• 12 Oktober 2013

    PECINTA film horor 'sejati' mungkin akan menganggap remeh film ini. Tapi tidak dengan para penonton yang tak biasa menonton film horor. Insidious Chapter 2 adalah momok. Lengkap dengan penampakan hantu yang lebih sering muncul dibanding yang pertama. Dan jangan lupakan teknik menakut-nakuti James Wan yang tipikal, yakni manajemen musik yang tak diduga-duga. Alhasil, menonton Insidious 2 akan menjadi wisata menonton tersendiri selama satu jam lebih di dalam bioskop. Tapi apa setelah itu? Sebagian penonton masih membawa sisa-sisa ketakutan, sebagian lainnya tidak bahkan bersyukur film itu selesai.


    Adalah saya yang tentu tidak seorang, yang lebih asyik nonton horor bacok-bacokan ala Chucky ketimbang penampakan hantu gaje. Tapi tidak baik rasanya menolak traktiran teman di awal bulan kemarin :3 Sebagai manusia pemilik motto 'aku cinta gratisan', saya temani saja orang ini.

    Plot

    Penonton newbie sebaiknya menonton Insidious yang pertama sebelum menonton yang kedua. Sebab akan kebingungan sendiri jika menonton film secara 'satuan'. James Wan tak memberi banyak clue atau flashback dalam film yang bisa jadi punya alur rumit untuk penonton awam. Hal ini bisa dimaklum karena Insidious adalah box office pada 2011 sehingga penonton masih familiar dengan alur film ini. Tapi tentunya Wan tak sesongong itu. Sebagaimana layaknya sekuel, sang sutradara tentu membahas apa yang pernah terjadi sebelumnya lewat dialog dan meneruskan kelanjutan dari ending film pertamanya.

    Tapi dalam Insidious 1 (baca Insidious: Film Kelas B di Tangan Sutradara Kelas A, tersebutlah sepasang suami istri dengan dua anak laki-laki. Josh, nama sang suami itu, memiliki bakat astral traveller yang awalnya tak ia sadari. Dalam bahasa Indonesia artinya meraga sukma, atau kemampuan 'mengunjungi' dunia lain dan bisa jadi bakal tersesat. Dalton, anaknya, ternyata juga diwarisi bakat yang sama. Dalton diperalat oleh dua iblis yang saat ingin kembali ke dunia manusia dan melakukan tindakan jahat.
    Film ini diakhiri dengan Elise, sang pembasmi hantu yang harus tewas di tangan hantu. Dan di bagian kedua polisi mencurigai Josh sebagai pelaku pembunuhan terhadap Elise.

    Josh dan istrinya,Renai, mengungsi ke sebuah rumah dengan dua anak lelaki mereka Dalton dan Jordan, dan anak ketiga mereka bernama Cali. Kelima orang itu juga tinggal bersama Lorraine (ibu Josh).

    Teror ternyata memang tak berhenti. Perilaku Josh semakin hari terlihat aneh. Lorraine pun menghubungi dua teman Elise, yang juga sama-sama pemburu hantu. Mereka adalah Specs dan Tucker. Sayang keduanya salah perhitungan dan terkecoh sehingga hantu yang sebenarnya bisa diredam, malah semakin membahayakan.


    Horor Payah  "Insidious Chapter 2"


    'Nasib' film James Wan selalu sama, yakni lebih disenangi penonton yang bukan pecinta horor/thriller murni. Lagipula standar keseraman antara penonton satu dengan penonton lain memang berbeda.Namun dalam Insidious 2, Wan sangat berniat membangun keseraman meski lagi-lagi mengambil ramuan yang usang. Rumah tua, musik jrangjrang jreng-jreng, sampai cara penangkapan hantu yang sangat mirip dengan The Conjuring atau Insidious pertama.  Insidious Chapter 2 sendiri sudah meraup hampir 100 juta dari bujetnya yang hanya 1 jutaan dolar saja. 


    Mungkin yang membuat saya 'mual' adalah tindakan sangat mainstream dan teknik berulang yang dilakukan James Wan. Selalu punya formula yang itu-itu saja. Padahal dia adalah salah satu kreator SAW. Saya sangat berharap sosok kebanggan Malaysia ini menyutradari film yang kepar*t seperti SAW. Dalam dwilogi Insidious dan The Conjuring, ramuan horor klasik mungkin sangat kena bagi penonton. Kalau nggak rumah tua, pasti ada hantu-hantu. Pasti ada pemburu hantu dengan cara pemanggilan roh yang aneh. Jangan lupakan unsur tokoh anak-anak ala James Wan.

    Kesimpulannya, kalau Anda suka The Conjuring, Anda pasti akan suka film ini. Tapi saya adalah Squidward dengan tampangnya yang khas saat menonton film ini. Meski saya tak membawa 'apa-apa' sepulangnya, tapi setidaknya seminggu kemudian saya berhasil membuat tulisan ini sebagai 'kenang-kenangan'.  -_-

    *


    Score: 7/10

    foto: imdb.com

     

    1 Komentar:

    The Gryffindor's Boy mengatakan...

    wahh pdhl udah niat pngen nonton yg ini... soalnya Insidious 1 itu aku suka bgt. Memang sih, ragu sama horror yang cuma main kaget2an... pasti predictable, tapi ntah kenapa ada sensasi sendiri pas nonton Insidious... Kalo ada gore ny mungkin bakal lebih mantap, tapi setidaknya ini jadi alternatif kalo lg bosen sm yg darah2an. Mungkin juga James Wan memang sengaja bikin horror dgn aroma klasik versinya, yang tanpa harus sadis2an spt SAW, tapi dgn unsur suasana mencekam dn cerita yg kuat.

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan