• 10 November 2011


    SALAH satu hal yang membuat remaja memiliki bahasa sendiri adalah karena mereka membuat identifikasi komunal agar berbeda dengan kalangan yang lebih tua. Remaja juga mengikuti tren agar diterima di kelompoknya. Dan karena kehidupan sosial bergerak dinamis, gaya hidup remaja termasuk pemakaian bahasa mereka pun selalu berganti.



    Inilah kosakata-kosakata yang sempat atau masih populer yang digunakan di kalangan anak muda/remaja/atau yang berjiwa muda. Berikut saya jabarkan.

     Era 80 - 90-an

    Era Prokem

    Asal:  Kosakata gaul ini diambil dari bahasa preman, yang saat itu diciptakan sebagai 'alat kecoh' terhadap aparat kepolisian. Jadi, mereka membuat bahasa sendiri yang hanya mereka mengerti. Pernah familiar dengan kata 'okem'? Itu adalah kata lain dari prema/prokemn. Dan kemudian, bahasa okem ini pun digunakan para remaja tahun 80-an. Berikut saya jabarkan kata-kata yang muncul pada saat itu. Dan beberapanya masih populer digunakan saat ini.

    Pengaruh: Film-film anak muda 'seri' seperti Catatan si Boy, Warkop DKI, atau novel Lupus dan Olga Sepatu Roda. Komik-komik Tatang S 'Si Petruk' juga berpengaruh pada merebaknya kosakata-kosakata nonbaku ini.

    Kosakata:

    Bokin = bini, pacar
    Bokep = blue film
    Doku = duit
    Mokat = mati 
    Sedokur = saudara
    Bo'il = mobil 
    Bokap = bapak
    Nyokap = ibu
    Doi = dia
    Doski = dia
    Cimeng = ganja
    Bokis = bohong 
    Kece = cakep
    Nyimeng = mengganja
    Pembokat = pembantu
    Sepokat = sepatu
    Gokil = gila
    Boke = miskin
    Kere = miskin
    Boker = buang air besar
    Toket = payudara
    Tokai = kotoran/tahi
    Nih, yee = Nih
    Bonek = bondo nekat atau suporter anarkis
    Ajojing = dansa



    Era  2000-an 


    Era Ngondek

    Asal: Selamat datang di era transgender. Haha. Kenapa saya mengatakan demikian, karena bahasa gaul yang dipergunakan remaja saat itu lebih banyak mengadaptasi dari kosakata  pegawai salon kecantikan yang berjenis kelamin lelaki namun bersifat keperempuan-perempuanan. '

    Selain itu, beberapa kosakata diambil dari bahasa daerah seperti Jomblo dari bahasa Sunda, Semok dari bahasa Jawa. Koskata berbau dangdut pun merebak karena lirik lagu dangdut yang cenderung mengarah pada hal seksual seperti  jablay (yang dalam bahasa Sunda berarti bondon atau PSK), yang malah diplesetkan menjadi jarang dibelay. Kreatif memang.

    Pengaruh: Menjamurnya  presenter atau pelawak yang memakai konsep 'banci' ini seperti Olga, Ruben, Ivan Gunawan, Dave Hendrik, belakangan Alan. Sampai sekarang, presenter-presenter kemayu itu masih menjadi 'primadona' bagi perkembangan industri  hiburan Tanah Air.


    Kosakata:

    Heboh
    Untuk menyebut suasana yang ramai.

    Jomblo
    Kata jomblo berasal dari bahasa Sunda untuk menyebut lajang atau seseorang yang nggak punya pacar. Jomblo pernah menjadi judul lagu band Gigi dan sebuah film berdasar novel yang disutradarai Hanung Bramantyo.Saat ini, jomblo tampak tidak populer dan berganti menjadi 'single'.

    Lebay
    Berasal dari kata berlebihan, untuk menyebut orang-orang yang berpenampilan kampungan atau bersikap berlebihan.

    Capek, deh
    Biasanya dikatakan sambil meletakkan 'punggung' telapak tangan ke kening. Kosakata ini tidak populer lagi kayaknya. Heu.


    Jayus
    Dari yang saya dengar, Jayus ternyata seorang penyiar yang mencoba melawak, tapi lawakannya tidak lucu. Ada pula yang mengatakan kalau Jayus sebenarnya seorang pelukis yang mencoba melawak namun lawakannya garing.

    Garing
    Garing berasal dari bahasa Sunda yang berarti kering. Ini digunakan anak muda saat itu untuk menyebut seseorang yang mencoba melawak tapi tidak lucu.

    Gandeng
    Gandeng juga berasal dari bahasa Sunda yang berarti berisik. Penggunaan beberapa kata dari bahasa Sunda menjadi populer karena Bandung dikenal sebagai Kota Pendidikan ketika begitu banyak universitas yang tentunya memiliki mahasiswa luar daerah. Mahasiswa luar daerah inilah yang kemudian akrab dengan beberapa kata Sunda dan 'membawanya' ke luar.


    Rese

    Atau 'menyusahkan' alias merepotkan.

    Begitchu
    Untuk menyebut 'begitu'.

    Meneketehe
    Kita sering menerima lelucon pemplesetan kata. Meneketehe yang diucapkan bagaikan salah satu kata dari bahasa India itu adalah penggantu kata 'mana aku tahu', yang sempat populer digunakan dalam tayangan Extravaganza yang saat itu ngetop.

    Ember
    Atau 'memang begitu', lebih sering orang-orang menyebutnya dengan 'M' saja, yang berarti 'memang'. Ternyata kata ini dipopulerkan pertama kali oleh Titi Dj, lho.

    Yuuk ..
    Suatu hari di kelas, dosen usai menerangkan lalu seseorang di belakang dan itu temen cowok saya bilang 'yuu'. Ini sontak membuat saya dan yang lain terkekeh. Menurut saya bentuk ajakan ini paling mengena bin lucu. Yuuk atau Yiuuk, diucapkan dengan gaya imut dan feminin, yang berarti 'hayu' atau 'setuju'.

    Bispak
    Bispak atau 'bisa pakai' adalah sebutan untuk orang-orang yang bisa diajak one night stand atau cinta satu malam AKA orang-orang yang bisa diajak bobo bareng. Aww!

    Akika
    Adalah kata ganti untuk menyebut 'aku', 'saya'. Sebenarnya sudah populer di kalangan waria pada 90-an, namun ketika program TV berbau komedi memunculkan pelawak berkonsep waria, kata ini pun dipergunakan remaja.

    Ngondek
    Adalah sebutan untuk menyebut seorang lelaki yang kewanita-wanitaan atau kemayu.

    Sutralah atau Sutra
    Adalah sebutan untuk mengatakan 'sudahlah' atau 'sudah'. Debby Sahertian menjadi pionir populernya kata-kata jenis ini sampai ia membuat kamus gaul sendiri.

    Rempong
    Berarti 'rumpi' atau untuk menyebut seseorang yang 'rese'.

    Lekong
    Yang berarti laki-laki. Tidak hanya digunakan kalangan gay, tapi perempuan muda di masyarakat urban yang dekat dengan kehidupan malam.

    Pewong/Perempewi
    Untuk menyebut perempuan.

    Sekong
    Atau 'sakit' . Untuk menyebut lelaki yang gay atau perempuan yang lesbian.

    Semok
    Diambil dari bahasa jawa yang berarti 'montok'. Ini digunakan terutama kalangan remaja lelaki untuk menyebut perempuan seksi. 'Baheno' setara dengan 'semok'.

    Jablay
    Semakin populer sejak film Mendadak Dangdut dirilis pada 2006. Apalagi lagu soundtracknya yang populer dengan judul dan lirik menggelitik berjudul jablay yang berarti jarang dibelai. Jablay digunakan untuk orang yang genit atau 'haus kasih sayang'

    Gitu, lho!
    Ini sering disisipkan pada kalimat semacam "iya gitu, lho" atau "nggak banget, gitu lho" Penggunaan kata ini semakin populer ketika penyiar radio ibu kota dan kota-kota besar menggunakan kata tersebut.

    Secara
    Secara sempat meledak di pertengahan era 2000-an untuk menyebut kata 'adalah'. Padahal dalam arti sebenarnya, secara adalah 'melalui'.

    Bete
    Bete diambil dari baad mood, atau boring total. Sampai sekarang kata ini masih dipakai remaja.

    Cumi
    Cumi populer setelah sebuah iklan kartu seluler mengiklantelevisikan. Adalah singkatan dari 'cuma mikir', cuma miskal;, dan bisa berarti apa saja selama sinkron dengan singkatan tersebut.

    Moge
    Atau motor gelo, populer ketika isu geng motor yang meresahkan warga menyeruak ke permukaan. Moge yang sebenarnya singkatan dari motor gede ini juga untuk menyebut pengemudi sepeda motor yang suka mengemusi sepeda motor berukuran besar.

    Brondong
    Atau berondong, adalah sebutan untuk daun muda laki-laki.

    Bronis
    Atau brondong manis, populer untuk menyebut anak muda laki-laki yang juga manis.

    Cute
    Cute atau lucu juga sering digunakan anak-anak remaja perempuan untuk mengomentari seseorang yang dianggapnya tampan atau cakep.

    Era ini
    Era Alay

    Asal: Menjelang akhir 2009, masyarakat semakin melek teknologi. Ponsel sudah menjadi kebutuhan pokok, begitu pula internet. Di awal tahun 2010-an, interaksi sosial juga lebih sering digunakan anak muda. Facebook dan twitter adalah 'barang' wajib bagi mereka agar tidak dicap ketinggalan zaman. Jadi, karena hubungan sosial  terjadi dalam ruang lingkup maya, ragam teks pun dibuat sampai akhirnya muncullah teks dan konsep bahasa alay (anak lebay), ketika kata-kata dicampur aduk antara angka dan huruf.

    Sebenarnya itu bermula dari kegiatan SMS yang mengharuskan seseorang menyingkat demi keefisienan waktu. Belakangan dilakukan di media Fb atau twitter sebagai status. Biasanya pengguna teks alay ini adalah remaja perempuan atau bahkan anak-anak SD, atau remaja lelaki yang berjiwa feminin atau manja.

    Pengaruh: facebook, twitter, tayangan musik televisi, blog.

    Kosakata:

    Unyu 
    Dulu semopat googling asal-usul kata ini. Katanya ada seseorang yang biasa menggunakan kata itu dalam twitter-nya sehingga populerlah sampai sekarang. Di luar benar tidaknya, tapi unyu juga berarti anjing dalam bahasa sansekerta. Paling tidak itu hasil googling-an. Yang jelas unyu ini untuk menyebut sesuatu yang lucu.

    Galau
    Secara imajiner, galau bisa diilustrasikan sebagai garis hitam putih yang melingkar. Itu seperti gambar kebingungan. Secara harfiah, galau berarti kekacauan pikiran atau pikiran yang tidak tentu arah. Galau digunakan anak remaja saat ini untuk menggambarkan keadaan dirinya yang gundah gulana karena patah hati diputus pacar atau kelamaan jomblo.

    Kepo
    Kepo juga baru saya dengar dari seorang teman dan ternyata memiliki arti ingin tahu. Ada-ada saja.

    Gengges
    Gengges berarti rumpi. Saya pertama kali mendengar kata ini di acara The Hits. Sebelumnya ada kata 'rempong' yang juga berarti rumpi atau untuk menyebut seseorang yang suka ingin tahu dan cerewet.


    Tentu untuk urusan kata ganti, sebagian besar pemakai bahasa keseharian menggunakan kata 'lu' 'gue', yang berasal dari bahasa Betawi. Kata ganti ini populer karena pada 80-an, Indonesia sempat kejamuran film-film remaja yang bernuansa Jakarta. Alhasil, orang-orang daerah pun kemudian meniru kata ganti itu. Terlebih karena kota Jakarta menjadi salah satu kota dengan penduduk terpadat, ketika banyak pendatang mengadu nasib ke ibu kota Indonesia itu.

    Yang jelas kosakata baru akan muncul dalam beberapa tahun ke depan, dan kosakata yang lama akan ditinggalkan. Ini terjadi karena 'campur tangan' media elektronik yang sudah sangat mudah didapatkan orang-orang daerah. Kemunculan bahasa gaul ini juga tidak perlu dirisaukan pemerhati bahasa. Penggunaan bahasa baku Indonesia saja masih banyak yang perlu dibenahi dan penyebarannya kepada masyarakat mengenai kekonsistenan bahasa Indonesia kurang terasa. Jadi, cukup hargai keberadaan bahasa gaul karena  juga merupakan produk budaya. 

    Yang pasti saya hanya menggunakan beberapa kosakata itu dalam kehidupan keseharian bersama kawan secara kontekstual. Sebab, alangkah indahnya jika kita masih mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar di beberapa kesempatan.




    gambar; cat-bookmagic.blogspot.com




    17 Komentar

    Riu is me mengatakan...

    Wah, banyak yang baru aku tahu dari bahasa2 gaul ini ternyata :D

    dini sekar mengatakan...

    baru tau kalo 'gengges' itu artinya 'rumpi' :o

    Anonim mengatakan...

    banyak yang ane kagak tau artinya...hahahaha

    Claude C Kenni mengatakan...

    Renungan yg menarik di hari Pahlawan ini. Mau dibawa ke mana bahasa Indonesia kita?

    Ijin share di FB ya

    Unknown mengatakan...

    *mikir*
    saya termasuk ALAY gak ya...

    banyak kosakata yang gak tau nih, musti pantengin tipi keknya :kikik:

    zuri mengatakan...

    generasi mudanya berbahasa alay semua semoga saja bahasa indonesia yang baik dan benar dan sesuai EYD tidak diakui negara sebelah :D

    Armae mengatakan...

    rempong itu bukannya artinya ribet ya???

    semoga bahasa indonesia tetap menjadi bahasa pemersatu bangsa, dan tidak tergantikan oleh bahasa-bahasa gaul lainnya yang sudah mulai menjamur

    Hend Art O mengatakan...

    'Secara' kayaknya lbh berarti ke 'karena' ya??
    Sekilas info: dulu pas lg akrab2nya ama sepupuku kami bahkan menciptakan rumus bhs prokem sendiri . jd biarpun di tengah keramaian kami bisa bebas berkomunikasi; biarpun tengah membicarakan orang yg tepat berada di depan hidung kami. :fufu:

    Ulfa Rahmasari mengatakan...

    Ternyata banyak juga ya kosakata gaul. Sebagian besar sih sering banget aku denger :)

    Sebetulnya kata galau kan emang kosa kata resmi di KBBRI. Kita patut berssyukur sama twitter yang sudah mempopulerkan istilah itu. masih banyak juga kosa kata di KBBRI yang kudu diperkenalkan ke publik.

    oh yah mas, mau nambahin mas. ada juga songong yang artinya sombong. ato nyolot tang artinya tuh, er, kurang lebih banyak lagak (NATO). hehehhe

    trus kata-kata dengan akhiran in kayak bilangin itu juga pengaruh bahasa bali. itu kutau dari buku sosiologi sma

    eh rempong bukannya artinya bawel yah?

    bebas mengatakan...

    kita kreatif banget, saking kreatif nya jadi kebanyakan bahasa, tetep sih harusnya bahasa indonesia yang baik dan benar lah yang harusnya digunakan, tapi sekarang kayaknya jarang yah anak muda yang begitu, ian juga siiihh hahaha pan ian anak labil + unyu, M ? hahahahahahaha

    Yopie Yanuar Bintoro mengatakan...

    Skrang yg lg in bahasa banci.
    Contoh : bunglon mawardah meranti cucok buat pecongan yey, cuss kasih surprise supriyatna dese senandung :)
    Dikutip dari @kamusbanci2012

    Yopie Yanuar Bintoro mengatakan...

    EMBBBEEEEERRRRR !!

    Anonim mengatakan...

    ok deh cyiinn,,
    -hyding

    dian andriyana lutter mengatakan...

    baru ngeh bahasa gaul....wkwkwkwk

    beby mengatakan...

    gueh anak gawl eaaaa :3

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan