- Home>
- Review Film >
- Life of Pi - Memanjakan Mata dan Hati
25 Desember 2012
LIFE OF PI (LOP) merupakan film maha-artistik dengan segala tata teknis yang diperhitungkan. Ang Lee kembali membuat film epic-nya setelah Hulk. Dalam LOP, kita akan menyaksikan betapa manusiawinya hubungan antara Pi dan binatang buas, harimau. Meskipun fiksi namun kisah diurai sedemikian realistis dan bisa diterima sebagai sesuatu hal yang nyata.
Jadi jelas, LOP bukan drama pecinta binatang yang fantasis. Di sini harimau bersikap sebagaimana layaknya binatang liar. Mereka bertindak sesuai insting. Mereka juga merasakan takut dan perasaan terancam.
Plot
Film yang diangkat dari sebuah novel ini bercerita tentang pemuda India bernama Pi yang semasa kecil melulu galau bahkan soal siapa Tuhan yang patut disembah. Ia lahir dari keluarga kaya yang Hindu. Tapi kedua orangtuanya juga membebaskan Pi memilih keyakinan. Pi pun tertarik dengan Kristen dan Islam. Kemudian dalam satu hari, dia pun menerapkan tiga agama sekaligus. Pemahaman sang ayah yang diberikan membuatnya terus mencari 'siapa tuhan' yang sesungguhnya. Halah, tipikal agama 'semesta' ini mah. :D
Ayah Pi adalah juragan kaya pemilik kebun binatang. Suatu hari mereka memutuskan untuk menjual areal kebun binatang. AKhirnya mereka pindah ke Kanada dengan menyewa kapal laut. Binatang-binatang pun ditaruh di dek paling dasar. Namun nahas, badai menerjang dan membuat seisi penumpang dan sebagian hewan hanyut. Hanya Pi yang selamat. Ia naik kapal sekoci yang sialnya diisi oleh tiga hewan. Dua di antaranya tak berbahaya, namun satu adalah hyena.
Zebra yang sekarat, akhirnya tewas ditangan hyena. Juga seekor monyet. Adegan ini sungguh dibuat realistis. Sehingga saya ragu apakah ini binatang yang dilatih atau efek CGI.
Ketika hyena hendak melakukan tindakan brutal, sesosok harimau menyerang hyena secaa tiba-tiba. Ternyata di sekoci itu, Pi tak sendiri. Ada seekor harimau bernama Richard Parker.
Awalnya Pi merasa terancam, namun lambat laun mereka bisa berdamai. Mereka terombang-ambing di laut berhari-hari sampai menemukan sebuah pulau yang ternyata pulau apung.
Di sini kita akan menemukan jutaan posum, familiar kita temukan versi animasnya dalam Madagaskar. Namun Pi dan Parker harus segera mencapai daratan. Mereka terus mencari daratan hingga akhirnya mendarat.
Pi pun menceritakan kisahnya pada dua orang Asia. Namun keduanya tak percaya Pi berjuang keras dengan seekor harimau. Akhirnya Pi mengarang cerita kalau ia terombang-ambing bersama ayahnya sendiri. Kisah bohong itu lebih dipercaya dan dianggap sebagai kebenaran.
Amanat film ini sungguh kentara dan aduhan. Bagaimana sebuah ketidakmungkinan melulu dianggap sebagai bagian dari fiksi yang 'tak mungkin'. Sementara kebohongan -meski orang lain tak menyukai itu, selalu membuat seseorang merasa 'nyaman'.
Life of Pi - Film Maha Artistik
Saya pikir semua orang akan setuju. Tapi gambaran laut dan binatang di sini sangat terlihat nyata. Belum lagi aktifitas paus, keadaan petang dan siang. Terlebih jika kita menonton versi 3D. Saya pikir film ini akan meraih Best Visual Effect atau Tata Artistik dan Sinematografi Terbaik Oscar 2013. Sampai sejauh ini LOP, dapat nominasi Golden Globe 2012. Untuk mendapatkan penghargaan tersebut saya kurang tahu. Tapi LOP sepertinya hanya akan menjadi film epic-fantasi yang memperriah suasana.
Sementara dari segi kritik orang awam, awalnya saya akan menangis menyaksikan hubungan batiniah Pi dan Parker. Tapi ketika tahu muka Pi sangat konyol, saya malah terbahak. :D Kalaulah tokoh Pi diperankan oleh orang yang lebih good looking,mungkin akan terasa dramatis. Tapi Ang Lee tentu memilih dengan segala pertimbangan. Yeah, setipikal pemeran lugu dalam Slumdog Millionaire.
Yang jelas, tak banyak film yang menceritakan hubungan manusia dan hewan terlebih ketika mereka terombang-ambing di laut. Tontonan pun sangat aman disaksikan untuk keluarga dan anak-anak. Termasuk ketika adegan pembunuhan hewan tidak digambarkan eksplisit.
Akhirnya saya berhasil nonton film ini. Awalnya mau menonton Habibie dan Ainun, namun ketika tahu kursi penuh dan tinggal kursi depan yang kosong, akhirnya saya putuskan untuk nonton LOP yang memang dari jauh-jauh hari sudah membuat saya antusias. Mungkin sebelum akhir tahun, saya bisa mengulas film Habibie dan Ainun.
Score: 80/100
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
3 Komentar
Setelah Sutradara sekelas OSCAR Martin Scorcese mencoba memanfaatkan teknologi 3D dalam HUGO, kini ANG LEE, dan keduanya saya rasa berhasil memanfaatkan sisi tersebut sebagai elemen cerita.
IMO : Saya malah salut sama SURAJ SHARMA (Pemeran PI), Ang LEE tepat memilihnya, dan tak mengecewakan. Setelah DEV PATEL mungkin HOLLYWOOD akan meliriknya sebentar lagi.
3D-nya memang wah,,,,(Apalagi waktu terdampar di pulau)!!
Salut banget untuk Suraj Sharma, pemeran Pi, Life of Pi ini adalah pengalaman pertamanya memasuki dunia film. Dan langsung memukau saya.
Ang Lee, udah lama saya menanti karya masterpiece-nya lagi seperti saat saya menyaksikan Crouching Tiger, Hidden Dragon.
Saya masih kurang puas dengan Hulk.
Tapi akhirnya Ang Lee menunjukkan lagi kualitasnya sebagai seorang master of art and visualization di dalam Life of Pi.
Buku yang kata pembacanya bertaraf "Unfilmable".
Berhasil digarap dengan apik oleh Ang Lee.
hmmm ada gk resensi nya film silent hill yg baru??
Posting Komentar