- Home>
- Film Horor >
- I Spit On Your Grave: Hukuman untuk Pemerkosa
20 November 2011
Jadi, saya tidak dalam kapasitas membandingkan kedua film bertema sama itu dalam kritik film saya kali ini.
Beginilah risiko yang harus ditanggung seorang sutradara yang memutuskan untuk mendaur ulang karya lama. Apalagi karya lama itu cukup fenomenal di masanya. Asal tau saja I Spit On Your Grave (ISOYG) sempat dilarang tayang di beberapa negara saking mengganggunya. Untuk skala dalam negeri, ada seorang sutradara yang coba-coba bikin remake film Badai Pasti Berlalu. Hasilnya? Buruk. Film itu menjadi sangat pop dengan tata teknis serba simpel. Sama halnya seperti FTV yang ditayangkan di bioskop.
![]() |
| Poster provokatif I Spit on Yur Grave. Perbandingan antara poster tahun 1978 dan 2011. Yang versi 2011 mirip poster film 300. |
ISOYG versi 2011 dipenuhi reaksi negatif para kritikus. Adalah kritikus film, peraih pulitzer dan penulis naskah, Roger Joseph Ebert yang memberi nilai nol untuk film ini. Ia juga membeli nilai yang sama untuk film versi lama. Ia mengatakan kalau pembunuhan yang dilakukan Jennifer terhadap pemerkosa cenderung berlebihan dan tidak masuk akal. Adegan ketika kelima lelaki memperkosa Jennifer merupakan adegan yang masuk akal, namun ketika Jennifer membunuh lelaki yang memperkosanya, adegan itu dianggap tidak masuk akal. Entahlah, mungkin Om Ebert ini mengkaji film bertema pembunuhan layaknya mengkaji film drama. Sebab apa yang dilakukan Jennifer, dilegalkan penonton karena penonton sudah bisa merasakan penderitaan tokoh utamanya. Lagipula, siapa tahu Jennifer ini penulis novel kejahatan seperti halnya tokoh yang diperankan Sharon Stone dalam Basic Instinct.
Namun sebagai penikmat film, cukup memandang dari kaca mata sendiri dan menyingkirkan pendapat orang-orang berkapabel itu. Dan menurut kacamata saya yang awam ini, film ini bagus, meski masih ada sesuatu yang kurang.
Alur
Film dibuka tanpa credit title kecuali judul I SPIT ON YOUR GRAVE yang muncul ujug-ujug saat Jennifer mengemudi. Sesuatu yang biasa dilakukan beberapa film era 2000-an dari genre thriller dan fantasi. Jennifer (Sarah Butler) singgah di sebuah toko yang dimiliki seorang kakek, Earl (Tracey Walter), yang menyewakan sebuah kabin di pedalaman. Jennifer adalah novelis yang sengaja menyewa kabin dalam beberapa bulan untuk menulis novel terbarunya. Setelah itu Jennifer singgah di pom bensin untuk member tenaga bagi mobilnya. Di sana ia didekati Johny (Jeff Branson) si pemilik pom bensin dan ditertawakan Stanley (Daniel Franzese) dan Andy (Rodney Eastman) karena rayuan Johny tidak mempan.
| Simpel tapi keren. |
Jennifer masuk ke dalam kabin dan melakukan aktivitas berupa menulis di depan laptopnya. Sesekali dia berjemur di depan danau sambil berbikini ria lengkap dengan segelas minuman beralkohol. Tanpa ia sadari, seseorang merekam aktivitasnya dengan sebuah kamera tangan. Yakni ketika Jennifer membuka pakaiannya yang terkena bir lalu mencucinya di wastafel. Di situlah bokong Jennifer terlihat.
Suatu siang, keran di wastafel Jennifer rusak. Ia pun menelepon tukang dan datanglah Matius (Chad Lindberg), seorang pemuda yang punya keterbelakangan mental. Karena senang keran airnya sudah diperbaiki, Jennifer men-sun pipi Matius sebagai tanda terima kasih.
Ternyata Matius adalah teman dari Johny, Andy dan Stanley. Keduanya terlibat pembicaraan nakal saat melihat rekaman Jennifer di kabin yang direkam Stanley. Maka, Jennifer pun mulai mengalami teror ketika diam-diam keempat lelaki itu masuk rumah pada dini hari.
Seekor burung mati dilempar seseorang sampai ke pintu kabin sehingga membuat Jennifer terkejut. Dia pun keluar untuk memeriksa dan setibanya kembali ke rumah, dia menemukan empat pemuda yang menggodanya. Jennifer disuruh meminum bir, menunjukkan gigi, menjilat senjata api/pistol, sampai disuruh oral seks. Namun, dia bisa kabur dari serangkaian siksaan itu. Ia menerobos hutan dan bertemu dengan polisi Storch (Andrew Howard) dan Earl.
| Menyuruh Jennifer untuk meringkik ala kuda. |
Storch pun membantu Jennifer dan kembali ke rumah untuk menangkap empat berandalan itu. Namun ternyata Storch adalah bagian dari kebrutalan. Storch ternyata berteman dengan keempat pemuda itu dan mulai memperlakukan Jennifer dengan keji. Mereka menyuruh Matius memperkosa Jennifer mengingat Matius belum pernah melakukan hubungan seks sebelumnya. Setelah itu, Jennifer ditinggalkan begitu saja.
| Pemerkosaan brutal. |
| Kriminal. |
Jennifer kemudian keluar mencari pertolongan tanpa celana dalam, umm. Dia pun tak bisa menghubungi polisi karena handphonenya sempat rusak karena tercebur. Ia berjalan tak tahu arah sampai akhirnya menemukan kelima lelaki itu lagi. Dan di sanalah ia diperkosa secara bergiliran. Stanley merekam aktivitas perkosaan itu dengan handycam, Matius sempat membenamkan muka Jennifer berulang kali pada genangan air, Storch melakukan hubungan lewat anal Jennifer, dan Johny menyuruh Jennifer mengoral penisnya.
Perkosaan pun selesai. Batin dan tubuh Jennifer serba sakit. Namun ia harus lari dengan tenaganya yang sudah terkuras. Ia berjalan sempoyongan dengan telanjang dan perlahan. Sementara kelima lelaki itu mengikutinya dari belakang. Awalnya, Storch akan menembak Jennifer, namun gadis itu sudah menerjunkan diri ke atas sungai ketika mereka melewati jembatan. Jennifer tak muncul ke permukaan air sehingga membuat kelima lelaki itu kebingungan.
| Tarik napas dan menceburlah. |
Hari-hari berlalu, kelima lelaki itu kembali beraktivitas seperti biasa. Tiga bujang Johny, Andy dan Stanley masih sibuk mengurus pom bensin, Storch punya seorang istri yang sedang hamil tua dan puteri 9 tahun yang sangat dicintainya, dan hanya Matius yang merasa bersalah dan masih mencari mayat Jennifer.
Dan tentu saja seseorang yang mereka pikir sudah mati ternyata masih hidup. Storch murka ketika mengetahui kaset rekaman pemerkosaan dikirimkan seseorang untuk istrinya. Ini setelah Stanley mengaku kasetnya hilang. Johny pun sempat diteror dengan adanya pelemparan dua bangkai burung dan sandal yang pernah dipakai Jennifer.
Dan setelah itu, Jennifer muncul untuk menuntut balas dengan cara yang sangat keji.
Hukuman untuk Pemerkosa
Matius memasuki kabin Jennifer setelah mendengar suara. Ia terjatuh dari tangga lalu tiba-tiba sudah berada di sebuah kabin lain yang lebih kumuh. Di sana Jennifer duduk di sofa dalam ruangan yang gelap. Disuruhnya Matius duduk di sebelahnya. Matius menghampiri dan duduk di samping dan mengaku menyesal. Ketika kepalanya bersandar di atas paha Jennifer, Jennifer mencekik lelaki idiot itu dengan tambang.
Entah apa yang terjadi pada diri Matius. Namun selanjutnya Andy dan Stanley yang mencari Matius mendengar seseorang memainkan pianika. Ini karena Andy sering memainkan pianika bahkan ketika pemerkosaan hendak berlangsung. Keduanya mencari Matius dan berjalan berlawanan arah. Stanley pun terkejut lantaran melihat Jennifer di hadapannya. Ketika ia melangkah, kaki kanannya terjebak sebuah alat pengapit sehingga ia berteriak kesakitan. Andy muncul kemudian dan dari belakang muncul Jennifer yang akan memukulnya dengan tongkat bisbol.
Selanjutnya, Stanley sudah diikat Jennifer ke sebuah dahan pohon. Handycam pun diletakkan di hadapan Stanley. Sementara Andy diikat sedemikian rupa sehingga tubuhnya membalik dan menghadap sebuah bathtub yang mulai dipenuhi air.
Jennifer mulai menyiksa korban. Seekor tikus busuk dimasukkannya ke dalam mulut Stanley secara paksa. Stanley pun muntah. Saya pun beneran pengen muntah. Selanjutnya Jennifer mengambil dua kail dan ditusukannya pada sepasang kelopak mata Stanley. Buset dah, serem banget =-=. Jennifer kembali ke rumah dan menyiksa Andy dengan menceburkan wajah Andy ke bak yang sudah dipenuhi air. Begitulah Jennifer bolak-balik untuk menyiksa dua lelaki itu dengan cara yang berbeda.
| Nggak bisa berkedip. |
Stanley pun tewas ketika banyak burung gagak mematuk matanya yang tidak bisa berkedip itu. Burung itu muncul setelah Jennifer mengolesi tubuh Stanley dengan jeroan ikan segar. Sementara Andy tewas dalam keadaan sangat mengenaskan ketika air dalam bathtub dicampur Jennifer dengan soda api.
Setelah itu Jennifer menyamar menjadi cewek seksi dengan rok mini ke pom bensin. Dia membelakangi Johny yang muncul dari ruangan. Ketika berbalik, Jennifer memukul kepala Johny dengan linggis. Scene berganti, Johny sudah berada di ruangan kabin yang sama dalam keadaan telanjang dan terkunci. Kedua tangannya merentang ke atas dan kedua kakinya mengangkang karena tali tambang yang mengikatnya kuat.
Jennifer pun kembali mengulang perkataan yang pernah dikatakan Johny kepadanya di malam penyiksaan. “It’s date night. Your mouth does’nt look so good. Maybe you should show me your teeth.” Setelah itu Jennifer (tampaknya) menarik tali tambang yang mengikat mulutnya. Setelah itu, Jennifer menanggalkan gigi atas Johny dengan tang, memasukkan senjata api ke mulut dengan kasar, lalu … memotong penis Johny dengan penggunting rumput lalu memasukkan daging penis itu ke mulut Johny. Aaaaaaarghhh!! Johny pun mati setelah kehabisan darah.
| Ngulum dagingnya sendiri. Umm.. |
Selanjutnya, Jennifer menyamar sebagai guru baru putri Storch, Chastity. Storch yang sedang mengemudi ditelepon sang istri dan mengatakan kalau guru baru datang. Ketika sampai, Jennifer dan Chastity sudah pergi. Storch pun mencari anaknya ke sebuah taman bermain. Namun nihil. Storch kembali ke mobil polisi dan Jennifer muncul di jok belakang. Jennifer pun memukul Storch sampai pingsan dengan kayu.
Dan tahu-tahu, Storch siuman dalam keadaan yang sangat parah. Ujung senapan dengan laras panjang dimasukkan ke dalam anus Storch yang dalam keadaan menungging. Jennifer menyodokkan ujung pistol itu secara brutal sampai Storch mengeluarkan darah dari mulutnya.
| Jangan gerakkan tanganmu, Matius! |
Tak hanya itu, benang yang menghubungkan pelatuk senapan kemudian diikatkan pada tangan Matius yang berada di depan dan dalam keadaan pingsan. Sehingga, jika Matius terbangun dan menggerakkan tangan, maka senapan itu akan berfungsi dengan sendirinya. Storch pun terbunuh dengan cara yang mengenaskan. Sementara Matius tertembah peluru yang sama di bagian dada.
Jennifer duduk di luar dan tersenyum. Selesai.
Kritik
Film bergenre thriller/slasher/crime ini berhasil karena kemampuan akting para aktor yang mumpuni. Sarah Butler sebagai Jennifer Hills adalah contoh gadis tipikal urban dengan rambut lurus, wajah innocent dan tubuh langsing. Ia juga berhasil membawakan mimik riang, menyepelekan, ketakutan, sekaligus dendam. Sementara secara teknis, film ini cukup baik meskipun pergerakan kamera yang terlalu dinamis cukup mengganggu. Penggambaran hasil kamera tangan pun membuat film ini kurang rapi. Dan barangkali karena bukan dibuat studio 'besar', efek burung gagak pada tubuh Stanley lumayan terlihat ‘palsu’. Film ini pun dibuat ‘seaman’ mungkin tentu saja untuk standar film seperti Saw, ketika semua adegan sadis dibuat dengan pemotongan gambar yang tidak terlalu ekstrim. Yang jelas, scoring/tata musik untuk film ini, juara.
Sebenarnya untuk adegan pemerkosaan, film-film sejenis yang menggambarkan adegan perkosaan sudah lumayan banyak terhampar. Ada pula adegan seorang perempuan diperkosa di sebuah klub sampai lubang rahimnya dijejali ujung bola bowling (judulnya lupa). Ada pula adegan ekstrim dengan proses satu kali pengambilan gambar ala film Irreversible. Ketika tokoh yang diperankan Monica Belluci diperkosa di sebuah terowongan bawah tanah oleh seorang lelaki. Namun untuk ISOYG, adegan pemerkosaan terlihat menyakitkan atas bantuan scene berupa ekspresi wajah. Bukan adegan frontal yang serba bertelanjang ria. Jadi cukup ‘aman’ untuk tayangan bioskop.
Yang membuat saya kecewa hanya bagian Jennifer masuk ke dalam air dan cara ia bertahan hidup, tidak diceritakan di ending. Mungkin itu tidak terlalu penting karena penonton bisa berpikir sendiri sesuai dari scene-scene dan dialog yang tersimak. Tapi saya penasaran kenapa Jennifer bisa lama di bawah permukaan air. Apakah ia jago nahan napas di dalam air semasa sekolah? Atau dia ngumpet dulu di bawah jembatan dan para penjahat terkecoh. Entahlah, tapi semua scene mendukung aksi Jennifer. Yakni ketika di opening film ia menemukan kabin tak bertuan lengkap dengan barang-barang bangunan dan perkakas keras sampai tercemplungnya hape ke dalam lubang toilet.
Yang jelas, film ini menurut saya bagus untuk ukuran thriller karena Jennifer membunuh dengan cara yang ‘cerdas’. Ia membunuh kelima korbannya dengan cara yang setimpal dengan apa yang pernah mereka lakukan terhadapnya saat pemerkosaan terjadi. Alat-alat dan cara yang digunakan pun relevan dengan setting. Meski banyak yang mengatakan film ini sangat Saw, tapi film Saw tidak pernah menyiksa korbannya di bagian kelamin apalagi di bagian bokong. Yang saya tahu, film tentang bowling itu yang kejam dan dalam Hostel Part Two, ada adegan seorang perempuan memistol kelamin lelaki lalu potongan kelamin itu dilempar dan dimakan anjing.
Mengenai alur, alasan Storch membunuh Earl, cenderung dibuat untuk membuat penonton tahu seberapa brutal dia. Entah apa alibi yang ia bikin jika sewaktu-waktu polisi lain menanyakan alasan Earl terbunuh. Yang paling penting adalah bagaimanakah nasib Chastity, dikemanakankah anak perempuan itu oleh Jennifer?
Yah, begitulah review saya kali ini. Sebenarnya sudah banyak film-film yang saya tonton, tapi dari semua itu hanya film inilah yang membuat saya bersemangat untuk menulisnya.Kalau dipikir-pikir lagi, alasan main hakim sendiri Jennifer sebagai yang diperkosa beramai-ramai adalah refleksi dari perempuan-perempuan yang diperkosa namun kurang mendapatkan keberpihakan aparat. Salut untuk penulis skenarionya yang memosisikan sheriff sebagai bagian dari penegak hukum, malah menjadi kriminal dan pemerkosa. Ini sesungguhnya sentilan bagi hukum di seluruh dunia terutama dalam kasus pemerkosaan. Dan yang pasti film ini tidak mengarah pada eksploitasi seks. Jadi jangan harap ada adegan mesum seperti dalam film lamanya yang serba drama dan telanjang. Namun film versi ini, menitikberatkan pada eksploitasi kekerasan sebagaimana film-film slasher pada umumnya. Yang membedakan, film ISOYG menjadi sangat mengganggu karena organ vital menjadi bahan eksekusi mati, bukan anggota badan lain.
Sekuel
Jennifer Hills akhirnya menerbitkan novel kesekiannya yang bertema pembunuhan berjudul 'I Spit On Your Fucking Grave'. Novel ini menjadi best seller di seluruh dunia. Namun ia harus bersaing dengan penulis Catherine Trammel (diperankan Sharon Stone, tokoh Basic Instinct). Keduanya bergelut memperjuangkan penghargaan Putlizerlieur untuk kategori Best Whore Novel. Sayang, yang memenangkan penghargaan itu adalah penulis terkenal dari Woodsboro, Sidney Prescott, seorang perempuan lajang yang selamat dari pembunuhan ghostmask (tokoh film Scream).
Jennifer dan Catherine pun berupaya membunuh Sidney yang saat itu sedang berlibur di Puncak, Bogor, dalam rangka merampungkan novel terbarunya berdasar pengalaman hidupnya sendiri. Akankah Sidney selamat? Apakah Catherine dan Jennifer berhasil menyingkirkan Sidney? Lalu untuk apa keduanya malah tinggal di Kebun Raya Bogor dan selalu terlihat berjemur dengan bikini sehingga membuat pengunjung ngiler? Lalu, kenapa Chastity tidak berniat membunuh pembunuh ayahnya, Jennifer, lantas memilih untuk mengeluarkan album K-Pop berjudul 'My Dad is Sucker'? Temukan jawabannya dalam pelem: I Spit On Your Tit
I Spit on Your Grave
IMDB:6,3 dari 14.610 suara
Directed
Steven R. Monroe
Produced
Lisa Hansen, Paul Hertzberg, Meir Zarchi
Screenplay
Stuart Morse
Story by Meir Zarchi (1978 screenplay)
Starring
Sarah Butler
Jeff Branson
Rodney Eastman
Daniel Franzese
Andrew Howard
Chad Lindberg
Tracey Walter
Music Corey Allen Jackson
Cinematography Neil Lisk
Editing Daniel Duncan
Studio CineTel Films
Distributed by Anchor Bay Entertainment
Release date(s) May 1, 2010 (Texas Frightmare Weekend)
October 8, 2010 (US limited)
Running time 108 minutes
Country United States
Language English
Budget $2 million
Box office $572,809
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

12 Komentar
langsung tersenyum sadis saat ngebaca "payback time" nya. Pembalasannya manis banget kekekekekke,,,
tu yg pemerkosa diangkot kmrn pantes disiksa kyk gt jg deh. "I spit on your angkot",, pembalasan bagi pemerkosa diangkot >:)
An eye for an eye, totally shocking!
Kekejaman juga bisa sekreatif ini ya? 8-)
hiii...ngeri h filmnya...
ga tega mo nontonya....
sumpahh bacanya merindinggg (=3=)"
pa lg pas baca adegan kelamin.nya dpotong trus djejelin dmulut,,
*langsung reflek pegag titit*
(*3*)
kampreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! bonusnya itu bikin pengen muntah..dan gue udah nutup2 mulut baca dri tengah ya om. congrat !!!! reviewnya sangatlaaaaaaaaah merinding !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
semua; makasi udah komen
Udah pernah nonton filmnya dan memang sadis banget pembalasan dendamnya. Adegan pemerkosaannya juga bikin ngilu. Kasian banget sama si Jennifer. Lagian perempuan cantik pergi dan tinggal sendirian di tempat terpencil gitu. (lho kok malah nyalahin ceritanya? hahaha)
gue nonton tuh, versi lamanya. dan setelah 15 menit pertama langsung bete -____- lebih kayak film bokep-serem. tapi kayaknya yang versi 2011 nya visualisasinya keren ya, cari ah ^^
http://sucinabbila.blogspot.com/
sadis yah tapi dulu perasaan pernah nonton film kaya gini cuma lebih banyak telanjangnya, kalo ga salah bagian motong kelamin juga ada, hahaha gokil itu apah maksudnya sidney prescott ke [uncak? hahahaha mungkin yang ian tonton waktu itu i spit on ur grave versi lama kali yah, benerean mirip soalnya
lebih suka versi lama,knp??hehehe....penjahatnya mukanya seram2
Info terbaru... Ternyata Jennifer Hills sebenarnya memang sudah meninggal waktu tercebur di sungai.. Sedangkan yang melakukan aksi pembalasan terhadap kelima orang pemerkosa itu adalah saudara kembar dari Jennifer yg bernama Barbara Hills. Barbara yang selama sebulan lebih kehilangan kontak dengan Jennifer berusaha mencari keberadaan saudara kembarnya itu dengan menghubungi Earl. Lalu Earl memberitahukan ke Storch agar menelepon Barbara. Tetapi bukannya menghubungi Barbara, Storch malah membunuh Earl. Storch kuatir Earl akan banyak mulut memberikan informasi lebih lanjut ke Barbara. Nah, karena Earl telah tewas, maka Barbara tidak dapat menghubunginya lagi, dan hal inilah yang mendorong Barbara untuk datang langsung ke lokasi pedalaman. Barbara mencari tahu, menyelidiki keberadaan saudaranya, dan setelah mengetahui bahwa adiknya meninggal, Barbara memutuskan untuk menuntut balas kepada kelima orang pemerkosa saudaranya tsb. Jadi demikian uraian skenario sebenarnya di film ISOYG yg mungkin selama ini banyak yg penasaran bagaimana Jennifer Hills bisa kembali. Terima kasih..
aku ada nonton versi lamanya ,krn mmg pngn ngbandingin aja. dan alhasil yg lama itu lebih mnyeramkan dan di film lawas itu trlihat jelas knpa jeniffer hills masih hidup. sdgkan utk remakenya ,mmg mmbinggungkan ,bgmna caranya dia hidup ,trus ktika para pemerkosa mncari dia di skitar sungai, ttpi tidak ktmu. yg 2013 itu lebih mantep lg.
Posting Komentar