• 21 November 2014

    Kabar dan Gambar Film Jokowi yang tidak jadi di tayangkan di bioskop

    Catatan: Artikel  bersifat OPINI, ini tidak disarankan dibaca pendukung militan JOKOWI.

    BARU sehari tayang, film Jokowi Adalah Kita sudah ditarik dari peredaran. Dilansir kapanlagi, produser berkata kalau film akan ditayangkan tapi momen yang tepat. Tapi saya pikir  ini tindakan ralat yang menggelikan.  Film Jokowi tahun 2013 dibuat untuk pencitraan. Setidaknya film itu cukup manusiawi karena aktor yang cukup mirip dengan Jokowi -diperankan Teuku Wikana. Tapi karena KK Dheeraj sang produser barangkalis adar filmnya tak laku bahkan tak masuk FFI, dia ingin sesuatu yang baru. Mirip Habibie dan Ainun. Ben Joshua pun didapuk sebagai Jokowi. Jelas tidak ada mirip-miripnya. Ben itu oriental/Cina sementara Jokowi berkulit kecokelatan. Emangnya Jokowi Tionghoa?

    JAK diedarkan pasca kenaikan BBM diumumkan itu sesuai rencana. Sebagai ajang pencitraan agar presiden terkesan masih diinginkan. Tapi entah siapa, hal itu disadari sebagai satu blunder. Akhirnya tim politik presiden mungkin, menyuruh film dihentikan penayangannya.

    Penikmat Film Bukan Orang Bodoh




    Coba bayangkan, Jokowi semasa kampanye punya sineas yang SUPER DUPEL mendukung dirinya. Di antara mereka ada sienas hebat seperti JOKO ANWAR dan RIRI RIZA/MIRA LESMANA. Jangan lupakan UPI AVIANTO dan sederet nama lain. Kenapa tidak di tangan mereka film dibuat? Apakah sadar karena kalangan ini kalangan kritis? Makanya projek pencitraan ini diserahkan pada megabintang KK Dheeraj yang selama ini dikenal sering membuat film kacrut. Tak perlu riset-riset segala. Semuanya cuma berbekal naskah di tangan, rapat praproduksi, setelah itu layaknya bikin FTV, SIM SALA BIM! JADI DEH TUH FILM!

    Saya pikir penikmat film Indonesia yang sebenarnya BUKAN ORANG YANG DIKELABUI. Film-film yang selama ini box office adalah film yang memanglah bagus. Bagi saya film Indonesia yang bisa menjadi box office ADALAH KETIKA ORANG-ORANG YANG TAK PERNAH/JARANG KE BIOSKOP, JADI RELA KE BIOSKOP DEMI MENONTON. Dan kebanyakan film Box office ini adalah film adaptasi dari novel. Dimulai AYAT-AYAT CINTA, LASKAR PELANGI, TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJK, hingga yang akan datang, SUPERNOVA.

    Idealnya sebagai sosok yang dianggap media darling, film Jokowi tahun 2013 bisa box office. Nyatanya tidak. Meletup-letup pun tidak. Mungkin kalau timses menggunakan jasa Joko Anwar yang SUPER MILITAN itu, bisa jadi film akan lebih wow. Saya pun barangkali akan menontonnya -walau harus menyiapkan keresek buat muntahan.

    Jokowi Presiden Paling Hebat

    Dalam sejarah kepresidenan RI, Jokowi memang presiden paling hebat. Belum jadi presiden udah dibikinin film, setelah jadi presiden dibikinin film. Presiden lain belum pernah ada yang kayak gitu.

    SOEKARNO? Ayolah, Soekarno versi Hanung yang menempatkan sang proklamator sebagai 'si ganjen'? Saya tidak melihat Soekarno: Indonesia Merdeka sebagai film biopik yang bagus dan cerdas. Hanung terlalu kemana-mana, tidak fokus, overidealis tapi jadinya punya eksekusi superduper berantakan. Kemana kabarnya proyek film Soekarno yang lain? Entahlah, terendap sudah.

    Soeharto saja tidak difilmkan, SBY apalagi. Tapi saya berharap Bu Megawati punya film sendiri. Dan saya yakin 'seburuk apapun itu', film ini akan BOX OFFICE.

    Mirip Dahlan Iskan

    Mungkin ada yang belom tahu kalau Dahlan Islan sang mantan menteri BUMN pernah bikin buku semibiografi berjudul Sepatu Dahlan. Buku itu best seller (entah siapa yang beli, apakah pembaca asli atau ada yang borong #eh. Kidding). Tapi naskah ini difilmkan tapi sehari setelah tayang MALAH DITARIK LAGI. Sudah bukan rahasia umum lagi kalau pra Pilpres banyak tokoh yang bikin pencitraan dengan caranya. sayangnya GAGAL. Mungkin dananya kurang kenceng. Ndak kayak Jokowi yang dananya bisa belu Pulau Sumatera. Buku itya, media iya, iklan iya, suara ita #Eh. Bercanda.

    *

    Kalau mau menelisik, JAK dijadwalkan tayang pasca kenaikan BBM dan pelantikan Ahok langsung oleh presiden. Dan film ini tak hanya menceritakan Jokowi, tapi Ahok.

    Kata Bang Dheeraj, JAK tidak dibatalkan, tapi ditunda penayangannya. Entah kapan akan disiarkan di bioskop. Apakah kamu mau menontonnya? Saya sih .. hariwang nempona oge. Hayang utah asaan teh..


    Kutipan (islampos.com)

    Penarikan ini sebenarnya menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah bahwa masyarakat sekarang sudah cerdas dan kritis. Mereka tidak lagi mampu dibeli dengan pencitraan. Sang Produser tampaknya tak sadar, Jokowi bukan lagi berada di masa kampanye dimana sebagian orang masih bisa dibeli dengan khayalan.

    Padahal rakyat itu nyata. Mereka adalah manusia yang bisa berpikir dan meraba kezaliman. Mereka tidak bisa dikelabui dengan ilusi-ilusi bombastis tentang kesejahteraan.

    Kini, menurut Survey LSI, pamor Jokowi di mata masyarakat telah menurun drastis. Belum 100 hari kepemimpinannya kepuasaan terhadap pemerintahan Jokowi sudah berada di bawah 50 persen. Maka hentikan mendesak masyarakat dengan fantasi-fantasi imajiner. Ketimbang menonton ke bioskop, masyarakat kecil lebih menghemat uang untuk membeli kebutuhan pokok, yang harganya melejit setelah Jokowi menaikkan harga BBM.

    *


    sumber foto: http://silontong.com/2014/11/22/seru-film-jokowi-adalah-kita-jadi-bahan-tertawaan-di-media-sosial/


    3 Komentar

    Unknown mengatakan...

    wkwkwkwkwk turun aja jokowi gantikan k prabowo biar anti mainstream :v

    Anonim mengatakan...

    Disaat harga-harga pada menjulang disana sini masih kepikiran gitu bakal ada yang nyisihin duitnya buat nonton ? Oon nggak ketulungan, tayangin film ini kalo BBM diturunin

    ikhlash mengatakan...

    mungkin kalaupun masih tayang tetap ngga akan laku... Jokowi lovers aja kayaknya ogah nonton... Emang Jokowi udah berbuat apa untuk indonesia sampai udah difilmkan..

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan