• 19 Oktober 2014



    SALAH satu film horor yang saya tunggu-tunggu kemunculannya adalah The ABCs of Death 2 yang rilis Oktober 2014. Sebelumnya pada seri pertamanya saya sudah me-review cukup detil. Bagaimana dengan bagian kedua ini? Secara keseluruhan, saya amat puas dengan TAOD 2 ini. Bahkan bisa dikatakan lebih baik dari yang pertama. Dalam seri kedua ini teknis film lebih baik, dari segi plot lebih beragam, adegan gore, slasher, dan twist-nya pun lebih indehoy (bahas tahun jebod beud).


    Amateur
    Sebagai film pembuka, Amateur amat berhasil. Dimulai dengan adegan keren ala video musik, kemudian masuk ke dalam scene inti yang bikin ngilu dan berakhir dengan ending yang cukup mencengangkan. Bercerita tentang pembunuh bayaran yang hendak membunuh seseorang di apartemen penthause. Ia membayangkan segalanya akan lancar, tapi ternyata tidak.
    Score: 9/10

    Badger
    Film kedua ini cukup lucu, simpel, dan menghibur. Tentang seorang host yang sedang syuting tepat membelakangi lubang misterius. Akhirnya dia tersedit ke dalam lubang dan tahu-tahu mayatnya terlempar dan tubuhnya terpotong. Sayang efek tubuh terpotong ini sangat kelihatan. Jadi cukup cemen dan bikin kecewa.
    Score: 7/10

    Capital Punishment
    Seorang pelaku penculikan dihakimi sepihak oleh keluarga korban. Si penculik ini pun akan menjalani pemenggalan kepala oleh orang-orang yang sebenarnya amatir. Walaupun sempat gagal beberapa kali, tapi kepala itu akhirnya terpotong juga.
    Score: 8/10

    Deloted
    Beformat animasi stop motion, film ini sangat mengganggu. Menceritakan eksekusi menyeramkan tiga orang manusia -kalau mau dibilang manusia, kepada satu orang lain. Tidak lama keluarkan sejenis kutu yang menjadi raksasa dan mengisap darah korban. Ini adalah salah satu favorit saya dan akan selalu asyik kalau ditonton berulang-ulang.
    Score: 9/10

    Equibrium
    Dua sahabat laki-laki terdampar di pantai, kemudian muncul wanita yang terseret ombak. Wanita itu mencintai salah satunya hingga persahabatan sempat rusak.  Dengan sedikit format one take shoot, film ini punya sisi art tersendiri. Dan ada pesan moralnya juga ternyata. Yakni persahabatan lebih penting dari cinta. Nah!
    Score: 8/10

    Falling
    Seorang tentara dari perbatasan -mungkin itu Israel, tersangkut di pohon. Dia bertemu dengan seorang cowok -sebut itu dari Palestina yang awalnya hendak membunuh tentara ini. namun ternyata si cowok menolong namun insiden pun menimpa keduanya. Saat jatuh, kaki si perempuan cidera di tempat, sementara si cowok terjatuh dari pohon dan tewas. Adegan ditutup dengan teman-teman si cowok yang sepertinya siap membunuh si cewek. Ada dialog yang membuat saya miris sebagai muslim. Ketika nama Muhammad dianggap sebagai nama tipikal orang Arab, padahal itu nama depan. Meski demikian secara teknis film ini baik. Thriller-nya terasa meski tak memerlukan banyak darah

    Score: 8/10

    Grandad
    Saya tidak terlalu suka dengan segmen ini. Menceritakan hubungan cucu dan kakeknya yang tidak harmonis. Hal itu kemudian berlangsung saat si kakek tiba-tiba ada di ranjang si cucu.
    Score: 5/10

    Head Games
    Animasi absurd dan simpel tapi cukup bikin 'kelojotan'. Tentang sepasang kekasih yang berciuman, tapi kemudian saling menyerang sampai kepala keduanya akhirnya bolong.
    Score: 7/10

    Invincible
    Salah satu film dengan make up dan nuansa horor yang sangat kuat sekaligus komedis. Mengisahkan tentang sekolompok anak cucu yang berusaha membunuh neneknya yang tak bisa mati. Si nenek ternyata punya kekuatan di mulutnya yang membuatnya abadi. Konyol, mengerikan, tapi ending-nya segitu doang.
    Score: 8/10

    Jesus
    Seorang cowok ketahuan gay oleh ayahnya. Si ayah kemudian mencoba menyadarkan si anak dengan ritual agama. Awalnya hanya didoakan kemudian si anak disiksa. Si anak membayangkan orang-orang itu sebagai iblis. Tak lama ada iblis lain menyelamatkannya. Membunuh ayah si anak dan orang-orang di ruangan. Ternyata yang menyelamatkannya itu adalah kekasih si korban. Sesi ini khusus dewasa karena memunculkan adegan ciuman antarcowok. Tapi secara keseluruhan scne gore-nya sangat dapet. Sosok iblisnya pun terlihat menakutkan.
    Score: 9/10

    Kneel
    Seorang cewek yang tinggal di plat, menemukan lingkaran aneh di langit. Tak lama ia melihat banyak penghuni di satu apartemen yang melakukan pembunuhan. Film ini bagus secara teknis tapi entah kenapa kurang menarik.
    Score: 8/10

    Legacy
    Salah satu film yang mengecewakan. Menceritakan kisah genderuwo ala suku Afrika. Adegan paling menarik mungkin cuma saat satu ekor tikus hutan dibunuh.
    Score: 6/10

    Masticate
    Dalam seri terdahulu ada film berbau slowmotion yang sangat impresif. Pada bagian kedua ini ada Masticate yang tampil dominan dalam trailer. Sosok pria gendut bermata aneh ini memang mengerikan. Ia mendadak brutal setelah mengonsumsi heroin. Sangat mengerikan melihat adegan kuping digigit dalam format slow motion. Dijamin segmen ini bikin kelojotan dan bikin nagih. Apa sih ..
    Score: 9/10

    Nexus

    Dengan format editing superdinamis, film ini memang mudah ditebak. Ending-nya pun tidak terlalu mengejutkan. Menceritakan tentang orang-orang menuju malam Halloween, dimana dua orang muda janjian bertemu di pinggir jalan. Sayang salah satunya harus tertabrak.
    Score: 7,5/10

    Ochlocracy (Mob Rule)
    Apa jadinya jika kelompok zombie manusiawi dan taat hukum? Ini adalah film zombie yang tidak tipikal. Mengisahkan kalangan zombie di ruang sidang yang sedang mengusut kasus manusia normal yang menyakiti zombie. Film dari Jepang ini cukup menghibur dan 'sopan'/
    Score: 8/10

    P-P-P-P Scary
    Ini lagi paling maksa. P dengan PPP Scary. Menceritakan tentang tiga maling yang terjebak di rumah seseorang, Bergaya film era 20'an dan entah mengapa saya malas dengan segmen yang satu ini. Ndak lucu.
    Score: 6/10

    Questionaiere
    Seorang cowok ditanya ini itu dalam tes kecerdasan. Karena dinyatakan cerdas, akhirnya ia diloloskan untuk mendapatkan hadiah. Sayangnya otaknya ternyata kemudian ditukar dengan kingkong. Salah satu segmen yang sangat saya suka. Sangat menyeramkan melihat otak diambil begitu saja.
    Score: 9/10

    Roulette
    Dengan konsep hitam putih, film ini cukup mendebarkan. Tahu russian roulette? Satu peluru dimasukkan ke dalam selongsong senjata api, kemudian satu per satu orang menarik pelatuk untuk ditujukan ke dirinya sendiri.
    Score: 8/10

    Torture Porn

    Seorang model diperlakukan tak senonoh oleh para fotografer dan kameramen. Tahu-tahu model itu punya kekuatan aneh yang menyiksa habis-habisan para pelaku. Awalnya memang bikin ngeri, tapi eksekusi penyiksaannya dibuat seperti music video.
    Score: 7/10

    Utopia
    Segmen yang mewakili horor sains fiksi. Menceritakan tentang seseorang yang harus disterilisasi/dibasmi, hanya karena dia berbeda dengan orang-orang kebanyakan. Mirip dengan premis film animasi Robots. Segmen yang saya suka.
    Score: 9/10

    Vacation
    Film berkonsep webcam live action ini bisa memuaskan kalangan pecinta film semidokumenter. Mengisahkan tentang chating webcam seorang cowok dengan pacarnya. Sayang liburan di pantai itu ternyata diisi dengan main pelacur asal Asia. Film ini punya rating dewasa karena ada adegan telanjang buletnya.
    Score: 6/10

    Wish
    Film ini mungkin menyindir film Zathura atau Jumanji, bahwa dunia mainan dan fantasi tidak seindah seperti yang dibayangkan. Dua anak cowok berharap masuk ke dunia mainan dimana mereka akan menjadi pahlawan. Tapi setelah mereka memasukinya, mereka malah menjadi korban. Segmen yang innocent dan cukup mendebarkan meski tak terlalu istimewa.
    Score: 8/10

    Xylophone
    Mengisahkan tentang seorang pengasuh yang menjaga anak majikan sambil mendengarkan musik di piringan hitam. Tapi ternyata the nanny ini psikopat abis. Dia membunuh brutal anak majikan tersebut. Adegan pembunuhan anak kecil ini tidak ditunjukkan, tapi melihat hasil pembunuhan itu, wow sangat mengerikan. Cukup seru tapi kurang mengesankan. Yang jelas pemeran utamanya ini main di slasher Perancis yang terkenal: Inside.
    Score: 7/10

    Youth
    Kalau yang ini segmen paling burut dan apa-apaan. Saya malas me-review-nya. Heu.
    Score: 5/10

    Zygote
    Mengerikan, brutal, setara dengan segmen XXL di seri pertama. Mengisahkan tentang seorang istri hamil yang harus ditinggalkan suaminya perang. Agar usia kandungan lebih lama, suaminya memberi akar makanan dalam stoples. 13 tahun berlalu, kandungan istri ini makin besar! Dia kehabisan makanan. Hingga sampailah anak dalam kandungan itu meminta keluar. Walhasil adegan amat mengganggu itu pun tercipta. Oh yeah, ada adegan pembunuhan terhadap kucing meongnya juga lho. Dan ini bikin brrrr..

    Score: 9.5/10


    Secara umum, The ABCS of Death 2 lebih baik dari yang pertama. Segmen Zygothe menjadi segmen paling spektakuler. Dan yang terlemah adalah Youth. Silakan menonton film ini dan temukan keasyikannya.


    *
















































    0 Komentar

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan