- Home>
- Film Horor >
- Inbred - Horor Bersinematografi Mumpuni
29 Oktober 2012
FILM-film Eropa terutama Perancis, dikenal punya perhatian besar pada sisi teknis dan cerita sebuah film. Lebih sering karya mereka ini antimainstream dan cenderung susah cerna. Ada satu film slasher terbaru berjudul Inbred yang punya tata kamera atau sinematografi yang amat bagus. Belum lagi soal kualitas akting para aktor yang bermain konsisten dan dinamis. Soal cerita? Ah, klise juga sih.
Tapi paling tidak, kita akan diajak melihat scene kekejaman ala one take shoot. Atau kekejaman yang tanpa dipoles editing. Maksud saya, coba lihat video pemenggalan kepala/hukum pancung di youtube. Itu direkam tanpa proses editing, kan? Itulah yang terjadi dalam sebagian besar adegan jagal dalam Inbred. Visual effect gore dalam film ini benar-benar amat diperhitungkan! Pokoknya film ini BENER-BENER ..
![]() |
| CETAAAR! |
Plot
Cukup familiar sih. Sekelompok orang pergi ke suatu tempat asing, nemu manusia maniak terus dibantai deh. Ide cerita klise ini enggak habis-habis jadi semacam ramuan film slasher. Kalau antagonisnya enggak manusia atau monster, paling alam. Dalam Inbred juga demikian. Empat orang mahasiswa dengan dua orang mentor, singgah di sebuah areal pedesaan.
Sebenarnya mereka cukup aneh dengan orang-orang freak di sebuah tempat makan. Tapi akhirnya mereka enggak naruh curiga dan sempat jalan-jalan. Sampai akhirnya, tiga orang pemuda desa yang kelihatan maniak, mengganggu Sam, si cewek introvert. Salah seorang yang membela akhirnya mengalami cedera dan dibawa ke pemukiman. Di sanalah kekejaman mulai terjadi. Satu per satu korban telah disekap dan dijadikan pertunjukkan seorang maniak yang memosisikan dirinya bagai badut pesulap.
Pembantaian
Jeff, suami Kate harus mengalami nasib nahas setelah kepalanya dibacok tanpa ampun dan dilepas begitu saja dalam hitungan detik oleh Jim. Sialnya hal itu dilakukan tiba-tiba ketika Kate dan yang lain membawa Jeff ke pemukiman.
Zeb, pemuda afro-Amerika menjadi korban kedua kekejaman ini. Ia diseret pada malam sebelum pertunjukkan. Tubuhnya ditelentangkan sedemikian rupa dan kedua kaki dan tangannya dikunci oleh sejenis tembaga yang dipaku ke dalam tanah. Pagi harinya saat pertunjukkan dimulai, Jim sang maniak telah memakai make up badut.
Anak Jim yang bernama Gris kemudian mendatangi Zeb. Zeb yang sudah diapakaikan wig ini mulai disiksa. Jim memasukkan tumbuhan keras di kedua hidung Zeb. Tak lama dua cewek kembar datang dengan seekor kuda. Kuda itu mengitari Zeb. Awalnya pelan, namun kemudian diajak cepat hingga bahu Zeb terluka.Setelah itu tapal kaki kuda pun mengenai kepala atas kanannya.
Korban kedua Dwight, dia adalah tokoh bajingan di film tipikal yang 'harus' punya cara mati paling mengenaskan dan biadab. Dan memang benar dugaan saya, cara mati Dwight benar-benar tak bisa diduga. Dalam pertunjukkan, tubuhnya diikat dan mulutnya dijejali pipa berisi lumpur otomatis yang biasa digunakan untuk pembangunan gedung. Otomatis perutnya penuh dan akhirnya dia meledak sepeti balon berisi air.
Kate, sang leader dalam kelompok ini juga harus mengalami nasib nahas ketika ia sengaja berlari untuk memancing perhatian lawan. Sial, para maniak tak mengejarnya. Kate pun menginjak perangkap beruang hingga kakinya cedera. Satu maniak datang dan memotong pergelangan kakinya. Ia dibiarkan merangkak sampai seseorang menembak kepalanya dari jauh.
Tim, tokoh nerd ini bagai sosok heroik. Ia beberapa kali membuat mampus para maniak dan kemudian di ruang bawah tanah ia menemukan sejenis vodka. Ia pun berniat menjebak para maniak dengan membakar mereka. Namun ternyata botol-botol vodka yang dihancurkannya adalah sejenis air. Tim pun tak bisa membakar mereka, ia malah kena keroyokan. Untuk adegan ini, suradara tak memperlihatkan bagaimana cara Tim tewas.
Selanjutnya selagi para maniak berada di ruang bawah tanah, Sam berlari menjauh. Namun ia menginjak ranjau. Seekor rakun putih datang dan naik ke atas kakinya hingga ia bergerak. Sam pun hancur lebur. Paling tidak itulah cara mati yang tidak lebih dulu merasakan sakit amat sangat. Tragis
Film ini juga tidak memosisikan korban 'sebagai korban'. Sudut pandang korban juga ditempelkan pada para maniak. Ketika para tokoh utama memasang strategi untuk membunuh para maniak dengan cara yang mengejutkan. Sehingga kita sebagai penonton tidak bisa mengira siapa yang akan jadi korban selanjutnya.
Cara mati para maniak ini pun tidak kalah mengerikan. Rata-rata memang 'setimpal'. Gris ditabrak mobil yang dikemudikan Kate hingga tubuh Gris terkoyak dan tak berbentuk lagi. Lengkap dengan rupa Gris yang masih bernapas di detik-detik akhir ajalnya.
Seoang teman Gris datang namun BAAM! kepalanya hancur ditembak. Tak hanya itu, beberapa maniak tewas ditabrak mobil yang dikendalikan tanpa rem. Dan dua maniak lainnya yang hancur setelah ditembak.
Inbred - Horor Bersinematografi Mumpuni
Inbred kalau dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia mungkin 'orang dusun'. Kalau di Amerika sendiri katanya namanya Redneck. Tipikal maniaknya sendiri ada yang berwajah aneh namun tidak ekstrim, ada pula yang berwajah 'manusia seutuhnya'. Para maniak ini sering melihat binatang disiksa dan kalau ada korban orang asing, orang asing itulah yang dijadikan objek penyiksaan. Mirip sih dengan film Korea yang di-cameo-insama Miyabi, yang judulnya Invitation Only. Sisanya punya banyak kemiripan dengan Wrong Turn atau The Hills Have Eyes yang bernuansa Amerika itu.
Jangan lupakan opening filmnya yang memang benar-benar sakit. Itu ternyata seperti sindiran atau 'misi' yang ingin disampaikan kreatornya. Yaitu gemar menikmati film horor dan kemudian mati dengan cara yang horor pula. Aish, menyeramkan! Yang jelas Inbred adalah horor yang indah karena dari segi sinematografi dan tata teknis lainnya, sangat-sangat diperhatikan, detail, sehingga kita bisa merasakan keleluasaan dan gambaran utuh terhadap setting dalam film.
Oh ya, film ini murni slasher tanpa bumbu pornografi. Sutradara dan penulisnya, Alex Chandon memang benci dengan horor dengan pornografi. Jadi terbilang 'aman' meski tentulah tak direkomendasikan untuk penonton ABG.
Rilis: 2011 (Eropa), 2012 (Amerika)
Untuk Dewasa 21 +
Score: 9/10
Langganan:
Posting Komentar (Atom)












7 Komentar
Pengen nonton ..
Dimana ya dipidinya,
blm bsa download, gaptek ga ngrti caranya,
PEngan download saya, dimana, Kang?
Recommended banget nih!
seraaam ah,gk berani nonton
Film slasher/gore dengan ramuan cerita yang sama dari kebanyakan. Berarti menang di sinematografinya yah,....
gara-gara nonton the cabin in the woods, nonton film kaya gitu jadi agak males. Tapi reviewnya bagus karena memang saya suka review yang ada spoilernya. hehehe
NGERI.. ga berani tapi penasaran aahhaha -.-
masih 15 tahun -_- tapi pengen nonton.. boleh gak ya.
*langsung searching google*
dimana bisa dapet film ini ya?
ini film produksi perancis ya?
Perancis memang suka bikin film yg bikin kepala cenat cenut =))
Posting Komentar