• 10 Juli 2015




     JURRASIC Park (JP) yang rilis tahun 1993 adalah film sains fiksi epik yang kemudian dikenang sepanjang masa. Apalagi animo masyarakat terhadap dinosaurus sangat tinggi kala itu. JP juga menjadi cikal bakal berkembangnya film dengan teknik manual effect dan CGI.

    Trilogi JP pun diciptakan. Adalah The Lost World dan JP3. Sayang dua film ini tidak sebaik yang pertama. Apalagi yang ketiga, sangat membosankan. Franchise JP ternyata tak berhenti sampai di situ. Jurrasic World (JW) rilis tahun 2015 dan langsung menjadi box office.

    Orang-orang mungkin sudah jenuh dengan hewan purbakala itu. Cukup banyak film berbau dan bertema dinosaurus pada akhir 90an. Namun keberadaan JW jadi angin segar tersendiri. Orang-orang kembali penasaran, seperti apa taman jurasik yang sekarang?

    Ternyata hasil filmnya tidak mengecewakan. JP berhasil karena saat itu sedikit sekali film-film dengan efek megah. Kreator JW tahu itu dan mencoba membuat sejenis 'reebot' dari JP: ketika cukup banyak scene yang mirip dengan JP.

    Berikut review saya yang penuh dengan spoiler:

    PLOT

    20 tahun setelah insiden mengerikan JP, taman hewan kloningan ini dibuka kembali dengan nama Jurrasic World di bawah perusahaan Masrani Corporation. Taman dibuat di taman yang sama dengan wahana yang jauh lebih bervariasi.

    Namun sang pemilik JW, Simon Masrani ingin ada satu hewan yang jadi ikon. Hewan itu harus lebih besar, lebih seram dan lebih banyak gigi. Maka Dr Henry Whu seorang geneticist/pembuat dinosaurus, membuat satu hewan purbakala gabungan dari gen hewan-hewan lain. Hewan ini dinamai Indominus-Rex (apakah namanya terinspirasi nama merek mi instan Indonesia?).

    Premis ini sangat klise, kita seperti mampu meraba bagaimana endingnya. Keserakahan manusia yang menjadi bumerang sendiri. Indominus lebih raksasa dari T-rex, lebih mengerikan bahkan bisa mengubah warna seperti bunglon.

    Seorang manager bernama Claire Dearing adalah orang yang bertanggung jawab dalam pengurusan JW. Dia kedatangan dua keponakannya Zach dan Gray. Sayang karena sibuk, ia terpaksa tak menemani kedua keponakannya itu.

    Yang kemudian menjadi masalah, Indominus Rex dinyatakan kabur, padahal hewan itu masih ada di kandang. Kepintaran membuat hewan itu mampu mengelabui dan bersikap kamuflatif. Korban mulai berjatuhan, ia lepas kandang.

    Claire meminta tolong seorang pawang bernama Owen Grady, seorang pawang hewan raptor. Keduanya kemudian mencari keberadaan Zach dan Gray yang hilang. Dua anak lelaki itu akhirnya ditemukan, dan kini bagaiamana caranya Indominus tewas.

    Caranya adalah dengan mendatangkan T-rex. Dengan gagah berani Claire membuka kandang T-rex, memancingnya keluar, dan mempertemukannya dengan Indominus. Mirip scene dalam film Godzilla, Indominus VS T-rex pun menjadi scene seru.

    Namun yang mengejutkan, Indominus ternyata mati di tangan hewan lain. Ya, oleh si buaya laut raksasa, Mossaurus.

    Film berakhir tanpa menyisakan scene ending. Tapi entahlah, saya keburu keluar pas ending titlle. Petugas bioskopnya sudah unjuk gigi di bawah layar kepengen penonton segera keluar. Apakah ada sejenis scene akhir yang menyiratkan film kelima akan dibuat? Tolong kasih tahu saya.

    Kelebihan

    Walau punya premis klise tapi eksekusinya sangat tidak mengecewakan. Penonton dibawa santai dulu menikmati luas dan megahnya JW. Bagaimana ramainya itu, apa saja wahananya. Saking asyiknya, kamu ingin scene itu dieksplorasi lebih lama mirip film dokumenter. Tapi ini film dengan durasi terbatas.



    Kreator tahu hal itu. Mereka juga menciptakan tokoh-tokoh yang tak banyak dan gampang diingat. Semuanya serba komikal. Lihatlah Claire Dearing yang hardworker sampai menelantarkan keponakan-keponakannya. Sifatnya perfeksionis, tegas, sekaligus canggung. Tokoh ini diperankan dengan sangat baik oleh Bryce Dallas Howard.

    Tokoh Owen Grady lain lagi. Dibuat dengan kostum ala tokoh adventure dan terlihat sangat maskulin. Menjadi tokoh utama yang paling memancing simpati karena keberaniannya.

    Tokoh Gray si anak kecil umur 10 tahunan dan kakaknya Zach, sayangnya kurang realistis. Hubungan kakak adik antarkeduanya kurang terasa.

    Sebagaimana ciri film Hollywood lain, tokoh-tokoh berbagai ras dimasukan. Tokoh kulit hitam ditaruh jadi sekuriti operations, ras tionghoa jadi pembuat dinosaurus, dan orang India kini jadi sang pemilik taman.

    Kelebihan lain tentu saja dalam kualitas efek visual. Kalau kamu berpikir semua efek ini murni CGI, kamu salah. Sama seperti JP, robot dinosaurus pun dibuat untuk beberapa scene.

    Mana adegan yang paling seru? Adegan Pleranodon, burung purba yang keluar kandang bisa menjadi scene paling mengerikan. Mereka keluar kandang dan menyerang pengunjung yang berlarian. Tapi semua pasti setuju kalau yang menjadi hero sesungguhnya adalah Mossaurus. Keberadaanya mungkin hanya terlihat 3 menit, tapi buaya raksasa ini muncul memberi kesan yang dalam pada awal, hingga tiba-tiba muncul di akhir.


    Kekurangan

    Nuansa humor dalam JW memang terjaga dengan baik. Tidak banyak tapi kena. Joke Claire-Owen bisa memancing senyum. Tapi tidak dengan tokoh kacamata di ruang pengoperasian JW. Bagi saya itu terlalu dipaksakan.

    Salah satu scene yang bisa jadi aneh adalah saat kaka beradik Zach dan Gray menghindar dari serangan Indominus. Dua anak itu meloncat ke sungat dan sesampainya di darat mereka malah terkekeh-kekeh sambil berkata, 'akhirnya kau melompat'.

    Apa-apaan? Maksudnya mirip scene Rose mau loncat dari kapal Titanic? Setelah mereka sampai di daratan, bisa saja Indominus melompat dan melanjutkan serangan. Tapi tidak, hewan itu sepertinya 11-12 sama kucing: takut air. Dan sangat mengherankan kala dua anak itu ketawa-ketawa setelah loncat dan berenang. Sempat-sempatnya.

    Adegan heroik Calire membuka kandang T-rex juga dibuat dramatis. Apa kamu berharap tokoh utama simpatik ini langsung dimakan? Tidak, dengan sepatu hak tingginya ia berlari memancing T-Rex keluar dan berhasil!

    Anehnya setelah Indominus tewas dimangsa, T-Rex tak menyerang Claire dan yang lain. Mungkin T-rex sekarang sudah selembut kucing meong. Ramah pada manusia.

    *

    Apapun JW menjadi film menghibur yang berhasil. Rasanya kepengen nonton film ini dua kali dan berkali-kali. Menyenangkan melewati beragam scene penuh nuansa thriller yang membuat jantung deg-degan.

    Score: 8/10












    0 Komentar

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan