MENURUT
kalangan pecinta kucing prosteril, pengebirian dilakukan untuk
meminimalisir kucing-kucing yang terlantar dan tertabrak kendaraan
(baca: mengalami hal buruk). Entah setiap hari makan apa para kalangan
yang mengatakan hal ini. Bukankah kucing dianugerahi Allah SWT dengan
bakat adaptasi yang baik? Kemampuan mereka sebagai predator juga bisa
membuat mereka mawas diri. Menyoal terlantar atau bahkan tewas karena
kecelakaan, bukankah di luar sana, banyak pula manusia yang demikian.
Terus apakah manusia-manusia seperti itu juga harus dikebiri? Demi
meminimalisir 'kemungkinan terburuk' jika 'overpopulasi'.
Apa
yang mereka sebut sebagai kucing yang terlantar jelas aneh. Idealnya
mereka mengampanyekan anti kekerasan terhadap hewan. Bukan kampanye
prosteril. Okey, mereka berhak melakukan prosteril, tapi saya dan kubu
kontra steril sepakat dan setuju jika prosteril tidak digalakan ke semua
kucing. Tindakan sterilisasi dilihat dari kacamata telanjang adalah
keinginan terpendam CL untuk tidak mau memelihara banyak kucing.
Di
sini, saya kembali membahas kucing mengucing entah sesedikit apa
pembacanya. Bahwa pelaku kekerasan terhadap kucing ternyata tidak hanya
dilakukan meong hater, tapi catlover itu sendiri!
Dilansir dari
dailymail/laman China Post (26/12), seorang mahasiswi Taiwan bernama
Kiki Lin, tega memasukkan kucing anggora putihnya dalam stoples besar
dan tertutup! Alasannya? semata agar kucing bisa disiplin. Dia
mengatakan bahwa hal itu adalah eksprimennya menghukum binatang
peliharaan dengan cara yang berbeda.
Foto kucing dalam stoples
tertutup ini ia posting ke akun facebooknya sendiri. Dan tentu saja
menuai kecaman! Sementara Kiki memandang memasukkan kucing itu adalah
hal yang wajar agar kucing tidak nakal lagi. Kiki pun terancam dibui
karena pihak Perlindungan Hewan Kota Taichung melaporkan Kiki ke pihak
yang berwajib.
Kabar mengerikan mengenai kekejaman kucing juga
sempat diberitakan di China. Saat seorang perempuan dan kameramennya
mengabadikan aksi menginjak kucing hingga remuk. Kejadian itu kalau tak
salah terjadi pada 2010 dan pelakunya dihukum penjara namun kemudian
dibebaskan bersyarat.
Di
tahun 2013 ini pula ada facebooker lain dari Amerika. Dia bernama
Monica Pauline Ferrerri yang membakar kucingnya karena kesal. Aksi itu
divideokannya sendiri lalu diupload ke facebooknya. Kejadian ini
terjadi pada Oktober 2013 dan akibatnya Monica ditangkap dan kucing
tersebut sudah dirawat intensif dan sudah pulih.
*
HEWAN
peliharaan bukanlah robot. Mereka punya bahasa dan kebiasaan sendiri.
Keji benar jika berlaku kejam pada makhluk cipataan Tuhan. Jadi
sayangilah hewan-hewan peliharaanmu, atau jika memang tak suka, jauhi
saja. Seekor binatang pantas dibunuh jika hewan itu dianggap hama yang
merugikan dan mencelakakan manusia. Bukan dijadikan obyek psikopatik
manusia.
Entah apa yang salah dengan para perempuan seperti Kiki
atau Monica. Seharusnya pecinta kucing berhati lembut dan pengasih, tapi
apa yang mereka lakukan tak ubahnya seperti seorang penjahat. Saya
jadi ingat di tahun ini, video penyiksaan anjing sampai tewas, dilakukan
tiga perempuan Asia. Videonya diunduh ke youtube dan mendapat banyak
kecaman.
Lihat artikelnya di sini: http://luar-negeri.kompasiana.com/2013/10/07/video-penyiksaan-terhadap-anjing-gegerkan-jagat-maya-598270.html
*
foto: dailymail
Arsip Blog
-
▼
2013
(40)
-
▼
Desember
(9)
- Perempuan Sadis Penyiksa Kucing
- Tenggelamnya Kapan Van der Wijck: Titanic-nya In...
- Jargon Aneh "Damn! I Love Indonesia!"
- Frozen: Animasi Feminin yang Memukau
- Apakah Samandayu Punya Kucing?
- Korban Kedua Sitok dan Wajah Kelompoknya
- Sindrom Jumawa Catlover Tipe Pengebiri Kucing
- Alasan Konyol Para Pengebiri Kucing
- Dikatain Goblok Sama Si Pengebiri Kucing
-
▼
Desember
(9)
Samandayu. Diberdayakan oleh Blogger.
1 Komentar:
astagfirullah....
Posting Komentar