- Home>
- Film Horor >
- Hobo with a Shotgun: Perlawanan Gelandangan dan Pelacur di Kota Keparat
10 Januari 2012
HOBO with a Shotgun dibuka dengan opening ala film klasik tahun 80-an lengkap dengan musik jadul yang mengiringi scene seorang kakek yang naik kereta. Hobo, atau gelandangan, nyungsep di kota mengerikan yang bernama Hope Town. Ketika daerah dikuasai oleh Drake yang kejam pula dengan dua anak lelakinya yang tak kalah kejam. Mereka rela membunuh demi kesenangan di tempat umum. Sialnya, tak ada satu pun warga yang mampu menghentikan aksi ini.
Warga dipaksa menonton aksi kekejaman kalau tidak ingin ditembak dengan senjata api. Polisi juga berpihak terhadap Drake yang juragan heroin ini. Yeah, selamat datang di film mengerikan ini.
Plot
Setelah Hobo sampai di kota, dia melihat aksi kekejaman Drake yang membunuh adiknya sendiri dengan cara mengenaskan. Si adik ditempeli tutup gorong-gorong di lehernya, kemudian diterjunkan ke gorong-gorong sehingga lehernya tercekik. Tidak cukup sampai di situ, Drake menyuruh anaknya mengalungkan kawat besi pada kepala korban. Kawat itu terhubung ke mobil. Dan saat kendaraan dilajukan, kepala korban pun putus. Sialnya, seorang cewek seksi malah menari-nari di tengah darah yang menyemprot. Tak cukup sampai di situ, kepala korban dijadikan hiasan mobil.
Hobo kemudian menyadari bahwa kekejaman tak hanya sampai di situ. Pada suatu malam, dia masuk ke dalam private party di sebuah gedung tua. Gedung itu diisi anak-anak muda yang membunuh masyarakat sipil untuk kesenangan. Ada yang kepalanya dihancurkan mobil, kakinya dihancurkan kapak, dan sejenisnya. Hobo menemukan Slick, anak Drake yang kejam. Seorang pelacur bernama Abby berada di sana dan hendak 'bertransaksi' dengan Slick. Sayang, tampaknya Abby akan dihabis. Namun Hobo menyelamatkan dan membuat lumpuh Slick.
Dalam keadaan pingsan, Slick dibawa ke kantor polisi. Bukannya mendapat keberpihakan, Hobo malah disiksa. Dadanya ditusuk sedemikian rupa dengan pisau oleh Slick. Sampai akhirnya Hobo dilemparkan ke tempat sampah. Hobo pun kembali ke jalan dan menghampiri Abby. Abby pun menolong dan membawanya ke rumah. Di sinilah scene mengharukan itu dimulai, bagaimana seorang pelacur dan gelandangan memiliki banyak kebaikan daripada polisi dan penguasa kota.
Siang harinya, Hobo kembali ke jalan dan dia berencana membeli senjata api seharga 49.99 dolar. Untuk mendapatkannya, dia pun menemui seorang kameramen psycho yang suka mengabadikan orang-orang yang tersiksa sampai mati. Di sini Hobo disuruh mengunyah pecahan kaca. Hobo melakukannya, dan dia pun mendapatkan uang,
Hobo pergi ke toko senjata api untuk membeli shotgun yang diinginkannya, namun di saat yang sama tiga perampok bertopeng tengah merampok toko. Yang satu berada di kasir, yang satu siap menembak seorang bayi, dan satunya bersiap menggorok ibu sang bayi. Tak tahan dengan keadaan ini, Hobo mengambil shotgun dan menembak ketiga perampok itu. Setelah usai, dia melemparkan uang untuk membeli shotgun ke meja kasir.
Setelah itu, aksi main hakim sendiri yang dilakukan Hobo dimulai, dia menembak mati germo pelacuran anak gadis, menembak pelaku pedofilia, pengedar narkoba, dan kriminal di jalanan lainnya. Hal ini mendapat sorotan media sehingga Drake berang. Drake pun menyuruh dua anaknya Slick dan Ivan untuk memberi perhitungan.
Sialnya, kedua anak ini malah membakar anak-anak dalam bis. Keduanya bahkan masuk ke dalam siaran TV lengkap dengan pembawa acara yang tewas oleh sepatu ski yang dilemparkan. Drake pun muncul dan mengimbau pada warga untuk membunuh Hobo. Dan chaos pun semakin menggila, para warga membunuh para gelandangan tanpa ampun.
Termasuk pada malam saat Abby kembali menjajakan diri. Ketika semua warga kegirangan membunuh para gelandangan, dia kembali 'diajak main' oleh polisi yang kali itu membawa anaknya. Si polisi menyarankan anaknya bermain dengan pelacur. Saat polisi itu mengintimidasi, Hobo datang menyelamatkan.Si polisi ditembak di bagian kepala dan semuanya kacau.
Para warga datang setelah melihat Hobo with a Shotgun. Beruntung Abby dan Hobo bisa selamat setelah Hobo ngumpet di jenazah sang polisi. Di rumah Abby, keduanya berniat keluar kota. Sial, keberadaan mereka tercium Slick dan Ivan.
Siksaan pun kembali terjadi. Slick menggorok leher Abby dengan gergaji, sementara Ivan menancapkan sepatu skate ice-nya ke dada Hobo. Namun, Ivan bisa dilumpuhkan saat alas sepatunya dimasukkan ke dalam pemanggang roti yang menyala. Selama Ivan tersetrum, Hobo menolong Abby yang sudah sekarat.
Ivan kabur, namun Hobo bersiap menewaskan Slick. Shotgun pun ditembakkan ke selangkangan Slick.Slick belum tewas, dia harus mendapatkan yang jauh lebih setimpal dari apa yang sudah dilakukannya. Yeah, Hobo memasukkan dia di bis yang terbakar. Begitulah cara Slick tewas.
Hobo membawa Abby ke rumah sakit. Dia perlu mengancam suster dan dokter dengan shotgun untuk mendapat perawatan medis. Abby pun selamat, namun Drake kebakaran jenggot.
Drake pun menyewa pembunuh bayaran yang dinamai The Plague, dua orang lelaki yang berpakaian dari baja yang antipeluru. The Plague pun masuk ke dalam rumah sakit dan menewaska tiga perawat dan satu dokter denga cara yang mengerikan.
Hobo pun berhasil diculik, namun Abby lolos. Abby pun menolong setelah masuk ke dalam toko senjata api dan bersiap diri melawan Drake ala Umma Thurman dalam Kill Bill.
Eksekusi pun berlangsung, Hobo dilingkari penutup gorong-gorong di leher. Kepalanya siap dijadikan hiasan mobil. The Plague pun datang sebagai eksekutor, Abby pun datang menyelamatkan namun gagal. Abby harus bernasib nahas. Tangannya hancur saat Drake mengarahkan tangannya pada kipas mesin.
Tangan Abby tinggal belulang, dan dia menusukkan belulangnya itu ke perut Drake sampai Drake sekarat. Abby pun menuju Hobo, dan dia menolong kakek itu dengan belulangnya juga. Wuaw.
Keadaan semakin chaos. Para penonton dan warga memihak Abby dan Hobo. Mereka melawan polisi yang memihak Drake. Namun Hobo harus tewas udai menembak Drake dengan Shotgun. Film pun diakhiri dengan teriakan Abby.
Hobo with a Shotgun: Perlawanan Gelandangan dan Pelacur di Kota Keparat
Film action horor slasher ini punya skenario yang mantap. Tidak menggurui dan 'dalam' alias beresensi. Di sini kita bisa mengetahui siapa yang lebih bermoral dari siapa. Secara tidak langsung dramatisir Hope Town yang dikuasai juragan kaya yang kejam sehingga hukum pun takluk kepadanya, adalah gambaran dari kehidupan nyata di dunia. Hope Town, atau Kota Harapan, jelas suatu ironi karena di dalam nama yang cantik itu tersimpan chaos yang luar biasa. Di sinilah aksi main hakim sendiri itu berlangsung, ketika hukum sudah tidak bisa berkutik, kalangan sipil lah yang mengambil peranan.
Film ini tentu untuk dewasa karena konten kekerasannya sangat fatal di sini. Tokoh utama mati dan tokoh penyelamat cacat fisik. Kita pun hanya bisa menduga apa yang terjadi setelah Hobo tewas. Apa kekacauan telah berakhir, atau kembali dimulai. Namun ending itulah yang menurut saya memuaskan dan tidak pasaran. Apalagi dengan plot yang diceritakan kronologis. Jadi tak perlu mengerutka kening atau berpikirkeras sebagaimana seseorang menonton Saw atau Serbian Films. Penonton diajak 'santai' menikmati kekejaman keji dari orang-orang yang punya kuasa dan uang ini.
Film ini adalah versi panjang dari film pendek dalam Grindhouse (2007) berjudul sama karya Jason Eisener. Namun karena ramuannya lebih lengkap, film versi 2011 ini tentu lebih nendang. Jadi silakan menikmati Hobo with a Shotgun. Dan sesuai judulnya, para penonton pun akan merasa di-shotgun di sepanjang scene film.
*
Sutradara: Jason Eisener Pemain: Rutger Hauer, Molly Dunsworth, Brian Downey, Gregory Smith, Produksi: Rhombus Media. Rilis: 21 Januari 2011 Durasi: 86 menit
Cerita: 9 Akting: 9 Teknis: 7
Score: 9
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
4 Komentar
:dies:
Lagi-lagi tentang kesadisan :-3
iye,,,sadis mulu ripiu nya....ngeri ah....
koq nemu aja sie pilem kek ginian....
after all,,,pesan moralnya tetep ada,,,itu yg bagus. daripada ga ada sama sekali....
Masyarakat psyco. Wuah g brani liat sayanyah. Adegan bunuh - bunuhannya dah kek pilem SAW aja. hii...
ih, ngeri. harus berfikir beberapa kali untuk menonton jenis film seperti ini.
Posting Komentar