• 19 September 2010

    Jari kucing Kucing.
    KUCING kampung selain murah meriah (karena bisa langsung kau pungut ketika ia sedang hang out di perkampungan), juga ceria, bisa diajak main dan tak hanya melakukan 3 M (makan, modol, molor) seperti yang dilakukan jenis angora atau Persia. Sebab saya pernah memelihata dua kucing jenis itu. Dan yang saya dapat adalah kekesalan luar biasa karena mereka sangat manja, diem melulu dan nggak bisa diajak ‘gila-gilaan’ bareng. Rasanya nggak berlebihan kalau saya buat grup ‘Say No to Kucing Anggora/Persia’ di FB.


    Berbeda dengan si kucing kampung yang ceria bagai bintang iklan sampo zinc. Membuat hidup saya menjadi berwarna, ceria dan memesona (semoga tidak alay). Inilah tips-tips menarik, menggoda iman, dan membuai hasrat bagi para pecinta kucing kampung (baca: kucing garong) kayak saya.

    Lucu dan innocent.
    1. Kucing kampung identik dengan kutu kucing. Kutu ini menyebalkan sekali karena bisa meninggalkan bekas luka yang tak akan pernah hilang. Cara teruniknya adalah: memandikannya. Biasakan kucingmu mandi dengan air (ya iyalah masak dengan semen?) sejak kecil. Pakai air yang hangat. Jangan menggunakan air mendidih sebab selain akan membuat tanganmu kepanasan, kucingmu juga akan mampus dalam beberapa detik saja. 

    2. Jika acara memandikan kurang berhasil karena kutu masih selalu datang. Pakai cara ini. Usap minyak tanah, racun serangga, atau alkohol parfum (boleh alkohol 15 persen dalam botol yang dijual bebas di apotik) pada ujung jarimu. Ketika kau temukan kutu yang menempel di bulu kucing, tekankan ujung jarimu yang basah itu pada si kutu. Sebab tahukah kalau kutu kucing tidak bisa dipites (dimatikan). Kutu kucinghanya akan mati jika dicomot dan ditenggelamkan ke dalam air. Sebab kutu kucing yang terlepas akan memenuhi ruangan dan membuat kita gatal-gatal akibat serangannya. Kalau mau pakai cara ini, hapuskan bekas racun serangga pada bulu kucingmu dengan membasuhnya dengan air. Kalau nggak mau pakai cara murah ini, kau bisa datang ke dokter hewan setelah membongkar celengan.

    3. Jangan terlalu sering memandikan kucing. Tahu sendiri cara memandikan kucing adalah dengan menjilat dirinya sendiri. Berbeda halnya dengan frase jilat kucing dalam drama persetubuhan. Mereka menjilat bukan untuk membersihkan, tapi untuk mengotori (baca:ML). Di luar itu, cuci kucingmu dengan shampoo pantene atau clear dua minggu sekali dengan air hangat. Bersihkan semua lekuk tubuh kucing. Jari sampai lubang analnya. Jangan lupa bersihkan pelan-pelan areal muka kucing dan telinga dengan lap hangat. Hidung kucing juga perlu mendapat perhatian sebab kalau kita punya upil, maka percayalah, mereka juga punya.

    4. Berikan kasih sayang untuk kucing. Kucing suka mendengkur jika kepalanya diusap-usap. Belai halus kepalanya (kepala kucing ya, bukan kepala yang lain), kitik-kitik bagian dagunya (kucing sangat suka itu. Saya pun suka dikitik-kitik di bagian itu). Tapi hati-hati, sama seperti manusia yang akan murka jika bagian pantatnya dicoel, kucing juga akan marah jika bokongnya digerayangi. Jadi hindari areal bokong saat memanjakan kucing.
    Anggora/Persia? Mending gue
    kemana-mana kalee..!
    Monyet, luh! Ngatain gue!

    5. Jangan lupa memberi makan kucing setiap hari. Ini adalah makanan super hemat yang biasa saya berikan pada kucing-kucing saya sejak dulu. Yakni, berikan tongkol dicampur nasi. Selain berhemat, ini akan mengenyangkan kucing. Berikan susu setiap pagi. Beberapa kucing juga suka susu campur telor ayam mentah, aduk rata dan berikan pada kucingmu. Berikan makanan kucing bermerek semacam whiskas sekali-sekali. Sama seperti manusia, kucing juga merasakan bosan. Ia ingin rasa lain. Jadi padu padankan makanan sesuka hatimu. Asal jangan memadukan tongkol dengan jengkol. Sungguh, kucing tak akan suka.

    6. Jika kucing eneg atau mual, biasanya ia akan mengemut-ngemut dedaunan. Biarkan kucingmu ke luar seperti ke kebun belakang tempat tanaman tumbuh. Biasanya mereka akan mencicip-cicip tumbuhan itu untuk menghilangkan mual.

    7. Kucing saya sadar diri alias bisa pup teratur. Berbeda dengan beberapa kucing yang jorok modol alias ee sembarangan. Bagaimana cara menanganinya? Berikan pelajaran pada si kucing kecil. Jika ia masih bersama induknya, si kucing kecil tentu akan meniru ibunya: ee di tempat yang benar. Jika ia tumbuh tanpa orang tua, berikan ia pelajaran. Jika ia masih ee sembarangan, pukul kepalanya (pelan) dan paksa dia untuk mencium fesesnya sendiri. Dan bilang: ‘lain kali jangan jorok begini dasar kucing!”

    8. Ajak main sang kucing. Sungguh, kucing kampung menyenangkan karena ia sangat suka dipermainkan. Berbeda dengan beberapa manusia yang tak sudi jika cintanya dipermainkan. Namun apakah kucing punya cinta? Hmm, keluar konteks lagi. Baiklah, buat agar kucingmu merasa sangat senang. Kau bisa main kejar-kejaran dengannya dengan cara memancing kucingmu dengan semacam lidi. Atau ajak berantem kucingmu dengan tangan. Itupun selama tanganmu memakai sarung (kaos yang dibelit-belit). Hal ini agar cakaran kucing tak mengenai tanganmu.

    9. Kucing tahu jika majikannya sedang bercanda. Jadi dia tidak akan sungguh-sungguh mencakar atau menggigitmu. Kecuali jika kamu membuatnya marah.

    10. Pada musim kawin, kucing sangat haus birahi. Buat mereka bergaul dengan yang selawan main dengan mereka. Tapi usahakan untuk meredam produktiitas seksual mereka. Nggak mau kan, melihata begitu banyak kucing? Kalau kamu mau lebih mahal, kamu bisa KB-kan kucingmu ke dokter hewan. Tapi kalau kucing saya, dia sudah 7 bulan, dia betina dan untuk ukuran manusia dia sudah ABG. Tapi dia belum pernah kawin karena dia selalu di rumah. Haha

    Sekian dan terima kasih. Semoga bermanfaat.
    Dilarang men-copas untuk kepentingan blog komersial.


    23 Komentar

    Anonim mengatakan...

    lucu bgt foto kucingnya :fufu:

    Anonim mengatakan...

    makasi ya artikelnya lutcuuuu

    Anonim mengatakan...

    ngakak gw... wkwkwkwk
    thanks gan

    Anonim mengatakan...

    lumayan ngebantu gw.. thanx

    Anonim mengatakan...

    tulisan yg bagus, ngakak saya bacanya
    kucing saya begitu juga. tapi, gimana biar kucing cepet gemuk (kampung)?

    ronesta mengatakan...

    ahahhahah, nice story. bikin gue ngakak :D

    kail mengatakan...

    hahaha lucu abis gan keren makasih ya

    Anonim mengatakan...

    bacanya ngakak ane gan ... XD

    BTW pengalaman ane miara kucing ga beda2 jauh sm agan.. :D

    Landing mengatakan...

    hahaha, gila gaya penulisannya luar biasa. dapat dimengerti dan kocak, jadi penulis aja gan

    Unknown mengatakan...

    Sumpah nie artikel kocak abiz...
    tpi bermanfaat bgt...

    gmn jdi'na y klo kucing kampung d kawinin ma kucing anggora ato persia gtu??

    Anonim mengatakan...

    ahahaha okesip kucing w kbetulan bole nemu . skrng udh mw 8bulan(kaya.a) . soal.a w pungut pas lg ngamen mnta mkan .

    Risty Martia Praja mengatakan...

    haduu-haduu_lucu x artikelnya, slain lucu, artikel ini bermanfaat skali. Thanks,

    Anonim mengatakan...

    sumpah i relly love this blog
    so damned FUNNY

    Anonim mengatakan...

    Tulis lagi dunks..asli saya gakak dikantor abnis baca tulisan ini....
    btw saya suka kucing..kucing dirumah ada 11. Asli kampung semua!!!! boleh nemu dan saya steril...

    Anonim mengatakan...

    betull..betuull..
    lbh suka dgn kcg kampung yg aktiff
    bisa ilangin suntukk..

    Unknown mengatakan...

    Infonya menghibur. Aku juga baru minta 2 ank kucing buat di rawat di kamar kostan. Masih kecil.. Masih 1 bulan.. Kalau kutu aku beli shampo anti kutu, pengenngenya di mandiIn tp gak punya hairdryer. Kucing ane juga ngerti kalau mau modol atau kencing pasti di pasir yg dah aku sediain. Soalnya pas pertama ke kostan pasirlah yang pertama ane kenalin

    Unknown mengatakan...

    Infonya menghibur. Aku juga baru minta 2 ank kucing buat di rawat di kamar kostan. Masih kecil.. Masih 1 bulan.. Kalau kutu aku beli shampo anti kutu, pengenngenya di mandiIn tp gak punya hairdryer. Kucing ane juga ngerti kalau mau modol atau kencing pasti di pasir yg dah aku sediain. Soalnya pas pertama ke kostan pasirlah yang pertama ane kenalin

    coming soon mengatakan...

    ane pernah ngawinin anggora sama kucing kampung, tapi pas lahir cuma buntutnya doang yang lebet bulunya
    Idungnya juga ga sepesek anggora, satu lagi nih, masa matanya gede sebelah??? Ckckck kasian banget sih :(
    Makanya sampe sekarang ane males ngawinin nya, batin :D
    Btw artikel nya keren abis :D nice

    Anonim mengatakan...

    Lucu abisss gann tp nice info
    Gw juga punya kucing kampung,dia dtg pas 2 hr sebelum gw merit sampe skrg gw pelihara,makanan kesukaanya ikan cuek,kagak suka ayam.

    Anonim mengatakan...

    kucingku ada 2. anak dan mamanya. anaknya baru 5 bulan. lagi hobi2nya nyusu. trus suka juga makan kerupuk. hahaha kalau lg makan sibut gituh

    andityas mengatakan...

    Boleh juga ini ya. Artikel asik. Klo kucing si ak piara dri berbagai macaM jenis. So, cuma mau nambah aja. Klo kucing kampung, mandikan dg shampo anti kutu. Atau gunakan bedak khusus setelah dimandikan. Biarkan dia makan buruannya juga, tpi jgn lupa dibersihkan. Yg penting nih, bersihkan juga telinganya agar ga ada jamur di area muka. Utk kucing persia, jgn dibiasakan dikandang dan terlalu dimanja. Pakan yg variatif dan aktifitas outdoor di tempat yg ber rumput akan bikin dia aktif dan jauh dri kata malas.
    Utk kucing Himalayan, sering2 aja potong kuku dan beri makanan basah:ikan, coned, ati dll. Warning, kucing ini agak galak ya. Khusus mid-pro owner saja
    Kucing hutan(felicis bengalensis): tidak disarankan buat para pemula. Selain galak, sulit bergaul dg spesies lain, kucing ini juga agresif pada pemiliknya. Jika tidak dipelihara sejak kecil, ga doyan pakan kering. Ga bisa mengeong, dia hanya mengeram seperti macan. U know what, klo berburu, kucing ini juga mau masuk ke air bahkan lompat dri pohon ke pohon.

    Unknown mengatakan...

    makasih ya gan, artikelnya keren banget. Aku punya 1 ekor kucing kampung. Dia selama ini nggak pernah aku mandikan, tapi tetep aja bersihkan gitu.

    Budi mengatakan...

    Kucibg kampung lucu banget, apalagi yang masih kecil.

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan