- Home>
- Review Film >
- Frozen: Animasi Feminin yang Memukau
14 Desember 2013
FROZEN
menjadi film paling diminati di akhir tahun. Meski tanggal rilisnya
bertepatan dengan Hunger Games: The Catching Fire, namun film animasi
ke-53 dari Disney ini bisa mengejar ketertinggalan sebagai film box
office di bulan Desember 2013.
Apa yang menarik dari film ini? Mengapa rata-rata anak perempuan bahkan perempuan dewasa menyukainya? Simak review saya berikut ini.
Plot
Anna dan Elsa adalah sepasang adik kakak yang sama-sama akur dan menyenangkan. Mereka adalah anak perempuan dari raja dan ratu di sebuah kerajaan. Suatu malam ketika mereka masih kecil, Elsa sang adik menginginkan kakaknya menciptakan salju di ruang tengah. Anna yang pada awalnya enggan, akhirnya lumer atas keinginan sang adik. Anna yang memiliki bakat menciptakan salju, akhirnya menjadikan ruang tengah istana sebagai tempat bermain. Salju tercipta sana-sini, sampai-sampai ia membuat boneka salju yang lucu. Hal ini membuat Elsa senang bukan kepalang, hingga akhirnya tragedi itu terjadi. Elsa yang meloncat dari gunung salju ke gunung salju lain yang diciptakan Anna, akhirnya terjatuh. Elsa sekarat akibat terkena es yang diciptakan Anna.
Apa yang menarik dari film ini? Mengapa rata-rata anak perempuan bahkan perempuan dewasa menyukainya? Simak review saya berikut ini.
Plot
Anna dan Elsa adalah sepasang adik kakak yang sama-sama akur dan menyenangkan. Mereka adalah anak perempuan dari raja dan ratu di sebuah kerajaan. Suatu malam ketika mereka masih kecil, Elsa sang adik menginginkan kakaknya menciptakan salju di ruang tengah. Anna yang pada awalnya enggan, akhirnya lumer atas keinginan sang adik. Anna yang memiliki bakat menciptakan salju, akhirnya menjadikan ruang tengah istana sebagai tempat bermain. Salju tercipta sana-sini, sampai-sampai ia membuat boneka salju yang lucu. Hal ini membuat Elsa senang bukan kepalang, hingga akhirnya tragedi itu terjadi. Elsa yang meloncat dari gunung salju ke gunung salju lain yang diciptakan Anna, akhirnya terjatuh. Elsa sekarat akibat terkena es yang diciptakan Anna.
Hal itu membuat
Anna mengurung dirinya di kamar sampai remaja. Ia tak pernah keluar dari
kamar, terlebih sampai kedua orangtuanya meninggal saat dalam
perjalanan ke kerajaan lain. Mau tak mau Anna harus menjadi seorang ratu
dan ia harus keluar dari kamarnya. Sayang bakat menciptakan esnya itu
membuatnya tak terkendali. Kebingungan dan kecemasan membuat ia
menciptakan salju di negerinya. Ia pun kabur dari kerajaaan setelah
chaos yang diciptakan. Dan sejak saat itulah dia menjadi buron dan
dianggap membahayakan.
Sementara adiknya Elsa, yang mempunyai pacar dari kerajaan lain bernama Hans, sibuk mencari kakaknya ke gunung. Elsa mencari seorang diri hingga bertemu dengan Kristoff si pemecah es. Ia memiliki seorang rusa bernama Sven. Keduanya mengarungi salju abadi hingga akhirnya bertemu Anna yang menciptakan istana salju yang indah. Sayang, Anna tak mau diajak pulang. Ia menganggap dirinya berbahaya hingga ia terpaksa menciptakan monster untuk mengusir adik, Kristoff, Sven, dan boneka salju yang hidup.
Peristiwa semakin menegangkan saat seseorang di kerajaan ternyata memiliki niat jahat untuk menguasai kerajaan. Hingga akhirnya kakak adik ini pun diperdaya sedemikian rupa agar tidak pernah bertemu.
Animasi Feminin yang Memukau
Frozen merupakan film animasi yang diangkat dari kisah anak-anak. Seperti halnya film Tangled (2010) keluaran Disney yang berkisah tentang kisah gadis cantik berrambut panjang dan ibu yang jahat. Frozen diangkat dari salah satu karya Hans Christian Andersen berjudul The Snow Queen. Dan seperti halnya film Brave (2012) keluaran Pixar yang menjadi Film Animasi Terbaik Oscar 2013, Frozen juga merupakan film musikal.

Beberapa dialog disampaikan dengan lagu-lagu dramatis yang indah, lengkap dengan vokal ekspresif dan visualisasi menakjubkan. Hal ini cukup membuat penonton terpana bahkan 'merinding' mendapati sensasi tontonan seperti ini. Apalagi di saat Anna dan Elsa berduet dalam harmonisasi hubungan kakak adik yang sedang akur, bahkan ketika keduanya bersitegang.
Sementara mengenai latar, penonton akan dimanjakan dengan setting salju yang mendekati montage yang nyata. Sesungguhnya cukup banyak animasi berlatar musim dingin dan salju seperti dalam Happy Feet yang juga sama-sama musikal. Namun proses penciptaan salju dari Anna, membuat kita berdecak kagum!
Dan seperti halnya drama manusiawi, film ini konsisten berkutat pada hubungan psikologis kakak adik. Sekalipun ada gambaran romance, itu pun dihamparkan dengan porsi yang cukup. Sehingga pada saat menuju ending yang membuat kita dibuat berdebar-debar, bisa jadi kita terbawa patah hati dan menangis. Yeah, setidaknya film The Croods masih lebih baik dalam urusan membuat penontonnya menangis.
Porsi yang serba cukup dalam penyajian visual dan karakter tokoh, membuat film ini begitu mudah mendapatkan simpati yang dalam sekaligus impresi yang bisa dibawa pulang para penontonnya. Dan asal tahu saja, Frozen baru saja mendapatkan nominasi sebagai Film Animasi Terbaik Golden Globe 2014. Film ini bersanding dengan The Croods dan Despicable Me 2. Apakah Frozen akan membawa pulang Best Animation Feature? Saya sendiri menjagokan The Croods.
Apapun, sebaiknya kita tidak melewatkan film animasi ini. Frozen tampil sebagai animasi dengan audio visual yang prima, juga bagaimana para pengisi suaranya tampil dengan apik. Dan yang pasti film ini cewek banget alias feminin. Gestur tokoh perempuan, selera humor, bahkan paduan konflik, ditata dengan matang hingga berhasil merepresentasikan perasaan dan kebiasaan perempuan. Sehingga kemudian kita sangat merasakan bagaimana menderitanya mendapat bakat yang tak diinginkan dan yang mampu membuat orang lain celaka sehingga adalah tepat jika kita mengasingkan diri. Sementara di sisi Elsa, kita akan merasakan sakitnya kehilangan kakak, satu-satunya keluarga yang tersisa sepeninggal ayah ibu.
Frozen juga cocok dinikmati untuk penggemar film barbie atau pecinta kisah fairy tale. Sangat tepat ditonton bersama keluarga atau bersama pacar. Tapi buat para Jones, hey! Kau bahkan bisa menonton bersama teman-temanmu yang sesama jones juga! Bisa jadi setelah kalian nonton film yang feminin ini, kalian bisa lebih sensitif untuk bisa lebih memahami isi hati perempuan. :3
Sekian ... -_-
*
Sementara adiknya Elsa, yang mempunyai pacar dari kerajaan lain bernama Hans, sibuk mencari kakaknya ke gunung. Elsa mencari seorang diri hingga bertemu dengan Kristoff si pemecah es. Ia memiliki seorang rusa bernama Sven. Keduanya mengarungi salju abadi hingga akhirnya bertemu Anna yang menciptakan istana salju yang indah. Sayang, Anna tak mau diajak pulang. Ia menganggap dirinya berbahaya hingga ia terpaksa menciptakan monster untuk mengusir adik, Kristoff, Sven, dan boneka salju yang hidup.
Peristiwa semakin menegangkan saat seseorang di kerajaan ternyata memiliki niat jahat untuk menguasai kerajaan. Hingga akhirnya kakak adik ini pun diperdaya sedemikian rupa agar tidak pernah bertemu.
Animasi Feminin yang Memukau
Frozen merupakan film animasi yang diangkat dari kisah anak-anak. Seperti halnya film Tangled (2010) keluaran Disney yang berkisah tentang kisah gadis cantik berrambut panjang dan ibu yang jahat. Frozen diangkat dari salah satu karya Hans Christian Andersen berjudul The Snow Queen. Dan seperti halnya film Brave (2012) keluaran Pixar yang menjadi Film Animasi Terbaik Oscar 2013, Frozen juga merupakan film musikal.
Beberapa dialog disampaikan dengan lagu-lagu dramatis yang indah, lengkap dengan vokal ekspresif dan visualisasi menakjubkan. Hal ini cukup membuat penonton terpana bahkan 'merinding' mendapati sensasi tontonan seperti ini. Apalagi di saat Anna dan Elsa berduet dalam harmonisasi hubungan kakak adik yang sedang akur, bahkan ketika keduanya bersitegang.
Sementara mengenai latar, penonton akan dimanjakan dengan setting salju yang mendekati montage yang nyata. Sesungguhnya cukup banyak animasi berlatar musim dingin dan salju seperti dalam Happy Feet yang juga sama-sama musikal. Namun proses penciptaan salju dari Anna, membuat kita berdecak kagum!
Dan seperti halnya drama manusiawi, film ini konsisten berkutat pada hubungan psikologis kakak adik. Sekalipun ada gambaran romance, itu pun dihamparkan dengan porsi yang cukup. Sehingga pada saat menuju ending yang membuat kita dibuat berdebar-debar, bisa jadi kita terbawa patah hati dan menangis. Yeah, setidaknya film The Croods masih lebih baik dalam urusan membuat penontonnya menangis.
Porsi yang serba cukup dalam penyajian visual dan karakter tokoh, membuat film ini begitu mudah mendapatkan simpati yang dalam sekaligus impresi yang bisa dibawa pulang para penontonnya. Dan asal tahu saja, Frozen baru saja mendapatkan nominasi sebagai Film Animasi Terbaik Golden Globe 2014. Film ini bersanding dengan The Croods dan Despicable Me 2. Apakah Frozen akan membawa pulang Best Animation Feature? Saya sendiri menjagokan The Croods.
Apapun, sebaiknya kita tidak melewatkan film animasi ini. Frozen tampil sebagai animasi dengan audio visual yang prima, juga bagaimana para pengisi suaranya tampil dengan apik. Dan yang pasti film ini cewek banget alias feminin. Gestur tokoh perempuan, selera humor, bahkan paduan konflik, ditata dengan matang hingga berhasil merepresentasikan perasaan dan kebiasaan perempuan. Sehingga kemudian kita sangat merasakan bagaimana menderitanya mendapat bakat yang tak diinginkan dan yang mampu membuat orang lain celaka sehingga adalah tepat jika kita mengasingkan diri. Sementara di sisi Elsa, kita akan merasakan sakitnya kehilangan kakak, satu-satunya keluarga yang tersisa sepeninggal ayah ibu.
Frozen juga cocok dinikmati untuk penggemar film barbie atau pecinta kisah fairy tale. Sangat tepat ditonton bersama keluarga atau bersama pacar. Tapi buat para Jones, hey! Kau bahkan bisa menonton bersama teman-temanmu yang sesama jones juga! Bisa jadi setelah kalian nonton film yang feminin ini, kalian bisa lebih sensitif untuk bisa lebih memahami isi hati perempuan. :3
Sekian ... -_-
*
Score: 8/10
foto: imdb.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 Komentar:
Ng.. terbalik.. Elsa is the Snow Queen. Anna adiknya
Posting Komentar