• 2 September 2010

    MENULIS sama seperti bermain bola. Bedanya, dunia yang sial ini telah lama menempatkan perempuan di titik kelembutan dan lelaki di titik kekerasan. Menulis tentu bisa dilakukan dari jenis kelamin mana saja. Begitu pun bermain bola. Pernah melihat perempuan bermain bola? Namun yang lebih sial lagi, fakta ilmiah dari bidang biologis kerap menelurkan sejenis mazhab bahwa fitrah perempuan adalah 'pasif', berada di wilayah domestik, inferior, kerap bersinggungan dengan rumah merumah, kegiatan rumah tangga.


    Sementara lelaki adalah 'aktif', berada di wilayah luar, superior, kerap bersinggungan dengan pekerjaan, banting tulang cari nafkah buat anak istri. Tapi, pernahkah kamu menemukan sebuah rumah tangga ketika sang lelaki tidak bekerja dan sang perempuan bekerja? Pernahkah kalian menemukan lelaki yang melakukan pekerjaan di 'areal' perempuan begitu pun sebaliknya. Dalam teori keduniawian, semua itu bisa terjadi. Jadi singkirkan teori-teori ilmiah barang beberapa detik. Karena kali ini saya akan berbagi mengenai buku-buku harian yang pernah saya punya.

    Saya juga kadang nggak tahu, apa pentingnya semua ini. Tapi untuk kepentingan berbagi, siapapun akan mau melucuti kalau disuka. Dan artikel ini, silakan dilucuti. Heuheu..
    Sebenarnya bukan buku harian.
    Tapi buku biodata teman-teman saya
    semasa kelas 5 SD.


    Setahun kemudian, saya yang
    seamasa kanak-kanak doyan banget
    sama Sonic membeli buku ini
    untuk biodata teman-teman sekelas
    (kelas 6 SD).

    Ini adalah buku harian tertebal dan
    memiliki gembok kunci.  Buku harian ini
    aslinya bergambar kartun bernuansa pink.
    Namun covernya saya ganti dan
    jadilah buku dengan kesan manly.
    Hehe. Hebat juga ya, pas masa SMP
    sudah punya art look sendiri.
    Haha. Sumbung..
    Buku ini berisi catatan harian saya
    selama di SMP. Isinya penindasan
    yang dilakukan guru dan teman-teman.
    Patetik sangat.

    Ricky, teman di kelas 1 SMA, memiliki
    buku organizer. Saya pun ikutan beli
    dan inilah buku organizer pertama saya.
    Dan Kaja, adalah nama  penulis saya pada
    waktu itu. Tahukah, itu sebenarnya
    singkatan dari Kucing Ajaib. Tapi
    teman saya Ikbal malah ngatain kalau
    singkatannya adalah Kurniawan Jaya. Haha.
    Kayak nama PT.

    Dimiliki di saat SMA. Dan isinya
    lebih banyak dipakai untuk corat-coret.
    Misalnya bikin lirik lagu dan obrolan
    bersama teman. Biasanya kami mengobrol
    layaknya chating jika sedang jenuh
    menerima pelajaran atau menghadiri
    pengajian (saya sekolah di sekolah
    muslim).

    Berisi puisi-puisi semasa SMA.

    Buku biodata teman-teman saya semasa
    SMA. Cover-nya sengaja ditanda
    tangani teman-teman.
    Buku nggak jelas dan lebih banyak
    dipenuhi gambar-gambar kartun nggak
    jelas selama SMA.
    Ini dia buku paling berkesan banget.
    Buku dengan cover tanda tangan
    teman-teman ini murni berisi
    pengalaman saya selama di bangku SMA.
    Dan kalau saya baca lagi, sumpah dah,
    jadi kangen masa ketika saya berseragam
    putih abu. Ketika masih lucu dan lugu.
    Sekarang? Tanya kenapa?
    Haha!
    Selulusnya dari SMA, inilah
    buku organizer saya yang kedua yang
    saya beli dari hasil nabung. Gambar
    Spiderman-nya sendiri dikasih teman
    kemudian saya tempeli pake lem UHU.
    Keren, kan? Haha.

    Ini adalah buku paling mahal yang pernah
    saya beli. Bayangkan saya perlu
    berkutat lama sebelum membelinya
    di Gramedia Baranang Siang
    Bogor. Saya pilih-pilih mana yang lucu.
    Dan akhirnya dapat. Buku ini masih
    kelihatan bagus sampai sekarang
    karena berbahan dasar kulit.
    Buku organizer ukuran besar yang
    saya beli di tingkat dua kuliah.
    Ini adalah buku yang terakhir saya beli.
    Namun di tahun 2010 ini, saya tak lagi
    membeli buku-buku sejenis.
    Saya sudah malas menulis tentang
    keseharian diri saya. Mungkin kelak,
    saya akan membeli yang baru.

    Dari sini mungkin teman-teman jadi semakin tahu kalau hobby menulis saya dimulai 
    sejak masih bocah. Dan saya sangat yakin,
    banyak yang melakukan hal yang sudah saya lakukan. Tidak hanya dilakukan perempuan, tapi lelaki.
    Atau mungkin makhluk dari planet lain. Menulis, selain mencurahkan perasaan, juga
    sarana paling ampuh untuk membuat kita peduli terhadap diri dan lingkungan sekitar.
    Selain itu, akan menjadi kenangan yang sangat tidak terlupakan ketika kita tua renta dan mau mati.
    Itu pun selama buku ini kita jaga baik-baik.

    Photobucket

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan