- Home>
- Review Film >
- Cloudy with a Chance of Meatballs 2: Ketika Makanan Menjadi Monster
6 Oktober 2013
MASIH ingat dengan animasi yang berkisah tentang aneka jenis makanan yang berjatuhan dari langit? Adalah Cloudy with a Chance of Meatballs yang rilis pada tahun 2009, sebuah film animasi segar yang sekuelnya baru saja dirilis di akhis September 2013. Jika pada film pertama kita akan disuguhi usaha keras Flint Lockwood dalam menciptakan penemuan tak masuk akal yang kemudian terealisasi, maka yang kedua adalah kisah lanjutan mengenai bagaimana makanan-makanan ini bermutasi menjadi binatang. Yang kemudian disebut FOODNIMAL.
Plot
Swallow Falls awalnya sebuah desa yang aman tenteram, namun pasca dihujani aneka makanan raksasa dari langit, tempat itu kini menjadi habitat Foodnimal yang disangkakan seorang profesor, sebagai makhluk yang ganas. Para penduduk Swallow Falls akhirnya pindah untuk sementara ke San Franjose, California.
Flint Lockwood pada awalnya akan bekerjasama mengurus Swallow Falls bersama Samantha, seorang reporter cantik. Pada ending film sebelumnya, mereka terlihat ingin menjadi sepasang kekasih, padahal tahap 'ke sana' ternyata belum ada. Mereka hanya sedang berencana mengurus wilayah mereka yang penuh sampah makanan. Rencana mereka terhadang saat Chester V datang.
Ia adalah profesor asal India pemilik Live Corp. Flint sangat mengidolakan lelaki tua seperti Chester. Chester yang memiliki banyak duplikat dengan menggunakan teknik hologramnya ini kemudian mengundang Flint untuk datang ke kantor raksasa Live Corp. Sementara Live Corp sendiri akan membantu membersihkan Swallow Falls.
Selama enam bulan Flint bersama penemu muda lain berusaha membuat penemuan unik. Selama enam bulan itu Flint malah membuat penemuan bernama Pary in a Box, atau 'kotak pesta' dimana kotak itu akan meledak dan cat warna-warni akan mengenai orang sekitar. Saat pengumuman penemu terbaik, para penemu ini berkumpul. Chester bersiap mengumumkan sang pemenang. Sayangnya yang memenangkan kompetisi bukan Flint, melainkan ilmuan lain yang membuat mobil dengan tenaga KUCING. YA! KUCING ITU DITARO DI BAGIAN DALEM MOBIL AGAR BISA JALAN. WTF! Saya sebagai manusia kucing merasa tersinggung! :p
Flint merasa gagal dan ia putus asa. Tapi kemudian Chester mengundangnya untuk kembali memasuki Swallow Falls. Flint diperintahkan untuk mematikan FLDSMDFR, sebuah alat penemuannya sendiri yang mengubah air menjadi makanan (sudah disinggung di film pertama). Chester berpikir hanya Flint yang bisa mematikan alat itu karena jika tidak, momok Foodnimal akan menyerang dunia!
Flint membawa ayahnya, Sam, monyetnya, kameramen Sam, polisi Swallow Falls, dan juga si gendut Brent. Selama perjalanan, Sam menemukan 'fakta' bahwa sebenarnya Foodnimal ini bisa dijinakkan. Dan belakangan kita akan mengetahui kalau Chester adalah sosok yang jahat. Ia akan membuat Swallow Falls sebagai industri makanan. Dan bhawa Live Corp jika dibalik maka akan menjadi EVIL (setan). Saat Sam berkata bahwa Flint tak perlu memusnahkan Foodnimal, maka Flint menolak dan lebih mau bekerjasama dengan Chester. Sam CS marah dan ia berbalik arah bersama kawan-kawannya yang lain. Sementara ayah Flint menjaga kapal dan kemudian ia berkenalan dengan foodnimal tipe mentimun yang menyenangkan!
Seperti yang sudah teraba dari awal, Flint akhirnya tahu dirinya diperalat. Mesin FLDSMDFR pun mati dan sejak saat itulah foodnimal ditangkap dan Sam CS disandera. Dari sini, kita akan tahu kan, ending-nya akan seperti apa?
Cloudy with a Chance Meatballs 2: Ketika Makanan Menjadi Monster
Menyaksikan seri pertama film ini, kita mungkin akan dibuat lapar melihat bagaimana banyak makanan enak berjatuhan dari langit. Kita juga akan asyik menjelajahi area dimana makanan-makanan itu berukuran jauh lebih besar dari ukuran normal. Sekarang di jilid kedua, rasa lapar itu mungkin akan hilang. Kita akan diajak bertualang di negeri antah berantah layaknya masuk ke Jurrasic Park, dengan setting ala Avatar. Menemukan buah-buahan dan makanan yang berubah bentuk dan hidup bukanlah hal yang baru.
Menyaksikan seri pertama film ini, kita mungkin akan dibuat lapar melihat bagaimana banyak makanan enak berjatuhan dari langit. Kita juga akan asyik menjelajahi area dimana makanan-makanan itu berukuran jauh lebih besar dari ukuran normal. Sekarang di jilid kedua, rasa lapar itu mungkin akan hilang. Kita akan diajak bertualang di negeri antah berantah layaknya masuk ke Jurrasic Park, dengan setting ala Avatar. Menemukan buah-buahan dan makanan yang berubah bentuk dan hidup bukanlah hal yang baru.
Meski kurang segar dari seri pertama, tapi kita akan menemukan banyak hewan aneh seperti burger laba-laba, tacos buaya, bahkan stroberi imut. Perkara klise, CWACOM 2 ini punya ramuan ala film Up atau Incredibles. Ketika role model yang selama ini kita puja-puja, ternyata jahat dan merugikan orang banyak. Yang jelas scene demi scene film ini sangat enak dinikmati dan penuh dengan komedi/gestur komedi yang mudah dimengerti. Khususnya untuk penonton anak-anak.
Film ini masih diputar di bioskop Indonesia. Dirilis worldwide pada 27 September 2013 dan menjadi box office menduduki posisi 1 pada minggu pertama pemutarannya di Amerika.
*
*
Score
8/10
foto: imdb.com
Oh ya, hari ini keponakan saya berulang tahun yang kesepuluh. Semoga lain waktu kita bisa menonton bareng lagi :')
foto: facebook.com/samandayu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 Komentar
Posting Komentar