• 4 Desember 2013




    ARTIKEL ini bukan saya yang tulis, tapi karya Dadde salah satu penyayang kucing yang kontra sterilisasi kucing, tapi bukan anti sterilisasi. Dia bekomentar di salah satu grup pecinta kucing. Saya pikir akan lebih baik jika tulisan dia saya copas di blog saya (ini seperti untuk pertama kalinya saya melakukan ini). Daripada karya beliau hanya dibaca segelintir orang saja lalu jadi moksa. Berikut pandangannya mengenai kebiri kucing. Selamat membaca! :)

    *

    Mengingat semakin panasnya perbedaan pendapat mengenai steril ini. Maka saya pun ingin memberikan OPINI dan informasi yg saya tau dan saya himpun. Supaya lebih fair gitu hehehe....

    Pertama, perlu saya tegaskan. Disini tidak ada yg namanya grup ANTI STERIL. Yang ada adalah yg PRO STERIL dan PRO STERIL BABAT HABIS. Ingat... pro steril dan pro steril babat habis.
    Disini saya akan mengemukakan definisi keduanya.

    PRO STERIL


    adalah kelompok yang setuju dengan steril tapi...dengan pilihan. Yaitu men-steril kucing yg SUDAH PERNAH BERANAK. Tujuannya tidak lain untuk MENGENDALIKAN POPULASI KUCING. Ya! untuk mengendalikan bukan membantai! catat!.

    Agar supaya tidak ada kelahiran berganda. Jadi kucing tetap memiliki kesempatan utk menjalani kodratnya.

    Ada beberapa faktor yg pendukung populasi, yaitu:
    1. kelahiran
    2. kematian
    3. penyakit
    4. gejala alam

    Dari data dan pengalaman yang ada, tidak semua kucing melahirkan akan memiliki kitten2 yg sehat dan tumbuh besar. Ada juga yg baru lahir dimakan induknya (entah kenapa, ini seperti hukum alam), ada yg cacat, sakit lalu mati. Ada juga yang mati karena bencana alam atau force majeur lainnya (ditabrak, disiksa dll).

    Jadi teori over populated itu sebenernya terlalu mengada-ada. Yang betul adalah tidak meratanya penyebaran kucing di semua daerah. Sama hal nya seperti manusia. Jakarta ga akan penuh sesak kalo org2nya mau menyebar ke berbagai daerah. Andai 1/3 penduduk pulau jawa mau pindah ke pulau lain, kalimantan, sulawesi, sumatera misalnya. Niscaya ga akan ada namanya over populated, disuatu tempat.

    Nah...kenapa tidak kita cari alternatif menyebarkan kucing ke berbagai daerah. Tentunya harus dengan kajian, survey dan pemilihan tempat yg cocok utk kucing. Dan tentu saja itu akan melibatkan banyak pihak termasuk pemerintah. Dan dengan tetap memberikan edukasi ke masyarakat mengenai animal abuse. Karena kegiatan itu ga akan pernah ada habisnya seiring aksi para manusia pembantai binatang yg tak tau diri.


    Pada asalnya kucing adalah makhluk bebas/liar. Bila kemudian ada kucing yg dipelihara (domestik) itu disebabkan karena adanya manfaat kucing utk manusia. Pada jaman mesir kuno sebagai pemburu hama tikus. Kalau saja tidak ada pemanfaatan kucing oleh manusia, niscaya kucing akan hidup seperti halnya harimau, badak, buaya, rusa dll. Jadi secara kodrat kucing memang makhluk bebas. Dan mungkin kita tidak akan peduli sama mereka, tidak akan ada grup cat lover ini, ga akan ada perdebatan ini hehehe....

    Jadi tidak ada salahnya mengembalikan kucing ke kodrat asalnya tanpa kita menyiksanya. Ingat pulau kucing di jepang atau sulawesi? ga tau? Googling!

    PRO STERIL BABAT ABIS


    adalah kelompok yg dalam misinya untuk mengendalikan populasi kucing yg semakin membengkak (katanya). Dan dengan alasan lain agar tidak adalagi animal abuse terhadap kucing dengan menampilkan gambar2 yg menyedihkan soal kucing. Adakah yg tau bedanya pembantai kucing, penyiksa kucing dan PRO STERIL BABAT HABIS? GA ADA!!

    Hasil akhirnya mereka hanyalah bermaksud menyakiti dan menghilangkan eksistensi kucing. Pembantai kucing menghilangkan kucing dengan cara dibunuh langsung tanpa ampun. Penyiksa kucing menghilangkan kucing dengan cara pelan-pelan lalu kemudian mati. Dan PRO STERIL BABAT HABIS menghilangkan kucing secara pelan-pelan. Betul memang dengan semua aksi itu populasi kucing tidak akan habis secara langsung, tapi pelan-pelan iya

    Aksi nya sama seperti penebangan hutan liar yg tidak menyisakan tunas sedikitpun. Hutan di dunia ini memang luas, dan disela kegiatan penebangan itu pastinya akan ada tumbuh2 pohon baru. Akan tetapi bila dilakukan perlahan dan sering, lambat laun hutan akan gundul dan akibatnya terjadi longsor.

    Memang ga ada kaitannya antara kucing dan hutan karena saya cuma mengambil analogi aksi nya saja.

    Ada beberapa sebab kenapa terjadi dukungan pen-STERILAN BABAT HABIS:

    1. karena pelakunya mengalami OCD (Obsessive Compulsif Disorder). Yaitu gangguan kecemasan yang berlebihan. Ditandai dengan pikiran yg mengganggu dan menghasilkan kegelisahan, kekhawatiran, ketakutan atau kecemasan berlebihan. Pada tingkat akut org2 ini tidak pernah akan mempercayai org lain bahkan kerap menyalahkan dirinya sendiri. Tindakan mereka yang telah OCD mungkin muncul paranoid dan berpotensi psikotik .karenanya mereka butuh perawatan psikiater.

    2. Adanya pemanfaatan guna mendapatkan kompensasi yang dilakukan oleh OKNUM DOKTER HEWAN. Ingat...oknum!

    Karena dokternya ginger sendiri tidak menyarankan steril sebelum ginger melahirkan. dan menyarankan ginger dikawinkan di usia 1,5 thn ke atas. krn usia dibawah itu, kucing masih suka bermain dan dikhawatirkan tidak mampu mengurus anak-anaknya.

    Saya himbau...carilah win-win solution buat manusia juga kucing. Betul (mungkin) steril memang tidak dilarang dan berguna besar utk kucing, akan tetapi kalo prinsipnya bantai habis. Apakah itu tidak menyinggung kemanusiaan? khawatir dengan hidup para kitten stray nantinya? Apakah anda mengenyampingkan Tuhan sehingga anda pikri hanya anda yg peduli akan mereka? Apakah anda pikir Tuhan ga akan bantu mereka, salah satu mahkluknya?

    memang Tuhan tidak akan "merawat" mereka dengan cara kirim Dry Food 10 karung atau susu kucing 10 kaleng. Tapi akan diberikan jalannya melalui manusia entah bagaimana caranya. Tidak semua manusia jahat, tidak semua manusia menyakiti kucing. Ada, tapi tidak semua. Kalaupun ada manusia2 penyiksa binatang maka itu adalah bagian dr kampanye kita mengenai animal abuse. Sterilkan pemikiran manusianya, jangan sterilkan hewannya.

    Dan lagi, bilama semua kucing dibabat habis di steril sementara tidak ada tindakan konkrit utk para pembantai dan penyiksa binatang. Akan kemana kita mencari mereka disaat kucing2 kita dirumah akhirnya pergi menjelang ajal sesuai ketentuannya. Punya 10 kucing, setelah sekian tahun mereka pergi dengan cara berbeda-beda. Mati karena umur, karena sakit, karena ditabrak dll. Lalu kita masih rindu akan kehadiran mereka. ketika kita keluar dan berharap ada kucing stray yg bisa kita adopsi...tidak ada! karena semua kucing stray liar sudah di steril, mereka tidak bisa beranak. Kucing stray nya sendiri hilang karena sebab yg sama. Mati karena umur, sakit dll. Pikirkan kembali aksi anda. Gunakan nurani jangan separuh. Jangan jadikan kesedihan anda menutup hati anda.
    Terima kasih.

    *

    Semoga bermanfaat! Salam kucing meong!

    0 Komentar

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan