• 4 September 2012

    CUKUP banyak horor menakutkan dengan setting di sebuah kabin. Kabin pada umumnya tidak terdapat di Indonesia. Untuk itulah kenapa Modus Anomali menggunakan bahasa Inggris. Coba bayangkan kalau kabin ada di Indonesia, orang yang nginep di situ bisa dapet DBD pulang-pulang. Namun Lions Gate sebagai rumah produksi yang paling getol memproduksi film-film horor, kembali menelurksnfilm horor thriller yang segar. 


    Ini karena premis atau ide ceritanya memang menarik. Soal masuk akal dan tidaknya, ayolah, emangnya elo berpikir kalau Sodako dan gengnya itu bener-bener ada? Tapi The Cabin in Woods, kamu bisa menemukan banyak hal. Mulai dari hantu ‘beneran’ sampai hantu dalam bentuk manusia. Tapi benang merahnya sama: konspirasi.

    Sudah lama juga nih enggak ngulas film horor. Dan The Cabin in The Woods ini sudah rilis pada Aril lalu di Amrik. Tapi entah kenapa susah banget masuk pasar bioskop Indonesia. Mungkin ngantri sama pelem kancut Indonesia yang banyak banget. Tapi film ini emang sempat 3 tahun tertunda dalam hal tanggal rilis. Sebab ada isu akan berformat 3D. Alhasil ini film akhirnya tayang di 21 akhir Agustus lalu. Itu pun Cuma di daerah Jakarta! Tapi seneng dong ya udah nonton film ini weekend lalu. Terus bagaimana ulasannya?

    The Cabin in The Wooods: Horor Konspiratif yang Asyik
    SEBENARNYA film ini sudah jor-joran memberi clue pada penonton –terutama pecinta pelem serem- kalau The Cabin in The Woods (TCITW) akan seperti apa. Kalau kita biasa ngelihat orang dikurunga atau dijebak sama manusia lain, itulah yang terjadi sama film ini. Tapi kita pasti mikirnya ini akan jadi horor ilmiah. Wong posternya saja nunjukin kalau itu kabin bisa sampai ke atas-atas kayak transformer. Awalnya saya mikir itu kabin kayak ruang jebakan yang bisa berubah bentuk, tapi ternyata: SALAH BESAR. Ada kejutan yang lebih mencengangkan di setiap sekuen/ scene-nya.
    Film ini dibuka dengan dialog lepas orang-orang di laboratorium berjas khusus yang ngingetin kita sama sekeleompok peneliti yang entah mau neliti apa. 

     Sumber foto: Hollywood.com

    Tanpa tedeng aling-aling itu judul nempel di layar dengan musik ngegejreng. Dasar usil =-=. Selanjutnya kita akan dibawa sama aroma horor klasik remaja ala Scream. Yah, kalau bukan anak muda, siapa? Di situ ada dua cewek seksi yang bisa kita tebak. Satu innocent dan perawan, satunya bitch abis. Dan kita emang bisa tahu mana yang lebih dulu mati. Ya, yang kayak bitch itu. Sisanya ada tiga cowok. Ketebak jugalah. Yang satu ganteng dan atletis, yang satu smart dan sopan, satunya lagi ‘tolol’.Kenapa pake tanda kutip, karena tipe freak ini sebenarnya cerdas.

    Dana adalah cewek berambut item yang berteman dengan Jules, si cewek yang baru aja pirangin rambutnya. Jules berpacaran sama Curt, tipikal cowok hensem bin atletis dan tangguh Amerika. Jules dan Curt sengaja ngajak Holden, cowok afro Amerika yang sengaja mau dijodohin sama Dana. Enggak lupa ada Marty, sosok cowok freak yang kalo ngomong suka ngelantur. Tapi dalam film ini dia termasuk tokoh badut alias tukang bodor. 

     
     Sumber foto: Hollywood.com
     
    Maka berangkatlah mereka ke hutan tempat kabin milik sepupu Curt berada. Kita pun tahu kalau ada yang aneh di hutan itu. Ya, hutan itu Cuma sejenis setting-an belaka. Jadi ada ‘sesuatu’ dari dalam tanah hutan yang mengendalikan. Dan sesuatu itu adalah orang-orang di laboratorium yang sengaja merekam aktifitas Dana CS yang berjuang menghindar dari serangan zombie.

    Apa? Zombie? Ya! Enggak nyangka juga aka nada yang beginian. Hilang deh, ekspektasi yang ada di trailernya. Tapi hal ini sama sekali enggak bikin kecewa. Temen-temen Dana pun mati satu per satu. Sementara orang-orang di lab malah berpesta. Ternyata mereka melakukannya juga di setting-an yang lain. Misalnya munculin hantu kayak Sodako di kelas anak-anak yang ada di Jepang. Tapi kemudian anak-anak itu berhasil mengalahkan si hantu dengan nyanyian. Dan orang di lab itu bilang setelah tahu dari monitor, “gagal lagi! Apa susahnya sih bunuh anak-anak Sembilan tahun?!”

    Emang bener yah, kata pepatah. Kalau manusia itu lebih kejam dari hantu gedek manapun. Buktinya itu orang biasa-biasa saja pas lihat banyak orang mati di areal setting-an.  Tapi tentu kita tahu, Dana akan jadi tokoh sentral yang enggak mudah mampus. Meskipun kita sempet ngira ini cewek akan mati juga. Selamatnya Marty juga enggak bisa kita perkirakan. Semuanya serba surprising.

    Dana dan Marty pun kemudian masuk ke dalam ruangan yang ternyata adalah lift. Adabanyak lift yang isinya monster dan hantu yang pernah ada di dunia. Konyol, sih. Mirip film Thirteen Ghost juga. Tapi serem aja itu setan dikurung begitu. Dana dan Marty akhirnya sampai di lab, dan mereka mengacaukannya setelah diburu sekelompok senjata api. Mereka masuk ke ruang control dan membuka lift berisi kawanan hantu itu. Bisa ditebak, mulai dari monster urban legend sampai psikopat dan monster alien sebagainya, membunuh habis orang-orang di lab. Ini bikin penonton yang gemas akhirnya puas lihat orang-orang itu mati. Tapi enggak sampai di situ, Dana dan Marty sampai di ‘ruangan inti’ dan seorang petugas cewek yang tiba-tiba muncul menjelaskan segalanya. Menjelaskan apa?  Tonton aja sendiri! :p

    Yeah, kali ini Samandayu enggak akan bikin bocorannya secara jor-joran. Karena film ini rekomendasi banget buat ditonton. Meski demikian adegan jagal-jagalannya memang masuk ke dalam tayangan 'aman'. Tapi saya juga enggak merekomendasikannya buat anak-anak di bawah umur dan pecinta film DRAMA. Penonton yang sok-sok-an harus berpikiran logis emang akan mengkritik habis-habisan film ini. Samalah kayak penulis di surat kabar komp#s yang ngritik Modus Anomali. Mempertanyakan motif pembunuhan yang dilakukan si Rio Dewanto. Sebab dalam film, semakin sedikit yang lo ketahui, akan semakin ASYIK film tersebut. Kecuali kalau elo nonton sejenis film dokumenter pake CCTV. Tah sok dilebok. HAhaha!


     Score: 9/10

    "Salah satu film horor yang bisa ditonton berulang kali tanpa pernah bosan setelah film Hostel 2 dan The Grudge 2" - Samandayu

    3 Komentar

    Unknown mengatakan...

    aku gagal terus dunlutnya nih, me. gara-gara baca dr beberapa review, dan film ini dapet bintang lima setiap reviewnya jd pngn liat. tapi kapan ya kesampaian. :(

    Claude C Kenni mengatakan...

    Reviewnya menarik...tapi ngga deh...gua ga berani nonton film horror...hahaha >_<

    Fiqriah Nur Fadilah mengatakan...

    "Tah sok dilebok!"
    wahahahaha XD

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan