• 20 Mei 2012

    SEBELUM film ini rilis, si penulis novel Poconggg Juga Pocong yang pada awalnya berkonsep anonim, terkuak  atau menguakkan diri. Spekulias ketelanjangannya dibarengi sangat kontroversial karena menyinggung perangkat agama. Spekulasi penelanjangan tabir yang terkesan fiktif itu toh sudah dilupakan orang dan gema mengenai si Poconggg pun lambat laun usai. Namun akhirnya saya menyaksikan juga film ini setelah meminjam VCD-nya. 


    Perlu menunggu lima bulan untuk mendapati film Poconggg Juga Pocong dalam format VCD. PJP dirilis November 2011 dan format VCD-nya dirilis pada April 2012. Tanggal rilis film itu mengingatkan kita pada bulan tayangan The Hits yang rilis pada kira-kira bulan Desember 2012, ketika sang penulis PJP berlaku sebagai salah satu host. Sayang tayangan itu hanya berjalan dua bulan mungkin karena terlalu berselera masyarakat internet pada awalnya. Tayangan sempat diisi secara sangat picisan oleh duo lesbian Olga dan Jessica. Dan tamatlah riwayat Arief Muhammad, Alan dan Abert Halim sebagai host.

    Alur

    FILM dibuka dengan sosok pemuda berseragam putih abu bernama Dimas (Ajun Perwira) yang sedang memperhatikan seorang gadis berkawat gigi di koridor sekolah. Gadis itu bukanlah cinta pertama Dimas, tapi ada gadis lain bernama Sheila (Indah Saphira), seorang cewek yang alangkah cantik jika tidak mengenakan polesan make up. Di sekolah itu, kau bisa melihat kebanyakan ceweknya pakai rok di atas lutut. Yang jelas menjadi pemandangan sedap bagi penonton batangan.

    Sheila pertama kali mengenal Dimas kala di kantin. Keduanya tiba-tiba saja merupa karakter komikal ala FTV. Ajun melihat keberadaan Sheila dengan tatapan mata penuh penasaran. karena merasa diperhatikan, si Sheila mendadak mendatangi Ajun dan berkata, "Hei ngapain kamu lihat-lihat!". Dimas pun kaget dan menyemprot seragam Sheila dengan saus, sementara kunyahan baksonya keluar ke wajah Pak Kepsek yang juga sedang makan di kantin. Dan adegan slapstick yang memang memancing tawa itu pun diulang sekira sebanyak tiga kali. Si Pak Kepsek kena siram, sampai kena cake.



    Selanjutnya Dimas mengutarakan cintanya pada Sheila kala mengendarai mobil. Sayang penembakan yang dilakukan Dimas dianggap tidak membuahkan hasil. Dimas pun berkilah kalau apa yang dinyatakannya adalah bentuk April Moop. Secara skenariotif, si Sheila yang tiba-tiba punya bakat ngocol ini bilang kalau dia memang tidak benar-benar menolak. Si cewek pun pundung dan meninggalkan mobil, sementara Dimas melajukan mobilnya dan tiba-tiba sebuah mobil menabrak dari samping.

    Selanjutnya tontonan kelas televisi bisa kita simak. Lucunya setara dengan acara Trans TV pada jam prime time berbau parodi. Dimas menjadi pocong, dia diasingkan pocong lain. Dia berteman dengan Kunti (Nycta Gina) yang kemudian membantunya agar menjadi pocong 'sejati'. Sementara Dimas terus menyaksikan dambaannya, Sheila ternyata sedang dideakti cowok lain.

    Ending film ini memang terbilang dramatik meski tidak terbilang istimewa. Dimas menyadari keberadaannya dan digambarkan dia dekat dengan seorang pocong cewek. Sementara Sheila yang setiap kali online wajahnya selalu bedakan, terus terbayang-bayang akan almarhum Dimas.

     Komedi Nanggung Poconggg Juga Pocong

    ENTAH apa yang melatarbelakangi  Chiska Doppert sebagai "anak buah" NAyato Tapi tampaknya nama ini dipersiapkannya untuk proyek-proyek filmnya yang bertema komedi. Mengingat film terbarunya Enak Sama Enak baru dirilis.  Poconggg Juga Pocong hanyalah serentetan film gilanya bertema pocong. Sebut saja Pocong Ngesot, Ada Apa dengan Pocong?, Pocong Minta Kawin, Bukan Pocong Biasa,  Kepergok Pocong, Pocong Rumah Angker, Pocong Kamar Sebelah, Pocong Jalan Blora, dan yang baru rilis 3 Pocong Idiot (yang kayaknya nyontek film India 3 Idiots tahun 2009). Oh, yang benar saja. Entah proyek bertema pocong apalagi yang akan dia buat. mungkin Pocong Doyan Coli akan jadi ide yang bagus, dengan diperankan disutradarai oleh Nayato sendiri.

    Rasanya menyenangkan menonton PJP tanpa ekspektasi. Sebab kita semua tak akan protes lagi dengan teknis ala televisi dengan kualitas gambar yang tidak spektakuler. Tata artistik, sinematografi bahkan musik amat biasa alias tak istimewa. Dari departemen akting, beberapa blogger memuji akting Nycta Gina. Namun tak istimewa dia memerankan karakter yang memang sudah seidentik Jeng Kelin atau gaya cerewet itu. Indah Saphira malah parah. Selain muak dengan make up tipis di berbagai scene, dia juga terlihat amat kaku mungkin akibat pengarahan dan dialog di beberapa titik yang tidak lentur. Sementara Ajun Perwira yang setahu saya mengawali debutnya dalam Di Bawah Lindungan Ka'bah, tampak tidak matang. Sementara Guntur Aditya yang bermain debut di film Rien: Pembunuh Berantai (2008, berdasar kisah Rian Jombang), bermain lumayan meyakinkan meski setipikal dengan peran-perannya terdahulu: tegas dan maskulin. Sementara para badut itu cukup diwakili Rizky Mocil yang selalu dipakai Nayato untuk peran-peran berjenis clown, bodor dan garing. 

    Sesungguhnya adaptasi dari novel ini akan berhasil jika ditangani dengan sutradara yang baik pula. Sebelumnya blogger Raditya Dika membuat film Kambing Jantan yang ditulis dirinya dan Mouly Surya dengan penyutradaraan Rudi Soedjarwo. Meski kurang bernyawa di bagian teknis, namun film tersebut bisa dinikmati dengan standar yang  lebih 'tinggi'. Namun PJP seperti hanyalah sebuah film main-main Nayato yang hanya menjual poster yang amat menarik. Terutama di bagian si pocong duduk di atas genteng ditemani  kucing di rumah padat penduduk. Saya nantikan scene itu di film, nyatanya enggak ada. Huh! Padahal saya kepengen lihat kucingnyah! *alay mode on.

    Novel PJP yang berjenis kumpulan cerita pendek lucu ditransformasikan menjadi skenario cerita utuh. Karena belum dan tidak akan pernah membaca novelnya, jadi saya kurang bisa untuk membandingkan dengan versi film. Tapi jika skenario itu ditangani dengan bujet tinggi, visual efek yang brilian dan ditangani orang yang benar pula, bisa dipastikan film PJP akan jauh lebih baik.

    *

    Sutradara Chiska Doppert Penulis Arief Muhammad, Haqi Achmad  Pemain Ajun Perwira, Saphira Indah, Rizky Mocil, Nycta Gina, Guntur Triyoga Produksi Studio Maxima Pictures/Radio MS Tri FM Durasi 78 minutes
    Score: 6/10

    (Udah tobat buang-buang duit dan waktu buat nonton film-filmnya Nayato di Bioskop)









    INTERMEZO

    - Teman saya bilang buku PJP lebih bagus dan menghibur ketimbang versi filmnya.

    - Adegan Dimas kentut di mobil baru Sheila mengingatkan kita pada iklan televisi luar negeri. Ketika seorang  cewek masuk ke mobil cowok. Ketika dia merasa di mobil tak ada siapapun, dia pun kentut. Ternyata di jok belakang orang tua si cowok senyam-senyum. Ini mirip apa nyontek, ya?









    6 Komentar

    gita mengatakan...

    errr...baca plot filmnya kayaknya nih film kriuk-kriuk(baca:garing) ye?jadi pengen baca bukunya.
    Tapi nonton film nayato lumayanlah bisa tertawa.yeah,mentertawakan kehancurannya.

    Murodi Shamad mengatakan...

    belum nonton, dan ga tertarik, ga tau knapa. mau baca bukunya aja ah ..

    Riu is me mengatakan...

    aku suka filmnya. kmrn nonton dunlutan, pnasaran. lucu sih, mski banyak kekurangannya, tapi emang kocak ceritanya.
    maklum juga sih.. itu kan kumpulan cerita, dan tentunya akan sangat sulit diajdikan satu cerita kalo satu cerita gak nyambung dgn lainnya.
    tapi aku suka cerita kesengsaraan pocong waktu masih idup. hahha tertawa dalam tangisan orang emang favoritku. :D

    Qinana Lestari mengatakan...

    Pocong Jalan Blora?? Itu kan kotaku.
    Oops.. *salah fokus
    #plakk

    Nggak pernah lagi nonton film horornya Indonesia. Terakhir nonton itu Kuntilanak yang pemainnya Julie E (jaman kapaaaan itu¿¡). Judul2 nya aja udah pada gaje, apalagi kontennya. *oke oke, don't judge a book by the cover --> don't judge a film by the tittle.
    -_-

    Yusrizal Ihya mengatakan...

    bukunya berhasil,
    tapi filmnya ancur lebur berantakan, maklum sih yg ngerjain Nayato n D'Gank

    Quntet mengatakan...

    OOO..OOO *Manggut - manggut*

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    SMNDY Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan