• 5 November 2013

    BOSAN dengan tontonan film sains fiksi yang semakin booming di tahun ini? Machete Kills mungkin menjadi pilihan yang menyenangkan. Itu pun dengan banyak catatan. Pertama, film ini datang dari genre film kelas B. Apa itu? Nanti akan saya jelaskan. Kedua, film ini adalah sekuel. Ketiga, banyak hal-hal absurd dan apa-apaan. Keempat, okey ini spoiler. Tapi film ini punya ending yang jauh lebih apa-apaan. Sebagaimana film Ketika Cinta Bertasbih yang pakai titel "bersambung" di film pertamanya, Machete Kill pun melakukan hal yang serupa. Tapi tentunya lebih punya kelas ketimbang film-film kelas FTV yang diputar di bioskop.



    Plot

    Film pertamanya Machete, adalah proyek film horor dari Grindhouse yang salah satunya disutradarai sutradara kawakan, Quentin Tarantino. Macehete (dibaca: Macete), adalah pembunuh bayaran asal Meksiko. Wajahnya penuh parut dan ia adalah legenda. Meskipun wajahnya "berkarakter" dan dingin, tapi ia sangat mudah menaklukkan hati wanita. Bukan karena dia flamboyan, tapi memang dia punya aura maskulinitas -atau sejenis itu.

    Film ini mengambil tema peperangan antara orang-orang latin VS Amerika Serikat. Di era kini namun dengan alur dan isu yang tentunya fiktif, orang-orang Meksiko mengalami tindakan deskriminatif di US. Begitupun sebaliknya.

    Seorang gangster yang diketuai Mendez sang Meksiko, mengibarkan bendera perang pada AS. Presiden AS pun akhirnya menyuruh Machete untuk mencari Mendez dan membunuhnya. Tapi sesampainya di Meksiko, Mendez ternyata meletakkan bom waktu di Washington. Sementara pengendali bom telah tertanam di hati. Artinya jika Mendez mati, maka Washington pun akan terkenabom nuklir secara otomatis.

    Machete mengalami serangan yang tak terduga. Selain melawan gengnya Mendez, ia juga harus diburu oleh dua lawan. Pertama cewek-cewek di rumah bordil yang punya senjata tak lazim, kedua seorang pembunuh bayaran yang menginginkan Machete dibunuh (sebab ada selebaran bahwa siapapun yang menangkap atau membunuh Machete, akan diberikan uang yang sangat banyak).

    Kekacauan terjadi saat Machete nyaris tewas di perbatasan. Ia kemudian bertemu dengan seorang miliyuner yang punya laboratorium canggih. Selain punya kemampuan mengkloning manusia unggul, ia juga berencana menghancurkan dunia dengan konspirasinya.

    Machete Kills: Tontonan Maskulin dan Absurd

    Plot nyeleneh Machete Kills "diperparah" dengan sub-plot yang tak kalah absurd. Tema konflik di perbatasan dan ketegangan AS VS Meksiko, didramatisasi dengan isu politik. Dimana presiden AS (yang tentunya fiktif) punya kepentingan untuk mempertahankan jabatannya dengan memanfaatkan situasi dan membuat konflik buatan. Sementara seorang miliyuner yang barangkali menggambarkan pengusaha sukses yang haus obsesi, digambarkan oleh seorang yang punya laboratorium raksasa. Entah untuk menciptakan kloningan, atau membuat pesawat luar angkasa. Bahkan sampai menciptakan senjata yang dapat mengubah manusia/objek menjadi luluh lantak tanpa sisa.

    Ada pula penjahat seribu wajah yang diperankan Lady Gaga (dan secara bergantian tokoh seribu wajah ini diperankan aktor Anthonio Banderas dan lainnya), seorang pembunuh bayaran yang pastinya menjadi magnet film dengan rating 6 di IMDB ini. Sementara aksi baku hantam dengan senjata api pun sangat memuaskan dimana kita terkejut dengan orang yang tiba-tiba saja ditembak.

    Begitu banyak yang harus disampaikan dalam Machete Kills. Ini adalah film maskulin dan cocok ditonton sekawanan anak-anak kosan/mahasiswa/pekerja yang membutuhkan tontonan lain. Seseorang tak harus menonton film Machete yang pertama. Dan lagipula film pertamanya memang tidak booming di Indonesia. Tapi kalau harus jadi tontonan pilihan bersama pacar dan keluarga, sungguh pilihan yang buruk. Machete Kills dianggap sebagai film kelas B karena masuk ke dalam genre slasher/gore, yang selalu tak akan bisa mendapatkan penonton yang banyak. Meskipun ada Lady Gaga dan sederet artis papan atas di sana. Namun untuk penikmat genre horor/action/thriller, tonontan ini amat tepat.

    Dan karena menonton di bioskop Indonesia, kita harus paham seberapa tega orang-orang Lembaga Sensof Film itu menggunting adegan demi adegan yang dianggap sadis. Wah, kalau kayak gini mah nggak ada ubahnya kayak lihat film yang diputer di TV, dong! Rasanya saya kepengen download film Machete Kills yang pastinya akan segera terbit (Beberapa film Hollywood biasanya cepat tersedia dalam bentuk DVD -mungkin bulan Januar 2013. Dan film genre horor slasher yang lain bahkan langsung diedarkan via DVD, dan tidak diedarkan di bioskop).

    Dan seperti yang sempat saya singgung, apa itu genre film kelas B? Adalah genre film aksi yang dibalut sensualitas. Genre horor slasher (penjagalan), juga masuk ke sini. Film genre kelas B ini tak begitu mendapatkan banyak perhatian bahkan langsung dikategorikan buruk tanpa perlu seseorang menontonnya. Genre kelas B bisa jadi sebuah pop candy dalam industri musik. Mereka tak akan pernah masuk Grammy/Oscar, tapi karena film juga menyentuh masalah selera,maka film kelas B pun punya penggemar tersendiri.


    Pada akhirnya Machete Kills yang dipenuhi cewek-cewek cantik, seksi, dan garang, dengan bumbu aksi yang tak main-main dan selalu mengejutkan, akan selalu menjadi tontonan menyenangkan beberapa penonton. Khususnya penonton dari gender lelaki yang haus akan adegan aksi dan perempuan seksi. Namun bagi penonton yang mendamba alur dan konflik yang indah, film ini mungkin sebuah mimpi buruk.

    Score: 9/10

    *


    0 Komentar

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan