- Home>
- Film Horor >
- Ladda Land: Drama Horor Menyentuh/Menyeramkan
27 September 2011
THAILAND memang kiblat film horor di Asia. Apalagi mereka bisa membikin horor yang juga memiliki unsur drama yang menyentuh. Dahulu, saya sempat dikagumkan oleh drama horor The Dorm, sebuah persahabatan manusia dan roh halus yang diperankan bocah SD. Sekarang saya sudah melahap habis film Ladda Land yang menceritakan tentang petualangan menyeramkan sebuah keluarga di kompleks perumahan berhantu.
Film ini bercerita tentang Thee, seorang pegawai menengah dengan gaji yang tidak pasti, baru saja membeli rumah baru di perumahan Ladda Land. Kepindahan itu didasari pula oleh mertuanya yang tampak membencinya. Istrinya bernama Parn, yang sebelumnya bekerja sebagai sekretaris di tempat mantan pacarnya namun kini hanya berlaku sebagai ibu rumah tangga. Pasutri itu memiliki anak gadis bernama Nan, yang sekira berumur 14 tahun, sementara yang paling kecil bernama Nat, seorang anak lelaki berusia 5 tahunan.
![]() |
| Dipikr cuma horor biasa. tauknya tentang anak kecil ;p |
Semua tampak baik-baik saja sampai seorang pembantu yang tadinya akan dipekerjakan Thee, tewas di rumah majikan. Wajah pembantu itu hancur dan mayatnya ditaruh di kulkas. Keluarga Thee pun punya tetangga misterius, yaitu seorang kepala keluarga berwajah dingin yang juga pelaku KDRT. Sang istri terlihat berwajah lebam ketika berkunjung ke rumah Parn. Dan tetangga itu memiliki seorang anak putera seusia Nat bernama Golf, juga ibu mertua yang selalu mengenakan kursi roda.
Peristiwa menakutkan terjadi ketika Nan bersama teman-temannya memasuki rumah TKP pembantaian pembantu rumah tangga yang tewas di kulkas. Nan mengaku pada kedua orangtuanya kalau ia habis melihat hantu. Namun Thee tak percaya dan menganggap kalau Nan berbohong sebagai alibi karena pulang malam sehabis belajar kelompok. Saking tidak percayanya, Thee mengajak Nan ke rumah yang sama, dan Thee pun mulai percaya kalau rumah itu berhantu. Namun, Nan sudah kadung membencinya.
![]() |
| Nat terlihat sedang menelepon dengan nenek, yang meminta Thee untuk menyudahi percekaapan itu. |
Di lain sisi, Thee ternyata kehilangan pekerjaan setelah rekan kerjanya menipunya. Ia mengambil tabungan anak-anaknya dan bekerja sebagai cleaning service di sebuah minimarket. Depresi yang melandanya membuatnya melulu curiga. Terutama saat istrinya kedatangan sang mantan. Thee menyangka istrinya berselingkuh hingga terpikir untuk menembak sang istri. Namun hal itu hanya bayangan.
Suatu hari tetangga Thee diketahui tewas secara masal. Sang suami menembak diri setelah membunuh istrinya, anaknya, dan mertuanya. Rahang sang istri digambarkan hancur, sang anak menjadi korban tonjokan di wajah sampai mencekung ke dalam, sementara sang mertua kehilangan mata sebelah kanan. Mereka yang sudah menjadi hantu pun mulai mengganggu kehidupan Thee sekeluarga. Sampai akhirnya Thee yang memakai senjata api sebagai perlindungan, malah menembak anaknya sendiri.
Parn yang juga ada di lokasi yang sama, memeluk anaknya yang dikiranya tewas. Ternyata Nan tidak terluka. Namun justru Thee yang menganggap kalau ia telah membunuh anaknya sendiir, malah bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri dengan pistol.
Horor Drama yang Menyentuh
Sebenarnya tanpa ending yang didramatisir seperti itu, suasana haru tetap terasa. Namun, tampaknya film ini memang untuk konsumsi keluarga sehingga wajib diberi bubuhan scene tak penting sebelum ending tittle. Selain itu Sophon Sakdapisit (yang pernah membikin Coming Soon), pandai menggambarkan setiap scene yang menyeramkan di saat yang tidak terduga.
![]() |
| Nat terjebak di pintu gudang sebiah rumah arwah? |
Saking seramnya, saya bahkan sempat nyalain lampu pas ada di tengah durasi. Maklum, saya nonton sendirian, malam hari, dengan lampu kamar yang gelap. Ketika ruangan benderang pun saya menutupi wajah saya dengan jari. Sesuatu yang jarang saya lakukan kalau sedang nonton pelem horor.
Dan karena ini menyeramkan dan bisa bikin jantung copot, saya sarangkan untuk kalian yang pengen nonton pelem ini tapi masih takut. Saya akan member beberapa kata kunci agar kalian menghindari scene dalam film itu. Kata kunci itu adalah laptop, kulkas, halaman jemuran, kertas bergambar, dan kucing!
Pembunuh Kucing Sialan
Sebagai Raja Ucing, saya merasa geram saat tokoh Thee menewaskan kucing hitam dengan gencetan pintu. Sumpah deh itu scene kayak beneran. Masalahnya potongan gambar kucing yang sekaratnya begitu terasa. Ini mengingatkan saya pada scene keji dalam film Perfume, ketika seorang pemuda malah menyuling kucing majikannya dengan cara merebuskan ke dalam Loyang panas. Sungguh keji ….
Sengeri-ngerinya scene apapun, tetap saja akan menjadi hal yang ‘normal’ jika sudah menyaksikan filmnya secara utuh. Meski saya masih kurang mengerti tentang beberapa scene yang ada di sana. Penjelasan kenapa pembantu itu tewas di kulkas minim sekali. Dan penskenario pun tak menerangkan hubungan anatara setan pembantu dan setan tetangga. Lagian, ada dalam satu scene, seseorang masuk ke rumah Thee dan sempat lari-larian. Dari kelihatannya sih, kayak orang pake topeng. Dan hal ini nggak dijelaskan di ending pelem.
Yang jelas film ini memecut diri saya untuk lebih nyaho, kalau jadi kepala keluarga itu nggak mudah. Selain konsen nyari duit, seorang ayah juga punya ketakutan sendiri terutama dalam mengurus anak gadis. Dan oleh karena lelaki yang serba logika, maka ia kurang menggunakan hatinya (baca: berpikir jernih) untuk menghadapi permasalahan hidupnya.
Inilah kriti film samandayu untuk film Ladda Land. Merupakan keluaran GTH Film, yang merupaka rumah produksi yang menayangkan film-film berkualitas.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




10 Komentar
tu... kucingnya bener2 dibunuh kah @@ ga mau nonton kl gitu huhuhuhu :(( *nangis ngejer*huhuhu :(( *nangis ngejer*
salah satu film yg nggak bakalan aku tonton, males nonton horor, suka mules.. :)
wiiihh ..
pengen nyari akh ..
udah lama ga horor hororan ..
Belakangan saya sering parno tiba-tiba Om... Apalagi kalo mau donlot cepat harus dikampus... Dan itupun jam 8 malam keatas... Mau donlot film horor, harus melalui suasana horor...
Kuat gak ya?
#Pesimis...
horor thailand emang juara, selalu bisa bikin jantungan
terusin bikin review film horor ya kakak.. aku suka dan buat refrensi untuk ditonton juga dirumah. walopun aku penakut, aku suka film yang ada hantu2nya gitu :)
urrrgghh...
setelah baca reviewnya tambah gak berani... @_@
Saya jg sdh nnton mlm minggu kmrn,,,nntonnya jam 10 mlm lgi,,filmnya mmg menyeramkn dan trnyata film ini bkn hanya bercrt ttg hantu2an tp jg ttg kluarga,,akting si kpala rmh tangga bgus bgt,,cucok bgt dgn wajah dgn karakternya..
Tpi klo soal serem,emang serem tpi sy msh lbh suka film shutter produksi thailand jg,,tuh film biar sy tonton smpe berkali2 ttap sj bkin sy teriak2
iya gak suka tuh.. pas adegan gencet kucing..
keterlaluan..
ini pilem yg sekeluarga mati krn ditembak itu yaw?
:O
Posting Komentar