• 30 Juli 2010

    ENTAH dari mana kata lebay muncul. Dan saya harus menyangkutpautkannya pada kasus kata jayus yang artinya garing. Sebuah sisa-sisa bahasa gaul lama yang sudah tak lagi digunakan. Namun tahukah jayus itu adalah nama orang (penyiar radio) yang memang selalu berkata-kata garing  (tidak lucu)? Sementara kata lebay itu sendiri semakin populer semenjak salah satu produk mengiklankannya di media televisi. Mau eksis, jangan lebay plis.  

    Apakah definisi lebay? Dari kacamata minus 4 kepunyaan saya, lebay bisa diartikan sebagai sesuatu yang berlebihan, tidak lucu, kampungan dan norak di mata sebagian orang, dan mereka (kalangan lebay) melakukannya demi sebuah eksistensi. Nah, para pelaku lebay ini disebut alay, anak lebay. Biasanya mereka datang dari kalangan menengah ke bawah
    Tapi pendapat ini dilululantakkan dengan statemen bahwa lebay adalah salah satu sifat rekaan manusia. Maksud saya, lihat bagaimana orang-orang dari kalangan manapun (kaya, menengah atau miskin) mencari perhatian dengan berpura-pura lebay. Nah, golongan ini biasanya melakukan aksi lebay untuk sekedar lelucon dan sifatnya temporer (sementara). Berbeda halnya dengan lebay karena bawaan. Untuk yang satu ini mereka memang sudah punya karakteristik tersebut. Tapi tahukah jika yang memredikatkan anak lebay itu adalah orang-orang yang normal. Artinya anak lebay sendiri sebenarnya tak mau (atau enggan) disebut berlebihan. Jika ada orang yang pendiam, pasti ada orang yang rame, kan?

    Bahasa Preman, Bahasa Gaul, Bahasa Ngondek

    Ternyata ada berbagai macam bahasa slang atau nonbaku yang ada di Indonesia. Dan jangan dikatakan kalau keberadaan bahasa-bahasa itu merusak tatanan kebahasaan baku Indonesia. Sebab jawabannya adalah, setengah dari teori itu benar (bahwa bahasa nonbaku merusak tatanan bahasa ibu). Masalahnya tidak semua orang memiliki kedewasaan dalam menyerap segala sesuatu, kan? Lihat bagaimana para bocah itu ber-UN (Ujian Nasional). Pelajaran Bahasa Indonesia menjadi pelajaran dengan nilai terendah dibanding mata pelajaran lain. Huft, ironis, ya? Padahal kalau kita mau cermat, kita bisa membedakan dan memakai aneka jenis bahasa itu sesuai konteks. Nggak mungkin kan, pidato pakai bahasa ngondek.

    Sekarang, apakah bedanya dari ketiga jenis bahasa itu? Bahasa preman adalah salah satu bahasa slang yang paling tua. Digunakan di areal keras seperti di jalanan (terminal, temapt-tempat publik). Pernah lihat kan, film-film remaja ala Lupus atau Catatan si Boy. Penuh sekali kan dengan akata-kata macam lu, gue dan sejenisnya. 

    Di era 90-an muncul bahasa gaul yang dipionirkan Debby Sahertian. Debby bahkan membukukan kamus gaulnya dan menjadi best seller. Kata-katanya cenderung maksa namun sangat lucu jika harus dipakai. Misalnya jangan jadi jangkara, makan jadi macaroni. Haha. Sementara bahasa ngondek adalah bahasa yang dipakai oleh kalangan wadam (gay, waria). Bahasa ngondek merupakan replica dari bahasa gaul. Namun pemakaiannya lebih diterapkan dengan gesture kewanita-wanitaan. Misalnya debby adalah dubur, lekong adalah lelaki. Dan di era 2000-an, munculah kemudian bahasa lebay. Era ketika SMS dan facebook meraja bagai penyakit kolera melanda negeri.

    Lahan Rejeki

    Ternyata lebay me-lebay ini bisa mendatangkan rejeki, lho. Lihat saja pelawak Fitri Tropica dengan imej lebaynya. Begitu juga dengan Melanie Ricardo (host Loelebay dan Studio 1). Keduanya lucu banget. Mau lihat di kancah internasional? Jangan jauh-jauh, lihat bagaimana konsep yang ditawarkan Lady Gaga. Konon pakaian unik yang ia kenakan rentan mendatangkan ajal. Musisi dalam negeri? Melly Goeslaw-lah orangnya. Meski lebih dulu Melly ketimbang Gaga, belakangan Melly terinspirasi juga pada Gaga. Bahkan (lagi-lagi) di Indonesian idol, Agnes sempat nyontek pita gede (kayak mini mouse) yang sempat dipakai Gaga saat interview di acara Inggris. Dan Melly (yang saat itu jari juri tamu) nyontek gaya rambut  Gaga dalam album The Fame Monster.

    Suatu ketika saya mencoba memakai bahasa alay dengan seorang teman di Yahoo Messenger. Berikut cuplikannya.

    Wana:   Aq mumpu am4 g3b3t4n cemalem..
    Topan:  So?
    Wana:  Aq kangueen sumu di4
    Topan:  Ieeh.. jangkara lebay dweh. Akika pusita!
    Wana:  KUK JADI NGUNDEK?!

    Artinya:

    Wana:   Aku mimpi dengan gebetan (incaran) aku semalam
    Topan:  Lalu?
    Wana:  Aku kangen dengan dia
    Topan:  Ih, jangan lebay, deh. Aku lagi pusing!
    Wana:  Kok jadi ngondek?!


    Demikian Ruang Bahasa kali ini. yang penting, tetaplah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam situasi tertentu.

    Silakan beri komentar selama facebook-mu aktif..
    Photobucket

    1 Komentar:

    Anonim mengatakan...

    lucu sobat!!!!
    4qu JuGa L3b4y kok ????
    JaD1 0r4ng L3b4y ttu k4g4k 3nnn4k loe :-P
    Kl0 k4t4 4qu , klo kt4 k4mu g1m4n4 ???????
    ^_^

    Suwerrrr kewer-kewer dech !!!!

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan