• 2 Maret 2011

    Just art.
    MORALITAS akan melulu bersinggungan dengan yang namanya seni (dalam hal ini karya sastra) yang memiliki konten seksualitas. Singkatnya, cerpen-cerpen yang menceritakan tentang pengalaman seksual, dinilai sebagai usaha penulis untuk membangkitkan birahi pembaca. Padahal seksualitas hanyalah satu dari berbagai aspek kehidupan, yang adalah sangat wajar jika ditaruh di tubuh karya sastra. Mengenai pengungkapan yang disinyalir porno pun dinilai kalangan moralis sebagai sesuatu yang murah, tidak punya estetika, dan bobrok.

    Padahal cerpen/novel adalah penggambaran realitas. Jadi adalah wajar jika ada dialog slang atau bahkan kasar. Karena kehidupan sendiri terdiri dari berbagai macam stereotipe.


    Seorang budayawan, Taufik Ismail sempat 'kebakaran jenggot' saat 'booming' penulis perempuan muda sekelas Ayu Utami. Pasca kemunculan novel 'Saman', penulis muda perempuan bermunculan seperti Djenar Maesa Ayu sampai Dewi Lestari. Kontennya pun menceritakan tentang pengalaman perempuan yang terepresi (tersudutkan) oleh budaya patriarki (budaya yang memosisikan perempuan di pihak yang ditindas oleh pihak laki-laki). Anehnya, orang-orang yang mengaku memiliki cita rasa seni dan budayawan itu tidak menerima keberadaan penulis perempuan ini. Taufik bahkan memberikan label SMS (Sastra Mazhab Selangkangan) pada penulis-penulis perempuan ini.  
    Hmm.. Lain kali saya akan bahas lebih jauh. Tapi untuk saat ini silakan jilat beberapa puisi saya yang seksis ini.. 
    Jauhkan dari jangkauan orang tua anda kalau baca ini puisi. 
    Bisa-bisa kena jembel.  
    Puisi ini untuk pembaca usia 17 tahun ke atas. Kalau ada bocah yang lihat puisi ini, saya akan bilang: ini adalah fiktif, rekayasa kata-kata.
    Jadi tak ada hubungannya dengan pengalaman penulis 
    (bukan pengalaman saya).  


    PUISI SAMANDAYU



    TARIAN ANGIN

    basah licin
    seperti belut dalam lubang
    menggelitik dan menyesak
    bagai kepala ular yang tak mendesis
    ular diam memingkemkan mulut
    matanya terpejam lidahnya tak menjulur
    tapi menyodok-nyodok pelan lalu brutal
    keras hentak sepoi gaduh dosa
    tapi kepala mendongak menatap surga
    sepasang bintil kecil, basah usai diisap
    dan ringkihringkih ranjang
    berkedut kedut nyaris sampai
    lidah basah dan menarinari dalam mulut
    lalu hangat dan (lagilagi) basah nyaris meluber di dalam

    dan lubangku tak hanya penuh angin
    tapi lendir

    9:28 AM 6/29/2010


    KAU KAU

    kau kau yang menyukaiku
    matilah kau dalam aroma kejantananku
    kau kau yang menjadikanku budak seksualitas dalam angan angan
    merebaklah ke dalam pasungan aji ajiku
    segenap mantera mantera yang tak kupunyai kutebar
    biar mampus kalian sampai terlempar
    maka kalau kau jadi aku
    kumampuskan diriku ke dalam liangmu

    05/10/2009 0:38:18



    AKU MENUNGGU SESEORANG YANG SUDI MEMPERKOSA

    aku menunggu seseorang yang sudi memperkosaku
    agar kuhardik kesendirian yang terkerangkeng selama ini
    topeng topeng yang tertempel di tembok
    kembali menghasudku untuk pergi ke luar
    lewat pintu depan belakang atau jendela
    tapi aku tak mau membebaskan kepolosanku
    bisa jadi jalang aku nantinya
    aku hanya menunggu seseorang yang sudi memperkosaku
    dan mungkin orangnya kamu

    05/10/2009 0:53:35


    MASOCHISME SEMALAM

    aku cinta kau sebagai kekasih yang agresif dan brutal
    sekaligus yang kucintai semendalam mungkin
    aku akui kau malam itu
    sebagai jantan sebagai perkasa
    sebagai lakilaki sejati
    kamu akui aku malam itu
    sebagai sosok yang menderita secara lahir
    namun begitu terenyuh oleh balurbalur setia dan rasa cinta
    maka beginilah kita pada akhirnya
    terbangun pada keesokan harinya
    dan bersikap seolah tidak terjadi apaapa

    2008


    HASRAT JALANG

    ada yang keparat di kepalaku
    ini setiap kali keinginanku meminta tumbal
    namanya hasrat yang tersembunyi
    kumuntah kemudian kuludah
    akan tetapi anehnya
    aku menelan kembali diam diam
    diam diam supaya tidak ketahuan
    tapi mukaku memang seperti lukisan anak kecil
    semua bisa mengiranya
    entah bodoh entah konyol entah autis
    tapi semua bisa menerkanya
    entah dengan apa kugambarkan
    tapi semua bisa menuduhnya

    10/10/2009 0:51:16



    BURUNG

    burung yang ini warnanya cokelat
    kepalanya merah muda
    dan kerap meludah pabila mau terbang
    burung ini tak bersayap
    juga tak banyak bulu
    suka dengan sentuhan
    senantiasa gonta ganti pasangan
    burung pun tiba tiba sakit
    di mulutnya keluar nanah
    tak jarang juga darah
    tubuhnya pun keriput
    mendadak sekarat

    10/10/2009 0:56:45




    BABOON

    malam kemarin aku mimpi dicium baboon
    malam kemarinnya aku mimpi ditetek-in baboon
    eh  malam ini aku mimpi disodomi baboon
    aku tak mengerti
    kenapa kamu tidak datang ke mimpiku sekali seja ketika aku sedang rindu
    atau janganjangan
    kamu menyerupai baboon?
    kamulah baboon itu?
    ya, ampun!
    makhluk seperti kamu ternyata cuma seekor baboon!!

    2003



    SURAT UNTUK BU GURU

    aku menulis surat cinta untuk bu guru
    namun ia mendampratku
    aku pun dipanggil menghadap di kantornya
    namun yang dia lakukan bukan marahmarah
    tapi malah membuka risleting celanaku dan menyusu penisku sampai maniku keluar
    ini di luar dugaanku
    padahal aku hanya mengiriminya
    sebuah surat singkat mirip puisi
    isinya begini:
    ‘guruku tersayang, rasanya sudah lama aku ingin bergelayutan diantara dua susumu yang ranum
    rasanya begitu lama aku menahan diri untuk tidak meregang saat bibirmu  melipatlipat tak karuan
    andai saja aku mampu dibawa angin untuk menujumu dan mengecup lehermu pelanpelan
    untuk kau ajari aku bagaimana caranya memerawani
    karena aku tidak tahu harus berawal darimana
    kau tahu betapa aku begitu masih perjaka’
    hmmm..

    2003



    KELAMIN YANG RINDU PADA KELAMIN

    sudah kukubur dalamdalam kelamin yang masuk ke hati
    telah kupungut diamdiam jendolan dalam celana setengah jadi
    tapi kerinduanmu akan buah zakar bergolak menjadi rasa iba
    hasrat itu mencium yang basahbasah lalu meronta mewujud bianglala
    ia tiba di dalam saku dan merupa lunglai di pembaringan
    kesurupanku akan birahi pun membawaku menjadi seorang pesakitan

    3/11/2010 7:29:02 PM



    PRIA DALAM TABUNG SPERMA

    akulah pria dalam tabung sperma
    masuk dan bergerilya dalam ruangan super mungil yang bukan rahim
    aku riak dan meliuk seperti pelepah pisang yang ditiup angin
    menari bak elok tapi aku sebenarnya kesakitan
    maukah kau masuk ke dalam dan menjadi satu pria lagi dalam tabung sperma?
    kita kan merabararaba dan memilinmilin satu sperma yang mujarab untuk menjadi telur
    bukan, bukan untuk kita (pria tak bisa hamil)
    tapi untuk perempuan kesepian yang setengah frigid
    yang rindu akan episode kehamilan pada satu jilid

    3/11/2010 7:38:06 PM



    CINTA SUNGUT GODAM

    bersungutsungutlah ia untuk bubuh mesiu yang dia telan
    berlunglailunglailah segala yang berbentuk lonjong berbulu getir dan berkepala helikopter
    sebab sebelum ia kemudian dipanggil dengan sebutan harry potter
    sudah lama ia dipukul palu godam yang meringsekkan kepalanya yang super jenaka
    jadilah ia maha perempuan
    jadilah ia maha si penghitung liyan

    3/11/2010 7:41:15 PM



    Puisi Samandayu, Hak cipta Dilindungi Undang Undang

    Protected by Copyscape Web Plagiarism Software

    1 Komentar:

    draketodeath mengatakan...

    suatu hari, saya yang aneh dan tidak menarik ini berjalan sendirian ke perpustakaan. biasa, 'menggraok' isi perpustakaan, siapa tahu nemu novel berkualitas (isi perpustakaan sekolah saya bisa dibilang 'nggak mutu' saking miskinnya buku bacaan) dan tadaa! saya menemukan novel berjudul Saman karya Ayu Utami. Di halaman pembuka ada ISBN, nama penerbit, dan tahun penerbitan: tahun 90'an. Whoaa buku lama bo. Isinya memang seperti sentilan tapi bagus =)) dan saya agak heran Saman baru booming tahun 2009'an.

    Btw akang Saman sudah baca? =))

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan