• 27 Desember 2013

    13881330481083554897


    MENURUT kalangan pecinta kucing prosteril, pengebirian dilakukan untuk meminimalisir kucing-kucing yang terlantar dan tertabrak kendaraan (baca: mengalami hal buruk). Entah setiap hari makan apa para kalangan yang mengatakan hal ini. Bukankah kucing dianugerahi Allah SWT dengan bakat adaptasi yang baik? Kemampuan mereka sebagai predator juga bisa membuat mereka mawas diri. Menyoal terlantar atau bahkan tewas karena kecelakaan, bukankah di luar sana, banyak pula manusia yang demikian. Terus apakah manusia-manusia seperti itu juga harus dikebiri? Demi meminimalisir 'kemungkinan terburuk' jika 'overpopulasi'.

    Apa yang mereka sebut sebagai kucing yang terlantar jelas aneh. Idealnya mereka mengampanyekan anti kekerasan terhadap hewan. Bukan kampanye prosteril. Okey, mereka berhak melakukan prosteril, tapi saya dan kubu kontra steril sepakat dan setuju jika prosteril tidak digalakan ke semua kucing. Tindakan sterilisasi dilihat dari kacamata telanjang adalah keinginan terpendam CL untuk tidak mau memelihara banyak kucing.

    Di sini, saya kembali membahas kucing mengucing entah sesedikit apa pembacanya. Bahwa pelaku kekerasan terhadap kucing ternyata tidak hanya dilakukan meong hater, tapi catlover itu sendiri!

    Dilansir dari dailymail/laman China Post (26/12), seorang mahasiswi Taiwan bernama Kiki Lin, tega memasukkan kucing anggora putihnya dalam stoples besar dan tertutup! Alasannya? semata agar kucing bisa disiplin. Dia mengatakan bahwa hal itu adalah eksprimennya menghukum binatang peliharaan dengan cara yang berbeda.

    Foto kucing dalam stoples tertutup ini ia posting ke akun facebooknya sendiri. Dan tentu saja menuai kecaman! Sementara Kiki memandang memasukkan kucing itu adalah hal yang wajar agar kucing tidak nakal lagi. Kiki pun terancam dibui karena pihak Perlindungan Hewan Kota Taichung melaporkan Kiki ke pihak yang berwajib.

    Kabar mengerikan mengenai kekejaman kucing juga sempat diberitakan di China. Saat seorang perempuan dan kameramennya mengabadikan aksi menginjak kucing hingga remuk. Kejadian itu kalau tak salah terjadi pada 2010 dan pelakunya dihukum penjara namun kemudian dibebaskan bersyarat.

    13881331151524417245

    Di tahun 2013 ini pula ada facebooker lain dari Amerika. Dia bernama Monica Pauline Ferrerri yang membakar kucingnya karena kesal. Aksi itu divideokannya sendiri lalu diupload ke facebooknya. Kejadian ini  terjadi pada Oktober 2013 dan akibatnya Monica ditangkap dan kucing tersebut sudah dirawat intensif dan sudah pulih.

    *

    HEWAN peliharaan bukanlah robot. Mereka punya bahasa dan kebiasaan sendiri. Keji benar jika berlaku kejam pada makhluk cipataan Tuhan. Jadi sayangilah hewan-hewan peliharaanmu, atau jika memang  tak suka, jauhi saja. Seekor binatang pantas dibunuh jika hewan itu dianggap hama yang merugikan dan mencelakakan manusia. Bukan dijadikan obyek psikopatik manusia.

    Entah apa yang salah dengan para perempuan seperti Kiki atau Monica. Seharusnya pecinta kucing berhati lembut dan pengasih, tapi apa yang mereka lakukan  tak ubahnya seperti seorang penjahat. Saya jadi ingat di tahun ini, video penyiksaan anjing sampai tewas, dilakukan tiga perempuan Asia. Videonya diunduh ke youtube dan mendapat banyak kecaman.

    Lihat artikelnya di sini: http://luar-negeri.kompasiana.com/2013/10/07/video-penyiksaan-terhadap-anjing-gegerkan-jagat-maya-598270.html

    *
    foto: dailymail

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan