- Home>
- Penghargaan Samandayu >
- Penghargaan Samandayu 2012 Readers' Choice #1
19 Juni 2012
PENGHARGAAN Samandayu adalah penghargaan virtual yang diberikan kepada pelaku seni baik skala lokal maupun mancanegara. Karena bentuknya apresiasi, award tahunan ini tentu amat berbau subjektifitas. Tapi sejak tahun lalu, Samandayu membuka Reader Choice, Silakan di-vote buay yang mau ikut berapresiasi. Tahun ini ada sekira 20 kategori yang bisa teman-teman vote.


FILM TERBAIK
Film terbaik (Best Picture) untuk pilihan subjektif, hanya terdiri dari lima nominasi. Namun untuk pilihan pembaca, Samandayu sengaja membuka 10 film yang Saman anggap baik Beberapa film di bawah ini pernah Samandayu bahas. Silakan klik untuk mengetahui atau mengulang membaca review versi Samandayu. Sisanya merupakan artikel dari databasefilm.blogspot.com
FILM TERBURUK
Penghargaan Samandayu juga memberikan penghargaan ironical Film Terburuk (Worst Picture). 'Buruk' hanyalah sebuah sindiran dan bentuk kekecewaan saya sebagai penikmat film-film tertentu. Film-film itu bisa saja di luar ekspektasi, benar-benar buruk, atau hal-hal personal lainnya.
8 Penghargaan untuk Para Aktor
Arifin Putra dalam Badai di Ujung Negeri - Sebelumnya sukses bermain dalam Batas tahun lalu. Kini kembali bermain dalam film non-mainstream yang tampaknya akan sepi apresiasi dari berbagai ajang perfilman lokal.
Donny Damara dalam Lovely Man - Baru saja mendapat penghargaan aktor terbaik di skala Asia dan lokal. Dia kembali memerankan tokoh waria seperti yang pernah dimainkannya dalam sebuah FTV.
Qausar Harta Hardana dalam Pengejar Angin - Debut aktingnya yang meyakinkan membuat Festival Film Bandung jatuh hati dan memberinya gelar Aktor Terpuji.
Rio Dewanto dalam Modus Anomali - Memerankan psikopat yang memiliki dua kepribadian akibat serum yang sengaja disuntikkan pada tubuhnya untuk memberi sensasi di luar normal. Rio merupakan rising star di jagat perfilman Tanah Air. Semoga dia selektif memilih peran agar tidak setipikal dengan para aktor yang kemudian tidak lagi ekslusif seperti Reza Rahadian atau Tora Sudiro.
Herjunot Ali dalam Di Bawah Lindungan Kak'bah - Sama halnya seperti Arifin Putra, ketampanan membuat sebagian kritikis film mengenyampingkan kualitas aktingnya. Dia bermain total dan emosional dalam film ini. Junot pernah memenangkan Aktor Terbaik pada Penghargaan Samandayu 2006 dalam film Realita Cinta dan Rock N Roll.
Laudya Chynthia Bella dalam Di Bawah Lindungan Ka'bah - Kemampuan aktingnya sudah tidak diragukan lagi kala dengan begitu naturalnya dia bisa amat tertawa lepas dan mengeluarkan air mata di beberapa scene terpenting.
Cut Mini dalam Arisan! 2 - Tampil sebagai perempuan pengidap kanker yang sekaligus menjalani pencarian spiritualnya. Mini berhasil membawakan bagaimana seorang jetset menghadapi akhir-akhir dalam hidupnya.
Prisia Nasution dalam Sang Penari - Memerankan tokoh legendaris, Srintil, dalam novel Susastra, membuatnya diganjar banyak penghargaan sebagai Aktris Terbaik di skala lokal.
Raihaanun dalam Lovely Man - Lama tak terdengar, Raihaanun tampil natural dalam beban psikologis yang ditempanya sebagai anak seorang waria dalam Lovely Man.
Pevita Pearce dalam Dilema - Pevita bermain dalam dua film omnibus tahun ini. Meski porsinya sebagai peran utama tidak terlalu besar, namun ia amat menjiwai karakter anak broken home yang kemudian mengonsumsi narkoba.
Joe Taslim dalam The Raid - Tampil sebagai pemimpin tim SWAT yang terkecoh atas ulah atasannya sendiri
Mathias Muchus dalam Pengejar Angin - Peraih Citra di kategori dan dijuri oleh dirinya sendiri ini tampil di luar karakter yang biasa diperankannya.
Ray Sahetapy dalam The Raid - Meski tidak baku hantam, tapi Ray berhasil membawakan pemimpin gangster yang bengis sekaligus mencekam hanya dari kata-katanya.
Edward Gunawan dalam Arisan! 2 - Tampil tenang sebagai ahli terapi pengobatan alternatif yang mengurus setiap pasien penderita kanker.
Adinia Wirasti dalam Arisan! 2 - Tampil sebagai bartender pengidap kanker rahim sekaligus memiliki kecenderungan biseksual.
Bella Esperance dalam The Perfect House - Aura misterius sekaligus ketegangan tercermin dalam tokoh nenek protektif yang dibawakannya.
Jenny Rachman dalam Di Bawah Lindungan Ka'bah - Aktris senior ini kembali berperan dengan meyakinkan sebagai seorang ibu tanpa suami yang mengidap penyakit mematikan diam-diam.
Sita Nursanti dalam Fisfic Vol.1 - Tipikal bos jutek dan menyebalkan dibawakan amat meyakinkan sehingga tak ada satupun simpati penonton yang tertoreh kepadanya.
Wulan Guritno dalam Dilema - Seorang lesbian karena trauma terhadap laki-laki sekaligus pengedar narkoba dibawakan secara apik oleh Wulan.
Giorgino Abraham dalam Pengejar Angin - Tendangan dari Langit merupakan debut pertamanya, namun mencuri perhatian sebagai rival Dapunta dalam Pengejar Angin.
Gazza Zubizareta dalam Negeri 5 Menara - Berhasil membawakan gambaran pemuda lugu sekaligus taat dalam film 'dokumentasi' kehidupan pesantren dalam Negeri 5 Menara.
Joe Taslim dalam The Raid - Pertama kali tampil dalam Karma, kali ini berperan sebagai ketua Tim SWAT yang diperdaya oleh atasannya sendiri dalam film action-thriller box office, The Raid.
Nirwan Dewanto dalam Soegija - Berhasil membawakan tokoh pastur dalam film epic, Soegija.
Qausar Harta Hardana dalam Pengejar Angin - Mengerahkan kemampuan motorik serta penghayatan mimik dalam film berbau lokal dan edukatif, Pengejar Angin.
Tara Basro dalam Hi5teria - Pertama kali tampil tahun lalu dalam Catatan Harian si Boy, finalis Gadis Sampul ini berperan dalam salah satu film pendek, Hi5teria.
Gesata Stella dalam Sanubari Jakarta - Berperan sebagai lesbian yang dikecewakan pasangan lesbiannya saat mengumumkan diri untuk menikah dengan lelaki.
Prisia Nasution dalam Sang Penari - Jam terbangnya yang tinggi sebagai pemain FTV membuat aktingnya layal mendapat apresiasi dalam film adaptasi novel ini.
Miea Kusuma dalam Sanubari Jakarta - Berperan sebagai desainer transgender yang masih menyimpan cinta pertama di masa kecilnya.
Astrid Tiar dalam Badai di Ujung Negeri - Berhasil memerankan gadis melayu dalam debut layar lebarnya bersama Arifin Putra.
Reza Rahadian dalam Broken Heart, Hafalan Shalat Delisa - Kerap kali terlihat bangga memboyong banyak penghargaan, namun kekurangselektifannya dalam memilih peran demi tuntutan fulus, membuatnya hanya akan menjadi aktor tipikal yang akan cepat dilupakan.
Fedi Nuril dalam Get Married 3 - Get Married membodoh-bodohi para penonton dengan dipilihnya Fedi yang jelas-jelas berbeda tipikal dari struktur wajah Nino Fernandez atau Richard Kevin.
Lukman Sardi dalam Hatrick - Wajah perfilman nasional kita kerap kali diwarnai wajah orang ini. Seakan-akan dialah satu-satunya aktor berkualitas plus yang punya nilai jual.
Deddy Corbuzier dalam The Mentalist, Hi5teria - Satu bidang yang belum dan semoga tidak dijarahnya adalah bidang menyanyi. Deddy membawa mimpi buruk dalam dua film yang dibintanginya tahun ini.
Olga Syahputra dalam Kungfu Pocong Perawan - Bermain main-main dan kembali menjadi dirinya sendiri dalam sebuah film serba apa-apaan.
Nirina Zubir dalam Hafalan Shalat Delisa - Berusaha menggaet penonton dengan menampilkan Nirina dan sederet aktor kenamaan lain, namun film adaptasi novel ini dianggap tidak berhasil.
Dewi Perssik dalam Mr Bean Kesurupan Depe - Ratu sensasi ini turut berperan besar dalam usaha menipu publik dengan permainan kosakata yang dianggapnya cerdas pada berbagai media online.
Julie Estelle dalam Broken Heart - Kembali bermain tipikal dalam film dengan alur mentah.
Jessica Iskandar dalam Kungfu Pocong Perawan - Jessica kemudian menjadi seorang komedian yang besar karena aktivitas sensasi picisannya bersama Olga.
Maya Otos dalam Hi5teria - Tampil kaku dalam salah satu film pendek dengan tata teknis mentah.
Ayo, voting di sini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
10 Komentar
Saya sudah vote :)
mentalist vs kungfu pocong perawan, yang paling jelek yang mana?
mr.bean kesurupan depe .film paling tdk pantas mendapatkan sgla bentuk apresiasi.film dg kebohongan dan pembodohan publik paling kejam menurutku
jelas, Dedy Corbuzier benar-benar pendatang perusak per-film-an Indonesia :D
SUDAH SAYA VOTE..
udah :D
salam kenal & sukses selalu
menghina banget itu .... artis terburuk la , film terburuk laa ....
sama - sama Buruk..sampah!!!!
suka blog ini, kungfu pocong n mr bean kesurupan artis alay the worst movie.
Hapalan sholat delisa pengambilan gambar dan aktingnya kurang pas, terkesan seperti sinetron...
Cut Mini saya rasa bagus. Mulai memerankan ibu guru yang alim di laskar pelangi sampai seorang sosialita di airsan cukup memukau.
Rio dewanto n dony damara de best lah bisa berubah karakter n pas dengan perannya.
Posting Komentar