- Home>
- Review Film >
- Dallas Buyers Ckub Review
18 Februari 2014
FILM tentang penderita HIV/AIDS memang selalu mengharukan. Contohnya Philadelphia atau film anak-anak The Cure, tapi Dallas Buyers Club (DBC) adalah drama tentang obat-obatan HIV/AIDS. Saya percaya bahwa film ini adalah kritik halus terhadap industri obat-obatan di negara adidaya yang mementingkan bisnis, plus isu bahwa HIV adalah penyakit 'buatan'. Sesuatu yang jarang dilakukan di film-film sejenis.
DBC juga punya sentuhan komedi yang pekat dan karakteristik tokoh yang kuat. Jangan lupakan bagaimana film ini memenangkan banyak penghargaan di berbagai penganugerahan film di kategori aktor. Film ber-setting tahun 80'an ini juga masuk nominasi Oscar terutama untuk kategori Film Terbaik. Seberapa menarik film berlatar tahun 80'an ini?
*
Ron Woodroof adalah seorang tukang listrik yang juga nyambi sebagai asisten di pacuan kuda. Ia kemudian diketahui mengidap HIV positif dan diagnosa tak dapat hidup sampai 30 hari ke depan. Ron yang memiliki kebiasaan mabuk-mabukkan dan gemar free seks ini kemudian mencari informasi tentang HIV/AIDS di perpustakaan.
Di sanalah ia mendapatkan informasi kalau persentase terbesar ODHA datang dari kaum homoseksual dan bisekskual (71 persen), plus melakukan hubungan seksual berisiko tanpa pengaman. Ia kembali ke rumah sakit untuk bertemu Dr Servard. Tapi ia bertemu dengan dokter muda yang cantik bernama Eve.
Ron meminta obat AZT, tapi Eve menjelaskan kalau AZT masih diuji coba sampai menunggu FDA (lembaga yang mengurusi perizinan makanan dan obat-obatan) meresmikan/melegalkan obat tersebut. Ron marah dan pergi meninggalkan RS. Ia kemudian mendapatkan obat AZT secara ilegal dari seorang staf rumah sakit. Bukannya malah membai, AZT ternyata memperparah kondisi tubuhnya.
Tak hanya itu,ia dijauhi teman-temannya dan menganggapnya sebagai homo. Maklum saja, HIV/AIDS pada saat itu identik dengan kalangan homoseksual. Ron berusaha mencari jalan keluar yakni dengan pergi ke Meksiko untuk mendapatkan obat. Selama perjalanan dia tumbang dan dirawat beberapa hari di rumah sakit tanpa izin praktek. Di sanalah dia menemukan dokter yang mempunyai obat-obatan untuk HIV. Obat-obatan ini tak keras dan bersifat ramah terhadap tubuh. Dokter Vass, demikian namanya, kemudian menjadikan Ron sebagai pengedar obat.
Untuk sampai ke perbatasan, Ron menyamar menjadi pendeta, dan mengaku mengidap kanker yang mengharuskannya mengonsumsi obat-obatan untuk 90 hari ke depan. Faktanya obat itu dijual bagi penderita ODHA hingga membuat yayasan kecil Dallas Buyers Club. Seseorang cuma perlu membayar 400 dollar dan ODHA berhak menerima obat-obatan.
Karena bahan baku obat ini langka, Ron tak ragu mendapatkan bahan baku sampai ke negara lain seperti Jepang, Israel, dan negara-negara di Eropa. Ia juga bekerjasama dengan waria ODHA bernama Rayon.
Ron pada awalnya sangat homofobia, atau membenci kalangan gay dan transgender, hingga akhirnya ia bisa menerima keberadaan orang-orang sejenis Rayon dan yang lainnya.
Bisnis Buyers Club harus terhenti saat pihak dari rumah sakit seakan membatasi usahanya. Padahal obat-obatan yang disediakan Ron jauh lebih manjur dan berdampak baik bagi ODHA. Bandingkan dengan AZT yang dibandrol dengan harga sampai 10 ribu dollar.
*
Ron diperankan Matthew McConaughey yang harus menguruskan tubuhnya dengan diet ketat seperti yang pernah dilakukan Christian Bale dalam The Machinist dan The Fighter. Pemeran Royan yang diperankan Jared Leto (Vokalis 30 Second to Mars) juga harus membuat dirinya sangat langsing lengkap dengan menghilangkan bulu-bulu di tubuhnya. Tak mengherankan jika dua aktor ini memperoleh Golden Globe sebagai Aktor Terbaik dan Aktor pendukung Terbaik. Dalam OScars 2014 yang akan dihelat bulan depan, sepertinya mereka akan mengantungi penghargaan di kategori yang sama.
Dan DBC bukanlah film cengeng penuh melodrama, tapi lumayan keras untuk sebuah drama yang menyindir 'bisnis medis'. Sebagaimana yang diketahui, bagi kelompok pemerhati konspirasi dunia pasti mengamini kalau HIV adalah virus 'rekayasa' yang muncul pada tahun 80'an. Virus ini dijelaskan sebagai virus yang menyerang kekebalan tubuh dan berakibat pada AIDS. Penyakit ini pun didefinisikan sebagai penyakit yang tak bisa disembuhkan dengan obat yang sangat mahal.
Tapi karena hanya teori, otomatis kebenarannya masih perlu dipertanyakan. Sementara banyak pula ODHA yang lebih memilih menjalani perawatan alternatif, yakni dengan cara hidup sehat dan mengonsumsi vitamin.
Dallas Buyers Club adalah tontonan yang mengharukan tanpa perlu banyak melodrama. Di sini kita akan menemukan gambaran ODHA yang pemberani dan optimis namun tetap memiliki sisi-sisi payah dan ketakutan.
Score: 8/10
*
foto: imdb.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 Komentar
Salut untuk Matthew M. juga Jared Leto. Akting mereka natural, semoga OSCAR bisa dibawa pulang oleh keduanya.
Melihat Vokalis 30 second to mars tersebut bermetamorfosa sebagai Rayon setelah bertahun-tahun rehat dari dunia film sungguh terasa mengejutkan.
Ckub seharusnya menjadi Club
Posting Komentar