• 23 Januari 2016




    KALAU kamu nemu penampakan kucing di sebuah film horor, kamu harus curiga dan waspada. Karena kebanyakan, makhluk imut itu akan bernasib mengenaskan. Film-film itu sebut saja Ladda Land (kucing dijepit pintu sampai mati), Inside (kucing dicekik sampai mati), The ABCs Death (anak kucing diinjak sepatu hak tinggi), The ABCs Death 2 (kucing dikuliti untuk dimakan). Selain itu ada film lain yang saya lupa.

    Sekarang ada satu horor dari Austria berjudul Good Night Mommy. Awalnya saya pengen nyari film Room, thriller yang masuk OSCAR tahun ini. Penasaran dengan performa aktrisnya yang menang Golden Globe 2016. Namun film itu belum tersedia di internet. Saya pun lihat yang lain. Dan nemu Good Night Mommy. Dari trailer-nya yang saya tonton, cukup meyakinkan. Benar saja, film ini melebihi ekspektasi.


    Sudah lama juga tidak nonton film horor, juga sudah lama tidak menulis review. Ini adalah review saya untuk film GNM. Karena kebiasaan saya nulis pakai spoiler, jadi saya nggak berharap ada komen dari anonim yang menyeret kata anjing seperti berikut:


    Entahlah, padahal wikipedia sendiri penuh spoiler kalau bahas plot film.

    Plot

    Lukas dan Elias adalah kembar identik berusia 9 tahunan. Mereka menempati rumah baru  di satu daerah terpencil bersama ibu mereka. Rumah tersebut cukup modern. Tidak ada bau-bau setan ala-ala The Conjuring dan sejenisnya. Karena cerita ini memang bukan kisah hantu.



    Elias dan Lukas selalu bermai bersama-sama. Sementara ibu mereka, Mutter, adalah seorang pembawa acara TV di stasiun lokal Austria yang baru saja kecelakaan. Hal itu membuatnya dioprasi di bagian wajah. Sejak kecelakaan itu menimpanya, sikapnya berubah. Dalam bayangan Elias dan Lukas, Mutter bukanlah ibu mereka. Mutter selalu bersikap kasar dan deskriminatif pada si kembar.

    Suatu hari si kembar jalan-jalan ke tempat jauh dan menemukan kucing di sebuah gua. Mereka memeliharanya diam-diam di rumah. Kucing sakit itu sayangnya tewas di bawah gudang tua. Lukas berpikir ibunyalah yang melakukannya. Si kembar pun mengisi akuarium yang tadinya diisi serangga peliharaan, dengan mayat kucing di dalam air. Hal itu jelas membuat Mutter murka. Si kembar pun dihukum.



    Berselang sehari, Mutter sudah baikan. Ia memperlihatkan wajah cantiknya. Namun si kembar masih curiga. Mutter pasti orang lain, sebab begitu banyak yang berbeda. Suatu malam si kembar mengendap diam-diam ke kamar ibunya. Saat Mutter terlelap, si kembar menguncinya dengan tali. Di situlah penyiksaan dimulai. Elias lebih kepada si pengeksekusi sementara Lukas kerap membisiki.


    Ini jelas mimpi buruk bagi Mutter. Bibirnya dilem lem super. Ketika hendak dibuka dengan gunting untuk makan, bibir itu pecah. Mutter sempat kabur namun dia tertangkap lagi. Ia ditaruh pada malam hari di ruang tamu dengan begitu banyak lilin yang menyala. Elias terus bertanya pada Mutter, di mana ibunya. Mutter kebingungan karena dia tidak menyembunyikan apapun. Dialah ibu sejati si kembar.

    Elias tak percaya. Ia pun melakukan sesuatu yang akan berakibat fatal bagi mereka semua.

    Minim Dialog Tapi Mencekam Setengah Mati

    Saya selalu suka film yang sinematografis. Bikin nyaman di mata. Penonton diajak melihat pemandangan/montage dengan utuh. Nuansa inilah yang ada pada GNM. 

    Scene demi scene berjalan tanpa hambatan, bahkan jarang ditemukan dialog yang ekstra. Justru karena hal itulah ketegangannya kian terasa pekat. Film itu tidak mesti pakai dialog yang dominan.

    Menyoal twist, sebenarnya twist sudah bisa dicium sejak setengah jam film berjalan. Namun saya sendiri tidak yakin apa memang begitu? Ternyata benar saja. Semakin mendekati akhir film semakin mudah mencium plot film ini.

    Awalnya orang-orang menyangka ini film alien atau ibu kerasukan monster. Sang ibu adalah antagonis. Tapi tidak. Elias seorang anak delusional. Saudaranya Lukas meninggal dalam kecelakaan. Sejak saat itu Elias menganggap Lukas masih hidup. Sikap Mutter berubah sejak kecelakaan yang membuat wajahnya rusak. Ia pun bersikap kasar pada Elias. Hal itulah yang membuat Elias berpikir yang macam-macam. Mutter bukanlah ibunya. Pasti Mutter punya saudara kembar dan mereka bertukar. Yeah, kemungkinan ke situ sempat juga saya pikirkan. Ternyata eh ternyata ...


    Film berakhir dengan sangat dramatis. Di mana Mutter tewas terbakar setelah Elias membakar gorden. Elias yang masih berdelusi dengan Lukas pun kabur malam-malam menyeruak lahan jagung. Mereka kemudian bertemu ibu mereka yang 'sebenarnya': Mutter.


    Sungguh film yang astistik dan patut ditonton.

    Score: 90/100

    *




    0 Komentar

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan