- Home>
- Horror Threads >
- Kisah Seram di Kebun Raya Bogor
3 November 2011
Bagian 1
Mengenal Kebun Raya Bogor
Buat kalian yang belum baca mengenai perjalanan saya ke Kebun Raya Bogor, bisa klik kanan dan buka di tab baru di link ini. Tapi secara khusus saya akan menerangkan sekilas mengenai kebanggaan orang Bogor: Kebun Raya Bogor.
Kebun Raya Bogor (selanjutnya disebut KRB) adalah kebun botani seluas 87 hektare dengan 15.000 koleksi pohon dan tumbuhan di dalamnya. Awalnya KRB merupakan hutan buatan yang telah ada pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1454 – 1513). Pada awal 1800-an, seorang gubernur Caspar Georg Karl Reinwardt mendiami Istana Bogor dan mengembangkannya sehingga menjadi KRB yang sekarang.
![]() |
| Monumen Olivia Raffless. Foto: dok.pribadi. |
Salah satu area populer yang bisa kamu lihat usai masuk ke gerbang utama KRB adalah Monumen Raffles. Itu dibuat tahun 1814 sebagai penghormatan Thomas Stamford Raffles untuk istrinya, Olivia Raffles, yang meninggal karena sakit. Kamu bisa membaca sebuah prasasti khusus yang menerangkan pendirian monumen itu. Tidak ada yang aneh keculi monumen yang sudah tampak tua dan tidak terawat.
Proses terbangunnya KRB menjadi tempat keilmuan herbarium dimulai ketika seorang berkebangsaan Jerman yang pindah ke Belanda diangkat menjadi menteri di bidang pertanian, seni, dan ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya: Prof Caspar Georg Karl Reindwardt. Dia kemudian membuat kebun botani di Bogor yang saat itu bernama Buitenzorg. Pada 1817, KRB pun diresmikan dengan mengisi sekira 47 hektare areal sebagai kebun botani dan beberapa tumbuhan nusantara diambil dan ditanam. Pendirian KRB ini bisa dikatakan sebagai awal dari perkembangan ilmu pengetahun di Indonesia karena setelah pembukaan KRB ada beberapa lembaga ilmu pengetahuan lain yang lahir, misalnya Kebun Raya Cibodas pada tahun 1860 dan Museum dan Laboratorium Zoologi pada 1894.
Pada 1868, Istana Bogor resmi terpisah dengan KRB. Dan selanjutnya KRB mengalami perubahan demi perubahan di bawah kepemimpinan yang berbeda.
Dan mereka-mereka itu adalah:
| Peta KRB. |
Pengurus KRB
1817-1822 : Caspar Georg Karl Reinwardt (1773-1854).
1823-1826 : Carl Ludwig Blume (1789-1862).
1830-1869 : Johannes Elias Teijsmann (1808-1882).
1869-1880 : Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer (1844-1880).
1880-1905 : Melchior Treub (1851-1910).
1905-1918 : Jacob Christiaan Koningsberger
1918-1932 : W.M. Docters van Leeuwen (1880-1960).
1932-1943 : Hermann Ernst Wolff von Wülfing (1891-1945).
1943-1945 : Nakai Takenoshin (1882-1952).
1948-1951 : Dirk Fok van Slooten (1891-1953).
1951-1959 : Kusnoto Setyodiwirjo
1959-1969 : Soedjana Kassan
1969-1981 : Didin Sastrapradja
1981-1983 : Made Sri Prana
1983-1987 : Usep Sutisna
1987-1990 : Sampurno Kadarsan
1990-1997 : Suhirman
1997-2002 : Dedi Darnaedi
2002-2008 : Irawati
2008-sekarang : Mustaid Siregar
Dan di dalam KRB terdapat laboratorium dan areal penting seperti:
- Herbarium
- Museum
- Laboratorium Botani
- Kebun Percobaan
- Laboratorium Kimia
- Laboratorium Farmasi
- Cabang Kebun Raya di Sibolangit, Deli Serdang dan di Purwodadi, Kabupaten Pasuruan
- Perpustakaan Fotografi dan Tata Usaha
- Pendirian Kantor Perikanan dan Akademi Biologi (cikal bakal IPB).
- KRB juga mengalami nama-nama julukan seperti di bawah ini.
Yang Harus Kamu Ketahui dari KRB
1. KRB punya nama-nama julukan sesuai zaman. Yakni s'Lands Plantentuin, Syokubutzuer (zaman Pendudukan Jepang), Botanical Garden of Buitenzorg, Botanical Garden of Indonesia, Kebun Gede (sebutan masyarakat Bogor), Kebun Jodoh (karena konon ada sebuah area romantis yang dapat melanggengkan hubungan percintaan), dan Kebun Cinta (sebutan Saman =-=).
2. Pada 19 Desember 1992, bunga bangkai dari Muara Aimat, Jambi dengan berat umbi 30 Kg ditanam. Dua tahun kemudian, muncullah tuns bunga dan tingginya mulai mencapai satu meter. Karena langka, tanaman ini menjadi salah satu tanaman yang paling dilindungi dan dikembangbiakkan.
3. Dalam memperingati 189 tahun KRB, pada 16 Mei 2006, Kedutaan Besar Jerman dan LIPI meresmukan Tugu Peringaran Reindwart di dalam kompleks kebun. Sebagaimana yang sudah dijelaskan, Reindwart adalah ilmuan berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda dan berpengaruh besar dalam perkembangan KRB.
| Tugu Peringaran Reindwart |
4. KRB pernah ditutup selama seminggu pasca hujan badai yang jatuh pada 1 Juni 2006 sekira pukul 20.00-20.30 WIB. Akibatnya, sebanyak 124 pohon di Kebun Raya Bogor yang banyak di antaranya berusia di atas 100 tahun tumbang akibat angin kencang dan badai.
5. Masih ingat dengan kedatangan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush ke Indonesia pada November 2006? Pemerintah kita sampai membangun landasan khusus di areal KRB bagi helikopter yang ditumpangi Bush. Sialnya, landasan itu tidak digunakan karena sang presiden mendarat di tempat lain. Banyak yang menyayangkan aksi dibuatnya landasan khusus ini karena dianggap merusak daerah serapan air di KRB.
6. Pada Juni 2008, 200 pohon di KRB tumbang akibat diterjang hujan badan. Kebanyakan pohon itu berusia 50-100 tahun. Di luar KRB, tepatnya di depan Gereja Katedral, Jalan Kapten Muslihat, satu pohon kenari yang sedang lebat berbuah menimpa bangunan utama gereja. Tidak ada kerusakan serius pada gedung berusia ratusan tahun itu. Namun, pohon beringin yang juga diperkirakan berusia sekitar 100 tahun, tumbang menimpa 12 mobil jemaat yang diparkir di halaman gereja. Hujan badai juga menyebabkan 15 rumah rusak berat (di antaranya rata dengan tanah), satu jembatan putus di Kelurahan Kebon Jahe, 54 rumah rusak ringan di Kelurahan Paledang, dan lima rumah rusak berat di Kelurahan Empang. (sumber: lipi.go.id)
7. Biasanya KRB ramai dikunjungi bagi masyarakat (terutama Bogor) yang ingin menikmati wisata murah meriah. Mereka bisa piknik di areal manapun yang mereka suka hanya dengan tiket masuk Rp9.500. Hari Minggu dan hari libur adalah hari ketika KRB ramai dikunjungi masyarakat. Pintu gerbang bagian selatan pun dibuka. Dan untuk pengendara mobil biasanya akan dikenai tarif tambahan Rp15.000 dan sepeda motor Rp.3000.
Bagian 2
Pasangan Tewas
Karena KRB adalah hutan di dalam kota, otomatis tidak setiap waktu area ini dikunjungi masyarakat. Artinya, sama saja dengan hutan pada umumnya yang punya ‘penunggu’. Saya, sih, berbicara dalam konteks keberadaan makhluk gaib yang saya yakini sebagai jin. Soalnya sepengetahuan saya, jin lebih banyak tinggal di hutan, bukit, atau tempat-tempat yang tidak banyak terjamah manusia. Dan jin bisa menyerupai diri dalam bentuk apa saja yang mereka inginkan.
Ah, semoga saja ada yang menampakkan dirinya sebagai Britney Spears dan menunjukkan diri di depan saya agar bisa berfoto bersama (langsung ketok meja pake tangan dan bilang ‘amit-amit’). Jadi kalau selama ini ada orang yang mengaku melihat arwah Olivia Raffles atau tentara Belanda, itu semua tidak lebih dari penampakan jin jahat (jin kafir) yang senang menggoda dan menyesatkan manusia.
| Jenazah Jumadi dan Sumini. Foto: tidakmenarik.wordpress.com |
Oleh karena alasan itu, maka manusia sebenarnya harus lebih sadar jika apa yang mereka lakukan di KRB itu diperhatikan ‘yang lain’ AKA ‘The Others’. Tentulah semua yang kita lakukan akan dilihat Tuhan YME, namun dalam keadaan ‘tertentu’, semua itu bisa saja dikangkangi. Dan lebih sering dikangkangi pasangan muda-mudi alias orang berpacaran.
Mungkin kunjungan saya ke KRB seumur hidup, bisa dihitung jari. Tapi setiap kali ke sana, selalu ada pasangan yang ngumpet di semak-semak. Selalu begitu. Ketika saya kecil dan jalan-jalan bersama keluarga, banyak pula yang menjadikan rindang pohon sebagai ‘kemah’. Entah apa yang mereka lakukan di sana. Ketika saya remaja, saya bisa dengan jelas melihat tiga pasang orang berpacaran, cium-ciuman asyik di bawa pohon besar. Dan mereka menyadari kehadiran saya dan pejalan kaki yang lain. Benar-benar ‘terkutuk’. Ciuman, kok, nggak ngajak (kidding =,,=). Maksud saya, plis, deh, negeri ini bahkan masih menjunjung tinggi norma-norma (mendadak jadi polisi moral).
Kejadian sebulan yang lalu juga kurang lebih sama. Ini mungkin akan menjadi deskripsi terlarang untuk pembaca blog saya di bawah umur, tapi dengan terpaksa saya membongkarnya (kalian yang dewasa pasti udah mupeng, deh). Jadi, sewaktu berjalan pulang setelah beberapa jam mengunjungi KRB, saya melewati jalan setapak yang sepi. Saya pikir tidak ada siapapun di sana. Tapi dari kejauhan saya bisa melihat dua muda-mudi sedang duduk di teras dalam posisi ‘ajaib’. Bagaimana tidak? Perempuannya tiduran di paha lelaki. Sang lelaki tampak meremas-remas buah dada si perempuan. Dan keduanya berciuman. Saya hendak berbalik, tapi kemana? Ini jalan setapak. Akhirnya saya lewat saja sambil pakai tudung kepala. Malu aja lihatnya. Wueeek (muntah aer).
Semoga tidak ada hal buruk yang menimpa pasangan itu, tapi pada 2009, ada pasangan yang disambari petih kala sedang memadu kasih (baca: mesuman). Itu terjadi pada Senin, 6 April dan diketahui keesokan harinya di pagi hari. Bisa kalian bayangkan mereka menginap di situ sebagai mayat (gigit jari teman). Belakangan diketahui kalau lelaki diketahui bernama Jumadi, 40 tahun, yang perempuan bernama Sumini, 42 tahun. Kedua-duanya asal Ponorogo dan tinggal di jakarta. Jumadi ternyata masih beristri dan saat di KRB, dia sedang berselingkuh dengan Sumani yang ternyata seorang janda(jadi pengen bikin cerpen tragus berjudul Balada Cinta Jumadi dan Sumini. LOL)
Lumayan banyak yang mengaitkan kematian mereka dari kacamata mistik. Mereka terbakar di bawah pohon yang sudah tua bernomor 1823 yang berdekatan dengan Danau Sigunting (danau teratai). Posisi Jumadi tengkurap dengan pakaian kemeja cokelat dan celana bahan berwarna biru, pantat dan punggungnya terbakar dan wajahnya mengeluarkan darah. Sementara Sumini yang memakai pakaian terusan bermotif bunga merah terlentang dengan wajah dan badan yang memar bin membiru.
Saat olah TKP Polisi pun menemukan barang-barang mereka dalam tas yang dijadikan barang bukti. Di antaranya di tas Sumini dan 1 kalung emas, gelang, cincin, anting dan uang tunai nyaris satu juta rupiah. Sementara di pakaian Jumadi ditemukan hape dan uang sekira lima puluh ribu rupiah. Saya pun berspekulasi, apakah mereka sedang ada upaya menikah? Entahlah, rasanya, kok, tidak baik membicarakan orang yang sudah tewas.
Sebenarnya pihak KRB sudah memperingatkan pengunjung lewat pengeras suara bagi pengunjung KRB di sore itu. Namun, entah kenapa pasangan itu lebih memilih menunggu. Padahal, rentan sekali, kan, jika kita berdiri di atas hujan deras dan petir. Sebab petir pada dasarnya menyambar apapun yang bisa menghantarkan muatan listirik ke tanah.
Sementara kisah lainnya saya temukan dalam kotak komentar sebuah artikel sejenis. Begini dia menulis:
Mengerikan, bukan? Meski ilmiahnya, bisa saja kelamin lelaki yang bersangkutan bermasalah lantaran pipis sembarangan, nggak cebok, atau cebok pake daun yang ternyata sudah disinggahi ulat berbulu (pasang wajah ngeri sambil nempel ke tembok).
Tapi, saya juga dengar kalau ada pasangan yang tergencet sebuah pohon besar sementara keduanya sedang asyik masyuk dalam posisi woman on top AKA ayam panggang (hmm). Otomatis punggung si lelaki terhantam batang pohon begitu pula sang perempuan yang tewas tergencet.
Dari kisah-kisah ini sebenarnya saya tidak perlu memberi ‘wejangan’ langsung. Bahwa melakukan hal itu terutama di lapangan atau daerah angker, bisa jadi akan membuat makhluk gaib ‘main hakim sendiri’. Anggap saja mereka (makhluk gaib) marah karena tempat mereka malah dijadikan tempat mesum. Entahlah, hanya Tuhan yang tahu.
Makam Leluhur
Di antara para pengunjung yang murni ke KRB untuk piknik atau jalan-jalan, ada sebagian pengunjung yang berziarah ke makam Eyang Ratu Galuh, raja kerajaan Galuh Pakuan. Saya pernah melihatnya dari luar, namun tidak pernah masuk ke dalam. Kalau tidak salah, letaknya dekat dengan jembatan gantung.
Dan oleh karena sebuah makam yang banyak dikunjungi, makam itu pun punya kuncen alias juru kunci. Salah seorang juru kunci yang bernama Abdurahman (48), mengatakan, kawasan KRB juga dinaungi ‘roh’ Eyang Ratu Galuh. Jadi, jika ada manusia yang melanggar tata krama, ‘pastilah’ ada sentilan dari dedemit penjaga jembatan gantung.
| Jembatan Gantung. |
Pernah ada pasangan yang asyik bercumbu ria di bawah pohon waru besar. Seusainya si lelaki pamit untuk pipis, namun setelah ia kembali, ia tak menemukan kekasihnya. Aparat keamanan pun dikerahkan namun sang perempuan tidak ditemukan sampai menjelang sore. Juru kunci pun diminta bantuan dan ternyata perempuan itu diculik ‘penunggu’ dan rentan dijadikan budak di alam gaib jika sang lelaki tidak meminta maaf pada karuhun atau moyang/leluhur. Akhirnya setelah empat hari, perempun itu ditemukan dengan kondisi kehilangan akal alias gila. Nahas!
Konon, kerajaan makhluk halus di KRB itu terpusat di makam Ratu Galuh yang dipercaya sebagai permaisuri Prabu Siliwangi. Namun tak ada catatan atau prasasti yang menerangkan hal ini sebagaimana prasasti Batutulis yang menjelaskan keberadaan Prabu Siliwangi. Yang jelas para tetua di Bogor percaya bahwa KRB adalah pusat kerajaan besar di masa lalu, Kerajaan Padjadjaran.
Bau Melati
Selama ini untungnya saya nggak pernah lihat penampakan cinta. Kata teman saya semasa sekolah, orang yang punya minus biasanya bisa lihat makhluk gaib. Itu pun kalau saya lepas kacamata. Pernah di pertengahan tahun ini saya berada di antara sadar dan tidak sadar pada suatu pagi. Jadi waktu itu saya tidur (tentu saja lepas kacamata) dengan mengenakan selimut tua, entah ada hubungannya atau tidak, tapi pada pagi hari saya melek dan melihat selimut itu menggunung sendiri. Jadi seperti ada yang berada dibalik selimut. Herannya saya, nggak bisa gerak, cuma bisa merasakan dia lewat jempol kaki saya. Jempol kaki pun saya gerakkan dan betapa terkejut saat saya merasakan dia berbulu. Saya sangat yakin saat itu saya tidak sedang bermimpi. Soalnya bulunya terasa sekali. Selimut itu semakin menggunung dan nyaris lepas. Bisa kalian bayangkan siapakah sosok dibalik selimut itu. Namun saya hanya bisa melihat bulu hitam yang menyembul dari sembulan yang nyaris menyentuh dinding kamar itu. Sampai akhirnya saya bangun dan gundukan itu tidak ada.
Selama kosan di Bandung, saya punya kamar mandi di luar kamar kos. Jadi agak repot kalau mau pipis malam hari. Biasanya saya suka cium aroma melati, apalagi dapur kecil di kamar mandi sebelah sudah lama tidak digunakan. Setiap dipasang lampu di dapur itu, pasti suka mati tiga hari kemudian. Bau melati juga suka saya cium kalau sekali-sekali pulang pada malam hari di sekitaran kampus. Waktu saya di rumah seorang diri pada malam, saya juga pernah mencium bau masakan, bahkan bau busuk. Kata teman, sih, kalau kecium bau-bau melati ada kuntilanak, kalau bau masakan, artinya di alam gaib sedang ada pesta/prasmanan, kalau bau busuk katanya ada setan jahat.
Nah, pas saya jalan-jalan di KRB, saya mencium bau melati menyengat saat melewati jalan setapak ini seorang diri.
| Jalan setapak diapit kerindangan pohon tua. |
| Rimbunan pohon. |
Jadi, tidak ada penampakan di kebun raya seperti foto berikut ini:
![]() |
| Penampakan hantu di KRB. Sumber: kaskus. |
![]() |
| "Mas, ikut foto, dong .." Sumber: scylics.multiply.com |
Intinya, kita boleh mengakui keberadaan alam dan makhluk gaib, tapi sebatas percaya kepada keberadaan mereka. Tanpa pernah ingkar kepada Sang Khalik. Sesungguhnya mereka ini senang dibicarakan karena dengan begitu mereka akan ditakuti dan disegani manusia. Padahal, kedudukan kita lebih tinggi dari mereka.
Sekian. Semoga bermanfaat dan dapat tidur nyenyak. Oh, ya, jangan lupa, ya, nonton film saya bersama Emma Watson bulan depan. See, you!
ci
ku
ci
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



38 Komentar
hahaha,kbun raya jangan ditanya penhuninya. hampir setiap pohon dan tempat penuh dengan mahluk gaib, bahkan penuh sehingga tidak mungkin bagi mahluk lain untuk tinggal disana. percaya ato ga urusan mereka, saya tidak berani lagi ke kebun raya setelah seringnya melihat penampakan. dan memang, jangan sekali-sekali sompral apalagi berbuat mesum disana, bisa gawat akibatnya.
fotonya saman jadi hantu bikin aku males tidur duech...hiiiii
wkwkwkwkw :woot:
tega nian anda meletakkan foto seram bin nakutin di akhir postingan anda. PAS. Sukses bikin saya merinding. Tepuk tangan.
tapi suka kan? :kikik:
Artikelnya udah serem, ditambah kejutan di foto terakhir.
#hampir pingsan :dies:
pagi-pagi udah baca cerita serem.'sarapan' yang yummy...:-D
Seumur-umur sih saya ga pernah liat yang aneh di KRB.ya...paling pasangan yang lagi pacaran doang.terakhir kali kesana waktu acara dauroh gitu,diliatin bule-bule(jangan-jangan kami disangka teroris.jilbaber kumpul sambil teriak Allahuakbar.:-D),eh...bule-nya malah minta kenalan.hehe...
Konon di KRB tuh ada kerajaan jin ya?bener ga sih?
celemmmmmmm :-0
saya lebih suka memandang Kebun Raya Bogor dari sisi keilmuannya, tempat penelitian dan pengembangan berbagai tanaman langka, mungkin karena saya belum pernah masuk cuma lewat depannya doang.. he he.. kalau suatu hari nanti bisa masuk, saya cuma mau lihat-lihat pepohonannya yang katanya banyak dilabeli lengkap dengan nama ilmiahnya, kan lumayan tuh bisa belajar banyak
hahaa... emanr, tiap kali ke KRB ada aja yang lagi berduaan dgn posisi dan aktivitas yang aneh (-_-") jadi kita yang liat yang malu, tapi merekanya asik-asik aja... ckckckc
Tapi, seserem apapun disana, KRB tetep indah dan penuh inspirasi :)
yaampun Saman main film sama Emma Watson? Awawaw pengen liat dong seberapa hancurnya film itu! -dijadiin kurban- canda ah kang, piss yah heuheu
=-=v
pernah kesana sih dan alhamdulillah nggak dapat penampakan yang 'aneh-aneh' :D baik dari penampakan yang nggak senonoh maupun 'gaib' huehehehehe. mungkin karena itu lagi liburan sekolah kali ya. hm..
udah pernah belom ya.... ke KRB? :D
miris bacanya, apalagi asyik masyuk di bawah pohon, aku jijik aja kalo liat... (emang lu pikir lagi syuting pelem cinta pocong perawan?)
daripada bawah pohon, mending bawa tenda deh, biar kalo mau pushup berdua gak keliatan orang. :3
hahahahaha itu foto terakhirnya malesin banget sih hahahahahha
untung ke krbnya sebelum baca postingan ini. jadi, ga mikir macem" deh.
akhir postingannya bikin kaget beneran :-3
Itu ending artikelnya sukses bikin ngejengkang dari kursi. Kaget.
belum pernah ke kebun raya bogor sih :cry:
tapi kayanya menarik deh, pengen ke laboratorium botani-nya. :fufu:
:-E
belom pernah kesana ommm -___- ajak gue kek sekali2 kesana #eh lumayan serem,oiya kalo bau melati emang bener katanya ada makhluk halus gitu,nah misalnya lagi berdua dan salah satu dari kita nyium bau itu,katanya jangan bilang ke temen kita yg lainnya,ntah maksutnya apa..ini masih menjadi mis..te..ri...
kwkwwk
pengen nonton rumah saman
:dies:
Seneng banget kalo udah maen ke KRB! Hijau banget pemandangannya, yah walaupun suka eneg liat 'penampakan-penampakan' (baca: pasangan2 ga jelas) yg lagi ga jelas juga di sana.
Tapi tetep bangga, Indonesia punya KRB *yeay*
yeah. aku juga pernah ke KRB bareng sama si ulpa. emang banyak yang memanfaatkan sepinya di KRB buat pacaran. aiiih.. serem amat yak..
sumpah poster horror samandayunya lebih serem dari poto penampakan
Salam silaturahmi,Mas bagus blognya,ini kucingnya bagus mas,cara mohon maaf mas bisa di kasih tahu caranya,ini blog saya mas http://ikitasya.blogspot.com dan email sy.ramdan.asep@gmail.com...
sereeeeem :(( apalagi poto yang terakhir errrr~ malam jumat lagi ini -___-
waaaaaaaaaaaaaaaah,,, sukses lah bwat kejutannya... smpe merinding gni...
kok beda yaa foto pasangan yang meninggal itu sama deskripsi bajunya..
udh lama gk maend kesana, pdhl rumah deket :-)
asem kang saman foto terakhirnya bikin kaget -,-
ehmmm serem jugga yaak kebun raya bogor
makanya jangan macem2 low sama pasangan disituh
wajar ajja penghuninya marah krn tmpt dy dijadiin tempat mesum
rasakan itu .,
Saya adalah salah satu penghuni Kebun Raya Bogor. Karena th 1964-1975 saya tinggal di sana he....he...he
gak jadi deh ke KRB nya, haha sereeemm
update lgi tntang crita horor begitu dong bro......thx :D
parahh makanya jgn suka bercumbu sblum ikatan pernikahan.. pa lagi ditempat angker jgan mpe...:D
KRB suah penuh sesak makhluk gaib,saking penuhnya sampai berdesakan tinggalnya,,,,,,,hihihihihihihihihiihih
KRB suah penuh sesak makhluk gaib,saking penuhnya sampai berdesakan tinggalnya,,,,,,,hihihihihihihihihiihih
Pernak ke KRB, Emang sih banyak yang mesum!
tapi yang paling berkenan adalah ketika pulang, di dalam mobil bau tai (maaf). ternyata sendal sepupu saya menginjak kotoran manusia yang sangat besar. heram, ada juga yang buang air sembarangan di sana. (= =;)
ad yang bisa ambil inti pusaka di KRB ,..
bentuk nya tugu kujang kecil ..
dampak dashyat
saya bayar 2.5M
dulu sempat mencari cari thn 2008 . bisa masuk kebun raya gak bisa pulang selama 7 hari di puter-puter
klo ad yg bisa .. ambil inti pusat pusaka bogor ..
hub email aldebaran_pradipta@yahoo.co.id
ya ampunserem amat, lagian aku juga pernah denger pada menta pesugihan si sono, jadi deh makin seneng aja yang goib
Saya baru mengalami adanya mahluk itu,saya tdi siang kesana dan melihat ada orang gak pake baju muka gosong seperti mayat diatas,terus saya beranikan untuk memfoto setelah itu saya pulang dan saya liat fotonya,fotonya udah gak ada
Kisah gaib yang seru
Posting Komentar