- Home>
- Review Film >
- Film Indonesia Layak Tonton Tahun 2015: Tuyul & Bidadari Terakhir
5 Februari 2015
DALAM catatan saya, ada dua film Indonesia yang menurut saya meyakinkan dan patut ditonton. Pertama bergenre horor, yang kedua drama. Beberapa di antara kita mungkin termasuk penonton selektf sekaligus kritis. Tidak bisa mengeluarkan sembarang uang untuk membeli tiket bioskop demi sebuah FTV yang ditayangkan di layar lebar. Jika kamu termasuk orang itu, mungkin kamu bisa bersetuju dengan saya.
Bidadari Terakhir

Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Agnes Davonar. Menceritakan kisah cinta antara kupu-kupu malam dan seorang cowok SMA. Yang membuat saya tertarik dengan film ini semata karena dua hal. Pertama pemainnya, kedua sutradaranya.
Whulandary Herman adalah Puteri Indonesia 2013 yang berhasil menolehkan prestasi, masuk Top 16 Miss Universe 2013 sekaligus juara empat busana nasional terbaik. Sangat menyenangkan Whulan memulai debutnya di dunia akting di film kelas A.
Yang kedua adalah sutradaranya. Awi Suryadi sudah banyak membuat film-film bagus. Beberapa yang berkesan adalah Claudia/Jasmine pada 2008 yang saat itu masuk FFI. Saya juga suka Lo Gue End tahun 2012 yang dibintangi Nadine Ames, Puteri Indonesia 2010, mengenai kehidupan malam anak Jakarta. Apalagi Street Society tahun 2014 yang dibintangi Chelsea Islan, mengenai kebut-kebutan ala Fast and Furious.
Bidadari Terakhir siap rilis, tapi yang bisa kamu lihat di youtube adalah trailer unofficial. Film ini diproduksi Imagine Films. Selain dibintangi Whulan, juga dimainkan Max Maxime sebagai pemeran utama pria.
Tuyul Part 1
Film horor Indonesia trilogi yang begitu impresif bagi saya adalah Kuntilanak karya Rizal Mantovani. Selain karena saya ngefans berat sama Rizal sejak dia masih jadi sutradara video musik, film Kuntilanak saya tonton di tiga kota yang berbeda, dengan nuansa yang juga menyeramkan. Bagaimana tidak, saya menjajal bioskop-bioskop yang terbilang tua saat itu. Sebut itu Bandung dan Tasikmalaya.
Sekarang ada film bertema hantu lokal yang sudah dibuat sebagai trilogi: ya, Tuyul. Melihat trailernya saja sudah cakep. Dari segi teknis dan akting, tampak meyakinkan. Apalagi akting Dinda Kanya Dewi yang terlihat natural. Terakhir, kemampuan aktingnya yang mengesankan terlihat dari film omnibus Sanubari Jakarta.
Siapa dalang di balik film ini? Adalah Billy Christian yang mengawali debutnya dalam film omnibus Hi5teria. Dia membuat film pendek berjudul Kotak Musik. Ia juga ikut meramaikan Sanubari Jakarta dengan film pendek berjudul Pembalut. Film panjangnya adalah The Legend of Trio Macan yang menurut saya komedi yang berhasil.
*
Kedua film itu masih dalam tahap post produksi, jadi belum jelas kapan tayangnya.
*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





2 Komentar
Yang film bidadari terakhir, sudah mau diboikot warga Balikpapan: http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2015/02/20/35779/film-tema-pelacuran-remaja-ayo-boikot-sebelum-tayang/
Film Bidadari Terakhir mau diboikot warga di Change.org, http://www.change.org/p/individu-boikot-film-ini-sebelum-tayang
Posting Komentar