- Home>
- Penghargaan Samandayu >
- Film-film Terbaik Versi Samandayu (2000 - 2014)
26 April 2015
TIAP bulan September setiap tahunnya saya memilih satu film yang saya anggap baik. Film-film itu rilis pada Juli tahun sebelumnya hingga Agustus tahun selanjutnya. Misalnya Juli 2001 - Agustus 2002. Secara disiplin, format seperti berlangsung sejak tahun 2005. Kalau tahun 2000 - hingga 2004 hanya mengira-ngira.
2000 Petualangan Sherina - Riri Riza
Sherina menutup dunia musik anak-anak di akhir era 90'an dengan album Andai Aku Besar Nanti. Selanjutnya dia tampil dengan album OST Petualangan Sherina berjudul Lihatlah Lebih Dekat. Petualangan Sherina adalah film anak-anak karya Miles Production dan menjadi box office saat itu. Namun pada saat itu saya dan sekeluarga nonton via VCD bajakan yang dibeli bapak. Waktu itu harganya 8 ribu rupiah. Film ini sangat berkesan karena berkonsep musikal. Scene yang paling berkesan dan romantis adalah saat Sherina masuk ke Boscha dan nyanyi lagu Bintang-Bintang. Begitu menyihir meong ..
2001 Jelangkung - Rizal Mantovani dan Jose Poernomo
Jelangkung pada awalnya akan disiarkan di Trans TV yang saat itu stasiun TV baru. Namun film berformat digital ini ditayangkan di bioskop dan menjadi box office. Rizal Mantovani dan Jose Poernomo sebelumnya adalah sutradara video musik yang eksis tahun 90'an. Film jelangkung saya tonton bersama pacar kakak saya, kakak saya, dan saudara dari pacar kakak saya itu, sebut saja si A. Saat saya nonton saya malah kebanyakan ketawa, dan itu cukup aneh dipandang si A. Entahlah, bukan ketawa meledek, tapi ketawa takut. Aneh-aneh aje.
Siapa yang tidak suka AADC? Kalau dulu ada Cinta Pertama Christine Hakim maka di era millenium ada AADC? Saat itu saya nonton via VCD bajakan versi cam. Dan endingnya kepotong. Saya menonton utuhnya saat VCD original keluar. Saking sukanya sama film ini saya bikin novelet parodi dimana temen-temen sekolah saya pada baca. Saking sukanya AADC saya sampai hafal dialog beberapa scene karena semua scene rata-rata nggak jaim, realistis, dan benar-benar sampai. Salah satus cene favorit adalah saat Cinta dan Rangga ngobrol di koridor sekolah saat keduanya berhasil melumerkan gengsi. Ekspresi malu-malu Cinta dan Rangga ini sangat natural. Yang pasti ada dialog yang sampai saat ini berkumpar di kepala dan terkenal seperti, "salah gue? Salah temen-temen gue? Salah siapa gue tanya?!" atau "Basi! Madingnya udah siap terbit!".
2003 Eiffel I'm in Love - Nasri Cheppy
Film dari adaptasi novel ini menjadi box office saat itu. Saya menontonnya bersama teman sekolah dan terpisah karena bangku penuh. Jadi kurang nyaman menontonnya. Ada satu scene yang terinspirasi dari film American Beauty dimana tokoh Tita tiduran di atas taburan bunga mawar merah.
2004 Arisan! - Nia Dinata
Film metropolis Arisan! Juga menjadi film box office di eranya. Saat itu saya menonton ini bersama teman-teman lama dan film nggak jaim ini sukses mengocok perut sekaligus satir. Adegan favorit saya adalah adegan cekcok Andien dan Mei Mei di toilet saat menghadiri pameran lukisan. Akting Aida Nurmala di sini keren sekali. Sampai hafal dialognye.
2005 Virgin - Hanny R Saputra
Film Virgin adalah film pop yang terang-terangan mengungkap aksi prstitusi dan gaya hidup anak SMA yang bisa jadi ada di sekitar kita. Gambar yang jernih, akting yang brilian, plot yang pop dan pesan moral di dalamnya, membuat film ini sangat impresif. Akting Bella, Angie, dan Rasti memang sangat terkenang. Pada versi bioskop, beberapa adegan tidak disensor, tapi kalau versi VCD, disensor. Adegan favorit saa mungkin saat tokoh yang diperankan Angie baru mendapatkan ponsel, dia bersiap-siap ke sekolah dan di sanalah ironinya. Jual keperawanan demi ponsel. Hadeuh ..
2006 Berbagi Suami - Nia Dinata
Nia Dinata kembali membuat film feminis yang menyentil. Seharusnya film ini jadi film terbaik FFI tapi kita tahu selera juri FFI sok-sok idealis dan obyektif. Walhasil kesombongan mereka membuat mereka tampak konyol dan dianggap miskin wawasan perfilman karena film Ekskul mendapat banyak penghargaan termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Editing Terbaik dan Tata Musik Terbaik. Padahal musiknya copasan dari film Hollywood. Berbagi Suami saya tonton di salah satu bioskop murah di Bandung, yang sekarang sudah tutup. Bagian favorit dari film ini adalah cerita kedua yang diperankan apik oleh Shanty, Ria Irawan, Rieke DP, dan Lukman Sardi.
2007 Kala - Joko Anwar
Ini adalah film bagus bergenre thriller action yang membuat saya tahu siapa itu Joko Anwar. Sayang orang ini projo banget dan suka nyonyor sama Prabowo. Walau begitu itulah pilhan berpolitiknya. Kala saya tonton bersam ex saya di salah satu bioskop di Bandung. Saat itu yang nonton sedikit sekali. Mungkin karena Kala bukan film pop. Jadi hanya bertahan beberapa hari di bioskop.
2008 Perempuan Punya Cerita - Nia Dinata, Lasja Fauzia, Upi, Nan Acnas
Film ini diangkat menjadi film terbaik versi Samandayu karena menyedihkan. Pertama, ceritanya memang menyedihkan, kedua saya nonton sendirian dan sempat kesasar di basement mal kayak kucing kecil yang hilang. Rencananya film ini akan ditonton berdua bersama temen cewek. Sayang, dia nggak bisa pulang malem. Pake ada acara disemprot sopir angkot pula karena bayar tarif kurang. Itu sopir lagi mens kali ya sampai segitunya memperlakukan penumpang. Apapun, Perempuan Punya Cerita adalah film omnibus tentang perempuan. Bagian favorit saya adalah Cerita Cibinong karena keseluruhan dialognya berbahasa Sunda.
2009 Identitas - Aria Kusumadewa
Tidak sempat menyaksikannya di bioskop karena memang terlampau cepat turun. Identitas yang juga merupakan Film Terbaik FFI 2009, adalah film dengan format digital sehingga gambarnya mirip FTV. Film ini berhasil memaparkan kehidupan ironi di rumah sakit dan hubungan penjaga kamar mayat juga seorang PSK keturunan tionghoa. Film ini menjadi film satu-satunya di era 2000-an dimana nude scene diambil dengan cukup gamblang. Leony VH tampil tanpa busana dalam satu scene walau versi VCD-nya di-blur.
2010 Merantau - Gareth Evans
Mungkin miris sendiri karena film bertema martial art pencak silat malah dibikin oleh orang asing. Film ini saya tonton bersama kawan karib saya dan memang memancing adrenalin. Ini adalah film Indonesia pertama yang dibikin Evans sebelum membuat dwilogi The Raid. Film ini berakhir realistis di mana tokoh Yuda yang diperankan Iko Uwais, meninggal dunia karena menyelamatkan seseorang. Impian merantau di kota orang pun pupus. Bahkan untuk orang sehebat Yuda, dia pun takluk di tangan ibu kota.
2011 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita - Robby Ertanto
Saya kembali memilih film bertema feminis yang dibintangi aktris-aktris kawakan. Saya jatuh cinta dengan skenarionya yang cerdas, seorang feminis radikal yang diperankan Marcella Zalianty, dan perempuan traumatis yang diperankan Jajang C Noer. Cukup memberikan gambaran obyektif bagaimana perempuan memandang masalahnya. Sayang, film ini punya teknis yang tidak memadai. Tidak spektakuler karena tak menggunakan kamera 35 mm.
2012 Di Bawah Lindungan Kakbah - Hanny R Saputra
Film ini saya tonton bersama sahabat saya dan secara gambar dan akting serta plot adalah film yang berhasil. Kenapa banyak yang nyonyor sama film ini sampai ndak masuk FFI, mungkin karena product placement yang nggak masuk akal. Dimana kita bisa temui di tahun 20'an ada obat nyamuk baygon dan gery chocholatos. Membuat film berbujet tinggi memang membutuhkan pengorbanan. Film adaptasi novel Hamka ini setidaknya berhasil. Sampai mewek melihatnya. Adegan favorit saya adalah saat tokoh yang diperankan Junot melihat kematian ibunya sendiri saat berkendara.
2013 5 CM - Rizal Mantovani
Nonton film ini menjelang akhir tahun dan membeludak. Sampai-sampai dapat bangku baris ketiga dari depan hingga mata saya jadi sebesar mata possum setelah menontonnya. Saya tidak pernah membaca novelnya namun yang bikin tertarik adalah trailer, sutradara juga ada Pevita Pearce. Ternyata film ini benar-benar bikin merinding karena kekuatan sinematografinya. Thumbs up!
2014 The Raid: Berandal
Mennton film sekuel The Raid di hari pertama memang menguntungkan karena tidak banyak adegan yang disensor. Terutama adegan perempuan dengan celana dalam berbentuk penis. Menonton The Raid 2 ini sama halnya seperti menonton film Hollywood dengan bahasa Indonesia. Tidak sayang dan rugi keluar duit. The Raid 2 memberikan gambaran utuh terhadap dunia kriminalitas. Walaupun di tangan evan, Jakarta menjadi sangat aneh karena punya musim salju. Di sisi inilah barangkali dia menegaskan kalau film ini memang absurd. Adegan fvorit saya adalah aksi sadis Hammer Girl di gerbong kereta. Seremnye ...
Itulah review film-film terbaik setiap tahunnya versi saya. Bagaimana film terbaik versimu?
*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 Komentar
Posting Komentar