- Home>
- Review Film >
- Mengenang Masa Kecil dengan "Pacific Rim"
22 Oktober 2013
BAGI yang menghabiskan masa kecilnya di era 90'an, ketika televisi swasta menjamur dan tayangan anak merajalela, pasti hafal benar dengan live action Power Ranger dan Ultraman. Seseorang kemudian membuatnya menjadi film epic berjudul Pacific Rim. Setting Jepang dan beberapa tokoh dari Jepang, merupakan penghargaan Guillermo del Toro karena telah mengadaptasi monster raksasa Godzila.
Meski tidak secara eksplisit terilhami dari dua mini seri pada masa kanak-kanak itu, tapi del Toro memang berhasil memancing perhatian penonton dewasa yang kehausan akan tontonan aksi fantasi yang unik. Bagaimana semua ini berhasil sehingga Pacific Rim menjadi film aksi musim panas tersukses tahun ini?
Plot
Kaiju adalah nama untuk monster raksasa yang datang dari dimensi lain. Mereka muncul di kealaman Samudera Pasifik dan menghancurkan Kota San Fransisco. Manusia membuat perlawanan untuk monster raksasa menyeramkan itu dengan membuat Jaeger, atau robot raksasa yang dikendalikan oleh dua orang pilot. Selama tujuh tahun Jaeger berhasil membuat dunia aman dari serangan Kaiju.
Tapi kemunculan Kaiju yang tiada henti membuat Jaeger kewalahan. Hingga akhirnya pemerintah berkeinginan menghentikan Jaeger dan membuat persenjataan baru. Tapi keinginan itu ditolak oleh komandan, Stacker, sang pria kulit hitam yang dulunya juga seorang pilot. Dua pilot dari Amerika yang dipekerjakannya yakni Raleigh dan Yancy, kembali bertugas mengalahkan Kaiju yang semakin tangguh. Apa daya kedua pilot itu kalah, Kaiju membunuh Yancy sementara Raleigh masih berada di badan robot dan tersungkur di sebuah pulau.
Hingga pada akhirnya para pilot Jaeger berkumpul di Jepang untuk bahu-membahu membusnahkan Kaiju. Mengingat Jager ternyata ada di setiap negara. Akan tetapi konflik muncul di tubuh komunitas saat adanya tokoh Mako Mari, yang ternyata seorang anak perempuan yang traumatis sejak keluarganya menjadi korban Kaiju. Meski pada awalnya diragukan menjadi seorang pilot, tapi ia dan Raleigh akhirnya menjalani misi besar yang sangat berbahaya.
Sementara itu peneliti lain mengetahui bahwa ternyata Kaiju berkembang biak dan rasanya tak mungkin dikalahkan. Empat jaeger pun diberangkatkan ke samudera. Salah satunya dikendalikan Mako dan Raleigh. Apakah mereka berhasil? Atau tewas sebagai pahlawan? Ah, pertanyaan macam apa itu. :P
Mengenang Masa Kecil dengan "Pacific Rim"
Pacific Rim adalah film sains fiksi musim panas tersukses tahun ini. Jika tahun lalu ada The Avengers, maka tahun ini ada Pacific Rim yang sudah meraih 400 juta dolar AS seluruh dunia. Tak hanya itu, film ini juga dibuat versi video game di bulan rilis yang sama. DVD blueray-nya sendiri sudah edar pada bulan September 2013. Dan rencananya, film ini akan dibuat sekuel. Meski publik sepertinya menaruh rasa penasaran yang kuat hanya untuk sekuel The Amazing Spiderman atau The Avengers. Kenapa?
Meski antusiasme penonton sangat tinggi, tapi setelah menonton Pacific Rim, sesuatu yang terasa hampa mungkin akan terasa seusainya pulang dari bioskop. Meski punya visual effect yang canggih, tapi Pacific Rim terlalu banyak "mengadaptasi" atau mirip dengan ide cerita lain. Kata simpelnya sih, "klise". Memang setiap film sains fiksi atau aksi atau yang lainnya melulu klise. Tapi begitu banyak kemiripan demi kemiripan sehingga membuat film ini tak impresif. Apa saja?
1. Power Rangers adalah para member yang menjadi robot kemudian bergabung dan menjadi robot raksasa dimana kelima member mengendalikan. Adegan dua pilot yang mengendalikan Jaeger memang mengingatkan kita pada aksi klasik Power Ranger. Meski kurang masuk akal, seperti bagaimana caranya membuat manusia terhubung dengan robot besar, tapi itulah film.
2. Kaiju dibuat tidak mirip dengan Godzilla. Kaiju cenderung bertanduk dan belakangan dapat terbang.
3. Bumbu Armageddon atau aksi bunuh diri selalu muncul di film-film kayak beginian. Setelah Promtheus, dimana para pilotnya meledakkan diri demi mengancurkan pesawat penyerang, hal yang sama terjadi dalam Pacific Rim.
4. Transformaer banget! Yap, bagi pecinta Transformer, Anda memang wajib menonton Pacific Rim.
5. Mirip film Independence Day, ketika Kaiju menyerang kota dan seakan segalanya akan kiamat. Hmm, ramuan yang usang tapi akan selalu menarik jika eksekusinya bagus, bukan?
6. Entah kenapa saya pribadi tidak menangkap adanya romantisme antara Mako dan Raleigh. Aksi malu-malu kucing meong Mako terlihat dibuat-buat. Hmm, FYI pemeran Mako ini pernah tampil sensasional dalam Babel, dimana dia mendapatkan nominasi aktris pendukung terbaik dalam banyak penghargaan film termasuk Oscar. Ya, dia tak ragu telanjang dan memperlihatkan alat kelaminnya. Entah kenapa pas tahu pemerannya dia, bayangan saya jadi "ke sana" :P Tapi pemeran Mako kecil benar-benar patut diacungi jempol. Katanya untuk adegan menangis, pemeran Mako kecil itu dimarah-marahi sang sutradara.
Dan del Toro adalah sutradara film Mimic (1997), Hellboy (2004) dan yang palin saya suka Pan's Labyrinth (2006). Ia telah berusaha keras untuk membuat film ini. Namun sayang karena terlalu banyak adaptasi, film ini mudah dilupakan.
![]() |
| Score: 7/10 |
foto: imdb.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)

0 Komentar
Posting Komentar