- Home>
- Film Horor >
- Jangan Terkecoh dengan Abraham Lincoln: Vampire Hunter
22 Juni 2012
Untuk ulasan kedua film itu akan menyusul. Maklumlah saya kurang begitu antusias me-review film-film animasi. Abraham Lincoln adalah presiden Amerika Serikat ke enam belas yang fenomenal karena dikenal menghapus perbudakan. Film bergenre thriller/horror ini jelas bukan film sejarah yang sudah dibuat Steven Spielberg dan ditayangkan di akhir tahun ini. Film tentang Lincoln ini adalah film fiktif yang mengambil tokoh dunia sebagai sang pemeran utama. Ketika perjalanan hidupnya tidak hanya diwarnai oleh perjuangannya di kancah politik, melainkan melakukan aksi 'rahasia gelapnya' sebagai si pembunuh vampir.
![]() |
| Berdasar novel yang terbit taun 2010/wikipedia.com |
Hal ini bermula ketika Lincoln di waktu muda menyaksikan ibunya tewas di tangan vampir. Didasari itu, dia berniat untuk membumianguskan semua vampir yang ada di dunia ini. Dia berkenalan dengan Henry yang membimbingnya menjadi 'pendekar'. Lincoln lebih memilih kapak yang kelak punya senjata api khusus di gagang kapak tersebut. Belakangan diketahuilah bahwa Henry sebenarnya seorang vampir yang berniat membunuh gangster vampir. Namun karena sesama vampir tak bisa saling membunuh, Henry pun menggunakan Lincoln.
Kisah pun berlanjut dengan klise ketika Lincoln akhirnya terpilih sebagai presiden dan untuk sementara pensiun dari si pemburu vampir. Ia percaya bahwa hanya dengan kata-kata, dunia bisa berubah di tangannya. Itu memang terbukti, namun suatu hari seorang vampir mencelakakan anak semata wayangnya hingga tewas. Hal inilah yang membuat Lincoln kembali menjadi pemburu vampir. Hingga akhirnya dia punya cara untuk membunuh vampir itu, yakni dengan menggunakan senjata yang terbuat dari perak.
Jangan Terkecoh dengan Abraham Lincoln: Vampire Hunter
Pertama kali menemukan film ini jauh-jauh hari, saya tahu kalau film ini tentulah film fiksi. Jadi lumayan bodoh jika Anda bertanya pada Om Google sekadar memastikan apa Lincoln benar-benar seorang pembunuh vampir. Nyatanya, lumayan banyak film-film yang mengambil tokoh presiden terkenal dalam balutan film fiksi. Di Indonesia contohnya, ada film Kala yang mengangkat tema harta karun presiden pertama yang notabene Soekarno. Film tersebut memang sengaja memburamkan latar dengan tahun dengan wardrobe, tata artistik, atau naskah yang terjaga. Sementara dalam salah satu cerita Fisfic Vol.1, presiden Soekarno dan para pengawalnya dikisahkan dihadang oleh vampir penjajah Jepang saat menuju Rengasdengklok.
Kita tentu tak perlu memercayai dan 'mengutuk kebohongan' tersebut. Karena sifatnya memang untuk menghibur. Sama halnya dengan Abraham Lincoln: Vampire Hunter. Dengan judul yang 'mengundang' minat penonton genre drama sejarah, sekaligus menarik perhatian penggemar film slasher. Tapi perlu diingat jika Anda datang dari film bergenre actio atau horror berbau zombie, sebab Anda mungkin menjadi salah satu orang yang paling mampu memberikan kritik pedas pada film ini.
![]() |
| imdb.com |
![]() |
| ew.com |
Tidak ada yang istimewa dalam pendalaman akting para tokohnya. Semua berakting sesuai porsi dan harus menyerah pada naskah yang sengaja dipersempit. Mengingat film ini memang berdasar novel. Oleh karenanya, plot begitu dinamis dicerna dengan jalan berliku dan membuat ekspektasi penonton begitu tinggi di tengah-tengah scene. Namun apa yang terjadi saat menuju ending, sebagian mungkin hanya bisa menelan ludah kecewa. Karena efek dramatis tidak dibarengi dengan ending yang nendang. Bahkan terkesan amat mengada-ngada, klise, dan eksekusi yang terlalu cepat pada kematian tokoh antagonis 'ganas'. Seolah kita memang sadar telah dibuat idiot usai menyaksikan film ini.
Meski demikian, tata teknis patut mendapat apresiasi ekstralebih terutama dari sisi sinematografi dan efek visual. Selain aksi tebas-tebasan vampir, scene peperangan di antara kuda-kuda yang liar berlari menjadi salah satu scene yang paling mencengangkan. Jangan lupa scene peperangan di atas kereta api di atas jembatan koyak yang mengingatkan kita pada ending film Wanted. Namun, meski disutradarai oleh orang yang sama, jelas Wanted jauh lebih impresif, baik dari sisi teknis maupun cerita.
Abraham Lincoln: Vampire Hunter tidak saya sarankan untuk penggemar film vampir seperti Twilight. Sebab setiap kreator punya 'hukum' masing-masing soal tipikal vampir yang dibuatnya. Paling tidak film ini mampu membangkitkan selera keindahan lewat tata artistik dan sinematografi yang indah ala Tim Burton, juga aksi peperangan yang rapi. Secara personal, mari nikmati akting si cantik Mary Elizabeth Winstead yang populer lebih dulu dalam Final Destination 3 dan Black Christmas. Sementara Lincoln yang memesona, berwibawa sekaligus to the point, diperankan baik oleh Benjamin Walker.
*
Score: 75
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



4 Komentar
penasaran liatnya jg, biasanya vampire kyk gini yg lbh bagus drpada twilight, the truly of vampire. apalagi dr segi sinematografi dan efek visualnya biasanya lbh bagus.
well, mmg utk menilai sbuah karya harus objektif. krn beda genre antara vampire hunter dg twilight. But twilight really ruined of vampire image >.<
Vampire blink blink kena matahari.. omigod #tepok jidat wana
utk film vampire hunter ini, agak ketawa jg bayangin lincoln seorang vampire hunter.. HHMMPPPHHHH... terlalu imajinatif yg bkin novelnya :))
cukup membacanya aja udah bikin aku ouas, jd gak perlu lihat filmnya aja deh! udah tahu seperti apa filmnya. thanks
Kata temen gua ga rame filmnya, jadi gua belom nonton, hehehe...
tulisan ga mutu,bikin cengir
Posting Komentar