• 6 Juni 2013

    COBOY Junior The Movie barangkali dikhususkan untuk penonton televisi, terkhusus penonton anak-anak. Untuk (sebagian) orang dewasa, mungkin Anda kepingin minggat dari bioskop sesegera mungkin. Tapi Anda nggak harus ngelakuin itu karena keponakan-keponakan Anda sangat menikmatinya.


    Baiklah, saya akan memandang film ini dari kacamata saya. Tidak diperkenankan dibaca buat coboy junior lovers yang seingat saya namanya comet (dibaca: komet) :P Sebab artikel ini cuma sampah, cocok dibaca buat hiburan (ala artikel Samandayu seperti biasanya). Nggak penting -saya sadar itu sejak dari dulu. Dan nggak berharap dibaca orang banyak. Oke, sudah curhatnya.  Yuk, kita mulai!!
    Plot

    Apresiasi

    Selain nonton karena ponakan-ponakan saya, rumah produksi Falcon juga jadi pertimbangan saya buat nonton. Sinematografi film ini layak dikasih jempol. Efek cahaya berpendar ngingetin kita sama jenis video musik. Nggak lazim digunakan emang, tapi menimbulkan kesan 'wah' lah.  Hal lain yang patut dikasih jempol adalah begitu mengalirnya akting para bintang ini. Baik anggota coboy junior, maupun para pendukungnya yang merupakan aktor-aktor senior. Apalagi sang aktor yang berperan dominan sebagai manajer/coach/produser (entahlah, yang jelas peran ini dominan banget, sampai-sampai CJR ini nggak punya orang-orang di belakang lagi selain 'dia').

    Musiknya bikin ajeb-ajeb. Meskipun beberapa lagu yang di-recycle dengan proses rekaman vokal seadanya bikin saya mau ....   Tata artistik disesuaikan dengan bujet barangkali. Panggung audisi sampai grand final kompetisi boyband-nya kelihatan 'murah'. Editingnya, mengambil konsep ala 'komik'. Mirip seperti editing film Hulk karya Ang Lee. Pinter juga sih, sutradaranya. Ini agar anak-anak tak bosan melihat scene yang memiliki adegan drama yang 'membosankan'. Atau editing dibuat sengaja demikian lantaran wajah-wajah CJR ini harus melulu terlihat. Editing ini juga mengesalkan saya karena beberapa kali adegan dibuat berulang/repetitif, dengan pola yang sama.  

    Kritik

    1. Film dibuka dengan aksi panggung CJR dengan kru dance plus Pay Nabila IMB. Kemudian kita tahu film ini bertema dokumenter fiksi. 

    2. CJR sudah terkenal dengan single 'Kamu' semua fans mengelu-ngelukannya. Tapi kenapa mereka tertarik mengikuti ajang pencarian boyband Xplode yang hadiahnya jalan-jalan ke Korea dan uang satu miliar.

    3. Untuk ajang dengan hadiah satu miliar, audisi dilakukan di gymnasium/gelanggang olahraga tertutup lengkap dengan tiga juri, Dewi Sandra, Iwa K, dan Nirina Zubir, berperan sebagai diri mereka sendiri. Dan Omesh sebagai dirinya sendiri, sebagai MC. Gelanggang olahraga di-setting sedemikian apa adanya. Seperti halnya kita sedang menonton audisi 'abal-abal'.

    4. Jika CJR sudah terkenal, seharusnya lobi audisi yang penuh dengan orang-orang mengalihkan pandangan sejenak pada mereka. Tapi mereka cuek aja, seakan tak tahu siapa CJR itu.

    5. Anda akan menemukan lagu-lagu remake berkonsep 'teaser' atau cuma diperdengarkan satu atau setengah menit. Dari mulai Tak Gendong, Begadang, dan lain sebagainya. Selain CJR, para finalis ini lebih mirip grup dance ketimbang boyband/girlband yg bisa nyanyi. Cuma CJR yang ditampilkan pakai mic sendiri, sementara yang lain pakai mic yang ditempel gak tau apa namanya :D

    6. Yang paling mengesalkan dalam film ini adalah ketika salah satu peserta audisi, me-remake lagu Shalawat Badar sambil berkoreografi. Menurut saya ini 'pelecehan'. Gimana mungkin mereka nari-nari modern sambil menyanyikan lagu itu?

    7. Adegan mengesalkan lain adalah adanya adu mulut antara tiga juri, yang sebenarnya merupakan trik filmmaker untuk menutup kekurangan CJR yang tak bisa nge-dance. Tiga juri ini bilang CJR jago nyanyi tapi tidak di nari. Selepas acara selesai mereka bilang kalau setiap semifinalis boleh pakai dance auditional/penari latar. 

    8. Saya baru tahu kalau nama Coboy itu dari koboy beneran. Saya pikir diambil dari nama boyband era 90-an. Wajar aja sih saya mikir gitu, soalnya kelihatan banget kalau CJR the movie ini dibuat sama anak-anak 'lama'. Lagu yang di remake aja mulai dari Rhoma Irama sampai Iwa K. Tapi bagus, biar anak-anak sekarang tahu.

    9. Salah seorang member CJR yang bertubuh endut kecelakaan karena coach grup lain mencelakakannya sembunyi2. Hal ini membuat anggota CJR ini (maaf gak tau namanya, yg saya tahu cuma Iqbal), sakit leher, hingga lehernya digips. Ah, bisaan nig pelemmekernya, nutupin kekurangan CJR lagi yang memang gak bisa nari. Sebab di ending mereka akan nari tanpa perlu gerakan rumit.

    10. Untuk acara dengan hadiah semiliar, digambarkan bahwa pemilik acara angkat tangan saat salah satu anggota CJR kecelakaan. Bahkan terkesan menyepelekan. CJR dikeluarkan dari finalis tiga besar karena anggota yang tak lengkap. Terkesan sekali abal-abalnya acara tersebut,

    11. Setiap kali audisi/semifinal/sampai final pertandingan, pasti tiga juri terlihat berbisik-bisik. Pola yang sama ini dilakukan mungkin agar memberi kesan 'seru'. Tapi kalau kebanyakan .. ayolah .. Saya nggak suka ketiga juri ini dalam film ini.

    12. Ending seharusnya akan jadi keren, tapi sutradaranya semakin melakukan pola berulang. Editing yang kacau, slow motion di bagian akrobatik. Ayolah ....

    13. Salah satu member yang suka pakai kacamata warna-warni digambarkan suka sama seorang cewek di sekolah. Sementara Ikbal suka Nabila, tapi dia bisa 'menahan' dan sadar diri untuk nggak berpacaran karena masih kecil. Oh ya, mereka  duduk di SMP.  Wajar kali yah ..

    14. Kita tahu Coboy Junior akan menang pertandingan. Ketegangannya mungkin cuma akan terasa pada anak-anak. Orang dewasa yang 'nggak bisa' dibohongi tentu akan 'tahu.'

    Senggaknya film ini berusaha sebisa mungkin menyampaikan amanat-amanat positif. Bahkan di ending, salah satu member yang tadinya jatuh cinta sama cewek, akhirnya lebih memilih grupnya sendiri. Ledek-ledekan ke lawan jenis dan ketertarikan juga hal yang wajar karena itulah identitas. Selama mereka bukan bocah SD kayaknya nggak apa-apa. Anda juga akan menemukan kalimat-kalimat mutiara.

    Untuk unsur komedi, beberapa scene mungkin akan membuat penonton anak-anak terpingkal-pingkal. Begitu juga mungkin dengan Anda. Intinya film ini tepat buat ditonton sama anak Anda atau sama keponakan Anda. Tapi kalau harus ditonton sama pacar, jangan kali yah .. :D

    Sebenarnya banyak bangett film untuk anak-anak yang cerdas, mungkin dibuat dengan penuh kematangan dan naskah yang nggak asal-asalan. Petualangan Sherina, Denias, dan lainnya. Tapi CJ The Movie seperti film yang sengaja dibuat karena 'deadline', mumpung si artis terkenal, nggak peduli naskahnya serombeng apa. Toh penonton banyak yang datang. Terbukti, sampai dua studio film ini diputar. Lengkap ditayangkan di jam yang 'pas'/menjelang liburan tanggal merah dan liburan anak sekolah. Jadi kita harus ingat sebuah film dengan bolong dimana-mana bisa jadi sangat begitu dinikmati.

     Sekian dan terima kasih. :P

    Score: 5/10



    Poster spektakuler yang 'menipu' :P







    2 Komentar

    Dihas Enrico mengatakan...

    dari posternya kelihatan ramee....

    ni kok kayaknya masnya menhayati filmnya...
    atau niat mau mengkoreksi...
    entahlah, hanya masnya saja kali yang tahu...
    :P

    KhodiChan mengatakan...

    kasian banget ratenya cuma 5 :p
    bang saman kritis banget, film beginian juga ikut dikoreksi :))

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan