 |
| PertamaX! |
LINGKARAN UFO atau yang lebih dikenal dengan crop circle‘menampakkan diri’ untuk pertama kalinya di Indonesia. Lingkaran raksasa berdiameter 70 M itu terbentuk di kawasan pertanian Jogotirto, Berbah, Sleman pada hari ini (Senin, 24 Januari 2011). Lingkaran itu terbentuk setelah warga mendengar angin kencang di areal tersebut. Saat beberapa warga ronda malam, diketahuilah crop circle dengan tanda misterius yang ada di tengah lingkaran.
Warga berpendapat bahwa lingkaran misterius yang sebelumnya lebih sering muncul di Eropa itu adalah ‘hasil kinerja’ dari angin kencang. Namun beberapa lagi menilai itu tidak mungkin. Dilansir dari detik.com, seorang warga, Ngadiran, menyatakan, "kalau angin, semua tanaman akan rebah. Ini kan hanya sebagian dan cukup rapi," ujar Ngadiran pada detikcom di TKP, Dusun Jogomangsan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY, Senin (24/1/2011). Ngadiran juga mengaku lahannya tidak disewa untuk sebuah karya instalasi seni kelompok tertentu. Dia mengaku pada Sabtu 22 Januari pukul 23.00 WIB, melihat penampakan macan di sawahnya. Esok paginya, dia melihat sawahnya telah menjadi "karya seni".
Pasca adanya 'simbol UFO' itu, harapan 6 petani pemilik 7 petak sawah di Dusun Jogomangsan, Desa
Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, DIY, untuk segera panen agak
tersendat. Sebab lahan mereka saat ini menjadi pusat perhatian setelah
ketempatan "lingkaran UFO".
Salah satu pemilik petak sawah adalah
Ngadiran. Senin (24/1/2011) pagi ini dia menengok sawahnya yang menjadi
tontonan ratusan warga dari atas bukit Gunung Suru. Dia hanya berjaga
agar sawahnya tidak diinjak-injak warga.
Sawah Ngadiran dkk berisi padi yang tak lama lagi akan panen. Bulir-bulir padi telah menggelayut. Agar
sawahnya tidak rusak, Ngadiran dan petani lainnya menempatkan tulisan
larangan memasuki sawah tersebut. Tanda larangan ditempatkan di sekitar
lahan plus di pintu masuk pematang. Semakin siang, makin banyak
warga yang menonton. Mereka menyaksikan dari atas bukit Gunung Suru yang
licin akibat hujan semalam. Sedangkan cuaca pagi ini cerah.
Saya pernah menulis ini di artikel Seramnya Crop Circle dan Segitiga Bermuda. Dan kebanyakan fenomena misterius ini terjadi di kawasan Inggris dan kemunculannya meningkat setelah tahun 1970-an dan beberapa negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang dan Rusia.
 |
| Foto: Yahoo. |
 |
| Foto: Detik. |
Para ilmuwan belum bisa memecahkan penyebab lingkaran UFO ini. JIka kalangan scientist di luar negeri belum bisa, apalagi di Indonesia. Warga sekitar bahkan menghubung-hubungkannya dengan nuansa mistik atau ketuhanan.
Dilansir dari detik.com, seorang warga menyebutkan terdapat Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di atas lambang misterius 'UFO' di daerah persawahan di Sleman, Yogyakarta. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), memastikan lambang itu tidak ada kaitannya dengan SUTET yang berada disekitarnya."Tidak ada mekanisme eletromagnetik membentuk pola. Padi tidak berpenguruh pada eletromagnetik. Tidak, bukan karena SUTET," ujar Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin.
Tapi anehnya, ia yakin kalau lambang misterius itu dibuat oleh manusia. Karena katanya di negara lain ada crop circle yang dibuat oleh manusia. Namun apakah yang ada di Sleman adalah rekayasa manusia? Melihat bentuknya di foto, sangat jelas ini tipikal crop circle yang terjadi di luar negeri. Apa orang Indonesia, di daerah sudah kreatif dan cerdas semua dengan membikin simbol raksasa itu? Apalagi ini dibuat hanya satu malam (seperti lagu Melinda, Cinta Satu Malam). Okey, tidak nyambung ya.
Tapi Djamaludin meneruskan, “apakah daerah itu jauh dari pemukiman warga ? maka mungkin itu rekayasa karena tidak ada saksi. Kalaupun dekat dengan pemukiman warga, berarti itu dilakukan tanpa sepengetahuan warga sekitar. Di negara barat itu terungkap hanya rekayasa. Yang di Sleman itu saya menduga ada yang merekayasa.”
Ya elah, Pak Profesor kayak nggak pernah tahu crop circle aja. Apa mungkin pernyataannya agar tidak membuat warga khawatir kalau ada sejenis ‘UFO’ atau sesuatu lainnya yang menyebabkan adanya lingkaran cinta itu? Ah, warga sekarang kan pada melek dan cerdas. Tapi pasti deh, fenomena ini langsung akan naik pamor dan merajai program TV kita hari ini. Bahkan berita ini mungkin akan menenggelamkan kasus Gayus. Ah, betapa beruntungnya Gayus hari ini.
Update 25 Januari 2011
Corp Circle Kedua Ada di Yogyakarta!
Wah, ternyata keesokan harinya, crop circle juga ada di areal persawahan yang ada di wilayah Yogyakarta. Tepatnya di Piyungan, Bantul pada Selasa ini (25 Januari 2011). Dilansir dari kompas, warga menemukan lingkaran ini pada pukul satu siang meski pemilik lahan sebenarnya sudah mengetahui keanehan itu sejak sepuluh hari yang lalu.
Ukuran crop circle kedua ini lebih kecil ketimbang yang pertama, hanya sekitar 30-40 meteran. Polanya belum jelas diketahui, tetapi diperkirakan berbeda dengan crop circle yang pertama. Lingkaran UFO kali ini lebih kecil dari lingkaran UFO di Sleman, yakni sekira 30 M - 40 M. Bentuknya pun gaje alias tidak jelas. Namun dari deskripsi kompas menyebut bahwa bentuknya mirip alur daun yang kering dengan pola memanjang, berbentuk simetris dengan rebahan tanaman padi yang presisi.
 |
| Foto: Kompas. |
 |
| Foto: Kompas. |
Dari foto yang terlihat, agak sukar melihat keindahannya, karena foto tidak diambil dari posisi atas. Ini membuat saya menduga kalau yang ini adalah rekayasa. Namun apa saya harus menyetujui pendapat yang katanya dari Lapan itu? Yang bilang kalau ini semua adalah buatan manusia? Heum, manusia kreatif mana yang bisa membuat karya seni indah ini hanya pada satu malam. Argumen itu terbentuk hanya agar masyarakat tidak khawatir akan isu yang menyangkut keberadaan makhluk asing. Sebab sampai sejauh ini UFO memang belum dianggap ada secara ilmiah. Namun seharusnya pihak Lapan tidak mengatakan 'tidak ada'. Artinya jika keberadaan alien masih diselidiki, jawaban yang lebih bijak adalah 'keberadaan UFO belum diketahui.'
Dan berita sampai sejauh ini memang tidak mentereng seperti yang saya perkirakan. News Program masih menayangkan berita Gayus, berita 'kenaikan gaji' presiden, suporter dan pemain bola nasional yang masih ricuh. Namun saya agak geli dengan pemberitaan versi RCTI tentang Corp Circle ini. Mereka ingin menggiring masyarakat untuk memercayai bahwa fenomena di Sleman itu terjadi karena kreasi manusia. Caranya dengan memberitakan bahwa di Inggris ada sekelompok pemuda yang mampu membuat corp circle selama 6 menit. Dan itu divideokan di youtube. Jelas RCTI tak punya waktu untuk mengetahui keabsahan video ini. Sebab kalian tahu sendiri, corp circle di Inggris memiliki pola yang sangat rumit dan sangat simetris. Jadi ini semua dibuat di luar kemampuan manusia.
Lalu bagaimana Profesor Saman dari Lapan (Lambang Papan) menyikapi hal ini? Menurut Prof Saman, apa yang selama ini disebut UFO adalah pesawat dari masa depan yang sedang jalan-jalan ke masa kini. Mereka membuat simbol atau tanda sebagai aksi unyu-unyu yang sebenarnya memiliki makna khusus. Lambang seperti alien yang pernah dibuat di Inggris misalnya, itu menandakan kalau manusia di masa depan akan memiliki ciri-ciri fisik yang sama. Mata yang besar, hidung dan mulut kecil, dan plontos. Ini terjadi ketika bumi sudah tidak lagi menjadi tempat hidup yang baik. Menjelang kiamat, sebagian umat manusia hijrah ke luar angkasa dan mendarat di sebuah planet. Ketika mereka mendarat di planet tersebut, dengan seketika rupa mereka menjadi gaje begitu. Demikian teori saya. Haha..
Sumber berita: Yahoo OMG, kompas.com, dan detik.com
LAPAN: Lambang 'UFO' di Sleman Bukan Karena SUTET dan Angin
'Lingkaran UFO' di Sleman Tempati 7 Petak Sawah Siap Panen
Pemilik Sawah Yakin 'Lingkaran UFO' Bukan Akibat Angin
LAPAN: Lambang 'UFO' di Sleman Buatan Manusia
Angin Winasis yang Mengukir "Jejak UFO"
Crop Circle Juga Ditemukan di Piyungan Bantul Yogyakarta