- Home>
- Film Horor >
- Ending Surprising dalam Final Destination 5
19 Agustus 2011
\
APA yang akan kamu lakukan kalau kamu diberikan bayangan kematian ketika sedang beraktivitas? Ketika tidak hanya kamu yang kemudian menjadi korban, tapi orang-orang di sekitarmu. Mungkin kamu akan ikhlas dan langsung tobat nasuha, atau kebingungan sendiri. Apakah yang ada di dalam kepalamu itu mimpi buruk, atau ‘pesan’ yang didatangkan Tuhan.
Tapi kamu harus bergerak cepat oleh karena sifat dasar manusia adalah ingin menyelamatkan diri. Lalu, setelah kamu selamat, kamu pun merasa semua berjalan baik-baik saja sampai secara tidak sadar, maut akan menagih nyawamu. Sebab kamu memang sudah ‘terencana’ dengan alur kematian sebelumnya.
Itulah yang menjadi tema utama film Final Destination (FD) yang sudah dibuat sampai ‘jilid’ kelima ini. Film yang pertama kali dibintangi Devon Sawa ini dirilis tahun 2000 setelah film horor remaja marak menghiasi bioskop Amerika. Sebut saja Scream dan I Know What You Did Last Summer. Saya mengikuti film ini dari awal dan tidak jarang saya menikmatinya langsung dari bioskop. Namun yang terakhir ini, karena tidak kuku alias ga ga ga kuat, saya menontonnya setelah unduh secara ilegal di internet. Betapa nakal. Habis fans berat, sih. Haha.
Sinopsis
Bersama penumpang lain, Sam Lawton (Nicholas D'Agosto) bersama kekasihnya Molly Harper (Emma Bell) menaiki bus interline city, RollandCoach Lines dalam acara retreat menuju Vancouver-British Island. Bis itu melewati jembatan gantung Lions Gate yang menghubungkan satu daratan ke daratan lain. Sam memiliki perasaan tidak enak ketika hendak masuk bis. Sama halnya dengan tokoh lain di film sebelumnya yang mendapat ‘wangsit’ melihat kematian di masa depan.
Sam kemudian menikmati perjalanan itu sampai di tengah jembatan gantung, perasaannya semakin tak enak. Firasat buruk itu kemudian terbukti saat ia menyadari kalau jembatan tersebut masih berada dalam proses konstruksi. Ketika beberapa pekerja terlihat sedang mengaspal jembatan. Kemudian, ia melihat retakan dan tidak lama ia dan beberapa penumpang keluar saat retakan itu mengakibatkan kerusakan hebat. Bahkan, satu buah mobil jatuh ke atas permukaan air laut.
Sam dan kekasihnya harus menyelamatkan diri dari bencana mengerikan itu. Namun, sial, satu persatu temannya tewas dengan cara yang nahas. Ada yang terjatuh tepat di ujung perahu yang melintas, ada yang terkena kabel baja, ada yang tercebur kemudian tertimpa mobil, ada pula yang tertusuk beberapa batang beton. Hanya Molly yang berhasil selamat, dan Sam tewas ketika papan gerigi besi jatuh dan membelah tubuhnya.
Namun tentu saja itu hanya bayangan. Dan, sialnya, bayangan itu akan ia alamai beberapa detik lagi. Tanpa pikir panjang ia menyuruh orang lain keluar. Namun tentu ia tak punya banyak waktu untuk meyakinkan penumpang lain. Akhirnya ia hanya membawa kekasihnya. Dan kemudian, beberapa temannya pun keluar bis dengan berbagai alasan. Tidak lama retakan terjadi, dan tujuh orang penumpang dalam bis pun selamat. Sisanya,tewas dalam kecelakaan super mengerikan itu.
Rancangan Kematian ‘Bayangan’ dan Rancangan Kematian ‘Asli’
Korban pertama penumpang bis (paling tidak berdasar tokoh film), adalah Candice Hooper (Ellen Wroe), seorang atlet gymnastic. Dia meninggal setelah terjatuh dari jembatan yang runtuh, di saat yang sama perahu dengan tombak layar yang mengacung tegak melewati jembatan. Alhasil, perut Candice menusuk tombak perahu layar.
Pada kematian sebenarnya, ia masuk ke dalam gedung gymnasium untuk berlatih bersama atlet-atlet yang lain. Saat itu ia diantar pacarnya Peter. Scene ini adalah scene favorit saya. Karena AC mati di gedung tersebut, kipas angin pun dihidupkan. Kipas angin di atap pun terlihat longgar hingga satu paku terjatuh ke atas papan ketika Candice latihan. Kita mungkin akan berpikir kalau dia mati dengan cara menginjak paku tersebut. Namun, tidak dia tewas dengan cara yang amat mengenaskan. Lihat saja, filmnya. Hahaha.
Korban kedua, adalah si gendut yang jenaka dan berotak mesum, Isaac (P.J. Byrne). Saat retakan muncul, dia sedang menelepon di toilet. Ketika semua penumpang sudah keluar, dia menjadi satu-satunya penumpang dalam bis. Bis pun terjungkal dan ia pun mati ketika bis menghantam permukaan air laut.
Pada kematian sebenarnya, ia mengunjungi klinik akupuntur Cina. Dia pikir dia akan dilayani seorang gadis cantik, ternyata seorang perempuan lanjut usia yang melayaninya. Setelah tubuh atasnya ditusuk dengan ujung jarum, ia disuruh untuk tertidur selama 30 menit. Ia pun ditinggalkan sendiri, namun sial, malaikat maut mulai meminta nyawa. Ranjang yang ia gunakan pun ambruk hingga membuatnya jatuh menelungkup. Ini membuat semua jarum pun tertusuk sampai ke dalam, mulai dari badan sampai mukanya. Api dari lilin aroma terapi pun tumpah dan menyentuh alkohol untuk proses memijat. Alhasil, kebakaran pun terjadi. Namun beruntung, Isaac selamat. Dia pun tertawa. Namun itu adalah tawanya yang terakhir karena ia harus tewas setelah patung buda yang terbuat dari batu dan disimpan sebagai pajangan di dinding, jatuh dan menghancurkan kepalanya.
Korban ketiga adalah Olivia Castle (Jacqueline MacInnes Wood), sahabat Molly. Saya paling suka dengan karakternya yang seksi dan berkacamata. Nyum Nyum pokoknya (apa pula =-=). Karena matanya minus dan ketika berlari kacamatanya lepas, ia pun sempat kehilangan arah. Ia pun terjatuh ketika sedang berusaha menyelamatkan diri. Sial, setelah jatuh ‘aman’ ke atas permukaan air, sebuah mobil jatuh dari ketinggian dan menghantam kepalanya
Pada kematian sebenarnya, ia harus pergi ke klinik mata untuk melaser mata minusnya. Dan, percayalah ini adalah scene mati paling mengerikan dalam film ini. Kalau kalian sudah lihat trailernya, pasti tahu scene itu seperti apa. Intinya, Olivia harus kehilangan sebelah matanya karena laser tiba-tiba berfungsi dan membutakan matanya. Tidak hanya itu, ia kemudian jatuh dari ketinggian gedung sampai bola mata sebelahnya lagi keluar. Dan sebagai bonus, bola mata yang menggelinding itu malah ditabrak mobil. Whuahahahahahaha!!!!! (terpekik takut sambil meluk sepupu).
Korban keempat adalah Nathan (Arlen Escaperta), pegawai sebuah pabrik kulit hitam yang ikut dalam rombongan bis. Dalam penglihatan Sam, Nathan meninggal karena tertabrak sebuah beton penahan jembatan yang lepas dan berayun kearah kepalanya. Nathan mati ditempat saat itu juga. Dalam kematian aslinya, dia selamat karena ‘sengaja’ menumbalkan seseorang yang dibencinya di pabrik. Meski demikian, ia toh akhirnya tewas juga di bagian ending.
Korban kelima adalah Dennis (David Koechner), atasan dari Nathan dan Peter. Dalam penglihatan Sam, ia meninggal karena sebuah tangki aspal panas tumpah menyiram badannya hingga hangus. Dalam kematian aslinya, ia meninggal saat berada di TKP terbunuhnya teman Nathan. Kepalanya terbentuk tiang baja yang tiba-tiba menghantamnya.
Korban keenam adalah Peter Friedkin (Miles Fisher), pacar Candice. Dia meninggal setelah berhasil melompat dan bergelantungan di pagar jembatan. Namun dia tertusuk baja beton hingga jatuh ke laut.
Korban terakhir adalah Sam Lewton (Nicholas D'Agosto) si pemeran utama. Ia meninggal setelah papan gerigi besi terperosok hingga membelah tubuhnya. Karena ia tewas, ia tak bisa melihat kondidi Molly, yang sepertinya menjadi seseorang yang selamat.
Ending Surprising
Kalau kalian menyimak artikel Samandayu ini se belum menonton filmnya, mungkin sudah tidak akan menjadi kejutan lagi jika. Tapi film ini ternyata dimulai sebelum kecelakaan pesawat , Boeing 747 Volee Air Penerbangan 180 terjadi. Yap, storyline di FD pertama tahun 2000. Dan biasanya film franchise menjadikan kematian sebagai antagonis, namun dalam FD 5, terjadi usaha pembunuhan yang dilakukan Peter terhadap dua temannya. Ia percaya bahwa untuk menyelamatkan dirinya, ia harus membunuh orang lain sebagai ‘pengganti’ nyawanya. Maka ia berniat membunuh Molly.
Dan pertarungan di dapur koki menjadi pertempuran yang lumayan seru. Dan endingnya pun lumayan membuat ngeri. Dan tentu saja tampaknya film ini akan dilanjutkan seperti halnya film Saw. Sebab, misteri tentang bayangan kematian ini menjadi misteri. Jadi tampaknya jawaban ada pada salah satu tokoh pengurus mayat yang bernama William Buldworth (Tony Todd).
Saya merasa selalu puas dengan film serial Final Destination yang bisa 'berdiri sendiri' alias masih dapat diikuti oleh yang bukan penonton setianya. Namun dalam The Final Destination (FD4), menurut saya itu adalah film FD yang berhasil. Ditambah dengan adegan tewas di kolam renang yang menurut saya super menakutkan. Namun di FD akhir ini saya puas karena scene yang mengejutkan menuju ending. Dan pastinya, kalian akan menyaksikan scene-scene adegan kematian mengenaskan dari FD1 sampai FD 4 saat ending credit tittle berlangsung.
foto: http://www.imdb.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


13 Komentar
Kalau belum nonton, belum bisa kasih komentar :-)
Wajib nonton nih gan..
.
Sengaja gak dibaca ampe abis. Biar seru ntar pas nontonnya..
Hehe..
udah om.. ane baca aja udah cukup, g usah nonton gituan, ane g kuat nonton horor2.. hiiiii
rancangan kematian 'bayangan' terkadang emang agak menantang dan menakutkan :/ tapi, ya janga percaya, hanya cerita :D
Final Destination emang film yang punya 'sesuatu' yang lain daripada yg lain..
entah kenapa lebih suka nonton ini dibanding kawannya, "SAW" . Cukup untuk menghantui pikiran selama 3 hari 3 malem x)
idihhhh sereeemmm...gue juga suka nonton FD..apalagi pas puncak2nya yang episode roller coaster yang tokohnya cewek...sereeem :(
woaaa...spoiler alert!:-D FD 5 pasti plagiat film indo yg judulnya miracle.kan busnya sama2 kecelakaan.hehe...*miracle bgt hollywood sudi nyontek indo*
Kayaknya smakin lama tmbh mengerikan aja ya cra matinya di tiap film?sadis euy...
meeh :O bacanya aja udah eneg sendiri :( gg nonton deh, makasih om review-nya
FD mah d'best pokonya...
Bisa bikin parno selama 1 bulan ama kipas angin gantung...
jadi gak sabar mo nonton... Tengkyu sinopsisnya bang... ^^
oooh jadi waktunya sebelum FD pertama ya.. hmm jadi pengen nonton nih, belum nonton
masih nggk ngerti, soalnya belum nonton. haha..
Aku sih lebih suka FD kedua, soalnya selain endingnya ada yang selamat kisahnya juga berhubungan gitu sama yang pertama. kalau di lihat dari pemerannya sih,paling demen yang ke-4 cowonya cakep banget #apadeh . jadi,gak sabar nonton yang ke-5, semoga lebih menegangkan. :)
saya berenti nonton FD sejak liat adegan cowok meninggal kesedot di kolam renang -__- masih kebayang sampe skrg -_-
Banyakan meremnya ketimbang melek..huuuh,takut ...
Posting Komentar