- Home>
- Film Horor >
- 'Grotesque' dan 'Dumplings' (Film Review)
16 Maret 2012
SUDAH lama saya tidak me-review film-film 'cinta'. Kali ini saya habis menonton dua film yang direkomendasikan tema saya. Adalah Grotesque (Tidak Masuk Akal), horor keluaran Jepang tahun 2009, dan Dumplings (Pangsit) horor dari Cina tahun 2006. Di sini saya tidak sedang membandingkan kedua film itu, tapi me-review-nya satu-satu. Simak, yuuuk... !
Grotesque: Kesadisan Tingkat Dewa
FILM ini saya tonton atas rekomendasi dari pembaca blog ini. Meski dengan gadang-gadang menggoda 'Saw and Hostel were just appetisers' (Film Saw dan Hostel hanyalah sebuah makanan pembuka)', tapi saya tak memasang ekspektasi berlebih. Apalagi saya kurang menyukai film horor Jepang karena saya anggap kurang baik dari segi teknis.
Lalu bagaimana dengan film ini? Grostesque memang film yang sangat mengganggu karena penggambaran pelecehan seksual dan kesadisan yang sangat gamblang. Sepanjang film, kita akan disuguhi adegan siksaan demi siksaan yang dilakukan perlahan-lahan dan meyakinkan. Mulai dari pemotongan jari dengan gergaji mesin, pemotongan puting payudara, pemakuan buah zakar, pemotongan penis, pemotongan lengan, memburaikan usus, sampai pemenggalan kepala.
Di 25 menit pertama, kita akan disuguhi adegan dewasa yang sebenarnya membuat saya tidak nyaman. Sampai-sampai saya berpikir kalau film ini memang film semi. Kemudian, saya tahu kalau pembuatnya (sang sutradara) berusaha mati-matian 'mengalahkan' kesadisan Saw dan Hostel. Terbukti dengan adegan penyiksaan non-stop yang dengan cueknya potong sana potong sini layaknya motong babi.
Grastosque bercerita tentang psikopat yang berlatar belakang sebagai dokter. Lelaki dewasa ini gemar menculik sepasang muda mudi lawan jenis dan barangkali memakai modus yang sama. Adalah seorang pemuda dan gadis yang baru saja menjalani kencan pertama mereka. Meski baru bertemu, namun keduanya sama-sama jatuh hati. Sayang kebahagiaan mereka diganggu oleh psikopat yang memukul kepala mereka dari belakang dengan palu.
Sesaat kemudian, kita diajak dua orang ini disiksa dalam sebuah ruangan pengap. Saking sakitnya, si psikopat mengeksplorasi seksualitas keduanya. Sang lelaki ditelanjangi di bagian bawah, sang perempuan 'dilecehkan' habis-habisan. Setelah dibuat pingsan, keduanya terbaring dalam keadaan terkunci. Sang psikopat memotong jari lelaki dengan gergaji mesin, lalu merangkai jari itu untuk dikalungkan pada si gadis . Dia pun melakukan hal yang sama pada si gadis. Jari sebelah kanannya terpotong habis. Sayang, karena dia berbicara, dia dianggap menyalahi aturan dan harus dihukum. Sebagai akibatnya, dua putingnya digunting, belum cukup sampai di situ, lengan kirinya dipotong secara brutal.
Si pemuda juga mengalami penyiksaan lainnya. Buah zakarnya dipaku berkali-kali, sementara penisnya dipotong! OMG! Ternyata nemu lagi film dengan pencederaan penis terbrutal.
Kemudian, kita akan melihat dua orang itu selamat dan ditaruh dalam kamar rumah sakit yang bersih. Namun, si psikopat itu datang lagi. Bukan untuk menyiksa, tapi untuk menyembuhkan. Setelah sembuh, keduanya diperbolehkan pulang. Mereka tentu bahagia, namun sial, si psikopat curang.
Keduanya kembali ditempatkan dalam ruangan bagasi. Dan di sanalah keduanya harus berusaha bebas. Dua-duanya dalam keadaan terkunci dan berjauhan. Si psikopat memburai usus si pemuda lalu mengaitkannya dipaku. Si pemuda disuruh berjalan mendekati si gadis yang terikat. Usus pun semaki memanjang, sementara kedua jarinya tak ada.
Setelah berhasil mendekati si gadis, si pemuda pun berusaha memotong tali. Sial, tali itu ternyata berisi bahan timah di dalamnya. Keduanya pun kembali dicurangi. Sang pemuda pun terlihat tewas, si gadis demikian depresi. Dia pun terdiam cukup lama sampai akhirnya mengatakan hal-hal yang memancing kemarahan si psikopat.
Sebagai 'hadiah', pinggan si gadis dibelah, lehernya dikapak. Saking menahan murka, kepala yang terpenggal itu menggigit keras leher si psikopat. Sang psikopat cedera, sementara kepala sang gadis terlempar tepat di samping sang pemuda, yang ternyata masih hidup.
Dan kemudian, kita tahu bahwa si psikopat ini masih hidup. Dan dia kembali menjalankan aksinya.
*
Sama halnya dengan A Serbian Film atau The Human Centipede 2, film ini dicekal di banyak negara. Di mata kritikus, film ini juga mendapat kritik buruk. Grastesque memang punya ruang terbatas, miskin dialog dan sangat terlihat mengumbar unsur kekerasan dan seksualitas. Namun menurut saya, ending film ini cukup memuaskan, meski hanya akan menjadi film yang amat mudah dilupakan.
Score: 7.5/10
*
Dumplings:
Awet Muda dengan Pangsit Janin
ENTAH apa yang ada dibenak Nyonya Lee (Miriam Yeung), seorang perempuan kaya raya mantan bintang drama televisi yang mau-maunya menyantap pangsit rebus dengan bahan mengerikan. Dan adalah Bibi Mei (Bai Ling) seorang pembuat pangsit terkenal itu,yang tinggal di sebuah rumah susun/plat murah, yang juga memiliki pekerjaan 'tetap' di rumah sakit.
Dumplings adalah film dengan sinematografi yang tidak membosankan. Sang sutradara berhasil mereka dengan baik setting dan beberapa garis wajah yang sengaja di-close up untuk memberikan efek ngeri. Meski tidak ada darah berceceran seperti Grotesque, namun siapapun pasti akan kelojotan ngeri saat mendapati janin dijadikan bahan makanan. Yah, itulah yang saya maksud: pangsit isi janin.
Bibi Mei yang berusia 60 tahun namun memiliki kecantikan perempuan 30 tahun, percaya bahwa janin bisa bikin orang awet muda. Dia adalah seorang pengaborsi ilegal yang juga bekerja di rumah sakit khusus praktik aborsi legal. Cara aborsinya pun 'mulus' karena ingin mendapatkan bayi yang 'segar' tanpa terkontaminasi obat-obatan. Hal ini ditujukan agar janin tidak rusak dan siap dimasak dengan bahan-bahan lain dalam pangsit.
Dan kemudian Nyonya Lee yang tahu mengenai fenomena pangsit 'ajaib' itu datang ke rumah susun Bibi Mei. Nyonya Lee melakukan itu karena depresi mengingat sang suami (Tuan Lee) suka selingkuh dan kedapatan selingkuh dengan daun muda. Nyonya Lee sebenarnya bisa melakukan operasi plastik atau sejenisnya karena dia kaya, namun sepertinya dia memilih cara yang tidak wajar, sampai akhirnya dia adiksi dengan menginginkan janin yang ampuh. Yaitu janin 5 bulan yang kemudian dia makan (dalam bentuk pangsit). Sialnya ibu dari bayi itu tewas sehingga membuat efek kecantikannya memburuk. Dia pun mendatangi selingkuhan sang suami dan 'meminta' bayi si cewek.
Sebelumnya, perselingkuhan mengaroma saat Tuan Lee mendengar percakapan Nyonya Lee dengan Bibi Mei. Tuan Lee pun mengadakan janji dengan Bibi Mei. Tak disangka, keduanya saling tertarik dan melakukan hubungan seks pada tengah malam.
Ending film ini sebenarnya mengecewakan. Kita tidak diberi ruang untuk mengetahui bagaimana nasib Bibi Mei dan Tuan Lee. Kita hanya dikasih scene Bibi Mei yang tampak menyamar jadi pekerja buruh. Karena sebelumnya, praktik ilegalnya diketahui polisi, dan dia jadi buronan.
Meski aman dari slasher, tapi film ini disarankan hanya untuk mereka yang sudah dewasa karena adegan love scene yang mengganggu. Yeah, jadi buat para bocah yang nakal baca Samandayu, jauh-jauhin deh film ini. Sebagai notabene, film ini adalah film versi panjang dari salah satu cerita di film omnibus horor Threee ...Extremes.
*
Film ini mengingatkan saya pada horro Thailand berjudul The Unborn Child yang rilis pada 2011, mengisahkan praktek aborsi yang dilakukan ilegal oleg seorang bidan. Film dengan teror hantu ini sebenarnya cukup cemen, apalagi ending yang memang terlihat mengampanyekan amanat dari film ini. Tapi film adalah cara terbaik mengampanyekan penggunaan kondom, mengingat angka aborsi di Thailand cukup tinggi. Sementara Dumplings sebenarnya film sindiran terhadap janin manusia yang biasa dikonsumsi demi kepentingan kesehatan. Ketika praktek kanibalisme dilakukan di era yang modern ini.
Score: 8.5 /10
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)









3 Komentar
wan,coba nonton film `the haunting connecticut`,saya belum nonton,tapi kata temen saya sih sangat serem,,
-hyding
mulai duech film-film cinta nya di tebar...
ga berani ah nontonya..ngeri...tpi koq ga ngeri klo liat sendiri ya?? hmmm....
Saya baru nonton Grotesque yang berhasil membuat saya mual dan menjerit tertahan sampai berteriak saking ngerinya. apalagi ketika si cewek dipotong payudaranya. saya jadi ngeri sendiri.
yang jelas, menonton film ini sampai tuntas berhasil membayar rasa penasaran saya. :D
film yang kedua kayaknya asyik juga tuh, kepengen liat juga. kayaknya enggak sengeri Grotesque :nyu:
Posting Komentar