• 21 November 2012

    SEMALAM tadi, aku bangun dengan jantung berdegup. Bukan! Bukan bermimpi ketemu sama sejenis ikan cupang dengan keresek warna-warni di kepalanya! Meskipun itu mengerikan, tapi itu tidak cukup berarti untuk membuatku takut dan kalah. Aku bermimpi ketika kucing-kucing menghilang dari muka bumi ini! Hollycat!



    Saking shock-nya, aku langsung bikin status di FB. Ini skrinshutnya.





    Eh, salah skrinsut!

    Aku yakin kau pun mengerti, seperti dalam film Inception, tak ada seorang pun yang ingat bagaimana opening sebuah mimpi. Kau hanya bisa mengingat seperempat akhir dari mimpimu. Padahal kenyataannya, konon, jika kamu bermimpi, maka durasi waktunya bisa melebihi durasi film layar lebar. Dan mungkin kau pernah bermimpi seolah-olah dirimu sedang berpetualang. Aku pun beberapa kali bermimpi tentang kisah fantasi yang unik. Dan aku berniat menulisnya dalam bentuk cerpen.Namun itu tak pernah berhasil karena lupa jalan cerita mimpiku.

    Aku ingat -entah siapa yang mengatakan- tapi kalau kita dapat merekam mimpi dan kita jadikan ke dalam bentuk karya seni, maka itu akan menjadi master piece. Ah, betapa nikmat yah mimpi itu? Xixixi. Kembali ke yang tadi, bahasanku kali ini adalah tentang kucing meong.

    Yeah, aku tahu kau bosan mendengarnya. Apalagi saat kau sadar kalau tulisan ini akan kembali menyiksamu dengan konsep sok imut aku kamu aku kamu. Kau boleh menutup halaman ini dan kembali ngajedog di jejaring sosialmu (atau sudah kamu lakukan? Xixixixi). Tak ada yang memaksamu datang ke mari, tapi kalau kamu masih tertarik denganku, yuk mangga lanjut. Cekidot morokocodot!

    Banyak Orang Kesepian


    Yeah, untuk orang sepertiku yang tergila-gila dengan kucing, aku tentu tak akan pernah merasa punya teman yang mengerti. Tak ada hewan yang bisa kuajak bicara dan kuajak main. Aku tahu sahabat begitu penting. Teman pun bisa membuat hidupmu ceria. Tapi di dunia yang si*alan ini kamu tak bisa berharap banyak pada pertemanan. Mereka bisa saja menusukmu dari belakang, bermuka dua, atau mempermalukanmu layaknya kamu pelaku kriminal. Tapi seekor kucing yang sendiri dapat membuatmu bahagia. Bahkan jika kamu hanya memandangnya selagi tidur. :')

    Tak Ada Doraemon



    Tentu kita tidak akan menumukan karakter Doraemon, mungkin yang ada Dorajing. Xixixi. Serius, tokoh-tokoh seperti Gardfiled, Fellix, Pussy in the Bots, atau lainnya, tak akan pernah bisa kita nikmati di dunia ini.

    Wabah Kutu


    Jika kucing tak ada (atau budaya pemusnahan kucing diberlakukan pasca abad pertengahan), maka dunia akan diserang oleh kutu. Catflea atau kutu kucing memang bersarang lebih tepat di tubuh kucing. Kutu ini juga bersarang di kulit tikus. Bisa jadi mereka akan bersarang di kulitmu. Kutu ini mengerikan sekali karena susah dipites. Seringkali disebut kutu loncat karena bentuknya yang kecil. Sekali kena gigitan, luka memerah akan membuat kulitmu bernanah dan menghilangkan bekas yang susah hilang.

    Black Death

    Banyak yang percaya bahwa Black Death atau kematian hitam yang terjadi di abad pertengahan/abad ke-14 terjadi karena sebuah budaya. Di Eropa, kucing dipercaya sebagai binatang setan karena dianggap jelmaan penyihir, atau berhubungan dengan dunia magis. Akhirnya kucing-kucing dimusnahkan. Kebodohan paradigma ini membawa bencana lebih besar dari mitos penyihir yang sebenarnya tidak pernah ada.

    Populasi tikus membeludak. Wabah pes mendera. Naifnya, penyebaran wabah yang cepat ini dipercaya sebagai sejenis kiriman setan atau upaya balas dendam penyihir. Padahal semua itu dikarenakan perkembangbiakkan tikus yang pesat. Kau tahu sendiri kucing adalah hewan karnivora predator. Dari jelajah internet yang kudapat, dari harian Inggris, sebuah penelitian tahun 1997 di Inggris mengungkapkan, seekor kucing rumahan rata-rata membawa pulang 11 ekor hewan mati (tikus, burung, katak, dsb) dalam waktu enam bulan. Itu berarti 9 juta kucing membunuh hampir 200 juta binatang liar per tahun. Bisa dibayangkan jika semua kucing dimusnahkan dalam satu teritorial tertentu, bisa terjadi kiamat. Artinya populasi tikus membengkak sementara populasi kucing menurun tajam yang berakibat terjadinya ketidakseimbangan ekosistem.

    Yeah, predator memang bukan kucing satu-satunya. Ular juga penyantap tikus, bukan? Tapi orang normal mana yang menganggap kalau semua ular itu jinak sehingga membiarkan keliaran di rumah? Artinya kucing-kucing jalanan yang selama ini memang tidak dianggap berbahaya, bisa beraksi di malam hari dan menyelamatkan hidup manusia.

    Noh, buat yang sok takut kucing. Mikir dong lu! Hahaha (keluar deh alaynya. Hihihi -pasang keresek warna-warni di kepala).

    Penyakit Pes


    Sebenarnya apa sih penyakit pes itu? Penyakit pes disebabkan oleh enterobakteria Tersinia pestis yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus. Penyakit ini masih ditemui di beberapa belahan dunia hingga kini. Di abad lampau, pada tahun 1347 - 1351, sepertiga penduduk Eropa tewas oleh wabah pes yang disebut Black Death seperti yang sudah disinggung di atas.

    Di kurun waktu yang bersamaan, epidemi ini menyerang sebagian besar Asia dan Timur Tengah dan merenggut sedikitnya 75 juta jiwa.

    Epidemi ini sampai ke Amerika pada 1492 dan delapan juta orang meninggal di Pulau Hispaniola, pulau ketika Columbus pertama kali mendarat dan 'menemukan' Benua Amerika. Sementara penduduk asli di Meksiko mengalami penurunan populasi sebanyak 95 persen!

    Epidemi ini membawa dampak buruk bagi kehidupan sosial masyarakat. Karena belum ditemukannya teknologi sehingga kecurigaan dan prasangka mengalahkan logika, struktur sosial pun menjadi kacau.

    Akibat di kehidupan sosial itu antara lain: Perburuan dan pembunuhan terhadap kaum minoritas seperti Yahudi, Muslim, pendatang, pengemis, dan penderita lepra. Alasannya sangat klise, kaum minoritas dari segi agama dianggap sebagai sekutu 'setan' atau biang keladi. Sementara kalangan gelandangan dianggap terinfeksi dan harus dimusnahkan.

    Wabah ini tak terhenti sampai di situ saja. Di Eropa pada era 1700-an, terjadi banyak wabah seperti:

    Wabah Italia (1629 – 1631),
    Wabah Besar London (1665 – 1666),
    Wabah Besar Wina (1679),
    Wabah Besar Marseille (1720 – 1722),
    serta wabah pada tahun 1771 di Moskwa.

    Wabah itu berangsur punah setelah dunia mengenal vaksin pada tahun 1790-an oleh Edward Jenner.

    Sampai saat ini penyebab death black masih diperdebatkan. Tapi orang-orang percaya bahwa itu karena pembunuhan massal terhadap kucing. Bakteri dari tikus ini disebarkan oleh lalat maka begitulah kematian hitam terjadi.

    Sayangi Kucingmu


    Maka dari itu, sayangilah kucing-kucing di sekitarmu. Tak perlu siram kucing pake air panas atau mengusirnya secara brutal seakan-akan dia menyerang nama baikmu dan membuatmu seperti sejenis korban perempuan yang diperkosa habis-habisan.  Hormatilah makhluk-makhluk ciptaan Tuhan. hormatilah sesamamu! Dan pastinya, perhatikanlah atribut diri sebelum mengatakan hal yang hanya akan kau sesali di kemudian hari. (Kampanye Kucing 2012)


    *





    6 Komentar

    Unknown mengatakan...

    kucing juga hewan ksayangannya para rasul xixixi. duh bang saman niru gaya ktawa ane d dunia maya :p . tp yg ak sdikit heran knapa tiap ane mw dketin kucing psti tuh kucing kabur duluan??? mungkin bang sama pnya tips?

    saman mengatakan...

    tau aje niru situ. xixixi.. napa kucing kalau disamperin ngejauh, biasanya itu kucing liar atau bukan kucing rumahan, jadi kucing yang tidak dipelihara orang lain. artinya kucing itu terbiasa diusir orang lain. coba kalau ngedeketin kucing peliharaan atau rumahan. bisa jadi lebih bisa dideketin. xixixi

    sacred butterfly mengatakan...

    ga suka kucing,bang :( gara-gara keset kosan aku pernah dikencingin kucing, cucian baju aku yg segunung jg pernah dikencingin kucing, kucing"di kosan suka bawa"sampah dari luar trus dikoyak"di depan kamar, dia juga pernah ee di depan kamar..hiks T.T

    pengen rasanya ngelatih kucing kosan biar bisa ee dan kencing d kloset, makan di meja makan, trus nyuci piring d wastafel.. *imagine*

    natalianatalia mengatakan...

    Makin sayang kucing! > ω <

    Binatang kesayangan Rasul kan? Ya, entah kenapa ada orang yang gaj suka atau takut sama hewan berbulu yang lucu satu ini.
    Tapi, saya tetap pencinta kelas berat kucing! Addicted gila. Ngaong..

    Anonim mengatakan...

    kyaaaa....I hate rats!!!!!
    pernah ada kucing nyasar masuk rumah,karena kasian akhirnya saya kasih tulang ayam.trus ditaro di halaman belakang dimana tikus merajalela semaunya.and you know what....si mpus itu setia semalem suntuk stand by depan pintu rumah, bikin tikus jiper ga brani masuk.I loooooveee cats!!>_<
    walau untuk nyentuh kudu nahan diri,soalnya saya alergi parah sama bulu kucing.;-(

    Anonim mengatakan...

    kyaaaa kucing...!!! i love kucinggg....!!!

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan