.


    ATOTS bercerita tentang keakraban dua orang saudara perempuan, yang pertama Su-mi dan yang kedua Su-yeon. Keduanya hendak tinggal di rumah baru yang jauh dari tetangga. Sayang, mereka harus hidup dengan ibu tiri mereka alias istri muda ayahnya. Di rumah itu keduanya dihantui setan-setan gaje. Yang intinya, semua itu hanyalah bayangan. Tidak ada ibu tiri, tidak ada setan, yang ada adalah halusinasi Su-mi. Su-mi membayangkan semua hal di dunia nyata yang diyakininya. Dia meyakini Eun-joo (sahabat ayahnya) sebagai sosok yang menyebabkan kematian adik dan ibunya. Ternyata ibu dan adiknya mati setelah sebuah lemari menimpa tubuh mereka. Yeah...


    Film ini telah diadaptasi di Amrik dengan judul The Uninvited. Tapi ogah gila kalau nonton. Tapi buat yang suka horor yang 'aman', tonton saja film ini. Apalagi kualitas para pemainnya mumpuni. Kamu juga akan dihibur oleh musik orkestrasi yang indah. Dan film ini tidak sekedar menceritakan kehidupan dua bersaudara, namun juga tentang posisi perempuan yang kadang dinilai minor oleh sesama perempuan itu sendiri.

    Cerita: 8 (tahun itu cerita seperti ini boleh dibilang nendang)
    Teknis: 7 Akting: 9 Musik: 8 Ending: 8 (buat yang yang nggak ngerti mungkin endingnya membingungkan.
    Total Nilai: 6/10  (penilaian subyektif karena tidak sesuai selera dan ekspektasi tinggi)


    THE GIRL NEXT DOOR - 2007


    Tenang, ini bukan film komedi dengan judul yang sama, yang keluar pada 2004, tapi sebuah drama thriller tentang bullying yang dilakukan seorang ibu tiri dan anak-anaknya terhadap seorang gadis bernama Meg.  Film ini berdasar novel berjudul sama karya Jack Ketchum dengan latar yahun 1958.


    Cerita diambil dari sudut pandang seorang anak lelaki berusia 11 tahun bernama David. Dia bertetangga denga seorang ibu bernama Ruth dengan tiga orang anak dan dua orang keponakannya yang perempuan. Salah satu keponakannya itu bernama Meg. Ruth ini tipikal perempuan depresi yang bahkan mengajari anak-anaknya minum bir tiap hari. Dia bahkan nggak segan-segan ngomong kotor di depan anak-anaknya.  Dia juga kerap menyiksa adik Meg dengan memukul pantat atau memasukkan sesuatu ke anus adik Meg.


    Meg sempat mengadu pada polisi/sherif, namun tidak mendapat tanggapan. Hal ini membuat Ruth menyiksanya. Meg ditaruh di gudang bawah tanah dalam keadaan terikat. Di sana, dia mulai menyiksa Ruth dengan kejam. Bahkan, sampai memperbolehkan anaknya memperkosa Meg. Yang paling sadis, Ruth menyulut klitoris Meg dengan bara api. 


    Meski film ini jauh dari scene-scene berdarah-darah, namun cukup membuat ngeri pecinta film drama. Namun, saya pribadi kurang menyukainya. The Girl Next Door adalah film drama yang mengisahkan kejahatan yang dilakukan kerabat sendiri kepada kerabatnya yang lain. Secara teknis, film ini mirip FTV ala Amrik. Namun dari eksplorasi kekejaman fisik cenderung kurang. Mungkin kata-kata kasar yang terdengar super eksplisit sehingga membuat telinga orangtua gerah. Jadi ini sama sekali bukan film keluarga. Ini adalah film dewasa. Terlebih karena menceritakan perempuan yang menyiksa perempuan itu sendiri.

    Cerita: 7. Teknis: 7 Akting: 8 Musik: 7. Ending: 4
    Total Nilai: 6/10


    THE WOMAN - 2011


    Film ini sebenarnya film kritik yang cerdas. Namun saya menduga  film ini film slasher gila-gilaan sesuai dengan posternya yang wuaw! Ah, acungkan jari manis sama blogger yang nyaranin saya nuntun pelem ini. Eaa. The Woman adalah salah satu film yang menyindir aparat kepolisian/hukum yang memosisikan tokoh taat hukum sebagai seorang kriminal.


    Adalah seorang pengacara bernama Sean yang hobby menangkap binatang di hutan dengan senjata apinya. Dia memiliki seorang istri, bernama Belle,  seorang anak laki-laki bernama Brian, dan dua orang anak perempuan yang remaja bernama Peggi, dan satu lagi yang bungsu bernama Darlin. 


    Film dibuka dengan meyakinkan ketika seorang perempuan hutan berada di sungai dan diceritakan membunuh serigala di gua. Selepas itu scene berganti di kehidupan orang-orang Amerika. Dan melihat keluarga Sean, kita tahu pasti ada apa-apa dengan keluarga ini. Yeah, Sean ternyata seorang penindas kaum perempuan. Istrinya selalu mendapatkan perlakuan kasar baik secara fisik maupun verbal, Peggy, anaknya diperkosa sampai hamil, dan anak lelakinya Brian, malah diajarkan kekerasan. Itu adalah kesimpulan yang bisa dibuat selama kamu menontonnya di tengah atau akhir film. Tapi begitulah The Woman berbicara. Merupakan kritik mengenai budaya patriarki yang terjadi dimana saja, termasuk Amerika.

    Sean memergoki seorang perempuan yang sedang mandi di kali lengkap dengan tubuh kotor dan puting sang perempuan yang terlihat. Dia pun menyiapkan sebuah 'kandang' di kabin dekat rumahnya dan setelah itu kembali ke gua untuk menangkap The Woman. Adegan awal ini membuat saya waw, ketika si The Woman menggigit jari manis Sean sampai putus kemudian mengunyahnya. Cincin kawin pun jatuh dan Sean kemudian bilang 'potongnya jariku ada untungnya'. Yeah, hal ini bikin saya ketawa ngakak.

    Selanjutnya The Woman dimandikan dan dilatih agar menjadi sopan. Namun ternyata Sean memperkosa perempuan itu tiap malam (atau ketika dia kepengen). Suatu malam Brian mengekor dan mengintip apa yang dilakukan sang ayah. Keesokan harinya Brian membolos dan masuk ke dalam kandang. Di sana, dia menyakiti The Woman dengan mencapit puting si perempuan dengan tang sampai berdarah-darah.


    Tingkat depresi dari para perempuan yang tertindas itu kian mencapai klimaks. Ketika Belle mengadukan kelakuan anaknya di meja makan kepada suaminya, Belle malah kena tonjok berkali-kali di perut sampai pingsan. Kemudian seorang guru yang perhatian terhadap Peggy bertamu ke rumah. Guru itu membertahukan kemungkinan Peggy hamil. Namun bukannya mendapat sambutan hangat, guru Peggy  yang perempuan itu malah dibuat pingsan lalu diseret menuju sebuah kandang yang berisi perempuan kanibal.


    Peggy pun menjadi santapan perempuan kanibal yang telah dikurung Sean barangkali bertahun-tahun. Karena kesal, Peggy yang memiliki hubungan batin dengan The Woman, melepaskan perempuan itu. The Woman pun lepas dan menyerang Belle. Wajah Belle digigit namun tidak dibuat mampus. Belle kemudian pergi ke kandang sebelah tempat saudarinya yang sesama kanibal dikurung. Dia kemudian memotong tubuh Brian dan mengambil jantung Sean dengan tangannya.


    Menuju ending, saya berpikir kalau The Woman mau nyantap si kecil Darlin. Tauknya itu anak dibawa sama dia. Entahlah, mungkin mau diajarin gimana caranya nyantap daging manusia. The End.

    Secara teknsi film ini memang mayan yahud. Tapi agak menjengkelkan saat musik score berbau lagu rock menjadi latar. Satu dua kali sih, nggak apa-apa. Ini lumayan sering. Belum lagi editing slow motion dan fade out fade in yang cuma jadi akal-akalan sutradara buat nutupin betapa kurangnya efek make up atau visual efek dalam film ini. Tapi kalau boleh dibilang  film ini punya unsur feminisme yang pekat.

    Cerita: 8. Teknis: 7 Akting: 9 Musik: 6 Ending: 5
    Nilai: 7,5/10

    *

    Yang jelas, ketiga film itu pantas dinikmati karena tiga aktris di bawah ini yang bermain cemerlang. Yeom Jeong-Ah dalam A Tale of Two Sister berhasil membawakan sosok ibu tiri yang kejam bin sentimen. Blance Barker begitu terlihat dingin dan menyeramkan -selain karena wajahnya yang mendukung dalam The Girl Next Door. Terakhir, penampilan sebagai istri tertindas yang mumpuni dari Angela Bettis dalam The Woman.


    Yeom Jeong-ah (A Tale of Two Sister)
    Blanche Baker (The Girl Next Door)
    Angela Bettis (The Woman)


    6 Komentar

    dian andriyana lutter mengatakan...

    wew....ga tau ada film kek ginian....
    buat bahan diskusian,,,cari ah di lapak dipidi.....
    klo udah nonton,,,bru bsa komen lebih teknis....

    Diah Ayu mengatakan...

    Namanya susah-susah dan mirip2 yah,korea gitu

    ratri purwani mengatakan...

    nomer tiga paling jawara horornya, baru baca aja udah merinding :s

    Riu is me mengatakan...

    Tetep penuh tanda tanya, kenapa meme yang introvert bisa suka film2 sadis seperti ini. :((

    A mengatakan...

    The Woman tuh masuk ke horror ya?

    Bacanya gigit bibir, sadis :/

    bebas mengatakan...

    penasaran sama a tale of two sister

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan