• 7 Januari 2011

    Maka lebih baik saya diam.

    MANUSIAWIKAH jika kita tidak menyukai seseorang hanya dari wajahnya? Ariel memang pencipta lagu yang hebat dengan kosakata yang lain dari lagu cinta kebanyakan. Gayanya yang mengulang beberapa bait menjadi sangat khas. Namun beberapa orang sebal dengan mukanya. Sesebal mereka melihat muka Uje, Pasha, Aa Gym atau kakak ipar. Namun Ariel yang masih keukeuh tidak mengaku kalau pideo hot itu diperankan dirinya ‘sempat-sempatnya’ bikin puisi.

    Puisi ini dibuat kurang lebih sebulan yang lalu saat ia masih asyik ngendon di Rutan Kebon Waru. Mau tahu puisinya? Cekidot.

    Puisi Ariel

    Jika saya bercerita sekarang,
    Maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya,
    Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya,
    Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia yang seharusnya tidak dimaklumi,
    Dan tidak ada yang dapat menjamin apakah semua dapat memetik hal yang baik dari
    kemakluman itu,
    Atau hanya akan mengikuti keburukannya
    Maka lebih baik saya diam.

    Jika saya bersuara sekarang,
    Maka itu akan membuat,
    Saya terlihat sedikit lebih baik,
    Dan beberapa lainnya terlihat lebih buruk sebenarnya,
    Maka saya lebih baik diam.

    Jika saya berkata sekarang,
    Maka akan hanya ada caci maki,
    Dari lidah ini,
    Dan teriakan kasar tentang kemuakan,
    Serta cemoohan hina pada keadilan,
    Maka saya lebih baik diam.

    Saya hanya akan berkata pada Tuhan, bersuara pada yang berhak,
    Berkata pada diri sendiri,
    Lalu diam kepada yang lainnya,
    Lalu biarkan seleksi Tuhan,
    Bekerja pada hati setiap orang.

    Nah, apa yang kalian rasakan setelah membaca itu puisi/curhatan? Apakah kalian menangkap kesan tidak bersalah di sini? Kesan membela diri? Kesan kalau ia bukan satu-satunya orang yang patut dipersalahkan? Kesan kalau diam akan selamanya jadi emas? Taruhlah si tertuduh pelaku bokep bukan artis yang kaya raya. Dan kita bisa menerka kalau sang tertuduh bisa lebih cepat menjadi narapidana. Tanya kenapa? XD
    Yang pasti, inilah penafsiran saya terhadap puisi Akang Boketa. Intinya puisi ini tentu saja bercerita mengenai perasaannya terhadap kasus yang masih menderanya. Ok, lanjut..

    Jika saya bercerita sekarang (maksudnya jika dia mengaku kalau video itu diperankannya)
    Maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya (fans-fansnya  pasti akan maklum)
    Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya (sebagian besar akan mengutuknya setelah ia mengaku bikin pideo panas deket kompor)
    Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia yang seharusnya tidak dimaklumi (dunia yang ia maksud adalah dunia selebritis dan dunia yang memiliki paham seks bebas, yang sebenarnya sudah lumrah terjadi dan tak perlu dimaklum)
    Dan tidak ada yang dapat menjamin apakah semua dapat memetik hal yang baik dari kemakluman itu. Atau hanya akan mengikuti keburukannya  (maklum adalah kata lain dari ‘kita semua pernah melakukan seks bebas dan tidak ada yang suci’. Jadi maklum memaklumi jelas bukan persoalan. Si penulis hanya ingin dibenarkan atas realitas sosila masyaralat urban yang identik dengan seks bebas). 
    Maka lebih baik saya diam. (Tutup mulut sampai semua bisa ia atasi dengan berbagai dukungan karena ia sangat yakin banyak orang di luar sana yang menilainya bersih. Diam atau mengelak dilakukannya agar masyarakat awam bingung terhadap kebenaran. Masyarakat digiring untuk ragu-ragu dalam menyimpulkan sosoknya. Apakah ia baik, apakah buruk).
    Jika saya bersuara sekarang maka itu akan membuat saya terlihat sedikit lebih baik (Dia percaya bahwa kejujuran akan membuat hatinya plong. Siapapun akan menderita jika selalu berdusta, bukan?)
    Dan beberapa lainnya terlihat lebih buruk sebenarnya (di sisi lain ia berbohong dan ia menyadari bahwa itu adalah tindakan buruk –terlihat buruk)
    Maka saya lebih baik diam (diem aja terus sampai… Ah, umur siapa yang tahu, Kang..)
    Jika saya berkata sekarang, maka akan hanya ada caci maki dari lidah ini. Dan teriakan kasar tentang kemuakan. Serta cemoohan hina pada keadilan. (‘berkata’ artinya ‘mengaku’. Artinya ia akan terus menyembunyikan dan tidak akan pernah jujur. Kalaulah ia jujur, maka sesuatu dari dalam akan memakinya –lewat gambaran tentang lidah ini yang artinya lidah dia. Kemudian ia akan murka karena hasil kejujuran itu membawanya pada vonis penjara, yang akan membuatnya murka dan mengutuk pengadilan. Maka..)
    Maka saya lebih baik diam. (aku mau lagu Topeng. Buka dulu tooopengmu.. buka dulu tooopengmu..)
    Saya hanya akan berkata pada Tuhan, bersuara pada yang berhak. (Ia ingin menujukkan diri sebagai orang yang juga masih memerhatikan religiuitas. Ia mengaku hanya akan berkata/mengaku pada Tuhannya).
    Berkata pada diri sendiri lalu diam kepada yang lainnya, (dialah kunci rahasia itu, dan dia menyimpan untuk dirinya sendiri, dan tidak akan pernah diberitahukan kepada orang lain).
    Lalu biarkan seleksi Tuhan bekerja pada hati setiap orang (Tuhan adalah nurani pada setiap pribadi. Bahwa ia  kembali ingin mencari pembenaran bahwa apa yang dilakukannya juga dilakukan oleh orang lain. Tapi ayolah, jarang-jarang ada seleb yang suka pideoin adegan hotnya diranjang sampai –konon- berpuluh-puluh pideo) 
    Demikian, ini hanya pendapat pribadi. Yang murka terhadap perbedaan pendapat silakan dinginkan hati kalian dengan segelas Sirup Cinta Akang Ariel.



  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan