• 13 April 2012

    BANG Maman dari Kali Pasir adalah salah satu cerpen yang tertuang dalam kolom lembar LKS Muatan Lokal  'Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta' untuk anak kelas 2 SD. Entah siapa yang membuat materi untuk buku pendidikan tersebut, tapi cerpen berjudul naif itu memang punya konten dewasa, lengkap dengan bumbu rumah tangga yang mewarnai. Artikel ini hanya membahas konten dari cerpen dalam LKS yang kini sudah ditarik penerbit itu.


    Namun sedikit mengulang, LKS tersebut dinilai tidak tepat untuk anak-anak karena ada frasa 'istri simpanan' dalam salah satu cerpen. Dalam sekira du hari ke belakang, media massa giat memberitakan baik opini personal maupun reportase. Pihak Depdikbud sendiri 'angkat tangan' karena peredaran LKS berbau muatan lokal tidak melalui seleksi pihak mereka. Artinya, agak susah memilih si kambing hitam. Guru-guru pun barangkali tidak membaca penuh satu buku sebelum diedarkan.

    foto: tribun
    Yang lebih lucu, ternyata buku LKS ini punya dua versi. Sebutlah versi standar dan versi deluxe. Versi deluxe ini lebih mahal karena halaman berwarna dan bergambar, sementara yang standar lebih simpel. Yang aneh, dalam cerpen Bang Maman dari Kali Pasir, tidak ada cerita mengenai istri simpanan dalam versi deluxe. Apakah ini konsep tebang pilih serupa kita membeli koran kuning yang ecek-ecek dengan harga murah? Sementara koran sejenis Kompas dengan harga yang jauh lebih mahal, punya konten yang aman.


    Entahlah. Tapi, mari kembali ke pokok persoalan, Mengenai konten cerpen tersebut. Begini isi dari cerpen itu: Semoga isi cerpen ini utuh (sumber di sini) , karena saya tidak punya buku LKS-nya.


    foto: detik.news


    Bang Maman dari Kali Pasir


    Bang Maman adalah pedagang buah di Kali Pasir. Bang Maman mempunyai anak perempuan bernama Ijah dan berkata ingin menjodohkannya dengan Salim anak Pak Darip orang kaya di Kali Pasir. Tak lama setelah Salim dan Ijah menikah, Pak Darip meninggal dunia. Pak Darip meninggalkan harta warisan berupa kebun yang sangat luas kepada Salim.
    Salim tidak bisa mengurus kebun peninggalan ayahnya, dan minta Kusen mengurusnya. Istri Kusen mempunyai rencana jahat, dia meminta suaminya menjual kebun Salim. Setelah kebun dijual mereka melarikan diri. Salim menjadi miskin, harta warisan ayahnya sudah habis. Akhirnya Salim berjualan buah di pasar.
    Bang Maman mengetahui Salim telah jatuh miskin. Bang Maman ingin Ijah bercerai dengan Salim, karena Salim telah jatuh miskin. Ijah tidak mau, biar miskin Ijah tetap setia kepada Salim.
    Akhirnya Bang Maman meminta bantuan kepada Patme supaya berpura-pura menjadi istri simpanan Salim. Patme setuju atas permintaan Bang Maman. Kemudian Patme datang ke rumah Salim dan berbicara dengan Ijah. Patme mengaku sebagai istri Salim. Patme dan Ijah bertengkar. Ijah merasa kecewa dan marah kepada Salim.
    Kemudian Salim memberikan penjelasan kepada Ijah, namun Ijah tidak percaya. Akhirnya Salim pergi meninggalkan Ijah.
    Suatu hari Ijah berkenalan dengan Ujang. Ujang Adalah seorang perampok yang sudah lama dicari polisi. Dengan menyamar seperti orang kaya Ujang datang melamar Ijah. Lamaran Ujang diterima dan akhirnya Ujang dan Ijah menikah.
    Pada saat pernikahan berlangsung datanglah polisi menangkap Ujang dan gentong. Mereka sudah lama dicari polisi karena sebagai perampok. Namun Ijah tidak tahu kalau mereka sebagai perampok. Mereka akhirnya dibawa ke kantor polisi dan Bang Maman sebagai saksi.
    Polisi minta agar semuanya tenang. Dijelaskan oleh polisi bahwa yang ditangkap itu adalah buronan. Mereka ditangkap karena sering berbuat jahat. Mereka suka merampok dan menipu. Akhirnya pesta perkawinan berangsur-angsur bubar.

    Sesungguhnya saya ngakak sengakak-ngakaknya usai membaca itu cerpen.  Ini seperti saya membaca sinopsis Shitnetron murahan di tipi-tipi saja. Tentu ini jauh dari kata edukatif dan saking enggak edukatifnya, naskah di atas boleh dikirimkan ke KK Dheraaj untuk dijadikan film. 

    Lalu, kenapa cerpen tersebut saya bilang aneh? Berikut poin-poin yang saya ludahkan. 
    Yuk, jilati ludahnya.. :D

    1. Terlalu banyak tokoh membuat anak-anak kelas 2 SD bingung. Akan lebih baik jika di dalamnya terdapat dua tokoh dengan deskripsi karakteristik yang jelas.  Namun cerpen BMDKP  memang bertema dewasa dan dicurigai penulisnya adalah seorang penggemar Shitneron yang otomatis memasang poster Nikita Willy di kamarnya.

    2. Menceritakan kehidupan orang dewasa, sih, sah-sah saja. Tapi wong jangan pakai bumbu konflik rumah tangga segala. Alangkah baik jika BMDKP cukup menggambarkan kerja keras tokoh Bang Maman sebagai pedagang buah yang ikhlas. Taruhlah ketika sedang mangkal di pasar, Bang Maman bertemu anak yang hilang. Si anak kelaparan ini dikasih buah terus dianterin pulang. Beres, kan?

    3. Cerpen tersebut mengajarkan matrealisme kepada anak-anak, dari gambaran Bang Maman, seorang yang 'menjual' anaknya demi kekayaan. Ketika sang menantu miskin, si abang ini malah menyuruh putrinya bercerai. 

    4.  Saya sendiri bingung dengan amanat yang ingin disampaikan cerpen tersebut. Bukankah cerpen untuk anak-anak perlu deskripsi jelas mengenai sifat baik dan buruk?

    5. Karena cerpen ini penuh dengan banyak tokoh, anak-anak mau tak mau harus bekerja keras dalam memahami jalan cerita. Si A kawin sama si B, cerai terus kawin sama si C. Wah, gawat banget kalau anak-anak kelas 2 SD udah disodorin cerita kek begini.

    6. Frasa membingungkan itu tentu: istri simpanan. Anak-anak yang penasaran tentu saja akan bertanya pada guru atau pada orangtuanya. Sebab mereka 'pasti' akan berpikir kalau istri simpanan mungkin seorang istri yang bisa ditaruh dimana pun. 

    7. Kalimat dalam cerpen anak seharusnya pendek-pendek dengan kosakata yang sederhana.

    8. Menambahkan dialog dalam cerpen, akan lebih baik.

    Lalu, bagaimana jika cerpen itu dirombak? Inilah Bang Maman dari Kali Pasir versi saya.


    Bang Maman dari Kali Pasir 

    Bang Maman adalah seorang penjual buah keliling. Dia menggunakan gerobak yang berisi berbagai macam buah-buahan. Apel, mangga, nanas, semua berada dalam kemasan plastik transparan. Siapapun akan tergiur  saat melihatnya.
    Bang Maman tinggal di Kali Pasir, sebuah perkampungan padat penduduk. Dia tinggal di rumah sederhana bersama anak perempuannya yang bernama Ijah. Kak Ijah masih bersekolah di SMA sementara ibunya sudah lama meninggal.
    Di suatu siang yang terik, Bang Maman kembali keliling menjajakan buahnya. Dia pun melihat seorang anak lelaki dengan pakaian lusuh. Dihampirinya anak yang tersudut di sebuah gang kecil itu. 
    "Nak, sedang apa di sini?" tanya Bang Maman.
    Anak itu diam beberapa saat sampai menjawab, "saya lapar .."
    Bang Maman pun mengambilkan buah melon untuk anak itu. Dengan lahap, anak lelaki itu memakan habis. Setelah itu, Bang Maman pun kembali bertanya. 
    Ternyata anak lelaki itu bernama Bimo, dia kabur dari rumah sekelompok orang yang menculiknya beberapa hari yang lalu. Sudah setengah hari ini Bimo luntang-lantung tak tahu jalan. Sampai akhirnya, Bang Maman iba. Bimo pun diantarkan ke kantor polisi. 

    *

    NAH, saya pikir itu lebih aman. Gimana pendapat pembaca?



    7 Komentar

    Riu is me mengatakan...

    Parah bener tuh cerpen!
    anak SD, kelas dua pisan, mana ngerti cerpen dgn bahasa tinggi seperti itu. bisa baca aja udah alhamdulillah, eh lah ini malah pakai bahasa yg sulit dimengerti. udah githu gak jelas juga pesan yg mau disampaikan.
    Kira-kira, editornya siapa itu ya... :D

    Anonim mengatakan...

    parah bener cerpen bwt anak sd...nanti lama2 anak sd jadi ikutan kyk gtu wwkwkwwk

    HendraPanic mengatakan...

    ga habis pikir anak 2 sd di kasih cerpen yang seperti itu.
    terlihat dengan jelas kualitas para guru dan penerbit buku untuk sekolah. pantas pendidikan di Indonesia ga maju maju

    Ramy mengatakan...

    buahahahahahahahahaha!!!! saya juga ngakak sengakak-ngakaknya abis baca cerpen itu! apa-apaan tuh, komplikasi banget dah cerpennya! XD

    jauh lebih aman versi kang Saman, setuju dah.. :D

    Cerpen tandingannya mantap, bang.
    Mudah-mudahan aja Raam Punjabi ataupun Punjabi lainnya kagak tertarik ngangkat cerpen versi buku pelajaran anak SD itu ke layar televisi. Amin! :D

    Ninuk Endahsl mengatakan...

    hahaha sumpah itu cerpen -_- lieur bacanye, pake konflik alur ape kali ntu ckckck. Iye bener masih bagusan yg versi bang saman lah :D

    krismorgana mengatakan...

    hiii...tadinya males baca kaji mengkaji cerpen,,tpi ternyata isinya begini...
    parah bgt yang nyusun LKS nya....dan untuk anak kelas 2 sd??? yang bener aje...
    ya, versi samandayu lebih cocok ketimbang versi aslinya untuk anak sd...

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan