• 26 April 2012


    DALAM sebuah film thriler, motif pembunuhan sang psikopat melulu klise. Kalau tidak sebagai 'hobi', ya sebagai aksi balas dendam. Sayang penonton Indonesia memang tidak familiar dengan tema seperti ini. Alhasil, pada koran cetak Kompas hari Minggu (22/04/12), Budi Suwarna, entah siapa, yang menulis artikel tentang Modus Anomali, mengutarakan keheranannya tentang motif sang psikopat. Tapi, hey! Apa Anda endak lihat judulnya? Modus Anomali! Yang artinya cara yang abnormal.



    Soal motif, plis deh. Emangnya Joko Anwar lagi bikin pelem drama. Soal motif memotif toh sudah banyak sutradara yang membuatnya. Pintu Terlarang yang merupakan karya ketiga Joko, juga mengurai motif membunuh sang tokoh utama. Lalu bagaimana dengan Modus Anomali? Yuk, simak review Samandayu untuk Kritik Film Lokal berikut ini.

    Alur

    SEORANG lelaki berwajah Asia terbangun dari pingsan dalam kondisi terkubur hidup-hidup. Dia siuman dalam keadaan hilang ingatan pada tengah malam. Dia berteriak ketakutan, kalut, berlari ke sana ke mari di tengah hutan. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah kabin yang membuka ingatannya. Di ruang tamu, terdapatlah sebuah kaset yang 'harus diputar' si lelaki. Terkejutlah ia saat istrinya yang dalam keadaan hamil tua itu dibunuh seorang psikopat.


    Menit demi menit berlalu, perjalanannya menyelamatkan kedua anaknya selalu ditandai dengan bunyi alarm jam. Pukul 12 malam ketika dia nyaris dibakar dalam sebuah peti, pukul dua pagi ketika dia salah membunuh, dan subuh ketika dia menemukan sesosok mayat terkubur dengan badan bertuliskan sesuatu. Misteri demi misteri itu terkuak di menit-menit akhir film sampai kita menemukan jawaban, siapakah dalang dibalik pembunuhan sadis tersebut.

    Maka dimulailah petualangan sang psikopat sebenarnya. Dia mulai melakukan aksi kejahatan terhadap sebuah keluarga dengan dua anak lelaki yang tengah menempati sebuah kabin.

    Modus Anomali: Praktik Abnormal sang Psikopat

    MODUS Anomali adalah film Joko Anwar yang paling sederhana dalam segi teknis. Tidak heran film ini hanya perlu 10 hari dalam proses pengambilan gambarnya. Jadi enggak heran kita akan menikmati horor dengan tata teknis standar Indonesia: tata artistik yang parah dan tata kamera yang bikin sakit mata. Entah kekurangan budget atau sang sutradara kepingin penonton merasakan kegelapan hutan belantara, setiap scene perburuan, tersimak amat gelap, tidak jelas, dan mengganggu. Saking lumayan mengganggunya, rasanya kepingin itu layar bioskop ane sobek. Namun menjelang akhir film, kita semua bisa bernapas lega lantaran scene pagi dan siang hari bisa tersimak secara jelas. Begitupun dengan sinematografi yang tidak sespektakuler Kala atau Pintu Terlarang. Tapi katakanlah kalau sinematografi untuk Modus Anomali hanyalah sebuah konsep.

    Sementara di jajaran casting, Rio Dewanto berhasil membawakan tokoh 'muka dua' secara lepas serta logis. Kejiwaannya yang memang sakit bin terganggu terlihat hanya dari tatapan mata atau senyuman misterius terutama di scene-scene ending. Sementara aktor lain yang mendapatkan porsi amat sedikit sudah lumayan berperan baik. Kalaulah tata cahaya/artistik film ini lebih memukau, mungkin kemampuan akting semua cast-nya akan lebih 'terlihat'.

    Lalu, bagaimana dengan adegan slasher-nya? Kurang sadis, sih. Mungkin karena beberapa adegan penjagalannya disensor LSF. Yaitu pembunuhan istri hamil tua dan pembunuhan istri orang lain di scene ending. Tapi kata Joko, hal itu memang tidak berpengaruh pada alur, kok. Tapi bikin gatel pecinta film berdarah-darah kayak ane. Sayangnya scene pembacokan terhadap sang anak lelaki terlihat kurang dramatis dan mengejutkan. Padahal saya udah kepengen itu kepala terpenggal terus kena dahan pohon. Tapi yeah, kalo entar dibikin begitu malah jadi mirip pelem Freddy VS Jason  lagi ...

    *

    HARIAN Kompas Minggu kemarin berjudul Modus Anomali atau ... karya Budi Suwarna, membuat 'gerah' Joko dan produsernya. Fans-fans Joko menganggap artikel tersebut bermuatan spoiler (pembocoran ending) yang bisa bikin turunnya antusiasme pembaca artikel tersebut terhadap film yang dibahas. Akun twitter Modus Anomali kemudian berkicau kalau tulisan Kompas tidak 'sepenuhnya' benar. Yeah, karena  tulisan Budi hanyalah sebuah pandangan personal yang bisa diamini bisa tidak.


    Sebab saya selalu mengerti saat seorang pengapresiasi film mainstream mengapresiasi film-film mainstream. Film mainstream 'versi' Indonesia bisa dikatakan sebagai film-film dengan alur klise (kalau enggak kronologis, ya, kilas balik), bertema drama dengan ending menggantung atau terutup, dan konvensional. Biasanya film-film jenis ini mendapat sambutan hangat dari penonton bioskop. Film-film horor tetek pantat juga termasuk mainstream, lho. Sebab masih digandrungi penonton tipikal.

    Sementara non-mainstream adalah film 'alternatif' yang jarang muncul di Indonesia. Taruhlah ketika film The Raid muncul, beberapa tulisan menganggap kalau film tersebut terlalu sadis. Begitupula saat seseorang berkomentar usai menyimak Modus Anomali. Kalau enggak bingung, ya kritik tentang alasan membunuh sang tokoh utama.

    Budi sendiri dalam artikelnya mengatakan:






    Satu hal penting yang tidak terjelaskan adalah motif perilaku John selama berada di hutan. Di film ini, John ujuk-ujuk berperilaku aneh tanpa alasan yang jelas. Joko Anwar dalam konferensi pers, Selasa (17/4) siang, mengatakan, John dalam film itu bukanlah psikopat, melainkan seorang ayah yang mempunyai hobi aneh, yakni membunuh.

    Katakanlah, seandainya membunuh menjadi sebuah hobi, tetapi di film ini tidak ada penjelasan bagaimana hobi itu bermula dan berproses. Mengapa manusia punya hobi membunuh? Ini teka-teki baru yang sengaja disisakan atau.... 



    Budi mungkin bukan penggemar film slasher/thriller kelas internasional. Jadi di pikirannya, sangat aneh dan tidak masuk akal kala sutradara tak memberikan gambaran mengenai motif membunuh sang psikopat. Tapi pandangan Budi tentu saja pandangan sebagian orang. Dan ini hanya bisa dimaklum. Sementara penggemar film horor tipe bunuh membunuh tentu punya alasan kuat.

    Film-film internasional bertema slasher, sudah tidak perlu lagi mengumbar motif membunuh secara eksplisit. Pembunuhan adalah hobi. Dan atas dasar bahwa kau tidak sedang menonton film bermoral dan bertuhan. Jadi berbagai cara membunuh diterapkan di film-film jenis ini. Misalnya dalam Hostel, ada klub yang membunuh orang asing. Saw, meski punya motif yang 'luhur' menyadarkan seseorang mengenai pentingnya menghargai hidup, namun cara penjebakan diekspos besar-besaran. Dan ini hal yang legal dalam  genre tersebut. Barangkali hal itulah yang membikin Joko membuat film keempatnya ini berbahasa Inggris.

    Kenapa Pakai Bahasa Inggris

    DALAM media massa online, menurut moncong sang sutradara kala ditanya mengapa dialog dalam film ini full english? Jawaban pertama karena film ini tidak terjadi di Indonesia, dan kedua: bangsa ini menurut Joko terkena inferiority complex, yakni merasa rendah diri dengan bangsa lain. Sementara jika orang luar mengangkat budaya Indonesia, orang-orang kita malah bangga. Yeah, mungkin Joko sedang nyindir tipikal film-film seperti Eat, Pray, Love yang ngambil lokasi di Bali sementara rakyat menaruh antusias yang luar biasa terhadap hal tersebut. Atau kala batik kita ditaksir Versace dan Armani yang akan nunjukin karya mereka berbau batik pada Januari 2013.

    Film Modus Anomali ini memang tidak terjadi di Indonesia. Itu benar, karena keluarga Indonesia gila mana yang mau-maunya liburan di pondok di tengah hutan. Sebab tipikal kek begini emang sering dilakukan orang-orang sono (barat). Yaitu menyewa kabin atau rumah dengan dinding kayu di tengah hutan, barangkali sebagai rekreasi alternatif menenangkan kejiwaan, melepaskan diri dari hiruk pikuk ibu kota. Jadi kalau Modus Anomali pake bahasa Indonesia, mungkin setting-nya saat sebuah keluarga liburan di seharian di dalam rumah sambil nonton acara Dahsyat. Terus dibunuh deh, sama benc*ng.

    Pemburaman latar memang sudah menjadi trademark karya-karya Joko. Dalam tiga film pertamanya, kita tahu para tokohnya hidup di Indonesia, tapi kita tak pernah diberi gambaran pasti di kota mana tepatnya tokoh-tokoh itu berinteraksi. Janji Joni dan Kala, punya wardrobe unik dan komikal. Begitupula dengan Pintu Terlarang. Semua membuat kita berpikir kalau kita memang sedang masuk di dunia antah berantah. Sebuah alam imajinasi sang sutradara gelo.

    Satu hal lagi yang bikin pelem ini pake casciscus, mungkin buat meraih pangsa pasar Amerika. World premiere-nya sendiri diputar di ajang festival Amrik bernama South by Southwest Film Festival. Di festival itu Modus Anomali menjadi film Asia satu-satunya yang ditayangkan di section midnighters. Atau bisa jadi film ini pake bahasa Inggris karena banyaknya umpatan sana-sini seperti fuck you, shit, dll. Miriplah ketika Iwa K ngacungin jari tengah ke wartawan inpotainment. Jadi berasa seleb Amrik. 

    Artinya kalau Modus Anomali pake bahasa Indonesia, bisa gawat kan, kalo saat syuting si Rio ngomong anjing bangsat di tengah hutan? Bisa ngamuk-ngamuk dong, itu karuhun/penunggu hutannya? Heu.

    *

    MODUS Anomali layak disimak tidak hanya untuk pecinta film nasional atau pecinta film slasher, tapi untuk kalian yang mungkin selama ini demen lihat horor bokep. Yah, sekali-sekali lah nonton film bercitarasa baik. Meski presentasi teknis kurang baik, namun ide film ini sangat brilian. Semoga Hollywood naksir film ini kemudian membikin daur ulangnya menjadi sangat epic. Kalau dibikin versi Amrik-nya, mungkin Channing Tatum cocok buat jadi tokoh utamanya. Heu

    *

    Score: 8/10


    Foto: google



    11 Komentar

    Riu is me mengatakan...

    kalo githu aku gak jadi nonton deh! udah takut duluan keknya.
    selain itu, aku juga belum yakin, apakah kualitasnya bener-bener bagus kek the Raid itu.

    *simpen lagi uang saku, ah!

    Anonim mengatakan...

    aku jg ga mau nonton (andre)

    Dodo Wiyono mengatakan...

    Joko Anwar is awesome Director. Rio Dewanto-pun berpain apik sehingga berhasil membawa empati penonton.

    Namun, menjelang ending kita akan mengetahui bagaimana sebenarnya dia. TWIST yang tak kalah dengan......SIX SENSE atau THE OTHERS

    dimas mengatakan...

    Berlebihan kl ngasih score 8 dari 10!kl sy nilai 5 untuk film ini !tidak sebagus film2 joko anwar sebelumnya

    a mengatakan...

    baru nonton film ini kemarin, setuju ama bang wana 8/10 lah, diliat dari segi cerita ama ujung cerita yang mengejutkan. :D

    dhilooo mengatakan...

    baru nonton kemaren :D
    awalnya gerahhhm,, capek liat si pemeran utama teriak2an aja -__-
    tapi endingnya yahuttt,,, buat orang bilang "ooo,, pantesss"
    "wahh,, ternyata" dan macem2 :D

    Anonim mengatakan...

    Awalnya alurnya trllu lamban. Bisa dblg, sbnernya ni film cm sktr 45menitan. Tp yg jls, emg ok ni film. 8/10 panteslah dbndgkn film horbok

    YuZ mengatakan...

    gw sedikit kecewa ama Modus Anomali karena terkesan si sutradara bikin film "seadanya", pengambilan setting dan teknik pengambilan gambar bagi gw terlalu sederhana untuk seorang Joko Anwar.
    apa mungkin karena ingin menampilkan suasana yg benar-benar berbau Hutan? Hutan yg liar dan semrawut.

    atau mungkin karena gw yg terlalu berekspektasi tinggi untuk Modus Anomali ya?

    Walaupun begitu gw suka dengan bagian "ending" yang tertunda, yaitu saat John terbangun setelah menyuntik tubuhnya sendiri dan menaiki mobilnya. Gw kira itu udah ending! Dan gw tertipu dengan mudahnya, sungguh bodohnya gw!

    Dan gw ga akan menggugat apapun tentang motif si pembunuh, karena judulnya aja Modus Anomali.
    Makanya gw juga ketawa ironis saat ada orang yg mempertanyakan keanehan dan tidak masuk akalnya motif sang pembunuh.
    Bukankah jawaban semua pertanyaan orang awam itu udah bisa ditemukan secara jelas di Judulnya, haha

    gw kasih nilai 7,5 lah untuk film ini.

    MakEmakSengklek mengatakan...

    rating 5,5 deh...hhe, di imdb ajah sgtu..8 tuh hasil pnilaian mas atau????

    Anonim mengatakan...

    minus nya dikit.
    Kok si john pas muntah-muntah (2 kali klo ga salah), kaya' jus yg ditumpahin dari samping pipinya....

    Anonim mengatakan...

    Menurut saya, film ini sangat bagus. Bagi saya, karya yang besar adalah karya yang membuat penikmatnya berpikir. Saya rasa penonton belum tentu langsung mengetahui jalan ceritanya hanya melihat dari judul. Kata "Anomali" merupaka kata yang jarang dipakai dan jarang orang tahu artinya.
    Menonton film ini membutuhkan nalar yang tinggi. Jadi, saya rasa orang-orang yang mengatakan bahwa film Modus Anomali merupakan film yang aneh dan tidak jelas, adalah orang-orang yang tidak mempunyai nalar yang tinggi dan tidak mau berpikir.
    Terima kasih

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan