• 28 Mei 2015







    FILM Human Centipede (HC) menjadi film paling di-bully terutama oleh kalangan bukan pecinta film gore dan horor. Justru HC dipuji habis-habisan oleh pecinta film horor. Dalam film horor, jangan pernah sekali-sekali terlalu mengkritisi hal detail mengenai seberapa logis alur bahkan motif tokoh yang ada. Horor harus dipandang sebagai horor, tidak sebagai drama. Lah, film horor tapi dikritisi dari kacamata drama. Makan lipan aja lo!

    Tentu saja sebagai penggemar karya Tom Six ini, saya menaruh ekspektasi besar. Film HC pertama (The First Sequence) rilis pada 2009. Merupakan drama minim bujet dengan eksekusi yang tidak terlalu mengecewakan. Film keduanya (Full Sequence) rilis pada 2011 dan menjadi film gore paling sadis sepanjang sejarah.  Kini film terajhir HC muncul dengan judul The Last Sequence. Dengan trailer megah, film berwarna, dengan gadang-gadang 500 manusia yang akan dijadikan manusia kelabang, siapa yang tidak tergiur.

    Film ini rilis resmi hanya lewat penjualan DVD pada 22 Mei dan langsung bisa diunduh gratis di internet. Saya telah mengunduhnya dan menikmati sajian film sakit ini. Bagaimana review-nya?

    Plot 

    Adegan dibuka dengan Dwight sang akuntan penjara yang mempetontonkan dua film HC pada bosnya, Bill Boss, sang kepala penjara. Dwight berpikir dengan membuat tahanan menjadi manusia kelabang,akan ada efek jera di dunia kriminal. Sekaligus, menghemat pengeluaran.  Boss harus mampu mengatasi keruwetan penjaranya karena ia di bawah tekanan sang gubernur yang bentar lagi mau ikutan pilpres.

    Awalnya Boss tidak setuju dengan usulan gila Dwight, tapi karena terdesak, akhirnya Boss setuju. Para napi awalnya dipertontonkan dua film HC yang superromantis itu. Mereka semakin takut dan murka saat Boss ingin mereka jadi manusia kelabang.



    Eksekusi dimulai. Satu per satu tahanan dibawa ke ruang medis dan dioperasi. Hingga kemudian gubernur datang dan melihat 500 napi yang sudah jadi manusia kelabang. Sang gubernur berpikir ini terlalu berlebihan dan melanggar HAM. Reaksi gubernur membuat Boss tahu dirinya gagal. Ia nyaris bunuh diri, lalu dia menembak dokter penjara. Setelah gubernur kembali dan menyatakan kesetujuan, Boss malah menembak Dwight. Semata agar Dwight disangka membunuh dokter penjara.

    Cerita menggantung sampai di situ. Boss digambarkan berteriak hebat saat  Magrib pada manusia kelabangnya.


    Eksekusi 

    Kalau HC satu nuansa thriller-sexy-nya sangat terasa. Yeah,sejenis horor tipikal yang menyertakan dua aktris seksi dan cantik. Kemudian yang kedua, HC dimulai tanpa basa-basi, semifilmbisu dan hitam putih menggoda. Dalam HC 3, kita diajak mendengar percakapan Boss dan Dwight yang sangat dominan.

    Mendengar Boss bicara bikin telinga nyaris robek. Mengapa untuk memberikan kesan dia SARA, Rasis, mental illness dan psikopat, sepanjang scene dia harus seperti itu?



    Rupanya karena memang film ini kelas B, dalam artian dari segi bujet. Makhluk di bulan pun yakin kalau film ini didanai Universal Studio, bisa jadi bakal geger. Ibarat kata, film ini hanya dibiayai MNC Pictures atau MAXIMA. Jadi hanya seadanya.

    Adegan eksekusi narapidana pun tidak dibuat wah karena yang terlihat hanya sekian tokoh saja. Tauk-tauk kita diajak melihat hasilnya. Ya, orang-orang pada nungging di lapangan dengan mulut ke anus orang yang ada di depan.

    Walau demikian adegan sadis yang tersaji dan jorok masih dapat kita endus-endus walau mudah ditebak. Salah satunya saat Boss menyiksa satu napinya dengan menyiramkan muka dengan air panas. Yang mengerikan saat dia memotong buah pelir seorang tahanan kemudian buah pelir itu dijadikan nugget dan dimakan.

    Sisi psikopat Boss secara seksual terpapar sedemikian menjijikkan. Contohnya saat jari Boss masuk ke bagian dalam sekretarisnya. Menyurut sekretarisnya memberikan oral seks di ruang kerja. Menyetubuhi sekretarisnya yang sedang dalam keadaan koma. Tak berhenti sampai di situ. Sekretaris itu jadi satu-satunya perempuan yang dimasukkan ke dalam protek manusia kelabang.

    Bagaimana dengan ending? Jujur hobi Boss yang suka bawa-bawa pistol bikin deg-degan. Masalahnya suka sembarangan nembak orang. Klimaks yang seharusnya memberi kesan, malah gagal total. HC 3 kemudian hanya menjadi trilogi yang tidak menyenangkan sama sekali.

    Dalam HC satu tokoh dokternya jadi berkesan karena porsi kemunculannya tidak terlalu banyak. HC dua menjadi sangat berkesan karena si antagonis gila itu begitu 'innocent' dan terlihat natural. Yang ketiga, penonton seperti dipaksa makan mentah-mentah karakter menyebalkan si Bill Boss. Denger caranya ngebacot aja udah capek. Menonton ini kamu seperti selalu diteriak-teriaki, dikasih sumpah serapah tak henti-henti. Jadi tidak tenang dan tidak nyaman.


    Yeah, trilogi yang gagal.  Tapi apa yang dilakukan Tom Six dan timnya perlu dapat apresiasi. Susah lho, menebus janjinya bikin trilogi karena HC sudah di-setting untuk menjadi tiga seri. Semoga ada film Tom Six lain yang lebih gila lagi.

    Di luar itu film HC ini buat saya nggak lebih dari tamparan buat para penonton manja yang berjamuran. Pada kenyataan sebenarnya begitu banyak peristiwa tragis seperti peperangan dan sejenisnya. Dan sekarang mereka murka-murka hanya karena sebuah film?


    Score: 5/10

    6 Komentar

    Alvi mengatakan...

    Menurut saya sih gak terlalu salah mengapa banyak orang yg bukan pecinta horor dan gore seperti saya mengharapkan crita yang sedikit berkualitas seperti character development, dan juga sedikit simpati dari kita sebagai penonton, itulah mengapa film kayak the excorcist menjadi legendaris. kalo dari gore mungkin contoh terbaik ada di film i saw the devil dimana dari segi teknis, cerita, serta gore nya gak bisa diremehin..

    Unknown mengatakan...

    Film gila

    Unknown mengatakan...

    Film gila

    Unknown mengatakan...

    Klo ada lInk donwload nya dari seri 1 sampe 3 mantep nih gan :D terutama seri 2 dulu deh yg katanya paling berkesan :D

    Anonim mengatakan...

    Gile anjay :v
    Ditunggu kunbalnya gan
    Http://kecabang.blogspot.com

    Unknown mengatakan...

    Di cinemaindo.com ada lengkap 1-3 udah ada hardsub indonya

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan